
Ayu harus menerima buah dari apa yang ia lakukan. Dan ia sudah tidak bisa berkutik lagi pada saat di vonis penjara seumur hidup. Karena pembunuhan berencana yang ia lakukan. Ayu sama sekali tidak ada penyesalan atau menangis pada saat mengetahui dirinya di vonis penjara seumur hidup.
"Ayu, Mamah minta padamu untuk bertaubat dan perbaiki dirimu selama berada di dalam penjara ya."
Derai air mata kembali tercurah.
Ayu sama sekali tidak merespon perkataan dari Naya, tatapan matanya kosong dan pikirannya saat ini hampa.
"Ayu, tolong jangan seperti ini. Jawab perkataan Mamah, Nak?"
Naya mencoba mengajak Ayu bercengkrama, tapi lagi-lagi Ayi hanya diam.
"Astaghfirullah aladzim, ada apa dengan Ayu? kenapa juga dia tidak merespon apa yang telah aku katakan ya," gumamnya heran.
Gelagat aneh mulai terlihat pada diri Ayu, dia mulai ketakutan sendiri dan tiba-tiba lari bersembunyi di kolong meja sambil menutupi wajahnya. Hal ini semakin membuat Naya heran.
Dia mencoba meminta Ayu untuk duduk kembali, tetapi tidak mau. Justru Ayu berteriak histeris," pergi! cepat pergi kamu! aku tidak bunuh kamu, tapi orang lain hhhaaaa...
Sudah berteriak lantas tertawa sendiri, hal ini semakin membuat Naya iba. Dan saat itu juga Ayu di bawa ke sel nya lagi. Karena khawatir kondisi kejiwaannya yang sedang terguncang bisa mengakibatkan perbuatan buruk.
Pihak lapas akan memanggil dokter ahli kejiwaan. Dan jika dugaan benar, Ayu depresi, ia akan di pindahkan ke rumah sakit jiwa.
Naya pulang dengan perasaan sedih dan iba melihat kondisi psikis Ayu," ya Allah, semua ini karena kesalahanku hingga Ayu berbuat nekad. Aku pikir sikap diamnya Ayu karena sudah tidak menyimpan rasa dendam pada, Mas Alvin. Ternyata diam-diam dia melakukan pembunuhan."
"Bodohnya aku tidak mengetahui kejadian ini,ya Allah. Jika saja waktu bisa di putar lagi. Aku tidak akan membiarkan Ayu melakukan hal sekeji ini. Walaupun dia tidak melakukan dengan tangannya sendiri, tetapi sama saja ini tindakan kriminal."
Naya terus saja merutuki dirinya sendiri, hingga dia tidak sadar dalam berjalan.
"Cccccccrrrittttttt.......BRUG!"
"aaahhhhhhhh..."
__ADS_1
Sebuah mobil melaju dengan sangat kencang menabrak Naya. Naasnya lagi, mobil tersebut tidak bertanggung jawab malah kabur.
Naya tergolek bersimbah darah di kepalanya dan tidak sadarkan diri. Dia mendapatkan pertolongan dari para pengendara motor yang lain. Dan segera di larikan ke rumah sakit.
Tak berapa lama, salah satu pihak rumah sakit menelpon Alvin. Karena di dalam ponsel Naya, tertera nomor ponsel Alvin.
Kring kring kring kring kring kring
Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor ponsel Alvin, dan ia segera mengangkatnya.
📱"Hallo dengan, pak Alvin?"
📱" Iya benar saya sendiri, ini dengan siapa ya?"
📱" Maaf, saya dari pihak rumah sakit. Hanya ingin memberi tahukan bahwa pemilik ponsel ini yang bernama, Bu Naya saat ini sedang di tangani di rumah sakit A. Dan kondisinya saat ini kritis. Ia menjadi korban tabrak lari, dan lukanya sangat parah. Saya minta anda segera datang."
Tut Tut Tut Tut Tut...
Panggilan telepon di mantikan oleh sang perawat.
"Dariku, pah. Aku yang telah memberikan nomor ponsel papah waktu itu. Apa yang terjadi pada, Tante Naya?"
