Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Merasa Iba


__ADS_3

Sepulangnya Kayla, Vina terus saja melamun. Dia merasa iba pada Ayu.


"Ya Allah, kasihan sekali Ayu. Dia berbuat nekad karena ulah, Mas Alvin. Tetapi ia salah, yang menyakiti dirinya adalah Mas Alvin, dia malah menyingkirkan istrinya yang tidak bersalah dan tidak tahu menahu tentang perbuatan, Mas Alvin."


"Misalkan, Almarhumah istrinya mengetahui tentang masa lalu Mas Alvin. Seharusnya semasa hidup, ia menasehati dan mengingatkan akan tindakan salah yang di lakukan, Mas Alvin di masa lalu."


"Bukannya seorang istri juga berhak ya, menegur seorang suami jika berbuat salah? tidak hanya seorang suami saja yang berhak menegur kesalahan istri?"


"Aku akan menjenguk Ayu, jika perlu aku akan ajak Ayah dan ibu. Bagaimana pun, Ayu itu keponakanku. Dia di sini sebenarnya hanyalah seorang korban dari keegoisan, Mas Alvin."


Saat itu juga, Ayu menemui orang tuanya. Dan tanpa ada rasa sungkan, ia menceritakan apa yang telah terjadi pada, Ayu. Orang tuanya sempat terperangah pada saat mendengar cerita dari, Vina.


Mereka pun setuju di ajak oleh Vina untuk menjenguk Ayu di lapas saa itu juga. Mereka bertiga pergi dengan memesan taxi on line.


Hanya beberapa menit saja mereka telah sampai di lapas. Mereka begitu kaget pada saat melihat kondisi Ayu.


"Maaf, Bu. Kenapa kok kondisi Ayu jadi seperti itu ya?" tanya Vina pada saat melihat Ayu sudah seperti orang yang tidak waras.


"Kemungkinan dia shock karena di vonis penjara seumur hidup oleh pihak pengadilan. Sebentar lagi akan datang seorang dokter ahli kejiwaan. Untuk mempertimbangkan apakah, Mbak Ayu akan tetap berada di lapas ini atau di bawa ke rumah sakit jiwa."


Sungguh miris nasib Ayu, hal ini sangat membuat iba orang tua Vina. Dan membuat Vina semakin benci pada, Alvin.


"Semua ini salah, Mas Alvin! sudah selingkuh hingga selingkuhan hamil! eh enggak mengakuinya! benar-benar tidak berperikemanusiaan! aku yakin Mas Alvin akan hidup sengsara selamanya dengan penyakitnya itu!"


Vina terus saja mengumpat semua perilaku yang pernah di lakukan oleh Alvin. Ia sama sekali tidak bisa mentolerir tindakan Alvin yang membuat Ayu bertindak salah jalan.

__ADS_1


Setelah cukup lama berada di lapas tersebut, Vina mengajak orang tuanya untuk pulang. Karena ia tidak ingin berlama-lama di lapas, ia benar-benar tidak tega melihat kondisi Ayu.


"Aku akan datangi Mas Alvin saat ini juga! kurang mantap rasanya jika aku tidak mengumpat di hadapannya secara langsung!" ocehnya kesal.


Vina memesankan taxi untuk orang tuanya," Ayah dan ibu, pulang saja terlebih dahulu ya? sudah aku pesankan taxi, karena aku masih ada urusan."


Orang tuanya tidak berani bertanya lebih detail tentang urusan Vina. Mereka tidak ingin Vina marah, karena mereka telah paham sifat dan watak Vina yang sangat keras kepala.


Setelah merasa yakin dan ia melihat sendiri orang tuanya naik mobil taxi yang ia pesankan. Vina pun memesan ojek, untuk ke rumah Alvin.


Alvin begitu senang pada saat melihat kedatangan Vina. Ia berpikir jika kedatangan Vina karena sudah memaafkan dirinya.


"Alhamdulillah, pada akhirnya Vina mau memaafkan aku hingga dia mau datang kemari," batinnya.


