Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Permintaan Maaf


__ADS_3

Sejak saat itu, Usna bekerja di rumah baru Kayla yang letaknya tak jauh dari rumah kontrakan yang ia tempati. Bahkan sekarang ia tidak bisa berkutik sama sekali karena Kayla benar-benar memerintah orang untuk selalu mengawasi kinerja Usna. Bahkan bukan cuma satu orang saja yang di tugaskan untuk mengawasi kinerja Usna, melainkan ada dua orang sekaligus.


Oddy terus saja merasa nggak enak hati kepada Kayla hingga di saat libur kantor, ia datang ke rumah Kayla untuk meminta maaf. Kayla heran melihat kedatangan Oddy," Oddy, ada perlu apa ya? kebetulan Om Mickel sedang keluar dengan Sandy," tanya Kayla yang merasa heran melihat kedatangan Oddy.


"Maaf Tante, aku kemari memang ingin bertemu dengan Tante," ucap Oddy agak sedikit ragu.


"Denganku, baiklah duduklah!" Kayla merasa penasaran juga kenapa Oddy ingin bertemu dengannya.


Setelah Oddy merasa nyaman duduk, ia pun segera mengutarakan maksud kedatangan dirinya," Tante, aku kemari ingin meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh ibuku. Aku juga tidak tahu lagi harus bagaimana caraku untuk merubah tabiat buruk ibu. Aku ingin pergi dari ibu tetapi tidak tega, bagaimana pun ia ibuku. Tetapi aku harus turut menanggung malu atas perbuatan buruk yang ibu lakukan."


Oddy terus tertunduk, ia bahkan tidak berani menatap ke arah Kayla.


Hal ini tentu saja membuat Kayla iba," Oddy, Tante sudah melupakannya lagi pula itu sudah berlalu beberapa hari, dan Tante juga sudah memberikan hukuman yang setimpal pada ibumu. Waktu itu kamu juga sudah meminta maaf, jadi tak perlu lagi mengulang permintaan maaf. Cukup satu kali saja kamu meminta maaf itu sudah cukup buat Tante. Sekarang tak usah banyak pikiran, tetapi fokuslah dengan pekerjaanmu saja."


Oddy mengangguk perlahan," terima kasih ya Tante. Ya sudah jika seperti itu aku pamit pulang ya Tante."


Oddy pun melangkah pergi dari rumah Kayla. Karena dia harus segera bekerja. Di sela waktu libur kantor atau sehabis pulang kantor, ia gunakan untuk bekerja sambilan yakni bekerja di sebuah cuci mobil dan motor. Karena untuk makan dia sehari-hari.


Jika ia tidak mempunyai pekerjaan sambilan, ia tidak akan bisa makan setiap hatinya. Karena ia baru bekerja beberapa hari saja di kantor Mickel.


"Aku harus lebih bersemangat bekerja. Aku berniat gaji pertamaku akan aku gunakan untuk uang muka kendaraan bermotor. Karena aku lelah juga setiap hari harus jalan kaki jika kemana-mana karena aku nggak punya uang. Udang dari pekerjaan sampingan hanya bisa aku gunakan untuk makan saja," gumamnya di dalam hati.


Tak berapa lama Oddy telah sampai di tempat kerjanya untuk mencuci mobil dan motor.


"Oddy, cepat! jalan kok seperti siput, cepat kemari ada pekerjaan untukmu!" teriak pemilik usaha cuci mobil dan motor tersebut.


Dengan langkah cepat, Oddy segera menghampiri bosnya. Dan ia segera melaksanakan tugas dari bosnya. Tanpa membantah, ia segera mencuci mobil yang di perintahkan oleh bosnya tersebut.


Satu Jam Kemudian....

__ADS_1


Pemilik mobil tersebut sudah datang, ia kaget pada saat melihat Oddy sedang mencuci mobil yang lainnya.


Ternyata pemilik mobil yang sebelumnya adalah Mickel. Ia melangkah mendekati Oddy bersama dengan Sandy.


"Oddy, hari libur kok kamu disini?" Mickel menegur Oddy yang sedang fokus mencuci mobil yang kedua.


