
Tak berselamg lama, orang tua Alvin sudah sampai di depan pelataran rumah, Kayla. Kebetulan sekali, Kayla sedang menyeret koper mereka. Kayla menghentikan aktifitasnya, karena melihat mereka.
"Ayah-ibu, pasti menunggu kopernya ya? maaf, aku telat mengirimkannya karena kebetulan barusan sopir pergi sejenak untuk menambal ban mobilnya yang bocor sepulang aku dari rumah, Naya."
"Nggak apa-apa, Kayla.. Kami sengaja datang kemari bilang untuk mengambil koper. Tetapi kami ingin meminta maaf atas segala kelakuan, Alvin."
"Iya, Kayla. Apa yang di katakan oleh Ayah memang benar. Mohon maafkan Alvin ya. Dan kami sudah memutuskan untuk kembali lagi ke kampung saja. Kami tidak ingin tinggal dengan pelakor itu."
Kayla merasa iba pada orang tua Alvin, tetapi dia juga tidak ingin memberikan tumpangan pada mereka. Karena sebentar lagi, hubungan mereka bukan apa-apa lagi.
"Baiklah, ayah-ibu. Kalian hati-hati di jalan ya. Biarkan sopirku mengantar kalian ke stasiun kereta api."
Kayla sempat bersalaman dengan orang tua dan adik, Alvin. Selepas itu mereka segera pergi dari rumah Kayla dengan penuh kesedihan.
"Ayah, aku nggak habis pikir. Kenapa Alvin begitu mudahnya tergoda dengan wanita lain."
"Sudahlah, Bu. Semuanya sudah terjadi mau bagaimana lagi? mungkin memang mereka berdua tak jodoh. Ayah juga merasa menyayangkan semua ini, tetapi semua tak bisa di perbaiki lagi. Kondisi selingkuhan Alvin, saat ini sedang hamil."
Orang tua Alvin sudah benar-benar kecewa pada anak sulungnya.
*******
Esok harinya, Kayla lekas mengurus surat gugatan cerai. Ia minta bantuan pada pengacara pribadinya.
"Pak Joko, tolong bantu saya mengurus gugatan cerai kepada suami saya. Dan ini bukti kenapa saya ingin berpisah dengan suami saya."
Tanpa ada rasa malu, Kayla memperlihatkan video mesum suaminya dan Naya kepada pengacaranya.
"Astaghfirullah aladzim, ini kan temen Non sendiri? yang sempat tinggal bersama, Non Kayla bukan? kok bisa ya seperti ini? baiklah saya akan mengurus secepatnya untuk pengajuan gugatan cerai ke pengadilan agama."
Kayla menyunggingkan senyuman, tak terlihat gurat kesedihan sama sekali di wajahnya.
"Aku ingin melihat, bagaimana hidup kalian berdua setelah apa yang kalian lakukan padaku. Aku yakin, karma itu masih berlaku dan akan selalu ada."
"Apakah kalian langgeng kelak setelah pengkhianatan yang telah kalian lakukan padaku? ataukah berakhir tragis."
__ADS_1
"Aku tidak ingin membalas perlakuan kalian terhadapku. Tetapi biarlah Allah yang bekerja. Karena perbuatan sebiji sawipun akan mendapatkan balasan yang setimpal."
*******
Satu bulan kemudian...
Kayla datang ke rumah Naya dengan membawa surat cerai untuk di tanda tangani oleh, Alvin.
"Ada apa kamu datang kemari? jangan berharap ya, meminta Mas Alvin untuk kembali padamu."
Naya sudah salah paham melihat kedatangan Kayla.
"Tolong panggilkan Mas Alvin, aku ada perlu dengannya."
Namun Naya malah berkacak pinggang di depan pintu rumahnya," pergi sana, Mas Alvin sudah tidak mau denganmu jadi untuk apa kamu datang lagi!"
"Heh, nggak usah setakit itu. Silahkan kamu ambil bekasku. Justru aku datang kemari hanya untuk meminta tanda tangan darinya saja, karena aku sudah mengurus gugatan cerai."
"Sayang... siapa sih?"
'Ini, Mas. Kayla datang untuk meminta tanda tanganmu. Dia sudah mengurus surat gugatan cerai," ucap Naya.
