Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Ibu Kandung Airin


__ADS_3

Kirana dengan sangat tekun belajar mengurus perusahaan Mickel. Karena ia juga tidak ingin membuat kecewa orang tuanya. Ia berusaha sekuat tenaga. Hingga baru satu bulan berada di kantor, Kirana sudah mahir dan menguasai bidang di kantor.


Pada saat dirinya sedang asik bekerja, tiba-tiba pintu ruang kerja di ketuk oleh seseorang.


Tok tok tok tok tok


"Masuk!"


Setelah mendengar kata-kata dari Kirana, masuklah seorang wanita sesuai Hendrik menghadap dirinya dengan sebuah map coklat. Dimana di dalam map tersebut berisi surat lamaran pekerjaan.


"Ada apa ya, mbak?" tatapan tajam Kirana langsung menghujam jantung si wanita tersebut, hingga ia sesekali melempar pandangan ke arah lain.


"Maaf, non. Saya mendapatkan informasi jika di sini sedang menerima lowongan pekerjaan untuk di bagian cleaning servis. Saya datang untuk melamar pekerjaan, nona."


Wanita tersebut meletakkan map coklat yang berisikan surat lamaran pekerjaan.


"Maaf, tapi disink yang di perlukan seorang lelaki bukan wanita, mbak."


Belum juga Kirana membuka surat lamaran pekerjaan dari wanita tersebut, ia sudah mengatakan hal itu layaknya sudah menolaknya.


Si wanita tidak lantas mundur begitu saja, ia terus saja berusaha supaya Kirana luluh dan mau menerima dirinya bekerja di perusahaannya.


"Non, mohon pertolongannya. Karena saya sangat butuh pekerjaan. Jika tidak seperti itu, lantas bagaimana saya bisa mencari keberadaan anak saya? jika saya tidak punya uang sama sekali, pasti pihak kepolisian tidak akan bersedia membantu saya untuk mencari keberadaan anak saya," pintanya memelas.


Sejenak Kirana membuka stop map tersebut, ia membacanya perlahan. Dan pada saat ia menatap foto di identitas wanita tersebut, ia memicingkan alisnya," wajah wanita ini kok mirip seseorang, siapa ya? aku seperti tidak asing lagi dengan wajahnya dan seperti sudah sering bertemu, tapi dimana ya? kebiasaan burukku adalah pelupa."


Ada sedikit rasa iba pada Kirana dan rasa penasaran dengan jati diri wanita tersebut. Hingga pada akhirnya, ia pun menerima wanita tersebut untuk bekerja di kantornya sebagai cleaning servis.

__ADS_1


"Hem, baiklah. Jika begitu saya terima mbak bekerja di kantor ini, tetapi tolong jangan kecewakan saya ya? bekerjalah dengan sebaik mungkin dan jujur, serta jangan ceroboh. Intinya bekerja dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Jangan malas ya, mbak. Jangan bolak balik bolos kerja," ucap Kirana dengan sangat tegas.


Wanita tersebut sangat bahagia," Alhamdulillah, terima kasih ya Non. Saya akan melaksanakan semua yang barusan Non sampaikan pada saya."


Hingga saat itu juga wanita tersebut mulai bekerja. Ia sangat senang dan juga sangat bersemangat.


"Alhamdulillah, pada akhirnya aku bisa mendapatkan pekerjaan. Semoga aku tidak membuat kecewa bos muda itu, hingga aku bisa bertahan dalam waktu lama bekerja di sini."


"Aku juga sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan anakku. Semua ini gara-gara bos aku Yeng di luar negeri! aku tidak bisa komunikasi dengan orang rumah, hingga akhirnya ibu marah besar dan berpikir aku tidak tanggung jawab, karena tidak pernah mengirimkan uang sama sekali ke rumah."


"Seharusnya ibu jangan nekad, dengan meninggalkan anakku di pelataran cafe begitu saja. Menurut informasi, saat ini anakku aman tinggal bersama orang kaya. Tetapi aku belum tahu sepenuhnya kabar burung tersebut."


'Nanti jika aku sudah punya uang, pasti aku akan mencari Airin. Tetapi aku sama sekali tidak tahu seperti apa wajah Airin yang sekarang. Karena sudah dua tahun lebih, aku tidak pernah melihatnya."


"Aku hanya memiliki foto waktu bayinya saja. Jalan satu-satunya aku harus ke kantor polisi. Nanti jika aku sudah dapat uang untuk mengontrak rumah di daerah sini saja."