Vina melangkah pasti menghampiri Alvin," masih bisa tersenyum ya? sementara anakmu di lapas kena gangguan jiwa! keterlaluan kamu, jahat banget jadi orang! aku sangat menyesal punya kakak sekejam kamu!" oceh Vina membuat senyum Alvin hilang dan berubah terperangah.


Tetapi Vina tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh Raka, dia tetap berdiri dan terus saja nyerocos mencaci maki Alvin. Hingga Alvin benar-benar down di buatnya.


Raka memicingkan alisnya pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Vina," Tante, apa maksud perkataan Tante?"


"Kamu kan berpendidikan, masa iya tidak paham dengan apa yang barusan aku katakan. Apa kamu hanya pura-pura tidak tahu? Ayu mentalnya terganggu dan kemungkinan ia akan di pindahkan ke rumah sakit jiwa. Tadi aku menjenguknya, dan kondisinya sangat memperihatinkan sekali. Semua ini gara-gara papahmu yang kejam itu!" Vina menunjuk kasar ke arah Alvin Yeng terus saja tertunduk lesu.


Raka belum juga percaya dengan apa yang di katakan oleh Vina, hingga ia pun memutuskan untuk menjenguk Ayu saat itu juga. Bahkan Alvin juga turut serta. Sementara Vina kembali ke rumah.


Tak berapa lama, Raka dan Alvin telah sampai di lapas. Mereka terperangah melihat kondisi Ayu. Alvin begitu terpukul dan ia sangat bersalah dan berdosa pada Ayu.

__ADS_1


"Ya Allah, seharusnya aku saja yang menerima hukuman setimpal, jangan Ayu. Karena walaupun bagaimana awal terjadinya masalah ini karena perbuatanku pada Ayu."


Alvin menangis tersedu, Raka mencoba menenangkan dirinya," sudahlah pah, sebaiknya kita pulang saja untuk kesehatan kita dan juga pemulihan terhadap Ayu."


Berbeda situasi di rumah Kayla.


Kayla sama sekali tidak menyangka, jika Ayu yang semula akan menjadi menantu dirinya, kini ada di dalam penjara. Lebih mengagetkan lagi kabar meninggalnya Naya. Semua seperti serba mendadak. Padahal Ayu sudah melakukan kejahatan tersebut sudah cukup lama, tetapi baru bisa tertangkap.


Kayla terus saja murung di rumah, masih memikirkan tentang kematian Naya dan nasib tragis Ayu. Hal ini membuat semua anggota keluarga merasa heran.


"Mah, apakah ada sebuah masalah hingga murung? ataukah mamah nggak cocok dengan menu makan sore kali ini? biar Papah carikan makanan untuk Mamah?"


Kayla terus kecut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya," nggak usah pah. Ini saja sudah cukup kok."


"Tapi wajah mamah kok terlihat murung sih?" tegur Kirana.


Hingga pada akhirnya, Kayla pun bercerita tentang apa yang telah di ceritakan oleh Vina kepada dirinya. Semua yang ada di meja makan pun sempat terperangah dan menghentikan makannya mendengar cerita, Kayla.


Lebih lagi Hendrik," serius mah? boleh nggak aku ke lapas untuk sekedar menjenguk Ayu?"


Kayla menatap ke arah Mickel, seolah ia sedang ingin meminta persetujuan dari suaminya. Mickel pun mengetahui akan hal itu, ia pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ke arah Kayla yang berarti mengizinkannya.


"Boleh, nak. Tapi mamah belum tahu tepatnya saat ini Ayu di tahan di lapas dimana, karena mamah nggak sempat bertanya pada, Vina. Nanti mamah tanyakan lagi yang jelas ya?" ucap Kayla.


"Terima kasih, mah-pah. Aku tidak ada maksud apa pun, hanya ingin menjenguknya saja," ucap Hendrik meyakinkan orang tuanya.

__ADS_1


Kayla dan Mickel percaya dengan perkataan Hendrik. Justru di dalam hati Hendrik ada rasa syukur," Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Misalkan waktu itu aku tetap memaksa menikah dengan, Ayu. Yang ada aku akan sangat kecewa jika tiba-tiba aparat kepolisian menangkapnya. Untung saja Allah baik, dan melalui mamah melarangku untuk menikah dengan Ayu."


__ADS_2