
Orang tua Vina merasa kecewa, tetapi Vina bisa membuat mereka kembali tersenyum.
"Ayah-ibu, aku punya ide semoga kalian setuju ya? aku akan ajak, Mbak Kayla untuk bertemu kita di sini atau di cafe atau di taman. Intinya di tempat yang nyaman untuk ngobrol."
Ayah Sugeng dan Bu Riris sumringah, mereka pun tersenyum riang karena ada harapan bisa bertemu dengan Mantan mertua.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Vina. Jika kami sudah meminta maaf dan mengucapkan terima kasih pasti kami tidak gelisah lagi dan pikiran kami tenang. Bukan begitu ya, Bu?"
"Iya, ayah."
Sejenak Vina menelpon Kayla, sementara orang tuanya bersiap-siap dengan berganti pakaian.
Kring kring kring kring
Satu panggilan telepon masuk ke nomor ponsel Kayla. Dan kebetulan Kayla sedang bersantai di pelataran rumah sambil menyirami tanaman kesukaannya.
Ia segera meraih ponselnya yang ada di kantong celananya.
"Ada apa Vina menelpon ya? apakah ada masalah di kantor, Kak Mickel? semoga saja tidak ada masalah dengan pekerjaannya."
Segera Kayla mengangkat panggilan telepon tersebut.
📱" Hay Vin, ada apa ya?"
📱" Mbak, maaf ya menggangu?"
📱" Katakan saja, nggak sungkan seperti itu. Ada apa, sih?"
Kayla menjadi penasaran sekali, apa lagi Vina kesannya begitu lambat dalam berbicara.
📱" Mbak, aku ingin ketemu mbak sekarang juga. Bisa kan, mbak? karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Tetapi lebih nyaman jika kita bertemu saja. Mau kan, Mbak?"
Kayla pun berpikir jika Vina ingin membicarakan tentang pekerjaannya. Karena Vina memang sengaja tidak mengatakan bahwa dirinya ingin mengajak orang tuanya. Ia sengaja melakukan hal itu supaya tidak terlalu banyak pertanyaan bagi, Kayla.
__ADS_1
📱" Baiklah, Vina. Kita bertemu dimana?"
📱"Terserah Mbak Kayla saja, tapi jangan ajak Tuan Mickel bisa kan? aku nggak enak loh, jika nanti Tuan Mickel tahu apa yang ingin kita bicarakan."
📱"Baiklah, kalau begitu. Nanti aku share lokasi ke kamu ya? kita bertemu di cafe yang tidak terlalu jauh dari rumah yang saat ini kamu tempati. Aku share lokasi, karena khawatir kamu belum tahu. Karena cafe ini baru buka beberapa hari, jadi tidak semua orang tahu."
Baik Kayla dan Vina, keduanya sama-sama menutup panggilan telepon. Kayla segera melangkah ke kamar untuk berganti pakaian. Mickel yang melihat akan hal itu menjadi penasaran.
"Sayang, kamu akan kemana? kok berdandan dan berganti pakaian?" tegurnya menghentikan aktifitasnya melihat acara televisi, dan beralih ke arah Kayla.
"Hihh kepo nech ye?" Kayla sengaja menggoda suaminya.
"Sayang, kok gitu sih jawabnya? aku ikut ya?" rengeknya seraya menghampiri Kayla dan memeluknya dari belakang.
Sejenak Kayla terdiam, di dalam hatinya dilema. Karena ia ingat perkataan Vina. Supaya tidak mengajak Mickel. Tetapi jika ia melarang suaminya untuk ikut, juga itu berdampak tidak baik. Pasti yang ada Mickel curiga padanya.
Hingga pada akhirnya, Kayla mengizinkan Mickel untuk ikut serta," biare saja Kak Mimi ikut, gampang nanti aku akan memberikan alasannya."
"Sayang, sebenarnya kita mau kemana sih? dan bertemu dengan siapa?" Mickel masih saja penasaran.
"Nanti juga, Kak Mimi bakal tahu kok. Tapi nggak usah mengajaknya berantem ya? atau Kak Mimi mengatakan hal buruk."
Saat itu juga Kayla dan Mickel berangkat menuju ke cafe dimana dirinya telah mengadakan janji dengan Vina.
