Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Tetap Pada Pendirian


__ADS_3

Hendrik pun melangkah ke kamarnya, ia merasa terpukul tetapi masih bisa menghadapinya.


Kring kring kring kring kring


Tiba-tiba ponsel Hendrik berdering, ternyata ada satu penggilan telpon dari Ayu.


📱" Mas, apa yang akan kita lakukan?"


📱" Padahal aku berniat mengatakan hal ini besok jika kita bertemu di kantor. Tetapi kamu malah sudah menelpon terlebih dahulu, ya sudah aku katakan sekarang juga ya?"


📱" Apa itu, mas? apakah Mas sudah memberikan pengertian pada Tante Kayla, hingga ia sudah bisa merestui hubungan kita berdua?"


📱" Ayu, tolong dengarkan aku dulu. Jangan memotong pembicaraanku, supaya kamu jelas."


📱" Baiklah, mas. Maafkan aku ya."


Ayu pun diam, dia benar-benar ingin fokus mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Hendrik.


📱" Ayu, sebelumnya aku minta maaf. Karena aku tidak akan melanjutkan rencana pernikahan kita. Aku tidak ingin menyakiti Mamahku."


📱" Apa, jadi karena kesalahan Mamahku di masa lalu. Lantas aku ikut terkena imbasnya? aku yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah dalam hal ini hanya ikut menanggung kesalahan dan dosa mamahku? ini sungguh tidak adil untukku, mas."


📱" Ayu, sebaiknya kita bicarakan esok saja di kantor ya? karena kalau lewat telpon kurang jelas."


Saat itu juga Hendrik mematikan panggilan telepon secara sepihak, hal ini membuat Ayu naik pitam dan ia pun mengamuk di kamarnya.


PYANG!!!!


Ayu melempar semua barang yang ada di kamarnya hingga berserakan di lantai kamar. Naya pun berlari kecil ke kamar Ayu untuk mengecek apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladzim, Ayu. Apa yang telah kamu lakukan, nak?"


Naya terperangah pada saat melihat lantai kamar Ayu sangat berantakan.


Ayu duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong, sama sekali tidak menghiraukan kedatangan Naya.


"Ayu, kenapa kamu seperti ini?" Naya mengusap bahu Ayu dengan sangat lembut.


"Mamah, masih bisa bertanya Kemsos aku seperti ini? masih tidak sadar juga dengan kesalahan mamah?" sindir Ayu ketus.


"Gara-gara masa lalu mamah yang menjadi pelakor! Mas Hendrik benar-benar mengurungkan niatnya untuk menikahiku! dia lebih memilih menjaga perasaan Mamahnya dari pada menjaga perasaanku!" oceh Ayu kesal.


Naya bingung harus mengatakan apa," lantas mamah bisa apa dan harus berbuat apa, Ayu?"


"Ke rumah Tante Kayla, dan minta maaf lagi. Kalau perlu memohon padanya untuk memberikan restu pada aku dan Mas Hendrik!" perintah Ayu.


Naya diam saja, karena itu tidak mungkin ia lakukan. Rasa bersalah dan malu sudah menghinggapi dirinya saat ini," maaf, Mamah nggak bisa melakukan hal itu Ayu. Kenapa kamu nggak mengikhlaskan saja Hendrik. Suatu saat nanti kamu pasti akan mendapatkan jodoh yang terbaik dan lebih baik dari, Hendrik."


"Ayu, kamu bicara apa sih? kok seperti itu? jangan memojokan mamah donk!" Naya pun bingung dengan hal ini.


Tetapi Ayu tetap memaksa kehendaknya pada Naya, hingga akhirnya Naya punyae menyerah dan ia segera ke rumah Kayla.


"Ya Allah, sebenarnya aku sama sekali tidak ingin ke rumah Kayla. Karena aku sangat malu dengan diriku sendiri, dengan segala yang terjadi di masa lalu. Aku tak yakin, usahaku ini akan berhasil."


Naya sangat pesimis tetapi tidak ada pilihan lain, karena dia tidak ingin terjadi hal buruk pada Ayu. Naya sudah paham dengan sifat keras kepalanya Ayu.


