Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Sadar Juga


__ADS_3

Setelah mendapatkan minyak kayu putih, Sandy lekas menghampiri Mickel dan menyerahkan minyak kayu putih tersebut. Segera Mickel mengolesi hidup dan pelipis Kayla dengan minyak kayu putih. Serta Mickel meminta Sandy mengolesi telapak kaki Kayla. Sementara Mickel memeluk tubuh Kayla dan memijat pelipisnya berulang kali.


Didalam hati Mickel berkata," ya Allah, jika pada saat itu aku juga menyetujui permintaan Kayla untuk tidak mengizinkan Kirana pergi, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Ternyata seorang ibu benar-benar peka, walaupun Kayla tidak mengatakan apapun tentang apa yang akan terjadi pada Kirana."


Mickel pun terus saja berdoa didalam hatinya supaya Kirana dan Derry kondisinya baik-baik saja.


"Ya Allah, semoga Kirana dan Derry segera ditemukan tetapi dalam kondisi sehat tidak kurang suatu apapun," doa Mickel didalam hatinya.


Tak berselang lama, KaYla pun sadarkan diri. Ia menghela napas panjang, tetapi tubuhnya masih terasa lemas dan ia masih ada didalam pelukan Mickel. Ia mendongakkan kepalanya, seraya menepis tangan Mickel yang dari tadi memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Kak, terima kasih ya."


"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang, nggak usah berterima kasih karena sudah sewajarnya seorang suami memperhatikan istrinya. Sayang, tolong jangan seperti ini lagi ya. Percaya saja jika saat ini kondisi Kirana dan Derry baik-baik saja, walaupun mereka entah ada dimana," ucap Mickel berusaha menghibur Kayla.


Belum juga Kayla merespon perkataan dari Mickel, tiba-tiba Dira berkata," mimpi dech, kamu katakan Kirana dan Derry masih hidup? sementara sudah jelas pesawat yang mereka tumpangi jatuh di lautan luas, bisa mereka sudah dimakan ikan hiu atau ikan paus atau binatang buas yang ada di dalam lautan seperti buaya!" cibirnya membuat Sandy yang mendengarnya sangat kesal.


Sandy benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Hal ini sontak saja membuat Drajat semakin malu," mah, harus berapa kali sih aku mengatakan hal ini? sebaiknya kita pulang saja, jika kamu tidak menjaga sikap dan tutur katamu!"


"Mas Mickel- Mbak Kayla -Nak Sandy, saya pamit pulang dulu ya. Sekali lagi mohon maaf atas sikap istri saya. Yuk mah, kita pulang!"

__ADS_1


Dengan paksa Drajat menuntun Dira pergi berlalu dari hadapan Sandy dan orang tuanya.


Sepanjang perjalanan pulang, Dira terus saja mengomel hingga membuat Drajat sangat kesal dan ia menghempaskan pegangan tangannya pada tangan Dira," jika kamu ingin ngomel terus silahkan saja, nggak usah pulang denganku! sana jalan kaki!"


Drajat melangkah dengan cepat meninggalkan Dira seorang foto, hingga Dira pun segera berlari tapi naas, ia malah terjatuh," massssss tunggu! tolong aku, sakit sekali sepertinya kakiku terkilir!"


Drajat sama sekali tidak peduli dengan teriakan dari Dira. Ia bahkan sudah tidak terlihat batang hidungnya sama sekali. Kini Dira sama sekali tidak usah bangkit dari jatuhnya, karena ia merasa kakinya terasa sangat sakit.


"Aduhhh... kejamnya suamiku, tega sekali ia tidak menolongku malah ia pergi begitu saja," gumamnya didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2