Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Masa Lalu Vina


__ADS_3

Esok harinya Hendrik dan Mey melangsungkan honeymoon ke pulau Dewata Bali sesuai keinginan Mey yang tidak mau terlalu jauh dalam melakukan perjalanan honeymoon.


"Pah-mah, kami pergi dulu ya."


Baik Hendrik maupun Mey berpamitan secara bergantian pada Kayla dan Mickel. Setelah itu mereka ke rumah Mey untuk berpamitan pada ibunya.


Berangkatlah mereka ke Bali dengan pesawat pribadi.


*******


Satu bulan di Bali, mereka pulang dengan membawa banyak oleh-oleh untuk dua keluarga.


Setelah menikah, Hendrik tidak tinggal dengan orang tuanya lagi. Tetapi ia tinggal di rumah mewahnya sendiri yang ia beli dari hasil kerja kerasnya sendiri. Bahkan Hendrik tidak sungkan memboyong ibu mertuanya dan tiga adik iparnya yang masih kecil-kecil untuk turut serta tinggal di rumah mewahnya.


"Ibu, nggak usah cape bekerja di rumah ini. Karena sudah ada dua asisten rumah tangga dan ada tukang kebun serta sudah aku siapkan sopir pribadi jika ibu atau Mey dan adik-adik ingin keluar rumah misalkan kondangan atau ke tempat-tempat yang lain."


Ibu Eni begitu terharu atas segala kebaikan Hendrik. Dari sebelum menikah, Hendrik sering membantu ekonomi keluarga Bu Eni. Padahal Bu Eni tidak pernah mengeluh di hadapan Hendrik tentang segala kebutuhan hidup.


"Nak Hendrik, terimakasih ya. Kamu benar-benar seorang lelaki yang sangat baik dan tanggung jawab. Ibu hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga kalian selalu langgeng dan usahamu selalu lancar ya."


"Mey, kamu juga harus selalu setia dan patuh terhadap suamimu. Tidak boleh membangkang ya."


Hendrik dan Mey mengangguk perlahan mendengar nasehat dari Bu Eni.


"Mas Hendrik, aku juga mengucapkan banyak terima kasih. Karena kamu mau menerimaku apa adanya. Walaupun aku tidak sepadan denganmu, tapi bukannya hanya kamu, keluargamu juga tulus menerimaku. Aku sangat beruntung bisa menjadi istrimu dan menjadi bagian dari keluargamu, mas."

__ADS_1


Mata Mey berkaca-kaca, ia terharu.


Hendrik hanya merespon dengan menyunggingkan senyumnya dan memeluk istrinya. Walaupun ia tergolong orang mampu, ia tidak seperti pria lain pada umumnya yang suka sekali bermain wanitan dengan kekayaannya.


Ia bahkan tergolong jauh dari wanita. Ia tidak akan mendekati seorang wanita jika ia tidak merasa tertarik dengan wanita itu sendiri. Karena memang orang tuanya mendidiknya dengan sangat benar.


Tidak boleh mempermainkan hati seorang wanita, karena ibu kita adalah seorang wanita juga. Itukah yang membuat Hendrik tidak pernah berulah.


******


Kayla dan Mickel juga merasa lega, satu anaknya sudah membina rumah tangga. Kini tinggal dua anaknya lagi yang masih lajang.


"Alhamdulillah ya sayang. Hendrik sudah tidak sendiri lagi. Kini tinggal Kirana dan juga Sandy. Semoga sih tak lama lagi Kirana menyusul," ucap Mickel


Kayla justru terkekeh," jangan berharap melihat Kirana menikah dalam waktu cepat. Karena hingga saat ini saja Kirana masih kerasan sendiri. Kecuali jika vsaat ini Kirana sudah punya kekasih, kta bisa berharap padanya."


"Sayang, kamu seharusnya mengaminkan apa yang aku harapkan jangan malah menertawakan. itu tidak baik loh," ucap Mickel manyun.


