Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Tertipu Juga


__ADS_3

Sementara saat ini Alvin sedang mengalami puber di mana ia telah jatuh cinta kepada Ayu.


"Aku harus bisa mendapatkan Ayu, bagaimanapun caranya karena aku tidak ingin kehilangannya."


Ia melakukan segala cara supaya bisa mendapatkan cinta dari, Ayu. Hal ini pun tidak disia-siakan oleh Ayu.


"Om, katanya ada hal yang ingin di sampaikan? kenapa om malah diam saja?"


Teguran dari Ayu mengagetkan lamunan Alvin," ada yang ingin Om sampaikan padamu. Sebenarnya dari awal kita bertemu, Om sudah merasakan adanya suatu getar cinta padamu. Tapi Om juga sadar diri, karena Om jauh lebih tua darimu, om merasa minder juga."


"Om, ternyata kita sehati ya. Jujur saja, aku juga merasakan hal yang sama seperti yang om rasakan," ucap Ayu mulai beraksi.


Alvin mulai percaya dan terbuai oleh rayuan dari Ayu," seriuskah Ayu, apa yang barusan kamu katakan? kenapa kamu cinta padaku, sedangkan umurku ini sepantasnya menjadi ayahmu?"


"Om, yang namanya orang kalau sudah jatuh cinta itu tidak bisa diuraikan dengan kata-kata. Hanya dengan tingkah laku saja, jadi aku tidak bisa mengatakan kenapa aku bisa jatuh cinta kepada, om. Sekarang aku tanya, kenapa juga Om bisa jatuh cinta kepadaku? pasti om tidak bisa menjelaskannya bukan? hanya bisa merasakan getaran cinta yang ada di dalam diri, om."


Alvin benar-benar telah terpesona pada Ayu. Dia terus saja menatap wajah Ayu.


"Kamu pikir aku beneran cinta padamu, tua bangka! itu hanya trik saja untuk aku membalas dendam padamu atas apa yang telah kamu lakukan padaku dan mamah di masa lalu. Dan kamu harus membayar mahal untuk itu!" batin Ayu.


"Ayu, maulsh kamu menjadi istriku?" tiba-tiba Alvin mengatakan hal yang terduga.


"Apa Om serius dengan kata-kata om barusan?" tanya Ayu.


"Sangat serius, Ayu. Aku ingin kamu menjadi istriku, karena aku merasa kesepian hidup seorang diri. Jika kamu memang cinta padaku, pasti tidak akan menolakku,' ucap Alvin.


Ayu bersedia menikah dengan Alvin, tetapi dia ingin memberikan sebuah syarat padanya.


"Tapi ada syaratnya, om."


"Katakan saja apa syaratnya, karena om akan mengabulkan segala syarat yang akan kamu ajukan padaku."

__ADS_1


Ayu menyeringai sinis," apakah om serius akan mengabulkan syarat yang aku berikan pada, om?"


"Sudah katakan saya, aku janji akan mengabulkan syarat apapun yang akan kamu ajukan padaku."


Saat itu juga, Ayu mengatakan syaratnya pada Alvin. Ia bersedia menikah dengan Alvin, asalkan perusahaan yang saat ini di kelola oleh Alvin di atas namakan Ayu.


Karena sudah benar-benar jatuh cinta pada Ayu, hingga Alvin sama sekali tidak menolak dengan permintaan syarat tersebut. Ia akan secepatnya merubah kepemilikan perusahaan menjadi milik Ayu sepenuhnya.


"Baiklah Ayu, akan aku urus tetapi setelah kita menikah ya?"


"Nggak mau, Om..Aku ingin di urus dulu semua surat-surat penting di balik nama menjadi milikku. Setelah selesai, aku akan menikah dengan, om."


Saat itu juga, Alvin menghubungi pengacara pribadinya, untuk segera mengurus pemindahan kekuasaan atas perusahaan ke tangan, Ayu. Dia menelpon pengacara tersebut.


📱" Pak, tolong segera diurus pengalihan kekuasaan atau pemindahan nama atas hak kepemilikan perusahaanku,dengan nama Ayu. Kalau bisa dilakukan secepatnya."


