
Orang tua Vina benar-benar tidak menyangka dengan kebaikan hati, Kayla. Padahal Alvin telah menyakiti hati Kayla, tetapi di sana mereka terpuruk justru Kayla yang menolong.
Pada saat kembali dari kantor Mickel, Kayla sempat mengajak Vina ke sebuah rumah yang tidak begitu besar. Rumah milik pribadi Kayla yang dulu di beli dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
Kayla mengizinkan Vina dan orang tuanya untuk tinggal sementara di rumah tersebut, sebelum mereka memiliki rumah sendiri.
"Subhanallah, begitu mulianya hati Kayla. Kebaikannya tak lekang oleh waktu. Dulu pun pada saat masih menjadi istri Alvin, ia jga sangat baik pada kita dan sering menolong kita. Ternyata hingga Kini kebaikan itu tidak pernah hilang," ucap Bu Riris dengan mata berkaca-kaca.
Karena ia sangat menyayangkan tindakan Alvin yang sangat bodoh telah berselingkuh dari wanita yang sangat baik seperti Kayla.
"Vina, lain waktu ajak kami untuk bertemu dengan Kayla ya. Kami ingin meminta maaf atas apa yang telah di lakukan oleh Alvin padanya. Sekaligus mengucapkan terima kasih karena telah menolong kita," ucap Ayah Sugeng.
Vina pun mengiyakan kemauan Ayahnya, jika suatu saat nanti akan mengajak orang tuanya untuk menemui Kayla.
********
Sementara sore menjelang...
Di rumah, Mickel mengajak bercengkrama istri tercintanya di balkon kamar," sayang, sebenarnya aku kurang setuju pada saat kamu memintaku untuk memberikan pekerjaan pada, Vina."
"Jadi, Kak Mickel tidak ikhlas dan tidak sepenuhnya menolong Vina? apakah karena dia itu adik dari mantan suamiku, hingga Kak Mickel merasa ragu?" tanya Kayla heran.
"Bukan hanya itu, dari cara menatap diriku itu yang aku tak suka, sayang. Aku nggak mau kejadian di masa lalu dirimu terulang lagi."
Kayla malah terkekeh pada saat mendengar perkataan dari Mickel," astaghfirullah aladzim, itu tidak akan terjadi jika si lelaki tidak mudah tergoda dan benar-benar bisa berkomitmen untuk setia pada pasangannya."
__ADS_1
"Perselingkuhan terjadi bukan hanya jika si wanita yang mau, tetapi jika si lelaki mau di goda ya sudah terjadilah. Tetapi aku sangat yakin dan percaya pada suamiku, jika ia bisa setia denganku. Kak Mimi, janganlah berprasangka buruk pada seseorang."
"Jangan karena sifat Alvin buruk, hingga Kakak cap sifat Vina juga buruk. Aku yakin dengan nuraniku dan hatiku ini bahwa Vina tidak serendah itu."
"Maafkan aku, yang nggak tega pada kehidupan Vina dan orang tuanya yang tidak di anggap keluarga oleh, Alvin."
"Masa iya, ada seseorang di depan mata kita yang sedang butuh pertolongan kok kita malah menutup mata dan berlalu begitu saja seolah kita tidak melihatnya teria minta tolong. Itu bukan sifatku, Kak Mimi."
"Aku yakin sekali, sifat Vina tidak seperti Naya. Dan sifat Kak Mimi tidak seperti Alvin. Jika Kak Mimi khawatir, berarti Kak Mimi tidak percaya dengan diri sendiri. Ini membuktikan jika Kak Mimi mudah tergoda."
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Kayla, Mickel langsung pasang wajah masam," seenaknya jika berkata. Aku itu setia, bahkan dari kira kenal pada saat dulu hingga aku dewasa sama sekali tidak pernah tertarik pada wanita lain. Hanya kamu saja yang selalu bermain di otakku ini."
