
Sementara Kayla juga sedang gelisah memikirkan nasib Hendrik yang tak kunjung memiliki pendamping lagi. Kayla berdiri di balkon kamarnya.
"Satu membuat lega karena sudah memiliki pasangan. Tetapi yang satu justru membuat resah hatiku. Dulu aku lega pada saat Hendrik sudah berumah tangga dan aku resah memikirkan Kirana yang tak juga punya kekasih. Kini malah sebaliknya, aku memikirkan Hendrik."
Pada saat Kayla sedang asik melamun, dirinya dikagetkan oleh pelukan hangat suaminya dari arah belakang. Hembusan napas suaminya yang begitu hangat, dapat ia rasakan di tengkuk lehernya.
"Tidak bisakah jika kamu tidak membuat kaget diriku, Kak Mimi?" tegurnya seraya menggelitik pinggang suaminya.
"Bukankah kamu menyukai setiap kejutan yang aku berikan kepadamu?" goda Mickel dengan nakalnya meremas dua benda kenyal yang ada di dada Kayla.
Sontak saja perilaku Mickel, sempat membuat Kayla kesal. Ia pun mencubit tangan nakal Mickel," Inget umur, Kak Mimi!"
"Loh apa kamu lupa, jika seorang lelaki hingga tua pun masih memiliki has*t yang tinggi loh. Beda dengan seorang wanita bukan?" oceh Mickel membela diri.
__ADS_1
"Halahhhhh.... dasar rakus, nggak mikir umur sudah tua! nggak ingat juga suka sakit pinggang bukan, jika sedang bercinta?" ejek Kayla mencibir.
Mickel diam saja jika sudah mendapatkan ejekan dari istrinya. Ia lebih suka mengalihkan pembicaraan karena
ia selalu kalah untuk urusan perdebatan.
"Sayang, apa yang kau risaukan?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.
Kayla bercerita bahwa ia gelisah memikirkan Hendrik yang tak kunjung menikah lagi. Tentu saja Mickel terkekeh," kamu itu lucu Kay. Hendrik menduda itu belum begitu lama. Pasti ia masih belum bisa move on dari almarhumah istrinya. Bahkan menurutku ia tidak akan bisa move on karena ia di tinggal mati bukan cere hidup. Walaupun ia masih bisa bangkit dengan melakukan aktifitas seperti biasanya, tetapi untuk permasalahan hati ia belum bisa bangkit."
"Jangan mengatakan apapun, justru kita harus terus memberikan support padanya. Ingat bukan pada saat Hendrik terpuruk dan tidak mau melakukan aktifitas apapun, dengan lebih suka mengurung diri di dalam kamar? aku hanya khawatir saja jika kamu membuka perkataan tentang nikah, ia jadi sedih lagi ingat lagi dengan almarhumah istrinya."
Kayla menghela napas panjang," untung saja kamu mengingatkan Kak. Jika tidak mungkin aku sudah mengajak Hendrik ngobrol tentang ini. Terima kasih ya Kak Mimi."
__ADS_1
"Ya istriku tersayang. Itulah gunanya suami istri harus selalu mengingatkan satu sama lain. Tetapi selama kita menikah justru kamu yang sangat bawel dalam hal mengingatkan," goda Mickel terkekeh.
Sejenak keduanya saling bercanda ria di balkon kamar. Sementara mereka tidak tahu jika di balik pintu kamar ada seorang anaknya yang sedari tadi gelisah.
Berkali-kali ia ingin mengetuk pintu kamar, tetapi selalu ia urungkan. Ia ingin mengatakan sesuatu hal penting pada orang tuanya.
"Katakan atau tidak sih ya? apakah lain waktu saja ya? tapi aku nggak tenang dech kalau harus menunggu terus dan terus?"
Tok tok tok tok tok tok
Akhirnya ia mengetuk pintu kamar Kayla dan Mickel.
"Sayang, ada yang mengetuk pintu kamar kita. Yuk kita keluar mungkin bibi memberi tahu makanan sudah siap."
__ADS_1
Mickel merangkul istrinya melangkah meninggalkan balkon menuju ke arah pintu yang di ketuk seseorang.