Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Prosesi Pertunangan


__ADS_3

Saat itu juga Hendrik bangkit dari duduknya dan melangkah pergi. Sedangkan Ayu melangkah masuk untuk menemui Naya yang ada di ruang tengah melihat acara televisi.


"Mah, seharusnya jaga amarah mamah. Dan jangan di tunjukkan di hadapan, Mas Hendrik. Itu sama saja menjatuhkan harga diriku, mah."


Naya mematikan acara televisinya," apa kamu bilang? mamah menjatuhkan harga dirimu di hadapan Hendrik? apa Mamah nggak salah dengar, kamu malah menasehati Mamah, bukannya meminta maaf. Ternyata kamu belum sepenuhnya berubah ya, Ayu!"


'Mah, bukan begitu maksudku. Aku minta maaf, aku salah sama mamah. Maksudku, mamah boleh marah padaku dan berbicara banyak hal, tetapi nanti setelah Mas Hendrik sudah pulang. Jika seperti ini citraku di hadapannya jadi buruk, Mah. Ya sudah dech, ngga apa-apa. Tadi Mas Hendrik, berpamitan pulang." Naya berlalu pergi dari hadapan Naya.


Naya hanya diam saja, tetapi di dalam hatinya bergumam," kenapa sifat Mas Alvin menurun pada diri Ayu ya? persis sekali tidak ada yang di buang sama sekali."


Naya sebenarnya juga ingin bertanya banyak hal pada Hendrik, tetapi gara-gara marah hingga semua terbengkalai begitu saja.


Beberapa hari kemudian....


Hendrik dan keluarganya sudah siap akan ke rumah Ayu. Bahkan membawa banyak barang hantaran prosesi pertunangan.


Naya dan Ayu juga sudah siap, di rumah dengan menyajikan berbagai kue dan masakan. Bahkan mengundang beberapa tetangga serta RT setempat.


"Ayu, kamu kenapa gelisah seperti itu?" Naya melihat anaknya mondar-mandir terlihat sangat wajahnya panik dan gelisah.


"Entah, mah. Tiba-tiba kok perasaanku nggak enak seperti ini," ucap Ayu.


Naya tersenyum," mau pertunangan seharusnya itu senang dan selalu tersenyum, ini kok malah seperti ini."


Naya meninggal Ayu, ia melangkah ke kamarnya karena merasakan mulas perutnya.


Setelah menunggu beberapa saat....


Datanglah mobil rombongan dari keluarga Hendrik. Ayu segera menyambut kedatangan mereka.


"Ayu, mana mamahmu?" Kayla celingukan mencari mamahnya Ayu.


"Mari Tante, semuanya. Masuklah dulu, kebetulan Mamah sedang ada di toilet."

__ADS_1


Hendrik dan orang tuanya serta kedua adiknya masuk dan duduk di ruang tamu. Begitu pula para tetangga dan juga pak RT sudah terlebih dulu stand by di ruang tamu.


Ayu segera menyusul Naya yang sedang berada di dalam toilet kamar," mah, tamunya sudah pada datang semuanya. Mamah masih berapa lama lagi sih?"


"Sudah selesai kok, ini mau keluar."


Muncullah Naya dari balik pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan menggandeng lengan Ayu," jangan manyun seperti itu. Mamah mendadak mules sekali, jadi langsung ke kamar mandi."


Ibu dan anak ini segera melangkah ke ruang tamu. Kebetulan juga Kayla sedang berada di pelataran rumah, ia sedang melihat pohon-pohon yang rindang milik para tetangga.


Naya menyalami semua anggota keluarga Hendrik, dan ia celingukan mencari keberadaan Kayla," mamahmu mana, Nak Hendrik? apakah tidak ikut?"


"Ikut Tante, itu sedang ada di pelataran rumah. Biasa mamah suka banget dengan pepohonan yang rindang, ia suka menatap pohon-pohon," Hendrik menunjuk ke arah Kayla yang hanya terlihat punggungnya saja.


Naya pun memutuskan untuk mendekati Kayla bersama dengan Ayu.


"Tante, ini mamah aku. Maaf ya, tadi ke kamar mandi dulu."


Ayu mencolek bahu Kayla, hingga Kayla pun menoleh. Ia begitu tersentak kaget pada saat melihat seseorang yg tak asing lagi.


