Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Kebaikan Kirana & Orang Tuanya


__ADS_3

Di dalam hati Rindi berkata," ya Allah, ternyata wanita ini yang waktu itu menolong aku dengan memberikan rambut palsu dan juga baju. Ternyata ia ibu dari, Non Kirana? pantas saja wajahnya sangat mirip."


Di dalam hati Kayla juga berkata," ini kan wanita yang waktu itu aku temui sedang di kejar seorang pria? kenapa juga bisa bersama dengan Kirana ya?"


Kirana juga mengetahui akan hal itu, dimana Rindi dan Kayla saling berpandangan satu sama lain.


"Mah, sebaiknya kita masuk yuk? karena kebetulan ada hal yang penting ingin aku bicarakan dengan Mamah dan papah. Nanti Airin biar sama mbak dulu ya."


Airin mengangguk perlahan, dan Kayla juga merespon perkataan Kirana hanya dengan senyuman, di dalam hatinya memang di penuhi oleh beribu pertanyaan tentang wanita yang saat ini telah di bawa oleh Kirana.


Setelah berada di ruang tamu, Airin sudah paham. Ia berlari masuk mencari keberadaan baby sitternya, dan memanggil Mickel yang kebetulan saat ini sedang bersantai di ruang tengah.


"Papah Mickel, diminta Kak Kirana dan mamah untuk ke ruang tamu karena ada tamu yang ingin bertemu," si kecil Airin melapor sesuai permintaan Kirana.


"Ok, sayang. Terima kasih ya, sayang."


Mickel sangat menyayangi Airin kayaknya anak sendiri. Ia tidak pernah membedakan Airin dengan ketiga anaknya.


Airin tersenyum, ia berlari menuju ke dalam ruangan dan bertemu baby sitter yang ada di ruang bermain sedang membersihkan ruangan tersebut.


Sementara Mickel melangkah ke ruang tamu, di dalam hatinya juga penasaran dengan tamu yang dikatakan oleh Airin. Sesampainya di ruang tamu, Mickel menjatuhkan pantatnya di sofa dekat Kayla.


Kirana segera menceritakan tentang wanita yang ia bawa dan saat ini ada dihadapan orang tuanya.

__ADS_1


"Pah-mah, ini Mbak Rindi. Ibu kandung Airin yang selama ini kita cari," ucap Kirana mengawali pembicaraan.


Sejenak Mickel dan Kayla saling berpandangan satu sama lain. Mereka tidak menyangka, orang yang sudah lama di cari tidak juga ketemu, kini berada di hadapan mereka.


Dikala mereka sudah menyerah dan tak berusaha mencari keberadaan Rindi, justru ia datang sendiri di hadapan mereka.


Kirana menceritakan semuanya tentang bagaimana awal mula dirinya bisa bertemu dengan Rindi. Dan apa saja yang ia lakukan barusan bersama Rindi.


"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa bertemu denganmu Rindi. Selama ini kami menunggu kepulangan dirimu dari Luar Negeri," ucap Mickel.


"Maafkan saya, Tuan. Karena saya memang bermasalah di luar negeri hingga tidak bisa pulang begitu saja. Alhamdulillah, Allah menolong saya hingga saya pada akhirnya bisa kembali ke tanah air."


Sejenak Rindi menceritakan pengalaman pahitnya di luar negeri selama dua tahun. Hingga ia putus komunikasi dengan Airin dan ibu mertuanya.


Mendengar cerita hidup Rindi, membuat iba hati Kayla dan juga Mickel. Awalnya mereka pikir, Rindi adalah seorang ibu dan wanita yang jahat karena pergi begitu saja tanpa pernah memberikan kabar dan juga tanpa mengrimkan uang hasil kerjanya untuk kebutuhan Airin dan ibu mertuanya yang telah merawat anaknya.


Rindi merasa terharu dengan kebaikan keluarga Kirana, hingga tak kuasa menitikkan air matanya," Tuan-Nyonya -Non Kirana, terima kasih ya sudah baik pada Airin. Jika tidak ada kalian, mungkin entah bagaimana nasib Airin saat ini. Semua yang terjadi karena kesalahan saya."


Mickel tersenyum," kamu tidak boleh menyalahkan diri sendiri, toh semua yang terjadi karena nasib bukan karena unsur kesengajaan. Apa yang kami lakukan, pasti juga di lakukan oleh orang lain jika adado posisi kami. Menemukan adanya anak kecil yang menangis di dekat mobil kami."


Mickel bahkan memberikan saran kepada Rindi, supaya mencari keberadaan ibu mertuanya. Dan menjelaskan semuanya, supaya ibu mertua tidak berprasangka buruk terus pada Rindi. Bahkan Mickel juga mengatakan untuk tidak memanggil dia dan Kayla dengan sebutan Tuan dan Nyonya, karena mereka sudah mengangkat Airin menjadi anak mereka.


"Sekali lagi terima kasih atas segala kebaikan bapak dan ibu yang telah sudi mengangkat anak pada Airin. Saya juga sudah berencana untuk mencari keberadaan ibu. Untuk meng-clear-kan permasalahan. Saya juga tidak ingin di cap buruk oleh ibu mertua saya."

__ADS_1


Bahkan Mickel dan Kayla bersedia membantu Rindi untuk mencari keberadaan ibu mertuanya yang sudah tidak muda lagi. Dan Kayla mengizinkan Rindi untuk tinggal di rumah yang pernah di tempat oleh Vina dan orang tuanya.


Sekali lagi Rindi merasa terharu, dengan segala kebaikan Mickel dan Kayla. Dia benar-benar sangat beruntung bisa bertemu dengan orang sebaik Mickel dan Kayla serta Kirana.


Setelah cukup lama, Rindi berpamitan pulang. Saat ini dia tinggal di sebuah kost kecil karena tidak memiliki uang. Hasil kerja di luar negeri selsmadua tahun belum juga cair.


Kirana menemani Rindi ke tempat kostnya karena ia akan mengantarkan Rindi ke salah satu aset milik Kayla sesuai dengan permintaan Mickel dan Kayla.


Beberapa menit kemudian...


"Non Kirana, terima kasih ya untuk segala pertolongannya. Dan minta maaf karena terlalu banyak merepotkan."


Rindi menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Mbak Rindi, nggak perlu seperti ini. Sudah sewajarnya jika seseorang membantu orang lain. Dan aku tidak merasa di repotkan. Tinggallah yang nyaman di sini, dan nggak usah terlalu banyak pikiran."


"Mbak, jika di luar kantor nggak usah panggil saya nona. Panggil saja dengan nama saya."


"Dan nggak usah khawatir tentang apa pun ya mbak. Untuk masalah gaji mbak yang selama dua tahun kerja di luar negeri akan dibantu oleh, Om Beno."


"Mengenai permasalahan ibu mertua mbak, juga akan di bantu oleh papah dan mamah. Aku yakin ibu mertua mbak, segera bisa di temukan."


"Sabar ya mbak, semua itu butuh proses dan nggak instan seperti mie instan. Dani ini ada rezeki buat, mbak. Ini bukan gaji mbak loh ya. Ini pemberian dari papah dan mamah. Tadi sempat menitipkan ini supaya diberikan kepada, Mbak Rindi. Tolong diterima jangan di tolak."

__ADS_1


Kirana memberikan amplop tebal berisikan uang untuk Rindi di meja yang ada di teras halaman rumah yang akan di tempati oleh Rindi.


"Ya Allah, Alhamdulillah. Terima kasih, Mbak Kirana. Tolong sampaikan terima kasih saya pada orang tua Mbak Kirana ya?"


__ADS_2