
Setelah selesai urusan Derry, barulah Kayla kembali ke rumah bersama dengan Mamang. Mickel sudah menunggu di teras halaman," mamah dari mana saja sih? papah sempat khawatir dan menelpon Mamang. Sudah dibilang supaya kemana-mana sama papah, eh malah ngacir sendiri tanpa berpamitan sama papah pula."
Ocehan Mickel dibalas dengan senyuman dari Kayla," maafkan aku pah, tadi aku buru-buru hingga melupakan hal itu."
Mendengar kata lupa, bibir Mickel langsung manyun," astagaaa kok bisa melupakanku sih? bahaya banget dech."
"Sudahlah pah, nggak usah ngambek seperti anak remaja saja. Yang terpenting aku tidak apa-apa dan sudah selamat sampai di rumah. Nggak usah memperpanjang sesuatu yang seharusnya bukan sebuah masalah. Nggak usah di buat permasalahan baru."
Kayla pun menceritakan tentang semuanya apa yang barusan ia lakukan
supaya Mickel berhenti ngoceh. Jika sudah mendengar cerita Kayla, barulah Mickel diam dan nggak protes lagi.
"Ooohhh jadi seperti itu? aku rugi mah, karena nggak ikut aksi penyelamatan terhadap pemuda itu," ucapnya manyun lagi.
"Rugi bagaimana? aneh saja kalau bicara dech," Kayla memicingkan alisnya karena Mickel suka berkata tidak jelas.
Mickel merasa rugi karena tidak turut serta dalam membantu Kayla. Ini suatu kesempatan untuk berbuat baik dan menambah points kebaikan.
"Mah, kita sudah tua dan seharusnya memperbanyak berbuat baik ya kan? jelas rugi dong Papahnya," ucapnya manyun.
Kayla justru berlalu pergi dari hadapan Mickel, karena ia tidak ingin mendapatkan protes dari suaminya tersebut.
Pada saat Kayla ada di dalam kamarnya, barulah dia ingat Derry," astaghfirullah aladzim, kenapa aku selalu saja lupa dan lupa ya?" Kayla menepuk jidatnya sendiri.
Bahkan sekarang ia juga ingat bahwa ia pernah melihat Derry di album foto kenangan semasa SLTA Kirana," Derry kan mantan kekasih Kirana dimana anakku juga sedang ingin bertemu dengannya untuk menyelesaikan kesalah pahaman dimasa lalu. Aku harus bantu anakku bertemu dengannya. Kebetulan aku sudah tahu dimana saat ini Derry tinggal."
Rasa antusias kini sedang menyelimuti diri Kayla, karena ia sangat yakin Kirana akan segera bersatu dengan kekasih dimasa lalunya," wahhhhh belum apa-apa aku sudah senang seperti ini. Apa lagi jika benar aku sudah berhasil menyatukan Derry dan Kirana, rasa bahagia ini tiada tara."
Sejenak Kayla terdiam dan ia pun memejamkan matanya sambil jari telunjuk di ketuk-ketukan di keningnya sendiri. Ia sedang berpikir bagaimana caranya untuk mempertemukan kembali Kirana dengan Derry.
"Astaghfirullah aladzimmmmmmmm!"
__ADS_1
Kayla tersentak kaget ia pun menghela napasnya seraya mengusap dadanya, pada saat dirinya membuka mata tiba-tiba di depan matanya persis, sudah ada Mickel," nggak usah bercanda seperti ini Pah, kaget tahu! kalau mamah punya riwayat penyakit jantung bagaimana coba?"
Mickel menangkupkan kedua tangannya di dada seraya cengengesan," hheeee....maafkan aku cintaku sayangku pujaan hatiku dambaanku segalanya bagiku."
Bukannya Kayla bertambah senang, ia malah semakin kesal saja," nggak lucu tahu. Pah, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi tolong yang serius ya dalam menanggapi. Intinya untuk kasus yang satu ini tidak ada istilah bercanda loh ya. Karena ini menyangkut dengan Kirana, dan Papah sudah paham bukan dengan sifat Kirana?"
"Kasus, memangnya Kirana tersandung sebuah kasus apa? waktu itu Sandy terkena kasus, sekarang Kirana. Berarti aku harus menghubungi Beno lagi? kasusnya apa sih mah?" tanya Mickel begitu serius.
Kirana pun menceritakan apa yang waktu itu belum ia ceritakan pada Mickel pada saat suaminya bertanya tentang kegelisahan Kirana. Dan kini ia menceritakan sedetail mungkin tentang Kirana dan Derry.
