Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Ketidak Jujuran Yang Membuat Kecewa


__ADS_3

"Om, sekali lagi aku minta maaf. Bukan maksudku ingin menutupi semua keburukan ibuku. Tetapi aku pikir, aku bisa merubahnya untuk menjadi seorang yang lebih baik, hingga aku menutupi aib ibuku dari om. Tolong jangan marah, dan maafkan aku om."


Oddy terus saja tertunduk, ia menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Tetapi ternyata ibumu tidak berubah juga bukan? om sempat dengar kamu bertanya padanya tentang uang yang ia gunakan untuk membeli barang-barang. Jika kamu bercerita pada kamu, setidaknya aku dan istriku akan berusaha untuk menyadarkan ibumu," ucap Mickel.


Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia sudah tahu kebenarannya. Tetapi ia sudah terlanjur mengiyakan pesan terakhir dari Almarhum Isal. Jika tidak ia malas untuk membantu seorang wanita yang tamak.


Mickel pun berlalu pergi dari rumah kontrakan tersebut tanpa ada sepatah kata. Ia benar-benar kecewa dengan kenyataan yang ada. Ia pikir Usna tidak seperti yang di informasikan oleh Kayla. Ternyata semua yang dikatakan oleh Kayla benar adanya.


"Aku pikir yang Kayla katakan hanyalah isapan jempol belaka. Kata-kata bohong dari Bu Minah, ternyata memang benar. Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan atau cara mengatasi Usna itu bagaimana? mungkin Kayla tahu cara mengatasi wanita seperti Usna. Semoga saja ada jalan yang terbaik untuk bisa merubah sikap buruk Usna. Secara tidak langsung, aku harus melakukan tugas ini karena aku sudah dititipi Usna dan Oddy oleh almarhum Isal. Mau nggak mau ya harus mau, aku menghadapi masalah pelik ini. Karena yang aku tahu, jika sudah watak tidak bisa di rubah."


Terus saja Mickel bergumam di sela mengemudikan mobilnya arah pulang. Sesampainya di rumah, ia mendapati Kayla sedang menyirami tanaman kesukaannya. Melihat Mickel pulang, ia lekas menghentikan aktifitasnya dan menghampirinya, mencium tangannya dan membawakan tas kerjanya.


Sejenak Mickel duduk di teras halaman, Kayla membungkuk untuk sejenak melepaskan sepatu dan kaos kaki yang dikenakan oleh suaminya.


Setiap hari Kayla melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Dari pagi dam juga sore.


"Mau langsung mandi atau mau minum dulu, Kak?" tanya Kayla.


"Minum saja dulu, karena aku ingin cerita sejenak padamu," ucap Mickel.


Tanpa menunggu Kayla membantu melepaskan jasnya, Mickel melepaskan jas dan kemeja yang ia kenakan. Dan ia hanya mengenakan kaos dalam saja.


Kayla membawa sepatu dan tas kerja Mickel, masuk ke dalam rumah sembari mengambil minuman untuk Mickel.

__ADS_1


Tak berselang lama, datanglah Kayla dengan membawa minuman kesukaan Mickel, secangkir kopi susu.


"Terima kasih sayang, duduklah! karena aku ingin bercerita tentang ceritamu pagi tadi tentang Usna," pinta Mickel.


Kayla segera duduk di samping Mickel," bagaimana? apakah kamu sudah menanyakannya pada Oddy?" tanya Kayla penasaran.


Mickel bercerita semua yang ia dengar secara tidak sengaja pada saat ke rumah kontrakan yang ditempati oleh Oddy dan Usna. Kayla terperangah mendengarnya," astaghfirullah aladzim, jado dos habis belanja banyak barang tapi tidak jujur pada Oddy dari mana ia mendapatkan uang tersebut? jangan-jangan Usna pinjam ke teman atau lebih parahnya ke rentenir."


Mickel berkata," entahlah sayang, karena Usna tidak jujur pada saat Oddy menanyakan hal itu. Aku sedang bingung, apa yang harus aku lakukan dengan sikap Usna ini?"


