
Pencarian demi pencarian terus saja dilakukan oleh Hendrik dan Sandy. Bahkan Kayla dan Mickel juga tidak tinggal diam. Satu keluarga sibuk mencari keberadaan Kirana Sam Derry. Bahkan tidak terasa pencarian mereka sudah di lakukan selama satu bulan lamanya, tetapi belum juga membuahkan hasil yang memuaskan. Hingga di titik ini Kayla merasa sangat putus asa, walaupun suami dan dua anaknya masih yakin jika saat ini Kirana dan Derry masih hidup.
"Ya Allah, aku sudah menyerah dan pasrah. Aku sudah lelah ya Allah," ucap Kayla tanpa sadar.
Sampai Mickel heran karena Kayla yang ia kenal adalah seorang wanita yang tidak pernah putus asa, tetapi selalu bersemangat di dalam menjalani kehidupannya walaupun di terpa begitu banyak cobaan selama ini.
"Sayang, jangan putus asa seperti ini. Yang ada malah akan membuat kedua anak kita merasa sedih, dan turut putus asa. Kita sebagai orang tua seharusnya malah memberikan sebuah contoh yang baik untuk mereka, supaya mereka tetep bersemangat dalam mencari Kirana," Mickel terus saja memberikan nasehat pada Kayla.
"Entahlah Kak,🤠tetapi hati ini benar-benar sudah lelah dan aku benar-benar sudah pasrah pada Allah," ucap Kayla dengan tatapan mata yang kosong.
__ADS_1
********
Sementara di suatu tempat, Kirana dan Derry berjuang hidup di sebuah hutan. Mereka makan dan minum seadanya di dalam hutan, dan tinggal di dalam sebuah gua.
"Sudah sebulan kita berada di hutan ini, lantas mau sampai kapan lagi. Aku yakin saat ini keluargaku sedang mencemaskan kita. Pasti mamah dan papah mengira kita sudah mening...
Tiba-tiba Kirana menangis, ia teringat pada saat terakhir kalinya ia dan Derry akan pergi. Dimana Kayla melarang mereka.
"Aku benar-benar menyesal waktu itu tidak menuruti perintah mamah supaya kita pergi dengan pesawat pribadi. Bahkan mamah sempat melarang kita untuk pergi, tapi waktu itu aku terus memaksa. Pasti saat ini mamah sangat sedih, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi mamah saat ini," ucap Kirana mulai putus asa.
__ADS_1
Derry memeluk istrinya seraya mengusap rambutnya," sayang, bukan hanya orang tuamu saja, tetapi orang tuaku juga pasti sedih apa lagi aku anak satu-satunya. Yang kita butuhkan saat ini adalah semangat pantang menyerah dan berpikir bagaimana caranya supaya kita bisa keluar dari hutan yang luas ini dengan segera."
"Karena kita tahu, jika tiap kali kita berusaha keluar dari hutan ini pasti kita mengurungkannya, karena di luar sana banyak sekali binatang buas."
"Sayang, seharusnya kita bersyukur karena kita selamat dari kecelakaan pesawat itu. Kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah, seharusnya kita tidak mengeluh yang hanya akan membuat Allah sedih."
"Sudah ya sayang, hapus air matamu dan jangan bersedih lagi. Mari lura bersama-sama mencari jalan keluar untuk bisa keluar dari hutan ini dengan selamat tanpa bertemu dengan binatang buas seperti yang sering kita alami selama satu bulan ini."
"Mana Kirana yang aku kenal dulu, yang barbar yang pemberani dan selalu tegas dan tegar. Aku nggak suka Kirana yang sekarang, tetapi aku lebih suka sifat Kirana yang dulu."
__ADS_1