Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Kayla Sang Penolong


__ADS_3

Melihat hal itu sontak saja Kirana merasa kesal dan ia pun segera mendekatinya walaupun sudah di larang oleh Kayla," Kirana jangan, berbahaya! mereka berdua dan badannya kekar, sementara kamu seorang diri dan cuma seorang wanita."


"Mah, jangan meremehkan kekuatan seorang wanita. Dan jangan pula melihat dari postur tubuh mereka. Itu sama sekali tidak membuatku gentar," ucap Kirana seraya melangkah mendekati Desi yang sedang di cekal kedua preman tersebut.


"Heh, minggir kamu! nggak usah turut campur dengan urusan kami!" bentak salah satu preman.


Tetapi tidak lantas membuat Kirana takut, ia tetap saja menghadang dua preman tersebut. Hingga dua preman tersebut geram dan mengajak Kirana berduel.


Hingga pada akhirnya terjadilah baku hantam antara Kirana dan dua preman tersebut. Hal ini membuat Desi merasa khawatir pada Kirana yang harus menghadapi dua preman anak buah ayahnya.


"Hentikan! tolong hentikan!"


teriak Desi ketakutan melihat baku hantam tersebut.


"Hay kalian berdua, tolong hentikan! katakan saja pada ayah dua hari lagi aku akan pulang!" teriak Desi lagi.


Kali ini dua preman tersebut menghentikan penyerangan terhadap Desi. Dan salah satu preman tersebut berkata," baiklah Non Desi, kami akan memberi tahu Tuan Aris."


Setelah mengatakan hal itu, dua preman tersebut berlalu pergi. Dan Desi segera menghampiri Kirana yang seusia dirinya.


"Aku Desi, terima kasih ya sudah menolongku."


Desi mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Kirana.


"Namaku Kirana, jadi kamu telah mengenal kedua orang tersebut?" Kirana menerima jabatan tangan dari Desi.


Sejenak Desi terdiam tertunduk lesu," iya Kirana, aku mengenal kedua preman tadi."


Tanpa ada rasa sungkan sedikit pun Desi menceritakan semuanya kepada Kirana di hadapan Kayla.

__ADS_1


"Jadi kamu akan dijodohkan dengan pria tua, demi kelangsungan perusahaan ayahmu? sebenarnya ini bukanlah suatu alasan yang etis, karena sekarang bukan zamannya lagi Siti Nurbaya yang bertumpu pada perjodohan," ucap Kirana.


"Aku juga berpikiran sama sepertimu Kirana, makanya aku kabur dari rumah. Padahal aku sudah mengatakan kepada ayah, bahwa aku bisa bekerja untuk membantu mengumpulkan dana guna kelangsungan perusahaan ayah. Tapi ayah mengatakan bahwa itu akan terlalu lama. Tetapi berbeda jika aku bersedia menikah dengan pria tua itu, perusahaan ayah akan mendapatkan suntikan dana secara langsung dalam waktu itu juga."


Kayla tersenyum," Nak Desi, boleh Tante tahu? perusahaan ayahmu bergerak di bidang apa? dan berapa dana yang di butuhkan oleh ayahmu?"


Desi pun bercerita tentang perusahaan ayahnya secara mendetail kepada Kayla dan Kirana. Juha tentang dana yang dibutuhkannya saat ini bukanlah sedikit jumlahnya.


"Baiklah, nanti Tante akan bicarakan hal ini dengan anak sulung Tante yang kebetulan bekerja di perusahaan yang bergerak sama seperti Perusahaan ayahmu. Besok Tante kabari lagi ya, tapi tolong jangan ke rumah ayahmu dulu ya. Karena Tante akan berusaha membantu menyelesaikan permasalahan ayahmu, supaya kamu tidak perlu menikah dengan pria tua," ucap Kayla.


Desi sangat setuju, ia begitu lega karena ada seseorang yang bersedia menolong dirinya dari permasalahan tersebut," sebelumnya aku ucapkan terima kasih ya Tante."


Kayla tersenyum," tak usah mengucapkan terima kasih. Belum juga tante membantu Ayahmu."