📱" Kenapa mendadak seperti ini, Tuan? apa tidak sebaiknya dibicarakan bersama dengan, Den Raka terlebih dahulu?"


📱" Alangkah lebih baiknya jika kita bicara secara langsung saja, Tuan. a


Ajak wanita tersebut menemui saya juga, supaya aku bisa mengetahui identitas aslinya. Kalau jika hanya lewat telepon seperti ini rasanya kurang jelas."


Hingga pada akhirnya saat itu juga Alvin mengajak Ayu untuk menemui pengacara pribadinya yang saat ini sedang ada di kantor pengacara. Hanya beberapa menit saja, mobil yang dikemudikan oleh Alvin telah sampai di kantor pengacara. Dan Alvin mengajak Ayu menemui pengacara tersebut di dalam ruangannya.


Sang pengacara begitu kaget, pada saat melihat wanita yang datang bersama dengan Alvin," astaga.. dia mah masih muda sekali. Mungkin usianya setaranya, Den Raka.


Pada saat pengacara tersebut ingin menelpon Raka untuk turut serta membahas tentang pengalihan hak kekuasaan perusahaan terhadap Ayu, Alvin melarangnya.


"Pak, sudah aku katakan tidak perlu menghubungi Raka terlebih dahulu. Karena perusahaan ini milikku seutuhnya, jadi aku yang berhak untuk mengatur perusahaanku sendiri. Tolong segera diproses secepatnya untuk pengalihan kepemilikan perusahaan tersebut."


Sebenarnya pengacara tersebut berat hati, tetapi Alvin terus saja memaksa. Hingga pengacara tersebut sudah tidak bisa lagi menolak keinginan Alvin untuk mengalihkan perusahaannya menjadi milik Ayu.

__ADS_1


Saat itu juga pengacara tersebut mengurus keinginan dari Alvin, tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada Raka


******


Satu Minggu kemudian, surat tersebut sudah berganti kepemilikan menjadi milik, Ayu. Perusahaan benar-benar sudah berpindah tangan pada, Ayu.


Bahkan Ayu kini sudah risgn dari perusahaan Raka. Karena dia akan memimpin perusahaan milik Alvin.


"Sayang, aku sudah memenuhi kemauanmu. Lantas kapan kita akan menikah?" tanya Alvin menagih janji.


"Maafkan aku, Om. Sepertinya aku tidak bisa menikah denganmu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ayu, sontak saja membuat Alvin murka," jadi kamu hanya ingin membohongiku saja, menipuku?"


"Aku tidak menipumu ataupun membohongimu karena memang pada dasarnya sudah sewajarnya perusahaanmu menjadi milikku."


Alvin semakin tidak mengerti dengan apa yang barusan dikatakan oleh, Ayu," apa maksud dari perkataanmu itu, aku sama sekali tidak mengerti?"


"Mana mungkin aku akan menikah dengan ayah kandungku sendiri. Kamu telah melupakanku, tetapi aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang pernah kamu lakukan dulu terhadapku dan mamah," ucap Ayu ketus.


"Jangan ngaco kamu, anakku cuma Raka saja;" bentak Alvin seraya mengepalkan tangannya.


"Aku sudah menduganya, jika kamu tidak akan ingat padaku. Maka dari itu, aku sengaja menggunakan taktik ini supaya bisa mengambil alih perusahaan ini."


"Aku adalah anak dari wanita yang telah kamu telantarkan begitu saja, gara-gara aku punya kekurangan."


"Kamu sama sekali tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk membiayai operasi bibirku pada saat aku masih kecil."


"Kamu benar-benar telah lari dari tanggung jawab sebagai seorang ayah kepada anaknya."


"Pantas saja kamu tidak peka, saat berada di dekatku. Karena kamu sama sekali tidak menganggapku sebagai anak, hingga perasaan seorang ayah tidak kamu miliki sama sekali."

__ADS_1


Terus saja Ayu mengatakan banyak hal tentang masa lalunya yang pahit karena ulah Alvin. Hal ini membuat Alvin benar-benar shock. Dia sama sekali tidak menyangka jika gadis muda yang ka cintai adalah anak kandungnya sendiri.


__ADS_2