Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Sebuah Rencana


__ADS_3

Seperginya Kirana, Rindi masuk kedalam rumah tersebut tanpa melupakan amplop yang diberikan oleh, Kirana.


Ia duduk sejenak di ruang tamu untuk membuka amplop tersebut.


"Subhanallah, banyak sekali uangnya? padahal mereka baru bertemu denganku. Aku tidak akan bisa membalas kebaikan, Mbak Kirana dan orang tuanya."


Bulir bening keluar dari pelupuk mata Rindi. Selama ini ia merasa hidup sebatang kara, sejak meninggalnya suaminya. Bahkan ia kerap kali kesusahan jika sedang membutuhkan uang. Hingga ia terpaksa pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai TKW.


Dia pikir dengan bekerja di luar negeri akan merubah kondisi rumah dan keuangannya, tetapi di luar negeri ia malah mempunyai permasalahan.


Dia sangat lega dan sangat bersyukur karena bisa keluar juga dari sarang singa. Dua tahun hidup bagaikan di penjara. Dua tahun menahan rasa rindu pada Airin dan dua tahun juga dirinya di cap buruk oleh ibu mertuanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, aku tidak akan menyia-nyiakan pertolongan dari keluarga Mbak Kirana. Aku juga akan segera mencari keberadaan ibu. Kasihan sekali, seharusnya nggak usah pergi kemanapun. Jika seperti ini aku akan susah untuk mencari keberadaannya," gumam Rindi.


Dia pun beralih menuju ke kamarnya tanpa lupa mengunci pintu rumah tersebut dari dalam. Setelah sejenak menata semua pakaiannya di dalam almari, ia pun melangkah ke dapur dan ke seluruh ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.


"Ya Allah, jika saja hasil kerja kerasku selama dua tahun di luar negeri menghasilkan, pasti sudah bisa untuk membangun rumah seperti ini. Semoga saja usaha Komandan Beno berhasil. Hingga aku tidak merepotkan Mbak Kirana dan orang tuanya terus."


"Aku juga berharap segera bertemu dengan ibu mertuaku supaya kamu bisa hidup bahagia bersama. Jika uang hasil kerjaku bisa aku dapatkan."


Terus saja Rindi bergumam sendiri, dia telah merencanakan semuanya terlebih dahulu. Dan dia sangat berharap semua impiannya kelak berhasil.


Esok harinya, Rindi mulai mencari keberadaan ibu mertuanya. Tanpa kenal lelah dia terus mencari dan mencari.

__ADS_1


"Aku tidak ingin mengecewakan almarhum suamiku yang pada saat akan meninggal telah menirip pesan supaya aku selalu menjaga ibu. Nanti jikalau aku sudah bertemu dengan ibu, barulah aku mencoba mendekati Airin untuk mendapatkan hatinya."


Rindi bukan seorang wanita yang egois. Walaupun yang pergi saat ini bukanlah ibu kandungnya. Tetapi Rindi sangat menyayanginya seperti layaknya ibu kandungnya. Bahkan ia mengesampingkan urusan pribadinya untuk bisa bersama dengan Airin.


"Sebaiknya aku menelpon Mbak Kirana terlebih dahulu bahwa aku hari ini tidak bisa bekerja dulu karena ingin mencari keberadaan ibu mertuaku."


Saat itu juga Rindi menelpon nomor ponsel Kirana.


📱" Selamat pagi, Mbak Kiara." Mohon maaf, hari ini saya nggak berangkat bekerja karena ingin mencari keberadaan ibu mertua saya. Setelah ibu ketemu, barulah saya akan berusaha mendekati Airin supaya bisa mendapatkan hatinya kembali."


📱"Ok Mbak Rindi, semoga lekas ketemu. Jika boleh, saya juga akan membantu mencarinya. Tolong kirim saja foto ibu mertua, Mbak Rindi. Dan juga siapa namanya?"

__ADS_1


Awalnya Rindi menolak karena ia berpikir jika dirinya sudah terlalu banyak merepotkan Kirana dan keluarganya. Tetapi Kirana terus saja memaksa hingga akhirnya Kirana mengirimkan foto ibu mertuanya tersebut.


__ADS_2