Tak berapa lama, sampai juga Naya di pelataran rumah Kayla, kaet kebetulan pintu gerbang terbuka lebar. Sang security yang melihat Naya nyelonong masuk saja, ia pun segera menghampirinya.


"Heh, siapa kamu? main masuk rumah orang tanpa permisi!" ucapnya ketus.

__ADS_1


"Pak security, aku belum masuk rumah kok. Aku masih ada di luar rumah, mohon maaf ya. Karena aku tidak sopan, tapi ini sangat penting. Tolong panggilkan majikanmu, Kayla. Katakan padanya, jika teman lamanya datang. Katakan padanya, Naya ingin bertemu," ucap Naya.


Security pun segera menelpon sang bibi untuk menyampaikan pada majikannya jika di pelataran rumah ada, Naya.


Tak berselang lama, Kayla keluar. Naya tersenyum lebar dan ia hendak memeluknya, tetapi Kayla menjauh dan menahan dengan dia tangannya," nggak usah sok akrab denganku. Katakan apa maksud kedatanganmu kemari!"


"Kayla, aku mohon maafkanlah aku untuk segala kesalahanku di masa lalu. Dan aku minta padamu untuk tidak menghukum Ayu dengan kesalahanku, karena dia tidak berdosa apa pun padamu."


"Kayla, jika kamu tidak bisa memaafkanku tidak apa-apa. Asal izinkan anakku untuk bisa menikah dengan anakmu. Karena ia akan bertindak nekad jika tidak bisa menikah dengan, Hendrik."


Kayla malah tersenyum sinis," maaf saja, aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu. Seribu alasan pun, tidak akan merubahku untuk tetap berpegang teguh pada keputusanku."


"Kayla, kenapa kamu sangat egois seperti ini? kenapa kamu hanya memikirkan dendam sakit hatimu padaku? apa kamu nggak sadar, perbuatanmu ini menyakiti hati, Hendrik?" sindir Naya.


Belum juga Kayla menjawabnya, Hendrik datang.


"Tante, tak usah menggurui mamahku? seharusnya tante koreksi diri sendiri sebelum mengatakan hal itu. Aku sama sekali tidak merasa sakit hati dengan keputusan mamah. Justru aku sangat bersyukur, mamah mengatakan tentang keberadaan ini. Aku sudah mengatakan pada Ayu, tidak akan melanjutkan pernikahan ini. Apakah Ayu tidak mengatakannya pada, tante?"


"Aku juga sudah terlanjur kecewa pada Ayu. Yang telah berbohong padaku dengan mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Padahal Ayu sudah tahu jika aku paling tidak suka di bohongi. Sekuat apa pun Ayu ingin mempertahankanku, aku tidak akan mau. Jadi jangan mengatakan apa e lagi pada mamahku. Misalkan mamahku luluh dan memberikan restu, aku sudah tidak ingin menikah dengan wanita pembohong seperti, Ayu."


Hendrik bahkan meminta Naya untuk segera pulang ke rumah. Hingga pada akhirnya Naya pulang dengan rasa kecewa.


"Bagaimana ini, aku tidak berhasil membujuk Kayla. Bahkan Hendrik juga sudah tidak mau melanjutkan hubungannya dengan, Ayu?"


Naya pulang ke rumah dengan penuh rasa gelisah. Bahkan ia begitu gemetar dan panik pada saat melihat Ayu sudah menunggunya di teras rumah.


"Mah, bagaimana? berhasil bukan, untuk membujuk Tante Kayla?"


Naya tertunduk tak menjawab, hal ini membuat Ayu sudah mengetahui jawabannya," mamah pasti tidak berhasil membujuknya, iya kan? sikap diam mamah ini jawabannya! aku sangat Kecewa pada, mamah!"

__ADS_1


"Ayu, misalkan mamah berhasil pun tidak ada gunanya. Tadi Hendrik mengatakan bahwa ia juga kecewa padamu, karena kamu berbohong padanya. Ia juga tidak ingin melanjutkan hubungannya dengannmu. Kenapa kamu mengatakan pada Hendrik jika ayah kandungmu sudah meninggal dunia?"


__ADS_2