
Setelah begitu lama berada di warung makan milik Rindi, Kayla dan Mickel pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Akan tetapi mereka terlebih dahulu kembali ke rumah Rindi, karena Sandy saat ini sedang bermain dengan Airin.
Kayla masih terlihat murung, karena ia masih belum bisa menerima bahwa dirinya tidak diberi tahu oleh Rindi tentang kepergian Hendrik.
Beberapa menit kemudian....
Sandy dan orang tuanya telah sampai di rumah. Tetapi wajah Kayla belum bisa ceria, karena masih kecewa dengan sikap Rindi dan Hendrik yang tidak jujur padanya.
Mickel pun bisa peka," mah, tolong jangan murung terus seperti ini dong. Maafkan saja sikap Rindi dan Hendrik."
Tetapi Kayla hanya diam, ia tidak merespon perkataan dari Mickel. Dia paham sekali watak dan sifat Hendrik seperti apa. Hendrik walaupun seorang lelaki, sifatnya lemah lembut.
Ibarat kata membunuh binatang kecil pun dia itu tidak berani sama sekali.
__ADS_1
"Apakah Hendrik tega, jika berhadapan dengan binatang buas, Dan menembaknya begitu saja? ini yang aku pikirkan, karena bukan hanya dengan binatang kecil saja. Pernah suatu saat ada seekor ular masuk ke dalam rumah, ia pun melarang orang rumah membunuh ular itu," batin Kayla gundah gulana.
"Ya Allah, lindungilah Hendrik dan tim pencariannya. Dan semoga mereka berhasil menemukan Kirana dan Derry," kembali Kayla berdoa di dalam hatinya.
Sementara saat ini Hendrik sedang berjuang mencari keberadaan Kirana dan Derry. Sampai sejauh ini, ia dan tim pencariannya belum menemukan Kirana.
"Ya Allah, semoga saja pencarianku terhadap Kirana dan Derry tidak sia-sia. Tolong segerakan pertemukan hamba dengan Kirana dan suaminya," doa Hendrik di dalam hatinya.
Selagi ia asik berdoa di dalam hati, ia melihat ada suatu pancaran sinar terang dari sebuah goa yang tak jauh dari dirinya saat ini sedang melangkah.
Hendrik meminta kepada tim untuk segera mempercepat langkah kakinya menuju ke dalam goa yang terlihat ada sumber kehidupan karena ada suatu pancaran cahaya.
Apa yang Hendrik pikiran memang benar adanya. Didalam goa tersebutlah Kirana dan Derry tinggal selama ini.
__ADS_1
Kirana sedang sakit, badannya demam menggigil. Wajahnya terlihat sangat pucat, tubuhnya terasa lemah. Hal ini tentu sajat membuat Derry semakin cemas, apa lagi Kirana terus saja menggigil dan meracau serta tidak mau membuka matanya," sayang, aku mohon kamu bertahan ya. Aku yakin sebentar lagi akan ada yang datang menolong kita."
Kirana berbaring dengan kepala bersandar pada paha Derry. Hal ini membuat Derry tidak bisa pergi kemana-mana. Ia juga bingung harus meminta bantuan kepada siapa, sedangkan mereka berada di tengah hutan yang lebat dan jauh dari pemukiman penduduk.
"Ya Allah, tolong hambaMu ini. Kirimkan seseorang untuk menolong kami. Terutama menolong istri hamba supaya lekas mendapatkan perawatan medis,* ucapnya seraya tak kuasa menitikkan air mata melihat kondisi Kirana yang lemah tak berdaya.
Hendrik berdebar-debar pada saat ia melihat bayangan tubuh seorang manusia yang sedang duduk. Karena posisi Kirana sedang berbaring hingga tidak terlihat oleh Hendrik.
"Ternyata memang ada orang disini. Tetapi aku juga harus waspada karena belum tentu orang itu orang baik," gumamnya sembari perlahan menghampiri bayangan berujud manusia tersebut.
Karena bayangan itu membelakangi Hendrik hingga tidak terlihat wajahnya sama sekali.
***********
__ADS_1
Mohon maaf baru bisa up date, ini saja menyempatkan waktu di sela bergantian menjaga PPh dengan mmh. Karena adik cowok sibuk mengurus kasus tabrak lari ini ke kantor polisi. Mohon pengertiannya ya kakak-kakak readers.🙏🙏🙏🙏🙏