
KaYla memicingkan alisnya," wah serentak sekali kalian berdua. Bukannya kalian setelah menikah belum pergi honeymoon. Kan bisa sekalian honeymoon bersama dengan Kirana dan Derry."
Rindi dan Hendrik saling berpandangan satu sama lain, mereka seolah saling meminta saran. Tentu saja Kayla semakin heran," kenapa kalian saling berpandangan seperti orang bingung? Nggak usah seperti itu, mamah sudah tahu apa yang kalian berdua pikiran. Pasti Airin bukan?"
"Aduhhh, mamah mertuaku ini tahu saja dech. Padahal aku memang ingin memakai Airin sebagai alasan," gumam Rindi didalam hatinya.
"Dan kamu Hendrik, pasti kamu akan mengatakan bahwa kamu sedang banyak pekerjaan di kantor yang tidak bisa ditinggalkan bukan?" ucap Kayla kembali.
Hendrik didalam hatinya juga mengiyakan apa yang dikatakan oleh KaYla," mamahku memang seperti cenayang, ia tahu segala yang ada di pikiranku ini."
Kayla tersenyum melihat sikap diamnya Hendrik dan Rindi," nggak usah seperti itu, lagi pula honeymoon itu penting juga loh. Airin bisa bersama mamah, dan pekerjaan dikantormu juga bisa mamah handle. Ayolah, turuti permintaan mamah ya. Satu Minggu saja nggak apa-apa, setidaknya nggak perlu jauh-jauh ke Bali saja kan sama saja. Nanti mamah yang akan urus kepergian kalian berdua ya."
__ADS_1
Belum juga mereka berdua menjawab, datanglah Mickel menggandeng tangan Kayla untuk menemani dirinya menemui beberapa rekan bisnisnya.
"Ya ampun mamah, ternyata ada di sini toh. Rekan bisnis papah ingin bertemu dengan Mamah. Yuk segera kesana."
Langsung saja Mickel merangkul KaYla tanpa memberi kesempatan Kayla untuk berkata.
"Aduhhh, aku belum juga selesai berbicara pada anak dan menantuku, tetapi sudah dibawa pergi seperti ini," gumam Kayla didalam hatinya.
"Mas Hendrik, untuk saat ini kita aman. Tapi bagaimana selanjutnya?" tanya Rindi bingung.
"Maafkan aku Rindi, ini semua karena kesalahanku. Maafkan aku yang..
__ADS_1
"Mas, nggak perlu minta maaf. Kamu tidak salah kok, karena cinta tidak bisa dipaksakan. Aku tahu dan bisa memahami jika kamu menikah denganku demi Airin. Aku tidak berhak untuk menuntut dirimu sepenuhnya cinta padaku. Jadi tak perlu merasa bersalah. Justru aku bersyukur dan berterima kasih karena kamu bisa tulus sayang Airin. Tidak ada kebahagiaan yang lain selain kebahagiaan Airin."
Rindi menyela perkataan Hendrik.
Hendrik merasa tidak enak hati pada Rindi. Apa lagi selama ini Rindi benar-benar memerankan perannya sebagai seorang istri dengan sangat baik dan tanggung jawab. Bahkan Hendrik juga menyadari jika Rindi sama sekali tidak pernah berkeluh kesah walaupun dirinya belum bisa memberikan nafkah batin padanya.
"Ya Allah, aku sebenarnya nggak tega dengan Rindi. Tetapi aku benar-benar belum bisa melakukannya. Bagaimana kedepannya jika aku terus saja seperti ini ya? pasti mamah akdn selalu berusaha dan berusaha. Tetapi jika aku melakukan hubungan suami istri hanya sekedar na*su itu juga tidak baik," batin Hendrik dilema.
Rindi menepuk bahu Hendrik," mas, nggak usah terlalu dipikirkan nanti yang ada malah membuat Mas Hendrik menjadi sakit. Sebaiknya kita bergabung dengan yang lain yuk mas."
Rindi melangkah terlebih dulu mencari keberadaan Airin dan ibunya, di ikuti oleh langkah kaki Hendrik.
__ADS_1