Kayla pun memeluk suaminya," Kak, seseorang menatap kakak itu bukan berarti dia suka. Bisa saja dia kagum dengan ketampanan kakak. Apa kakak lupa, jika aku juga suka sekali dengan para aktor Korea? dan selalu memuji ketampanan paras wajah mereka. Tetapi bukan berarti aku jatuh cinta, itu hanya sebatas mengagumi."
Mickel pun diam saja, ia sejenak ingat. Memang apa yang di katakan oleh Kayla ada benarnya. Ia juga sempat di buat cemburu di kala Kayla sedang asik menonton drama Korea kesukaannya, dengan tatapan mata tidak berkedip jika peran pria keluar.
********
"Mbak Kayla, sudah sangat baik padaku. Jarang ada seorang wanita sebaik dirinya. Aku tidak akan mengecewakan pertolongan dirinya yang bukan hanya padaku, tetapi pada orang tuaku juga."
"Entah bagaimana nasib kami, jika tidak mendapatkan pertolongan darinya. Mungkin kami bisa tinggal di kolong jembatan."
"Apa yang Mas Alvin perbuat tidak akan pernah bisa aku maafkan. Lihatlah aku akan membuatmu hancur, mas. Karena telah tega pada Ayah dan ibu."
"Padahal selama ini, Ayah dan ibu selalu berdoa untuk kesuksesanmu! tetapi kamu sama sekali tidak menganggap mereka ada. Dengan sangat kejam mengusir Ayah dan Ibu."
__ADS_1
"Aku yakin, kamu akan mati kesepian di rumahmu. Karena kesombonganmu itu. Bahkan anak kandungmu saja, tidak ingin tinggal bersama denganmu! dia lebih memilih ke luar negeri."
Terus saja Vina bergumam di dalam hatinya, dia sekarang sangat benci pada Alvin kakak kandungnya sendiri yang telah dengan tega membiarkan dirinya dan kedua orang tuanya hidup di luaran.
Walaupun hanya bekerja sebagai staf biasa, Vina telah berkomitmen untuk bekerja serius karena tidak ingin mengecewakan Kayla.
Bahkan Mickel juga telah mempekerjakan seorang mata-mata untuk selalu mengawasi kinerja Vina. Karena ia belum bisa percaya sepenuhnya pada, Vina.
Lain halnya dengan Alvin, yang saat ini sedang merindukan Raka. Dia terus saja mencoba menghubungi Raka tetapi tidak bisa.
"Apakah Raka sama sekali tidak merindukan Ayahnya? masa iya hingga sampai detik ini tidak mau menanyakan kabar padaku? apakah Raka masih marah padaku dengan apa yang telah aku lakukan pada, Kirana?"
Alvin terus saja melamun, dan kini lamunannya tertuju pada Vina dan orang tuanya.
"Aneh, bagaimana Vina secepat itu mendapatkan pekerjaan ya? padahal di kota ini justru lebih sulit dari pada di kota kelahiranku."
"Lantas saat ini Vina dan ayah ibu tinggal dimana ya? bukannya Vina juga tidak mempunyai uang?"
"Ahhhh..bodo amat! lagi pula siapa yang suruh banyak omong dan terus menasehati aku."
"Sok suci sekali mereka. Padahal mereka juga punya banyak kesalahan, tetapi tidak menyadarinya malah terus saja menasehatiku."
Alvin terus saja bergumam sendiri di teras halaman, karena kebetulan hari ini dia tidak bekerja. Dia begitu bersantai dan terlalu mempercayakan urusan kantor pada beberapa asisten pribadinya.
Sementara tanpa sepengetahuan Alvin, Raka telah menjual seluruh aset perusahaan yang ada di Indonesia untuk dia membuka usaha di luar negeri. Karena Raka sudah memantapkan jiwa untuk tinggal dan menetap selamanya di luar negeri.
__ADS_1
Dia tak ingin suatu saat nanti bertemu dengan Kirana yang akan membuat luka hatinya ternganga kembali mengingat penolakan Kirana dan juga kisah masa lalu Alvin.