Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Menolak Sebuah Saran


__ADS_3

Hingga saat itu juga, Si Mey pergi menuju perusahaan Raka. Walaupun sebenarnya didalam hatinya merasa tidak rela jika kerja sama dibatalkan begitu saja, karena Mey tahu peluang berkembangnya perusahaan Kirana cukup besar jika benar-benar menjalin kerja sama dengan perusahaan Raka.


Tetapi ia hanya seorang bawahan, hingga ia tidak berani memberikan pendapat sama sekali. Ia hanya bis bergumam didalam hatinya," aneh, kenapa juga kerja sam dibatalkan secara sepihak? padahal peluang maju dari perusahaan ini cukup besar jika mengadakan kerja sama dengan perusahaan itu."


Setelah sampai di kantor Raka, Mey pun menyampaikan pesan dari Kirana. Ia begitu sedih dan kecewa pada saat mendengar penuturan dari Mey. Pupus sudah harapan dirinya untuk bisa meluluhkan hati Kirana.


"Ya ampun Kirana, apakah begitu bencinya dirimu padaku? hingga seperti ini, tidak bersedia menjalin kerja sama denganku? apa salahku padamu Kirana, apakah karena kesalahan Almarhum papahku?"


Sejenak Raka terdiam seraya menghela napas panjang, dan ia pun menerima sebuah kekalahan yang terjadi sebelum sempat bertanding.


"Mungkin memang sudah seharusnya aku tidak berharap lagi pada Kirana. Aku terlalu bodoh karena sempat berharap lagi padanya."

__ADS_1


Raka pun tidak bisa mengatakan banyak kata pada Mey, hanya satu kalimat pendek," ya sudah nggak apa-apa."


Mey segera kembali ke kantor Kirana. sedangkan Raka masih saja bengong memikirkan Kirana. hingga pada akhirnya dia pun memutuskan," bismillah, hari ini aku akan melepaskan rasa cintaku yang mendalam terhadap Kirana. Aku tidak akan membuka hatiku lagi untuk dirinya, dan kali ini aku akan benar-benar move on darinya."


Raka kembali melakukan aktivitasnya, ia tidak ingin mengasihani diri sendiri dengan terus memikirkan Kirana.


Sementara kabar dibatalkannya kerjasama antara perusahaan Kirana dan perusahaan Raka, juga sampai di telinga Vina, karena dia sampai detik ini masih bekerja di perusahaan Kirana yang tadinya dipimpin oleh Mickel.


"Ternyata sifat Kirana benar-benar sangat keras, tidak seperti yang aku pikirkan selama ini. Aku sempat berpikir sifat Kirana selembut Mbak Kayla, ternyata aku salah menilai. Kasihan juga keponakanku. Nanti pulang kerja aku akan menasehatinya dan memberikan suatu masukan, siapa tahu saja Tak mau mendengarku."


Saat yang telah ditunggu Vina pun telah tiba, di mana waktu sore hari. Disaat dirinya sudah pulang kerja. Ia segera menghampiri Raka," bisa nggak kita bicara sebentar saja?"

__ADS_1


"Ada apa Tante, sepertinya kok serius sekali sih?" tanya Raka menatap heran kearah Vina.


"Nggak begitu serius kok, aku hanya ingin memberikan satu saran saja. Kamu pasti tahu Tuan Mickel bukan? saat ini dia sudah membuka perusahaan baru, Sam pastinya ia saat ini sedang butuh banyak rekan kerja. Untuk diajaknya bekerja sama. Apa nggak sebaiknya kamu datangi saja kantornya, sisos tahu saja Tuan Mickel mau bekerja sama dengan perusahaanmu, Raka."


Memang saran yang diberikan oleh Vina cukup bagus. Tetapi Raka sudah berjanji untuk benar-benar move on dari Kirana. Hingga ia pun tidak ingin dekat dengan orang-orang yang berhubungan dengan Kirana.


"Maaf ya tante, sepertinya aku tidak akan bekerja sama dengan perusahaan baru milik Om Mickel. Jika aku bekerja sama dengannya, sama saja aku tidak bisa move on dari Kirana. Karena aku yakin suatu saat nanti setiap saat pasti Kirana akan datang ke perusahaan Om Mickel. Dan jika aku mengadakan kerjasama dengan Om Mickel, secara tidak langsung aku akan sering ke kantornya. Dan aku tidak ingin suatu saat nanti bertemu dengan Kirana di perusahaan Om Mickel."


Vina pun tidak bisa memaksakan keputusan yang telah diambil oleh Raka," ya sudah nggak apa-apa, jika memang ini yang terbaik untukmu. Tante hanya ingin berpesan satu hal, supaya kamu jangan pernah berputus asa. Seperti apa yang telah tante alami saat ini. Tante berharap suatu saat nanti kamu menemukan seorang wanita yang bisa menjadi pendamping hidupmu supaya kelak kehidupanmu tidak kesepian seperti tante."


Setelah mengatakan akan hal itu, Vina pun lekas berlalu pergi dari hadapan Raka. Karena dia tidak ingin Raka bertanya banyak hal tentang kisah kasih kehidupan percintaannya yang tidak pernah mulus hingga ia putus asa dan memutuskan untuk menutup hantunya bagi lelaki manapun.

__ADS_1


Raka memicingkan alisnya melihat kepergian tantenya, terbesit tanya di dalam hatinya," Aku juga merasa heran terhadap Tante Vina. Usianya sudah tidak muda lagi, tetapi ia tidak juga berumah tangga. Apakah mungkin Tante Vina pernah mengalami hal yang serupa dengan yang aku alami saat ini ya? hingga ia putus asa dan tidak mau membuka dirinya untuk lelaki manapun. Lain waktu aku pasti akan menanyakan hari ini kepada Oma atau Opa."


Ada satu rahasia didalam kehidupan Vina yang tidak ada satu orangpun yang tahu. Bahkan orang tuanya juga tidak tahu dengan jelas kenapa hingga detik ini Vina masih lajang.


__ADS_2