Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Sedikit Masalah


__ADS_3

Saat itu juga Mickel dan Kayla pergi untuk menyambangi warung makan milik Rindi. Karena ia ingin bertemu dengan Airin.


Perjalanan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, mereka telah sampai di warung makan tersebut.


"Bu Kayla-Pak Mickel, silahkan duduk. Kalian mau makan apa?" sapa Rindi.


Kayla tersenyum," kami hanya ingin main saja, dan ingin bertemu dengan Airin. Apakah sudah pulang dari sekolah?"


Rindi mengatakan jika Airin belum pulang dari sekolah. Kayla merasa heran, kenapa Rindi sama sekali tidak khawatir pada saat Airin belum pulang dari sekolah.


"Loh, seharusnya kan sudah pulang dari satu jam yang lalu. Memangnya mobil antar jemputnya tidak mengatakan apapun? memberikan kabar atau bagaimana?" Kayla malah yang panik mendengar Airin belum pulang sekolah.


Rindi mengatakan jika memang Airin belum pulang sekolah karena ada tambahan jam pelajaran.


"Saya sudah ke sekolah Bu. Dan security mengatakan jika kelas Airin ada tambahan jam pelajaran. Saya diminta datang nanti tiga puluh menit lagi," ucapnya tersenyum.


Hati Kayla sedikit lega mendengarnya, dan bahkan ia meminta izin untuk menjemput Airin. Karena ia merasa bosan dan ingin sejenak mencari hiburan dengan bermain bersama Airin.


"Rindi, bolehkah aku yang menjemput Airin?" tanya Kayla ragu.


"Memangnya tidak merepotkan ibu?" Rendy justru balik bertanya.


Kayla menyunggingkan senyuman dan mengatakan bahwa ia sama sekali tidak merasa direpotkan. Bahkan ia akan merasa senang sekali karena memang tujuan ia ke warung makan ingin bertemu dengan Airin. Rindi pun tidak keberatan dengan keinginan Kayla. Ia memberikan izin kepada Kayla untuk menjemput Airin.


Saat itu juga Kayla pergi dari warung makan Rindi bersama dengan Mickel. Perjalanan menuju ke sekolah Airin tidaklah terlalu jauh, hanya beberapa menit saja mereka telah sampai di depan pintu gerbang sekolah.


Pada saat mereka baru sampai dikejutkan oleh suatu kejadian, dimana salah satu anak seusia Airin sedang di tarik paksa oleh seorang pasien dengan mengenakan seragam rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Untung saja pada saat itu Airin lekas berlari ke arah Kayla dan Mickel. Dan langsung di gendong oleh Mickel. Airin bahkan memeluk Mickel dengan sangat eratnya karena ia begitu ketakutan.


Anak kecil tersebut ketakutan pada saat tangannya terus saja di tarik oleh wanita gila tersebut. Ibu anak kecil tersebut juga menangis histeris karena khawatir dengan kondisi anaknya. Si ibu khawatir anaknya akan di lukai oleh wanita gila tersebut.


Sejenak entah kenapa, Kayla sangat penasaran dengan wanita gila tersebut. Bahkan ia menolak pada saat Mickel mengajaknya masuk ke dalam mobil.


"Sebentar kak, sepertinya wajah wanita gila itu akan mengenalnya. Kak Mickel disini saja dulu dengan Sirine, sebentar saja. Kalau Airin masih takut, bawa masuk saja ke dalam mobil."


Sebenarnya Mickel tidak setuju dengan saran Kayla karena menurutnya terlalu bahaya, ia khawatir jika Kayla akan terluka oleh wanita gila tersebut jika mendekatinya. Tetapi Kayla seorang wanita yang sangat keras kepala. Ia tidak mengindahkan pesan dari Mickel, ia justru melangkah dengan pasti mendekati wanita gila tersebut.


"Bu, tolong saya ya? bujuk wanita itu supaya menyerahkan anak saya."


Tiba-tiba seorang ibu muda menghampiri Kayla, padahal Kayla hanya ingin melihat wajah wanita gila tersebut. Kayla hanya menyunggingkan senyumnya, tak mengatakan apapun. Ia menghampiri wanita gila yang masih saja menarik-narik tangan seorang balita perempuan.


