Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Kembali Lagi Kayla Berbuat Baik


__ADS_3

Kayla tersenyum," ya Hendrik, kamu yang hati-hati ya. Besok paginyae pasti mamah dan papah juga akan menengok Airin ke rumah sakit sekalian membawa sarapan untukmu dan Rindi. Kamu mau pesan sarapan apa?"


"Terserah Mamah saja, asal mamah yang masak pasti aku akan makan. Dan satu hal lagi, Mamah bawakan aku kopi spesial ya," ucap Hendrik terkekeh.


Kayla mengangguk seraya mengusap bahu Hendrik," sudah sana, khawatir Airin terjaga dan mencarimu! jangan mengemudi sendiri tapi bawa Mamat atau Mamang!"


"Sudah mah, aku sudah menelpon Mamat pada saat sampai di rumah, dan ia sudah menunggu di dalam mobil," ucap Hendrik.


Hendrik pun lekas melangkah keluar rumah diantar oleh Kayla. Hendrik kali ini membawa sopir pribadi, karena dirinya kurang tidur.


Kayla berdiri diambang pintu rumah menatap kepergian mobil yang ditumpangi oleh Hendrik. Setelah pintu gerbang di tutup kembali oleh seorang security, Kayla melangkah masuk kedalam tanpa lupa mengunci pintu rumah.


Namun pada saat dirinya akan membalikkan badan, tubuhnya menabrak seseorang," astaghfirullah aladzim, Kak Mimi! sejak kapan ada di belakangku? nggak bersuara lagi, kaget tahu!" Imele Kayla seraya beberapa kali mengusap dadanya karena kaget.


"Tiada hari tanpa mengomel, itulah ciri khas istri tercintaku. Aku baru beberapa detik di belakangmu ikutan menatap mobil Hendrik keluar dari pintu gerbang," ucap Mickel terkekeh seraya mencolek hidung Kayla.


"Jika aku tisda hari tanpa mengomel, kamu tiada hari membuatku emosi jiwa dengan segalanyae kekonyolan dirimu, Kak Mimi!" Kayla melangkah pergi begitu saja menuju ke kamar.


Mickel segera menyusulnya," wew... istriku semakin bertambah umur semakin pemarah dech. Tapi anehnya biarpun sering marah, nggak cepat tua tapi wajah tetap awet muda," goda Mickel yang membuat Kayla tersenyum," gombal banget dech Kak Mimi sudah tua tapi tambah genitnya dan tambah gombalnya."


Mickel memang tripikal suami yang suka sekali menggoda isterinya dengan tingkat keisengannya yang bermacam-macam.


"Kakak Mimi, sudah terbangun dari tadi atsu belum lama ini?" tanya Kayla meneguk air putih yang tersedia di dalam gelas yang ada di dalam kamarnya.


"Pada saat terdengar suara mobil Hendrik keluar dari rumah. Aku sempat memanggilmu dan Hendrik tapi tidak ada yang mendengarnya. Wajah kalian terlihat sangat serius. Dan aku mencoba menelpon ponselmu eh sedang di isi daya. Aku telpon ponsel Hendrik juga tidak aktif. Terus aku tidur lagi dech. Begitu terdengar deru mobil masuk, aku bangun lagi. Memangnya kalian darimana dan kenapa juga Hendrik pergi lagi? tadi aku ingin bertanya secara langsung tetapi melihat wajah Hendrikpune dari ambang pintu kamar kita terlihat serius, aku nggak berani," ucap Mickel.


Sejenak Kayla menceritakan semuanya pada Mickel tentang apa yang terjadi pada Airin. Dan tentang ikatan batin antara Hendrik dan Airin yang bergitu kuat.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu nggak mencoba memberikan pengertian pada Hendrik untuk menikahi Rindi saja. Jika mereka sudah ada ikatan pernikahan, secara Hendrik lebih leluasa untuk menjaga bahkan ikut merawatnyai Airin. Toh Airin sudah begitu lengketnya dengan Hendrik. Jadi apa lagi yang dipikirkan?" saran Mickel.


"Hem, sudah terbiasa. Untuk permasalahan seperti ini pasti Kak Mimi memintaku yang bertindak," cebik Kayla.


