
Dua Bulan Kemudian...
Acara pernikahan dilaksanakan, walaupun Kirana tidak ingin diadakan resepsi. Orang tuamya tidak memaksakan hal itu. Lagi pula bagi mereka yang terpenting adalah kebahagiaan anak mereka. Bukan untuk resepsinya, mereka hanya mengundang sahabat dekat dan sanak saudara saja.
Pernikahan yang di adakan secara sederhana membuat pro kontra, dimana ada beberapa orang yang tidak suka dengan keluarga ini mengatakan hal buruk, apa lagi tepat di acara pernikahan tersebut. Dan orang yang mendengarnya pertama kali adalah Kirana.
Mereka yang mengatakannya adalah kerabat dari pihak Derry.
"Heh, pernikahan kok sederhana sekali seperti ini ya? katanya si Kirana itu anak orang kaya, dan ia sendiri juga pemilik sebuah perusahaan. Mana ada anak sultan pernikahan kok nggak mewah," bisik si A.
"Iya benar sekali ya, mungkin saja Kirana berbohong jika dirinya punya sebuah perusahaan, seharusnya Derry mengecek dulu kebenarannya," ucap si B
Dua orang tersebut adalah paman badan bibi Derry yang tinggal tepat disamping rumah orang tua Derry. Tetapi mereka juga baru beberapa Minggu berada di rumah tersebut.
__ADS_1
Kirana sempat mendengarnya," kalian ini kalau nggak suka seharusnya nggak usah datang kepernikahanku. Disini bukan tempat untuk bergosip, jika kalian ingin bergosip pergi saja ke pasar!"
Suami istri yang seumuran dengan Mickel dan Kayla merasa malu karena pembicaraan mereka sempat didengar. Mereka pun salah tingkah dan pura-pura senyam senyum untuk menghilangkan rasa malu mereka.
Kirana yang masih memakai kebaya pengantin setelah acara ijab kabul, terus saja menatap kesal kepada dia orang manusia yang menyebalkan tersebut. Hingga datanglah Derry," sayang, ada teman-temanku datang dan ingin mengucapkan selamat pada kita. Mereka mencari keberadaanmu, ternyata ada disini."
Tanpa berkata, Kirana berlalu pergi di rangkul oleh Derry. Sementara suami istri tersebut kembali mencibir dan berkata hal buruk lagi.
Kirana masih saja merasa kesal, tetapi ia mencoba untuk tidak memperlihatkan kekesalannya tersebut.
Karena mereka mendengar dari mulut ke mulut tentang pernikahan Kirana.
Sedangkan Kayla ngobrol dengan Hendrik dan Rindi.
__ADS_1
"Bagaimana kabar kalian berdua, apakah sudah ada kabar baik darimu Rindi?" tanya Kayla.
Dia sudah ingin sekali mendengar kabar baik dimana Rindi dinyatakan hamil.
"Belum mah, mungkin belum di izinkan untuk punya momongan lagi," jawab Rindi seraya melirik kearah Hendrik.
"Bagaimana aku bisa hamil, selama menikah Mas Hendrik tidak pernah menyentuhku. Bahkan ia lebih suka tidur di sofa kamar. Entah sampai kapan ia akan bersikap seperti ini padaku," gumsm Rindi.
Ia tidak memungkiri jika selama pernikahan, memang awalnya ia juga tidak memiliki rasa cinta sama sekali. Tetapi saat ini ia sudah bisa membuka hatinya untuk Hendrik. Bahkan ia tidak ingin kehilangan Hendrik karena begitu cinta padanya. Tetapi Hendrik sampai detik ini belum bisa membuka hatinya untuk Rindi.
Hendrik juga bergumam didalam hatinya," Rindi, aku minta maaf ya. Karena Sampai detik ini belum bisa mencintaimu, hingga aku belum berani menyentuhmu. Aku tidak akan menyentuh wanita jika hatiku belum ada rasa cinta walaupun kamu sudah sah menjadi istriku. Tetapi suatu saat nanti aku pasti bisa mencintaimu tetapi entah kapan, aku sendiri juga tidak tahu."
Ketika sepasang suami istri ini diam saja dan sibuk dengan pemikiran sendiri-sendiri, Kayla berkata," sepertinya kalian berdua harus honeymoon."
__ADS_1
"Hah, tidak!" serentak Rindi dan Hendrik berkata.