"Oooohhhhh...."
Mickel melongo sambil manggut-manggut.
"Oooooo bulat!" oceh Kayla terkekeh.
Mickel sangat setuju jika Kayla menginginkan Kirana bisa bersatu dengan cinta dimasa SLTAnya. Ia pun memberikan dukungan sepenuhnya dan ikut mencari cara yang jitu untuk bisa mempertemukan dan bahkan menyatukan Kirana dan Derry lagi.
"Nanti mamah yang bertemu dengan Derry. Dan aturlah bagaimana caranya supaya Derry bisa datang ke cafe tersebut."
Kayla pun mengacung kedua Ibu jarinya yang menandakan jika dirinya sangat setuju dengan ide tersebut," top markotop suamiku tercinta. Good idea."
Saat itu juga suami istri yang sudah tidak muda akan tetapi awet mudah ini berdiskusi untuk mengatur tempat, tanggal, waktu, dan jam nya. Mereka pun sepakat hari Minggu akan di lakukan ide tersebut.
Hari yang telah di tunggu oleh Kayla dan Mickel segera datang. Untung saja waktu itu Kayla sempat meminta nomor ponsel Derry. Hingga ia tidak perlu datang ke rumahnya, hanya lewat ponsel saja.
📱"Nak Derry, Maaf Tante mengganggu waktunya sebentar. Tante butuh pertolongan dan saat ini Tante ada di sebuah cafe yakni cafe A yang terletak dekat dengan pusat perbelanjaan. Cepat datang ya!"
Setelah mengatakan seperti itu, Kayla langsung menutup panggilan teleponnya, karena ia tidak ingin jika Derry bertanya mendetail yang hanya akan menyita waktu.
"Ada apa ya dengan Tante Kayla? dari nada bicaranya kok membuatku khawatir. Jika begini aku harus segera ke lokasi yang barusan Tante Kayla beri tahu."
__ADS_1
Saat itu juga Derry gugup dan melajukan mobilnya arah cafe yang di tunjukkan oleh Kayla.
Sementara saat ini Mickel sudah ada di cafe tersebut dan ia sedang duduk di kursi yang telah ia pesan untuk Kirana dan Derry.
📱"Kirana bisa tolong Papah nggak? tolong jangan bilang apa-apa pada Mamah karena Papah nggak ingin mamah khawatir."
📱"Memangnya ada apa dengan Papah sih? kok aku jadi ikut khawatir seperti ini?"
📱"Papah nggak bisa jelaskan. Cepat datang saja ya. Lokasi Papah saat ini ada di sebuah cafe A, di meja nomor satu."
Tanpa pikir panjang lagi, Kirana segera pergi dari rumah dengan melajukan mobilnya menuju ke cafe A. Di dalam hatinya gelisah," semoga papah tidak apa-apa. Maaf ya mah, aku nggak pamit
Karena aku tidak ingin mamah penasaran dan bertanya banyak hal padaku.'
Tak berselang lama, Kirana telah sampai terlebih dahulu di cafe tersebut. Sedangkan Derry belum juga terlihat batang hidungnya.
Kirana lekas menelpon Mickel, untuk memastikan dimana Mickel sasat ini berada. Setelah itu dia pun mencari keberadaan Mickel. Dan setelah bertemu, Kirana bertanya," ada apa sih Pah?"
"Duduklah dulu!" pinta Mickel.
Sementara, kini mobil yang dikemudikan oleh Derry juga sudah sampai di parkiran cafe tersebut.
Dia pun segera berlari ke arah cafe dan segera mencari meja pesanan yang diberi tahu oleh Kayla.
Dan dia mendapati sudah ada seorang pria yang tidak muda lagi segera duduk. Sementara Kirana duduk membelakangi, hingga yang terlihat oleh Derry adalah punggungnya saja.
"Maaf om, anda salah tempat duduk ya?"
tegur Derry pada Mickel.
Mendengar suara tersebut, tiba-tiba Kirana salah tingkah tapi merasa berbunga-bunga. Di dalam hatinya protes," suaranya mirip sekali dengan Derry. Jika saja memang Derry, aku akan sangat bahagia."
__ADS_1
Kirana penasaran dengan sumber suara tersebut, ia pun menoleh. Dan seketika itu juga matanya membola, lidahnya tercekat. Hal yang sama juga dirasakan oleh Derry.