"Kayla?"


"Wahhhh...serba kebetulan ya, jadi tante dan Mamah sudah saling kenal ya?" Ayu begitu sumringah melihatnya.


Tetapi tidak dengan Kayla, ia begitu kesal dan kecewa ternyata Ayu adalah anak dari Naya. Di dalam hatinya bergumam," pantas saja waktu itu aku berpikir, aku seperti tidak asing lagi dengan wajah Ayu. Ternyata wajahnya sangat mirip dengan, Naya!"


"Kayla, apa kabarmu? sudah sekian lama kita tidak bertemu ya?" Naya tersenyum ke arah Kayla seraya mengulurkan tangannya.


Tetapi Kayla tak merespon sama sekali, ia justru melangkah pergi begitu cepatnya meninggalkan Naya dan Ayu.


"Mah, ada apa ini sebenarnya? kenapa Tante Kayla seperti benci sekali pada, mamah?"


Naya tidak bisa berkata, dia justru melangkah menyusul Kayla," Ya Allah, bagaimana ini? aku tidak menyangka jika ternyata Hendrik anak dari Kayla."

__ADS_1


Naya sangat gelisah, ia memikirkan nasib Ayu. Di dalam hatinya sudah berfirasat buruk tentang prosesi pertunangan Hendrik dan Ayu.


Kayla tiba di hadapan keluarganya," Pah-hendrik-anak-anak, ayok kita pulang sekarang juga! tidak ada yang namanya pertunangan! Hendrik, kamu cari wanita lain saja, jangan dengan Ayu, mamah tidak setuju! penjelasannya nanti di rumah, nggak enak di sini banyak orang! pah, cepat bangun! Hendrik ayok pulang! mamah tunggu kalian di mobil!"


Kayla melangkah cepat, pada saat ia akan ke arah mobilnya, Naya mencekal lengannya," Kayla, tunggu! jangan seperti ini."


"Aku minta maaf atas segala kesalahan masa laluku, tolong jangan kamu hukum aku dengan berbuat seperti ini pada anakku."


Naya menangkupkan kedua tangannya di dada.


Ayu merasa heran, begitu juga dengan Mickel dan ketiga anaknya.


"Lepaskan tanganmu! sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan dirimu, apalagi dulu kamu tidak ada rasa terima kasih pada saat aku menolong proses melahirkan anakmu. Sudahlah, batalkan saja prosesi pertunangan ini! aku tidak rela anakku kelak menjadi suami dari seorang mertua mantan pela.....


"Kayla, tolong jangan katakan hal itu di hadapan banyak orang. Sama saja kamu akan mempermalukan anakku. Karena ia tidak pantas menerima hukuman dari kesalahanku," pinta Naya


Ayu semakin tidak mengerti," mah-tante, sebenarnya kalian ada permasalahan apa? tante, kenapa marah besar seperti ini?"


"Tanya saja sama mamahmu itu! ayok semuanya cepat masuk ke dalam mobil, kenapa malah bengong saja sih!"


Mickel pun mengajak ketiga anaknya masuk ke dalam mobil. Hendrik sebenarnya tidak rela, prosesi pertunangan gagal begitu saja. Hanya saja ia juga penasaran kenapa juga, Kayla begitu marah pada saat melihat Naya.


Mickel lekas melajukan mobilnya arah pulang, walaupun di dalam hatinya ia masih penasaran dengan sikap istrinya yang tiba-tiba murka di rumah Ayu.


Hal serupa juga dirasakan oleh ketiga anaknya, yang beberapa kali saling berpandangan satu sama lain. Mereka sangat penasaran dengan sikap Kayla tersebut.


Seperginya mobil dari calon kekasihnya, Ayu pun menatap tajam ke arah Naya.


"Mah, coba jelaskan ada apa dengan semua ini?"


"Nanti Mamah akan jelaskan, sebaiknya kita ke rumah dulu untuk memberitahu pada Pak RT dan para tetangga jika proses pertunangan di tangguhkan terlebih dahulu."


Naya melangkah ke arah rumah, dengan sangat malu ia meminta maaf kepada para tetangga dan pak RT jika acara pertunangan di batalkan dan akan di lakukan lain waktu.

__ADS_1


Semua merasa kecewa dan berlalu pergi dengan saling berbisik-bisik satu sama lain.


__ADS_2