Di dalam hati, Mickel bertanya-tanya," sebenarnya istriku mengadakan janji dengan siapa sih? pake acara rahasia segala, membuatku penasaran saja."
Tak berselang lama mereka telah sampai di cafe, dan Vina juga sudah sampai bersama dengan orang tuanya. Vina tersentak kaget pada saat melihat Kayla mengajak serta Mickel.
"Astagaaa, Mbak Kayla. Sudah di bilang, nggak usah memberi tahu pada Tuan Mickel. Ini malah di ajak serta kemari," batin Vina.
Hal serupa juga di rasakan oleh Mickel pada saat tahu jika Kayla mengadakan janji dengan Vina dan orang tuanya," untuk apa sih Kayla menemui Vina dan mantan mertuanya? jika tahu seperti ini, aku tidak akan mau ikut dech. Nyebelin banget sih! apakah mantan mertuanya itu ingin supaya Kayla rujuk dengan Alvin? ih nggak banget dech, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"
Mickel sudah salah paham dengan pertemuan antara Kayla dengan Vina dan mantan mertuanya.
__ADS_1
Kayla juga heran melihat kedatangan Vina bersama orang tuanya," kok Vina mengajak orang tuanya sih? aku pikir ingin membicarakan tentang pekerjaannya di perusahaan, Kak Mickel. Kok ini bawa orang tuanya segala?"
Masing-masing bergumam di dalam hatinya, dengan pemikiran masing-masing.
"Mbak Kayla, pasti sedang heran kan? kenapa aku mengajak ayah dan ibu?" ucap Vina.
"Iya, Vina. Mbak pikir kita akan membicarakan tentang pekerjaanmu di kantor suamiku," ucap Kayla.
Vina tersenyum, dan ia pun menjelaskan bahwa sebenarnya yang ingin bertemu dengan Kayla adalah ayah dan ibunya. Hal ini membuat Mickel semakin gelisah, pikiran ia semakin kemana-mana.
"Kayla, kami yang meminta Vina untuk mempertemukan kami denganmu. Yang pertama kami ingin meminta maaf atas kesalahan dan dosa Alvin di masa lalu. Kami telah gagal mendidiknya, hingga Alvin tumbuh menjadi pria yang sombong," ucap Ayah Sugeng.
"Kami juga mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu pada kami dan juga pada Vina. Tuan Mickel, terima kasih ya. Sudah mengizinkan Vina bekerja di kantor anda," ucap Bu Riris.
Kedua mantan mertua Kayla benar-benar malu padanya jika mengingat kesalahan dan dosa masa lalu Alvin. Tetapi Kayla masih mau menolong mereka tanpa ada pamrih sama sekali.
"Ayah-ibu, kejadian itu sudah berlalu begitu lamanya. Dan bahkan sekarang aku sudah bahagia dengan suami dan tiga anak kami. Mulai sekarang Ayah dan ibu nggak usah lagi berpikiran macam-macam. Dan aku menolong Vna juga ikhlas."
Orang tua Vina sudah lega setelah meminta maaf dan berterima kasih pada, Vina. Setelah cukup lama mereka berada di cafe, akhirnya Vina dan orang tuanya berpamitan pulang terlebih dahulu. Sementara Kayla dan Mickel masih bada di cafe tersebut.
"Sayang, aku minta maaf ya? sempat berpikiran negatif dengan bertemunya kamu dengan mantan mertuamu."
Mickel menggenggam kedua tangan istrinya.
Kayla mengernyitkan keningnya," memangnya apa yang telah di pikirkan olehmu, Kak Mimi?"
Mendadak raut wajah Mickel merona merah, dia malu mengatakan pada istrinya.
"Hayo, katakan dong Kakak Mimi!"
Mickel dengan malu mengatakan bahwa dirinya sempat berpikir bahwa mantan mertua Kayla menginginkannya rujuk dengan Alvin.
Kayla terkekeh," astaghfirullah aladzim, Kak Mimi. Kita ini sudah tua, untuk apa juga Kakak berpikir seperti itu. Suami satu saja nggak habis-habis. Kita juga sudah punya tiga anak juga."
__ADS_1