Mickel menatap sendu kearah Kayla.


Kayla juga sedang turut berpikir apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Usna yang gila belanja.


Mickel tersenyum," subhanallah, inilah yang aku suka darimu sayang. Walaupun kamu terkadang bersikap ketus dan barbar seperti Kirana, tetapi hatimu sangat lembut dan sangat perhatian padaku. Eh bukan cuma padaku, tetapi pada semua orang."


Kayla membalas senyuman Mickel dengan memonyongkan bibirnya, tanpa sepengetahuan Kayla dengan gerak cepat Mickel mengecup bibir Kayla.


"Hestahhhhh....Kak Mimie! ini di teras halaman rumah loh, nanti kalau ada yang melihat bagaimana? gayanya seperti anak muda saja, ingat umur Kak!" oceh Kayla celingukan kesana kemari khawatir ada yang melihat ulah Mickel barusan.


"Hehehe.. habis bibirmu monyong tambah ngegemesin jadi aku sosor saja dech, enyak manis lagi. Jadi adikku bangun, sayang.. hehehe...."


Kayla benar-benar tidak mengerti dengan sikap Mickel, ia menggelengkan kepalanya," astaghfirullah aladzim, anak sudah tiga dan bahkan sudah pada dewasa. Tapi kok Kak Mimie masih aja doyan sih?" ejek Kayla.


Mickel menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dan ia pun menghampiri Kayla dan berbisik," barang enak, nggak akan ada bosannya walaupun sudah tua."

__ADS_1


Kayla terkekeh," ya ampun Kak Mimie!"


Memang seperti itu sifat Mickel, ya tidak pernah terlihat marah. Memang sesekali punya rasa kesal, tetapi itu tidak bertahan lama karena ia cenderung suka sekali bercanda.


Seperti saat ini, dirinya pulang dengan wajah masam memikirkan Usna. Tetapi seketika wajah masam berubah jadi senyuman.


"Sayang, sampai sekarang aku tidak pernah berhenti untuk mengucap rasa syukur. Karena adanya dirimu, hidupku lebih berwarna. Dulu pada saat aku belum bersamamu, aku tidak bisa seceria ini. Aku selalu merasa kesepian, jiwaku hampa, pikiranku terasa kosong. Tidak pernah aku merasakan sebahagia sejak kita menikah."


"Walaupun pernikahan kita kerap kali diwarnai dengan permasalahan, tetapi aku masih bisa tersenyum. Hari-hari lebih berarti."


Kembali lagi Kayla mengerucutkan bibirnya," preeeeetttttt..... gombal!"


Sejenak suami istri yang sudah tidak muda ini bercanda ria bercengkerama panjang lebar. Mereka sejenak melupakan permasalahan tentang Usna.


Mereka tidak pernah terlalu berpikir keras untuk setiap masalah yang sedang mereka hadapi. Selalu saja Kayla yang membuat Mickel tenang hatinya dengan kata-kata positif, bahwa semua pasti akan bisa diatasi, akan ada jalan keluarnya, dan akan segera terselesaikan.


*******


Esok menjelang...


Kayla ingat jika para penghuni kontrakan sudah waktunya untuk bayar kontrakan. Hingga ia pun memutuskan untuk menyambangi usaha kontrakannya. Ada dua puluh rumah kontrakan miliknya dan masing-masing penghuni rumah kontrakan harus membayar uang sewa sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah setiap bulannya. Ia sengaja memasang tarif tidak begitu mahal karena disamping untuk usahanya, ia juga ingin membantu orang-orang tersebut.


Dia pasang tarif bayar sewa perbulan karena banyak yang kurang setuju jika harus bayar sewa satu tahun sekaligus. Kayla tersentak kaget pada saat semua penghuni kontrakan mengatakan sudah bayar pada wanita suruhan dirinya yakni Usna.


"Astaghfirullah aladzim, kurang ajar sekali Usna! lancang sekali dia!" Kayla mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2