Kayla terperangah pada saat melihat dengan jelas wajah wanita gila tersebut," astaghfirullah aladzim, Ayu?"


Kayla segera meraih ponselnya dan ia pun segera menelpon Vina. Ia agak sedikit menjauh dari Ayu.


Kring kring kring kring kring


Panggilan telpon masuk ke nomor ponsel Vina, sejenak ia memicingkan alisnya," hah Mbak Kayla? ada apa ya?"


📱"Hallo Vina."


📱"Ya Mbak, ada apa ya?"


📱"Keponakanmu si Ayu, sepertinya kabur dari rumah sakit jiwa. Dan saat ini ada di depan pintu gerbang sekolah Airin Bahkan Ayu menyandera salah satu teman sekolah Airin. Apakah kamu sama sekali tidak di beri tahu oleh pihak rumah sakit jiwa?"

__ADS_1


📱"Astaghfirullah aladzim, sama sekali nggak ada yang memberi tahu. Terima kasih mbak, aku akan segera ke lokasi. Jika bisa tolong tahan Ayu untuk tidak pergi dulu."


📱"Baiklah."


Baik Vina maupun Kayla sama-sama mematikan panggilan telepon tersebut. Dan Vina segera menelpon Raka untuk memberi tahu tentang kabar tersebut.


Raka bergerak cepat menghubungi pihak rumah sakit jiwa khusus untuk lapas yan yang alami gangguan jiwa. Untuk segera datang ke lokasi. Raka juga bergegas ke lokasi begitu juga dengan Vina, ia meminta izin pada Kirana untuk segera pergi.


Kirana bahkan penasaran dan pada saat ia mengetahui jika Vina pergi karena suatu kepentingan. Kirana pun turut serta, bahkan ia yang akan mengantarkan Vina ke sekolah Airin.


Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah Airin, Raka terus saja bergumam," kenapa pihak rumah Sakit jiwa tidak memberitahuku sama sekali tentang kaburnya Ayu? seharusnya ada salah satu yang melaporkan hal ini kepada pihak keluargaku. Pelayanannya kurang memuaskan, menurutku terlalu lambat dalam bertindak."


Pihak rumah sakit jiwa telah sampai terlebih dahulu di depan pintu gerbang sekolah Airin, tetapi mereka sangat kesulitan untuk membujuk Ayu melepaskan anak kecil yang saat ini bersama dirinya.


"Mbak Ayu, tolong lepaskan si kecil ya?" bujuk salah satu perawat.


"Nggak, aku enggak akan melepaskannya karena si kecil ini sengaja aku tangkap untuk menemaniku bermain. Karena selama ini aku selalu kesepian sendiri tidak ada yang menemaniku bermain," celoteh Ayu memeluk erat bocah kecil yang terus saja menangis ketakutan.


Kirana dan Raka secara bersamaan telah sampai di sekolahan Airin. Mereka juga terperangah pada saat melihat Ayu.


Ada rasa iba dengan kondisi Ayu yang tak juga membaik.


Kirana ikut bergerak untuk bisa membebaskan anak kecil yang saat ini bersama dengan Ayu. Kirana mengajari salah satu perawat untuk menyergap Ayu dari arah belakang. Kirana juga ikut serta. Dan serentak Kirana serta salah satu perawat rumah sakit jiwa tersebut masing-masing mencekal lengan Ayu. Dan Kayla lekas meraih si kecil yang sempat di sandera oleh Ayu.


Sementara perawat yang lain menyuntikkan obat tidur, supaya mempermudah mereka membawa Ayu kembali ke rumah sakit jiwa.


Seketika itu juga, tubuh Ayu jatuh dan di tangkap oleh Kirana. Ayu pun terlelap dalam tidurnya. Dan saat itu juga para perawat mengangkat tubuh Ayu masuk ke dalam mobil. Semua sudah merasa lega setelah beberapa detik sempat tegang. Semua juga lekas kembali ker rumah dan ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2