Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Kayla Bahagia, Alvin Menderita


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Kayla sudah menjadi istri Mickel. Perlakuan Mickel terhadapnya sungguh lemah lembut. Dia lain dari pada yang lain. Bahkan sangat jauh berbeda jika di bandingkan dengan, Alvin.


"Sayang, kita healing yuk!" ajak Mickel antusias.


"Healing kemana, Ka Mimi?"


"Ke mall, saja. Kamu pasti belum tahu kan, mall yang baru selesai di bangun di pusat kota? itu punya kita, sayang."


"Punya kakak, bukan kita. Kan yang membangun kakak," ucap Kayla terkekeh.


Saat itu juga, Kayla dan Mickel segera pergi menuju ke mall milik, Mickel. Mobil di kemudikan oleh sang sopir pribadi. Dan satu mobil khusus mengikuti kepergian mobil tersebut. Mobil yang mengikuti ini berisikan beberapa, body guard Mickel.


Mickel orang yang ternama dan sangat kaya hingga kemanapun dia pergi selalu saja di kawal oleh beberapa bodyguard. Harta yang di miliki olehnya, tujuh turunan tidak akan habis. Beruntunglah wanita yang telah menikah dengannya. Tidak akan pernah kekurangan apapun, bahkan akan selalu berlebihan. Terutama dalam hal kasih sayang dari, Mickel.


Pada saat mereka telah sampai di mall, mereka tak sengaja berpapasan dengan Naya, yang sedang menggendong bayinya yang diberi nama, Ayu.


Kayla sengaja diam, dia tak mengatakan apapun pada saat berhadapan dengan, Naya. Bahkan ia ingin melintasi Naya begitu saja, tetapi justru Naya menghentikan langkahnya.


"Kay, tunggu sebentar!"


"Siapa dia, Dede?" tanya Mickel.


"Dia, istri mantan suamiku, ka. Ada apa, Nay?"


Naya begitu berat pada saat ingin mengatakan banyak hal pada, Kayla. Tetapi dia tak ingin terus memendam rasa dosa dan salahnya pada, Kayla.


Di hadapan, Mickel. Naya meminta maaf pada, Kayla yang telah dengan sengaja merebut Alvin.


"Sudah, kan? kamu hanya ingin minta maaf? aku sudah memaafkan dirimu sebelum kamu meminta maaf. Jika aku belum memaafkanmu, aku pasti tidak akan sudi menolongmu pada saat kamu melahirkan," ucap Kayla mencoba tersenyum.


"Terima kasih, Kayla. Saat ini aku sedang merasakan karma dari perbuatanku dulu padamu. Sekarang Mas Alvin, jarang pulang ke rumah. Dan dia juga bersikap dingin dan tak peduli dengan anak ini."


Kayla tersenyum sinis," itu masalahmu dan urusanmu. Aku nggak ingin mendengar keluh kesahmu itu. Mohon maaf ya, yukk kakak kita lanjut saja."

__ADS_1


Kayla bergelayut manja di lengan, Mickel. Dan mereka melangkah kembali tanpa menghiraukan Naya yang terus menatap ke arah perginya, Kayla.


"Sekarang Kayla sudah bahagia, punya suami kaya raya. Pergi ke mall saja di kawal beberapa body guard. Sementara aku, apa? pergi ke mall atau kemanapun hanya seorang diri saja. Mas Alvin selalu beralasan jika di ajak jalan-jalan."


Terus saja Naya berkeluh kesah.


Dia kini menyesali semua yang telah dia perbuat dulu. Karena kehidupannya yang sekarang justru tidak bahagia sama sekali.


********


Lima Tahun Kemudian....


Kayla sudah mempunyai dua orang anak, yang pertama seorang laki-laki berumur tiga tahun bernama Hendrik. Dan yang perempuan bernama, Kirana yang baru berumur satu setengah tahun.


Keluarga kecil ini selalu saja akur, tidak pernah terjadi keributan.


"Hoek...Hoek Hoek..."


Kayla muntah-muntah di pagi hari, Mickel yang sedang tidur terbangun.


