
Hati Hendrik lega karena telah mendapatkan restu dari mantan ibu mertuanya, ia juga tidak lupa ke makam Almarhumah Mey untuk meminta izin dan meminta restu padanya.
Saat itu juga Hendrik dan keluarganya pamit, Hendrik juga mengatakan kepadanya keluarganya jika dirinya akan ke makam Almarhumah Mey sejenak," mah-pah, nggak apa-apa kan kita ke makam Almarhumah Mey terlebih dahulu?"
"Ya Hendrik, nggak apa-apa kok. Kami tahu kok jika kamu akan meminta izin terlebih dahulu kepada almarhumah Mey bukan?" ucap Kayla.
"Iya mah, benar sekali."
Hendrik melajukan mobilnya menuju ke makam Almarhumah Mey, dan setelah sampai mereka sejenak bersama-sama mengirim doa. Barulah setelah itu Hendrik mengatakan di depan makam Almarhumah Mey tentang dirinya akan menikah lagi.
*******
Satu Bulan Kemudian...
__ADS_1
Acara ijab qobul pun di selenggarakan dan dihadiri oleh beberapa saksi serta semua anggota keluarga Hendrik dan juga keluarga mantan ibu mertua Hendrik.
Acara ijab qobul berjalan lancar, tidak ada halangan apapun. Bahkan setelah acara ijab qobul tersebut, Airin langsung memeluk Hendrik," asikkkkk ... sekarang aku sudah punya ayah...horeeee...."
Betapa bahagianya Airin mengetahui jika Hendrik sudah menjadi Ayahnya.
"Ya Airin, sekang kamu jangan memanggil kakak lagi tanpa ayah ya?" pinta Hendrik menatap lekat wajah mungil Airin seraya tersenyum.
Didalam hati Rindi juga merasa sangat senang," alhamdulillah ya Allah, aku melihat kebahagiaan terpancar jelas pada wajah anakku. Semoga kebahagiaannya terus ia rasakan selamanya. Dan semoga rumah tanggaku dengan Mas Hendrik juga langgeng selamanya. Walaupun aku tahu, didalam hatinya belum ada rasa cinta sedikitpun padaku, seperti halnya dengan diriku juga merasakan hal yang sama. Aku dan Mas Hendrik, sama-sama melakukan semua ini demi kebahagiaan Airin. Karena aku sadar, Airin sudah begitu dekat dengan Mas Hendrik bahkan sudah seperti ayah kandungnya sendiri," batin Rindi.
Setelah pernikahan, Hendrik yang turut serta tinggal di rumah Rindi sesuai kemauan Rindi. Karena ia tetap ingin membuka warungnya walaupun sudah menikah.
Hendrik pun tidak keberatan dengan keputusan Rindi. Ia sama sekali tidak ingin mengekang kebebasan Rindi walaupun sudah menjadi istrinya. Hanya satu keinginan dari Hendrik yakni busa selalu dekat dengan Airin.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah, walaupun aku tidak cinta sedikitpun pada Rindi. Entah kenapa ada rasa bahagia dan tenang serta nyaman dan lega pada saat aku sudah sah menjadi suami rindi. Dengan begini aku sudah tidak kesulitan lagi jika ingin bersama dengan Airin. Bahkan aku sekarang ini sudah dekat dengan Airin,* gumamnya didalam hatinya.
Kayla dan Mickel saling berpandangan karena melihat sepasang suami istri yang baru saja sedari tadi hanya diem saja. Sementara saat ini Airin sedang bermain bersama dengan Kirana. Hendrik tidak sadar jika sudah beberapa saat Airin berlalu dari hadapannya.
"Waduh-waduh.... pengantin baru kok serentak bengong saja sih? apa yang sedang kalian pikirkan sih?" tegur Kayla terkekeh.
"Mungkin mereka sedang memikirkan malam pertama atau honeymoon," oceh Mickel dan tiba-tiba Kayla menyikut lengannya seraya melirik sinis.
Hendrik dan Rindi pun sama-sama menatap kearah Kayla dan Mickel.
"Mamah dan Papah ngomong apaan sih, kami sedang tidak berpikir yang aneh-aneh kok, ya kan Rindi?" ucap Hendrik meminta pembelaan Rindi.
"Ya benar sekali Mas Hendrik," ucap Rindi sekenanya.
__ADS_1