Tetapi Desi sangat beruntung," sama saja Tante, karena walaupun baru akan menolong itu merupakan keberuntungan bagiku."


Desi dan Kirana saling bertukar nomor telepon, dan setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing.


Hal serupa juga sedang di bicarakan oleh Kirana dan Kayla di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang ke rumah.


"Apakah mamah yakin akan menolong Desi? dana yang dibutuhkan oleh ayahnya tidaklah sedikit," ucap Kirana tidak yakin.


"Yakin sekali Kirana, nanti kita di rumah membicarakannya dengan papah dan Hendrik juga kamu ya?" ucap Kayla dengan sangat yakin.


Tak berapa lama, sampai juga di rumah. Kayla langsung mengajak Hendrik dan Mickel berdiskusi.


Kayla menceritakan semuanya pada Hendrik dan Mickel. Ada rasa tidak setuju dengan Hendrik," mah, mamah kan baru mengenalnya. Masa iya langsung percaya padanya begitu mudahnya? bisa saja wanita itu cuma menipu."


"Ya mah, uang yang di butuhkan oleh Ayahnya Desi jumlahnya tidak sedikit loh. Jika ternyata hanya sebuah penipuan bagaimana?" ucap Mickel.

__ADS_1


Tetapi Kayla berpegang teguh pada pendirian bahwa Desi saat ini benar-benar butuh bantuan.


"Baiklah, jika Papah dan Hendrik tidak mau membantu ya sudah, mamah tidak akan memaksa. Bagaimana dengan dirimu Kirana?" tanya Kayla.


"Kalau aku ikut mamah saja, aku akan membantunya," ucap Kirana.


"Tetapi apakah kamu ikhas Kirana? bukan karena merasa tidak enak pada mamah," ucap Kayla ragu.


Tetapi Kirana mengatakan bahwa dirinya ikhlas membantu Desi. Hingga akhirnya Hendrik dan Mickel pun turut serta. Mereka sudah tidak menolak lagi.


"Alhamdulillah, selagi kita membantu dengan ikhlas pasti hasilnya baik. Dengan kita bergotong royong, masing-masing membantu senilai satu milyar, itu cukup untuk menyuntikkan dana ke perusahaan Ayahnya Desi," ucap Kayla.


Kayla memang seorang wanita yang suka sekali membantu orang lain walaupun orang itu tidak ia kenal atau bahkan orang itu tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Kayla. Tetapi Kayla sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Setelah mendapatkan kesepakatan, Hendrik-Mickel-Kirana, mereka sepakat menstransfer uang ke nomor rekening Kayla dengan nominal masing-masing satu milyar. Dan Kayla jug akan turut serta membantu senilai 1 milyar.


Setelah terkumpul uang sejumlah empat milyar, Kayla menelpon Desi.


📱" Hallo Desi, ini Tante Kayla.'


📱" Iya Tante, bagaimana? apakah keluarga Tante bersedia membantu saya?"


Sejenak Kayla memberi tahu bahwa, uang yang dibutuhkan untuk menyuntikkan dana ke perusahaan Ayah Desi telah siap. Sontak saja hal ini membuat terharu Desi.


📱"Alhamdulillah, terima kasih Tante Kayla atas segala budi baik tante dan keluarga. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kehidupan kalian semua."


📱"Terima kasih kembali, bagaimana kira-kira jam berapa kami akan menemui papahmu?"


📱"Besok pagi saja tante, kalau hari ini rasanya kurang etis. Karena sudah menjelang Maghrib."

__ADS_1


Hingga didapat kesepakatan, besok pagi Kayla dan Mickel akan menyambangi rumah Desi. Bahkan Kirana juga akan ikut untuk antisipasi jika ada hal yang tidak di inginkan.


Sementara di rumah Aris, ia begitu marah besar," kurang ajar! aku telpon dirijek oleh Desi. Aku hanya ingin memastikan apakah memang dalam jangka waktu dua hari dia akan pulang? karena batas waktu yang diberikan oleh Tuan Endy hanya satu Minggu. Jika sudah melewati satu Minggu, ia tidak mau membantuku."


__ADS_2