
Mickel dan Kayla telah sampai di warung makan milik Rindi. Iapun segera mencari keberadaan Rindi yang saat ini sedang sibuk di dapur warung untuk mengolah sebuah menu masakan.
"Mah-pah, cuma berdua saja?" sapa Rindi.
"Nggak, kami datang kemari bersama dengan Sandy. Saat ini Sandy berada di rumahmu sedang bermain dengan Airin," ucap Kayla.
Rindi merasa curiga melihat tatapan dari Kayla yang terlihat jelas penuh dengan rasa penasaran. Didalam hati pun ia bergumam," sepertinya ada yang ingin ditanyakan oleh Mamah Kayla."
"Rindi, mamah tahu pasti saat ini kamu sedang bertanya-tanya di dalam hatimu bukan? memang mamah datang kemari karena ada yang ingin ditanyakan padamu," ucap Kayla tahu saja apa yang sedang di pikirkan oleh Rindi.
__ADS_1
Rindi pun heran, karena Kayla selalu tahu apa isi hatinya," bukan cuma orang lain yang selalu mudah ditebak isi hatinya. Tetapi aku juga seperti itu. Apakah memang Mamah Kayla memiliki indera keenam ya?"
Kayla senyam senyum melihat sikap diam Rindi," ya ile, malah jadi diam. Rindi, tadi Airin mengatakan bahwa Hendrik sedang mencari Kirana. Lantas apakah kamu tahu kemana Hendrik mencari Kirana? karena semua permukiman warga yang ada di sekitar pesisir laut sudah dijelajahi."
Rindi agak sedikit kesal pada Airin," Berapa kali aku berbicara pada Airin untuk jangan ceplas ceplos dalam berkata, tetapi kok susah sekali ya? harus bagaimana lagi aku menasehati Airin?"
Kayla tersenyum," kamu nggak perlu marah pada Airin, karena ia masih anak kecil yang memang masih polos dan mengatakan apa yang ia dengar sendiri. Makanya kalau bisa, jika ada hal penting yang menurutmu itu rahasia jangan dikatakan dihadapan Airin."
Rindi tersipu malu," hhee iya mah maaf. Memang benar yang Airin katakan jika saat ini Mas Hendrik sedang mencari Kirana. Ia sedang mencari di hutan-hutan sekitar pesisir pantai dimana pesawat terbang itu jatuh."
__ADS_1
Kayla terperangah," hutan, jadi Hendrik mencari Kirana di hutan? kok dia nggak pamit dulu sama mamah dan papah sih? kamu juga kenapa pula nggak memberi tahu pada kami?"
Kayla sedikit kesal pada saat mendengar perkataan dari Rindi, yang merahasiakan kepergian Hendrik ke hutan. Tetapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkan kemarahan dirinya dihadapan Rindi, karena nggak enak juga.
Rindi juga sebenarnya nggak enak karena dirinya tidak jujur pada keluarga Hendrik," sekali lagi aku minta maaf ya Mah-pah, bukan maksudku berbohong atau menutupi hal ini. Tapi aku melakukan hal ini juga karena Mas Hendrik yang melarangnya. Aku tahu maksud Mas Hendrik itu, khawatir Mamah tidak mengizinkan dirinya atau khawatir mamah cemas padanya di tengah kondisi Mamah yang belum sehat betul. Tolong jangan marah ya mah."
Rindi menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Ya mamah mengerti, tapi itu bukan alasan yang tepat. Bagaimana pun, kalian seharusnya tidak menyembunyikan hal ini. Seharusnya jujur," ucap Kayla yang masih agak sedikit kesal.
__ADS_1
"Sudahlah mah, nggak usah seperti itu. Papah paham kok dengan apa yang dilakukan oleh Hendrik. Sebaiknya kita berdoa saja supaya Hendrik dan timnya dalam kondisi baik-baik saja, dan sehat selalu. Dan yang paling utama lekas bisa menemukan keberadaan Kirana," ucap Mickel mencoba turu serta memberikan pengertian pada Kayla.
Karena ya sangat paham dengan raut wajah KaYla saat ini sedang kesal dengan ketidak jujuran Rindi dan Hendrik.