Mickel memeluk istrinya," ini kan memang sudah menjadi tugasmu. Tugas utamaku ya mencari nafkah dan bekerja di balik layar. Aku yang memberikan saran, kamu yang menyampaikan. Untuk mencari sebuah saran itu tidak mudah. Perlu pemikiran yang teramat rumit dan...


"Stop! aku mau tidur saja, kebiasaan makin kemari bicaranya nggak jelas arah."


Kayla merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


Mickel pun turut berbaring di sampingnya, dan pada saat dirinya memejamkan matanya. Kayla pindah posisi tidur. Ia merebahkan kepalanya di dadakue bidang Mickel. Mickel pun tersenyum sembari tetap terpejam dan satu tangannya mengusap-usap kepala Kayla. Hingga dirinya terlelap tidur nyenyak begitu pulange dengan Kayla.


Sementara saat ini Hendrik sudah sampai di rumah sakit, ia merasa iba menatap Rindi yang tertidur pulas dengan posisi duduk.


"Kasihan sekali Rindi, pasti badannya sakit karena tidur dengan posisi seperti itu."


Saking pulasmy, Rindi sama sekali tidak merasakan jika dirinya di rebahkan di brankar dan juga di selimuti. Sementara Hendrik memilih tidur di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


Semua yang ada di ruangan tersebut tidur dengan pulas, begitu pula dengan Airin. Hendrik dan Rindi terbangun pada saat Kayla dan Mickel datang.


"Astaghfirullah aladzim, sudah pagi."


Rindi celingukan mendapati dirinya ada di atas brankar dengan berselimut.


Segera Rindi bangkit dari brankar, dan pada saat akan segera ke kamar mandi yang ada di ruangan tersebut, Kayla menghentikan langkahnya," Rindi, aku bawakan peralatan mandi dan juga baju untuk ganti. Nggak apa kan, untuk sementara memakai pakaianku?"


Kayla dan menyerahkan tas kecil berisikan pakaian dan juga peralatan mandi pada Rindi.

__ADS_1


"Terima kasih Bu Kayla."


Rindi menerimanya dan ia segera ke kamar mandi yang ada di dalam ruang rawat tersebut.


Didalam kamar mandi, Rindi merutuki dirinya sendiri di dalam hati," ist malunya aku, tidurku biasanya nggak senyenyak ini. Ih tahu-tahu datang Bu Kayla dan juga Pak Mickel. Ya Allah... malunya aku!'


Mickel dan Kayla menghampiri Hendrik. Dan Kayla memberikan baju serta peralatan mandi juga untuk Hendrik," kamu mandi juga gih nanti sehabis Rindie mandi. Ini mamah bawa sarapan untuk kalian berdua dan kamu minum teh hangat dulu!"


"Mah, pesanan kopiku nggak dibuatkan ya?" Hendrik celingukan mencari kopi.


"Ini untuk siang saja jangan minum kopi di pagi hari, ingat penyakit magh kamu. Minum teh ini dan nanti jangan lupa ajak Rindi sarapan. Oh ya, mamah sudah meminta Mamat untuk menjemput Neneknya, pasti ia juga ingin kemari."


Hendrik meminum teh hangat manis buatan Kayla, dan beberapa menit kemudian, ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi setelah Rindi sudah selesai dengan mandi paginya.


"Rindi, duduklah!"


pinta Kayla.


"Minumlah selagi hangat!"


Kayla memberikan satu cangkir teh manis hangat pada Rindi.


"Terima kasih, Bu Kayla."


Rindi menerimanya dan dan meneguk habis teh tersebut.


Rindi merasa tidak enak karena berkali-kali selalu saja merepotkan keluarga Kayla," Bu Kayla-Pak Mickel, saya mohon maaf terus menerus merepotkan keluarga kalian. Dan terima kasih atas budi baik kalian."

__ADS_1


Kayla tersenyum mendengar kata-kata Rindi," tak perlu minta maaf. Karena kita sudah menganggapmu dan Airine serta mantan ibu mertuamu layaknya saudara. Tidak ada istilah di repotkan, yang namanya saudara ya saling tolong menolong."


__ADS_2