Sementara di suatu tempat di mana duduk seorang pria mapan yang sedang melamunkan seseorang wanita pujaan hatinya," Vina, sampai hari ini aku masih memikirkan dirimu. Aku tidak berdaya dengan kemauan orang tuaku, tetapi aku juga tidak bisa melupakanmu begitu saja. walaupun saat ini aku telah bersanding dengan wanita lain tetapi pikiranku selalu tertuju kepada dirimu. karena aku menikahi wanita ini bukan atas dasar cinta tetapi paksaan dari orang tuaku."


Pria bernama Iman adalah mantan pacar Vina. Tetapi hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Iman. Dan dengan paksa, orang tuanya meminta Vina menjauh dari Iman.


"Mas Iman, mau sampai kapan kita hidup seperti ini? aku sendiri sudah lelah hidup berumah tangga denganmu, karena kamu tidak pernah menganggapku istri. Kita sudah menikah cukup lama, tapi kamu tidak bisa mencintaiku. Tapi kenapa kamu mau menyentuhku hingga kita punya anak ?"


Lina istri Iman merasa tidak bahagia karena perlakuan Iman begitu dingin padanya. Iman menyentuh Lina pada saat malam pertama saja. Setelah itu mereka tidak pernah melakukan hubungan badan sama sekali.

__ADS_1


"Jika kamu merasa tidak bahagia dan tersiksa, mari kita pisah. Bukankah aku sudah sering berkata tentang hal ini tetapi kamu yang selalu menolak."


Jika Iman sudah mengatakan hal itu, Lina tidak bisa berkutik sama sekali. Ia tidak bisa berucap. Karena ia juga tidak ingin pisah itupun karena sebuah alasan yakni demi orang tuanya.


Jika Lina pisah dengan Iman, secara tidak langsung orang tua Iman akan menarik saham di perusahaan ayahnya Lina.


Hal serupa juga di rasakan oleh Vina, dia sudah move on dari Iman. Hanya saja ia trauma karena ia sudah tidak perawan lagi hingga ia khawatir jika ingin membuka hatinya untuk orang lain. Ia takut mengatakan kejujuran tentang hal ini.


Vina pun saat ini sedang melamun sendiri di teras halaman. Ia memikirkan masa lalu kelamnya.


"Jika saja dulu aku tidak bodoh, mungkin saat ini aku sudah bahagia mempunyai anak dan suami. Aku menutup diriku karena aku malu sendiri."


"Aku malu karena aku pernah melakukan satu kesalahan yang fatal yang membuat kesucianku terenggut begitu saja."


"Aku pikir Iman akan bertanggung jawab setelah aku turuti kemauan dirinya dengan membuktikan keseriusanku padanya yakni menyerahkan kesucianku. Tetapi semua hanya tipu daya."


Apa yang menimpa pada diri Vina tidak ada yang tahu. Bahkan orang tuanya juga tidak tahu jika Vina sudah tidak perawan.


Vina termenung sendiri melamun hingga tak sadar bulir bening keluar dari matanya. Dan ada seseorang yang melihat kesedihannya segera mendekat.


"Tante Vina, kenapa menangis? coba Tante ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa bantu."


Satu teguran mengagetkan lamunan Vina, ia segera menghapus air matanya," nggak apa-apa Raka. Tante hanya sedang ingat almarhum papahmu saja. Hanya dia saudara tante, tetapi dia sudah meninggal dunia. Kadang tante merasa kesepian.'


Di dalam hati Raka ragu dengan perkataan Vina," aku rasa Tante Vina sedang berbohong. Sebaiknya aku mencari tahu sendiri saja apa yang membuat Tante Vina menangis."

__ADS_1


Raka sama sekali tidak bisa dibohongi oleh alasan palsu dari Vina, ia akan menyelidiki sendiri apa yang menyebabkan Vina sampai menangis. Karena ia tidak ingin melihat tantenya merasa sedih.


"Yaa sudah kalau begitu, jangan dipikirkan terus. Biarkan almarhum papah tenang di alamnya."


__ADS_2