Dengan sangat terpaksa, Alvin melangkah menghampiri Naya dan Kayla. Kayla segera memberikan surat cerai, satu lembar untuk Alvin. Dan satu lembar untuk dirinya yang perlu di tanda tangani oleh, Alvin.
Setelah mendapatkan tanda tangan dari, Alvin. Kayla lekas pergi begitu saja tanpa pamit sama sekali. Wajah Alvin berubah murung.
"Mas, kenapa kamu terlihat sedih? dengan adanya surat cerai ini. Kita bisa lekas meniksh resmi, mumpung perutku ini belum terlihat besar," ucap Naya sumringah.
Tetapi Alvin tidak menanggapinya, ia malah berlalu pergi dari hadapan Naya dengan meletakkan surat cerainya di meja ruang tamu.
Naya tak tinggal diam, ia meraih surat cerai tersebut dan menyusul langkah kaki, Alvin menuju ke kamar.
"Mas, kamu belum bisa move on ya dari Kayla. Aku mohon kamu berusahalah untuk melupakannya, karena sebentar lagi kita akan punya anak," pinta Naya memelas.
Namun Alvin tetap diam saja, hingga Naya terus saja berkata. Hingga membuat Alvin kesal dan ia pun memutuskan untuk pergi mencari ketenangan.
__ADS_1
"Mas, kamu mau kemana? aku sedang bicara padamu malah kamu mau pergi."
Tetapi Alvin sama sekali tak menghiraukan Naya, ia tetap melangkah pergi meninggalkan Naya sendiri.
"Kenapa sih, sudah pisah saja masih belum bisa move on? ini semua gara-gara Kayla!"
"Awas saja, jika mereka sampai rujuk. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan selalu menghantui mereka berdua!"
Naya terus saja mengumpat menyalahkan kepergian Alvin atas ulah Kayla.
Sementara saat ini Alvin melajukan mobilnya entah kemana. Dia begitu kalut dan kecewa tetapi sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Hingga beberapa hari, tidak ada kabar sama sekali dari Alvin. Nomor ponsel juga tidak aktif. Hal ini membuat Naya kelabakan dan panik.
"Kemana sebenarnya, Mas Alvin? sudah tiga hari ini tidak pulang. Astaga... jangan-jangan dia pulang ke rumah, Kayla. Kenapa aku tidak terpikirkan sampai kesana?"
Saat itu juga Naya pergi ke rumah Kayla dengan memesan taxi on line. Kebetulan Kayla sedang bersantai di teras halaman. Dia sedang duduk seorang diri. Kayla memicingkan alisnya pada saat melihat kedatangan, Naya.
"Kay, kamu sembunyikan dimana Mas Alvin?"
"Hah, yang benar saja? aku sudah tidak ada hubungan dengannya, jadi untuk apa pula aku menyembunyikan dirinya. Geledah saja sama rumahku, jika kamu nggak percaya."
Kayla asik dengan buku bacaannya, sementara Naya benar-benar masuk ke dalam rumah Kayla. Ia berkeliling ke sudut ruangan yang ada di dalam rumah tersebut, sembari memanggil nama Alvin. Tetapi sama sekali tidak ada jawaban.
"Astaga.. apakah Kayla menyembunyikannya di lain tempat ya?"
Naya lekas ke teras halaman menghampiri Kayla," kamu jangan mempermainkan aku ya, Kay! kamu sembunyikan dimana, Mas Alvin?"
Kayla tersenyum sinis," untuk apa aku menyembunyikan pria yang berkhianat. Jika aku masih ada rasa cinta, nggak mungkin aku menggugat cerai dirinya. Kalau ngomong jangan asal ya!"
"Aku nggak asal, sejak kamu memberikan surat cerai itu. Mas Alvin pergi dari rumah hingga kini!" bentak Naya.
"Heh, jangan membentakku ya wanita murahan! paling saat ini Mas Alvin sedang bersama wanita lain. Jika dia bisa selingkuh dariku, pasti dia juga bisa selingkuh darimu," ejek Kayla sengaja memanasi hari Naya.
"Nggak mungkin!" Naya berlalu pergi dengan penuh amarah.
__ADS_1