"Sayang, ke dokter saja yuk? sepertinya kamu hamil dech. Karena hampir tiap pagi seperti ini. Jika kita periksa pake dokter rumah, kurang akurat. Mau ya, kita ke dokter. Nanti aku telpon, Dokter Ike ya?"


"Iya, ka. Aku juga sudah telat satu bulan. Bisa jadi memang aku hamil," ucap Kayla lemas.


Saat itu juga Mickel dan Kayla bersiap-siap ke dokter khusus ibu dan anak yang telah menangani proses melahirkannya. dulu.


Hasil pemeriksaan membuktikan bahwa memang saat ini Kayla sedang hamil satu bulan.


"Alhamdulillah, kamu hamil lagi sayang. Semoga kali ini kembar, jadi anak kita empat. Untuk menuju kesebelasan kurang delapan lagi."


Dokter Ike terkekeh," astagaa.... serius ingin punya anak sebelas? ingin buka grup bolakah?"


Kayla ikut terkekeh," aku nggak mau, dok. Kalau suamiku sih nggak repot, dia cuma ngerasain enaknya saja."


"Heh, siapa bilang. Kamu juga ngerasain enak juga kan? aku juga kerap kali repot, dok. Kamu lupa ya, kalau aku juga suka gendong anak-anak," ucap Mickel menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Kayla hanya menyunggingkan senyuman saja, tanpa membalas perkataan suaminya lagi. Setelah selesai pemeriksaan, mereka segera pulang ke rumah. Tetapi pada saat perjalanan pulang, Kayla tiba-tiba ingin membeli sesuatu makanan.


"Ka, aku mau beli itu," rengek Kayla menunjuk ke arah gerobokan penjual siomay.


Penjual itu seorang pria memakai jaket dan wajahnya agak sedikit tertutup penutup kepala yang ada di jaket tersebut.


Mobil berhenti tepat di dekat tukang siomay tersebut. Kayla dan Mickel sempat terkejut pada saat melihat siapa yang menjual siomay tersebut.


"Hah, kamu Alvin? Ka, kita nggak jadi dech. Sebaiknya kita mencari tukang siomay yang lain saja," ucap Kayla tak suka melihat Alvin.


Pada saat suami istri ini melangkah pergi, Alvin marah-marah," dasar sombong! mentang-mentang sudah menikah dengan orang kaya!"


Hal ini sempat terdengar oleh Kayla, dia pun hendak melabraknya. Tetapi di cegah oleh, Mickel," sayang, nggak usah di ladeni. Toh saat ini dia sudah miskin kena karmanya sendiri."


"Ya, ka. Benar juga apa yang kakak katakan ya. Terima kasih telah mengingatkan."


Seperginya Kayla dan Mickel, muncullah Naya bersama Ayu yang sudah berumur lima tahun. Karena kebetulan barusan Naya mengajak anaknya bermain di taman dimana saat ini, Alvin berjualan siomay.


"Mas, kamu marah-marah dengan siapa sih?" tegurnya penasaran.


"Dengan siapa pun itu, kamu nggak perlu tahu! aku merasa di permalukan seperti ini! besok aku nggak akan berjualan! aku akan di rumah saja!"


" Anakmu itu si bibir sumbing, pembawa petaka! dia sama sekali tidak membawa rezeki! jika saja waktu itu kamu menurutiku untuk membuangnya ke panti asuhan, pasti hidupku tidak akan menderita seperti ini!" oceh Alvin.


Dia pun berlalu pergi begitu saja meninggalkan, Naya dan Ayu, yang ketakutan karena melihat kemarahan papahnya.


"Ya Allah, padahal semua yang terjadi ini karena kesalahannya sendiri. Di mana dia ketahuan selingkuh dengan istri orang. Dan suaminya itu menuntut ganti rugi."


"Dia juga telah tertipu investasi bodong, hingga semua hartanya habis untuk membayar hutang."


"Seharusnya bersyukur, karena aku tidak meninggalkan dirinya. Walaupun aku tahu dia sudah berselingkuh, tetapi aku masih tetap mendampinginya. Karena aku benar-benar cinta padanya."


"Sebenarnya siapa orang tadi, yang telah membuat, Mas Alvin marah besar?"


Terus saja Naya menggerutu di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2