Sejenak Alvin bercerita tentang perawat yang barusan menelpon dirinya, kepada Rama. Hingga saat itu juga Raka mengajak Alvin ke rumah sakit dimana saat ini Naya sedang di tangani.
Raka cemas dan khawatir mini terlihat sangat jelas di wajah Alvin, karena ia sudah benar-benar menyadari akan semua kesalahan dirinya di masa lalu kepada Naya dan Ayu.
Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di rumah sakit A. Dan mereka sangat terkejut pada saat melihat Naya sudah di tutupi kain kafan.
"Inalillahi wa Inna ilaihi taji'un"
Serentak Raka dan Alvin berucap.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata menetes di pipi Alvin," ya Allah, kenapa hal ini harus terjadi pada Naya? dia harus meninggal dengan setragis ini. Dan Ayu di penjara seumur hidup. Semua yang menimpa mereka adalah karena kesalahanku!"
Alvin terus saja memukul-mukul kepalanya sendiri. Dia kesal pada dirinya sendiri. Tetapi semua yang telah terjadi tidak bisa kembali seperti sediakala. Alvin begitu shock melihat Naya sudah tidak bernyawa.
"Pah, tenangkan hati Papah. Semua yang terjadi sudah suratan takdir, jadi Papah tak perlu seperti ini. Sebaiknya kini segerakan saja mengurus pemakaman, Almarhumah Tante Naya."
Alvin mengangguk perlahan, ia pun setuju dengan saran Raka. Saat itu juga Naya di makamkan di tempat pemakaman umum yang ada di sekitar rumah sakit. Karena tidak mungkin, jenazahnya di bawa pulang karena dari hidung dan telinga, terus saja mengeluarkan darah, hingga pihak rumah sakit menyarankan untuk di makamkan di tempat pemakaman umum yang terletak di samping rumah sakit tersebut.
Pihak rumah sakit juga melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tanpa meninggalkan tradisi keagamaan yalni. di mandikan dan di solati terlebih dahulu.
"Selamat tinggal, Naya. Semoga kamu tenang di alam sana, dan Allah memaafkan segala dosa-dosamu selama hidupmu."
Alvin masih belum percaya jika Naya pergi secepat itu. Ia masih sangat bersalah padanya, dan belum sempat memperbaiki kesalahannya, malah Naya sudah meninggal terlebih dahulu.
"Pah, ayok kita pulang."
Raka mendorong kursi roda tersebut. Karena gugup, dia tidak mengajak serta perawat yang merawat Alvin.
Tiada hentinya Alvin terus saja menangis," aku harus mengatakan apa pada, Ayu tentang kematian Naya?"
"Pah, sudah nggak usah terlalu berpikir keras terlebih dahulu. Nanti kita bisa memikirkan hal ini bersama-sama," bibir Raka."
Sesampainya di rumah, Raka mengabarkan berita duka tersebut pada Vina lewat panggilan telepon. Vina yang saat ini sedang berada bersama dengan Kayla merasa kaget.
📱"Inalillahi wa Inna ilaihi raji'un."
"Siapa yang meninggal Vina?" Kayla sontak saja penasaran pada saat melihat expresi wajah Vina setelah menerima panggilan telepon dari Raka.
"Mba Naya, yang pernah merebut Mas Alvin dari Mbak. Barusan Raka, memberi tahu jika Mbak Naya meninggal karena korban tabrak lari. Dia habis menjenguk anaknya di lapas."
Kayla terperangah mendengar kabar tersebut," hah, Ayu di penjara? kok aku tidak tahu ya? lantas apa yang menyebabkan dia di penjara, apakah kamu tahu?"
__ADS_1
Sejenak Vina bercerita tentang apa yang ia dengar dari Raka barusan. Jika Ayu tersangka pembunuhan almarhumah mamahnya Raka, istri dari Alvin yang terakhir. Kembali lagi, Kayla terperangah.
"Astaghfirullah aladzim, kenapa Ayu bertindak sejauh itu?"