Rindi bisa kabur dari luar negeri juga di bantu oleh seorang agensi yang sangat baik. Bahkan agensi inilah yang melaporkan tindakan majikan Rindi pada pemerintahan di negara dimana Rindi bekerja.


Sedangkan saat ini Rindi selalu di kejar-kejar oleh agensi yang waktu itu membawa dirinya bekerja pada majikan yang jahat tersebut.


Sore menjelang....


Kirana pun merasa lelah, dan ia begitu lega karena jam pulang sudah tiba. Ia memutuskan untuk segera pulang," sejak adanya Airin, aku lebih kerasab di rumah dan bahkan ingin selalu cepat sampai di rumah."


Dengan langkah terburu-buru ia segera menuju ke tempat parkiran mobil dan segera melajukan mobilnya arah pulang. Tetapi pada saat beberapa meter, ia pn terpaksa menghentikan laju mobilnya. Karena ia melihat seorang wanita yang sudah tidak asing lagi, sedang ditarik paksa oleh seorang lelaki.


"Kurang ajar tuh laki! main paksa begitu sama Mbak Rindi!"

__ADS_1


Dengan langkah seribu, Kirana lekas keluar dari mobilnya dan menghampiri lelaki yang sedang mencekal paksa lengan Rindi. Kirana menepuk bahu lelaki tersebut. Hingga lelaki tersebut menoleh ke arahnya.


"Hey cantiknya, wuih.... apakah kamu mau aku sayang-sayang ya? hingga menepuk bahuku?" godanya genit menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala Kirana, sedang satu tangan masih saja mencekal kencang lengan Rindi.


"Hooh, makanya lepaskan wanita itu dulu," rayu Kirana dengan mengedipkan satu matanya.


Lelaki itu langsung tergoda dan melepaskan cekalan tangannya pada Rindi, tetapi Rindi tidak lantas pergi. Ia justru penasaran dengan apa yang akan terjadi pada Kirana dan lelaki yang selalu mengejar dirinya tersebut.


Pada saat lelaki itu akan meraih satu lengan Kirana, hentakan kaki Kirana dengan cepat menginjak salah satu kaki lelaki itu.


"Aahhhkkk! dasar wanita kurang aj*Ar! beraninya kamu menginjak kakiku dengan sepatu hellsmu! kamu ingin menantangku ya? ingin bermain kasar, mungkin kamu memang lebih suka cara kasar ya? baiklah, akan baku layani dengan senang hati."


Lelaki itu terlalu menganggap remeh Kirana. Padahal Kirana jago beladiri san gerakannya juga sangat gesit. Baru mengatakan hal itu saja, Kirana sudah menendang alat reproduksi si lelaki itu hingga kesakitan kembali. Hal ini membuat lelaki itu naik pitam dan menyerang Kirana membabi buta.


Tetapi serangan lelaki itu tidak pernah mengenai Kirana, karena ia selalu gesit menghindar.


"Dasar bodoh! kamu hanya bisa menyerang angin saja!" ejek Kirana.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Kirana telah berhasil melumpuhkan lelaki.itu dan mengikat kedua tangannya di belakang punggung lelaki itu sendiri.


"Mbak, apakah lelaki ini sering menggangu Mbak Rindi?"


Tanpa ada rasa sungkan, Rindi menceritakan bahwa memang lelaki itu sering menggangu dirinya. Hingga saat itu juga Kirana membawa lelaki itu ke kantor polisi. Dan juga Rindi ikut serta untuk menjadi saksi.


Hal ini sungguh kesempatan baik bagi Rindi, dia ingin sekali menanyakan tentang Airin pada aparat kepolisian. Karena menurut keterangan para tetangga dimana dirinya tinggal. Sempat ada beberapa aparat kepolisian mencari keluarga Airin. Hanya saja si nenek yang merupakan ibu mertua Rindi sudah kabur terlebih dahulu.


Sesampainya di kantor polisi, Kirana melapor dengan sangat tegas. Tetapi sang aparat kepolisian yang merupakan anak kandung, Pak Beno sahabat baik Mickel hanya melongo saja. Dia tidak fokus dengan penjelasan Kirana, tetapi malah fokus dengan menatap Kirana tanpa berkedip sama sekali.

__ADS_1


Tentu saja hal ini membuat Kirana kesal, dan ia menepuk lengan lelaki muda yang ada di hadapannya tersebut," pak, saya sedang melapor kenapa bapak malah melamun?"


__ADS_2