Oddy pun tersentak kaget pada saat mendengar teguran yang tak asing lagi baginya. Ia pun menoleh ke arah sumber suara," Om Mickel kok ada disini?"


Oddy justru balik bertanya.


"Om mau ambil mobi om yang dicuci disini. Itu mobil om, apakah kamu yang mencucinya?" tanya Mickel.


Sejenak Mickel meminta izin pada bos dimana Oddy bekerja. Ia ingin sejenak bercengkrama dengan Oddy. Untung saja bos tersebut baik hati karena ia ternyata teman Mickel juga.


"Oohhh kamu kenal Oddy, Mickel? ya sudah sana kalian bercengkrama dulu, tetapi jangan lama-lama ya Mickel karena Oddy harus segera bekerja kembali," ucap bos pemilik usaha cuci mobil dan motor tersebut.


Mickel tidak menyia-nyiakan waktu


"Maaf om, uang yang diberi oleh om. Sudah dihabiskan oleh ibu waktu itu juga. Makanya aku nggak ada uang untuk makan hingga aku setiap hari bekerja sambilan. Jika aku berangkat ke kantor, aku bekerja disini sepulang dari kantor," ucap Oddy menjelaskan.


"Astaghfirullah aladzim, kenapa kamu tidak mengatakan sejujurnya pada om hingga om bisa bantu kamu," ucap Mickel merasa iba pada Oddy.


Oddy tersenyum," sengaja om, karena aku dan ibu sudah banyak merepotkan om dan Tante Kayla. Nggak apa-apa kok om, yang penting halal."


Selagi mereka asik bercengkrama, datanglah satu mobil lagi. Seorang wanita keluar dari mobil tersebut dan menghampiri Mickel dan Sandy yang sedang bercengkrama dengan Oddy.


"Pah, mana kontak mobilku. Sudah bersih kan? ini kontak mobil papah." Kirana memberikan kontak mobil Mickel.


Mereka bertukar kontak mobil," kamu suka seperti ini. Malas mencuci mobil sendiri, giliran sudah bersih kamu ambil lagi."

__ADS_1


Celoteh Mickel menggelengkan kepalanya.


Oddy terus saja mentalis kearah Kirana tanpa berkedip, bahkan hal ini bisa disadari oleh Mickel.


"Oddy, ini anak om yang nomor dua dan yang cowok ini yang bungsu. Om sampai lupa memperkenalkannya."


Kirana dan Sandy berkenalan dengan Oddy. Setelah beberapa menit bercengkrama, Oddy pun berpamitan pada Mickel untuk segera melanjutkan pekerjaannya karena ia tidak enak jika terlalu lama mengobrol.


Sementara Mickel dan kedua anaknya sejuga segera pergi dari tempat cuci mobil dan motor tersebut. Seperginya mereka, Oddy terus saja bekerja tetapi pikirannya tertuju pada Kirana.


"Pantas saja aku nggak memahami mobil yang aku cuci itu punya Om Mickel, ternyata punya Kirana. Baru pertama kalinya aku merasa ada sesuatu yang aneh didalam hatiku ini pada saat melihat Kirana. Apakah ini yang dimakan rasa cinta? karena selama ini aku belum pernah jatuh cinta," batin Oddy.


Beberapa Menit Kemudian...


Mickel dan dua anaknya sudah sampai di rumah. Mickel langsung saja mencari keberadaan Kayla.


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu."


Serentak Mickel dan Kayla berkata bersamaan.


Mickel terkekeh," wah ini yang namanya jodoh ya sayang. Sampai bicara pun serentak. Kamu dulu gih mau bicara apa?"


"Nggak Kak, sebaiknya Kak Mimie dulu yang bicara. Nanti bati aku yang bicara," ucap Kayla.


Belum juga salah satu diantara mereka berkata, tiba-tiba ponsel Kayla berdering yang ternyata telpon dari salah satu anak buahnya yang diperintahkan untuk mewaspadai kinerja Usna.


📱"Hallo Son, ada apa?"


📱"Bu Kayla, bisa datang kemari nggak sekarang juga. Karena ada masalah dengan Bu Usna."

__ADS_1


📱"Baiklah, aku akan segera datang."


__ADS_2