Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Belum Juga Ditemukan


__ADS_3

Dira hanya mencibir saja, ia benar-benar tidak menyadari akan kesalahannya. Karena ia sudah di butakan oleh hasutan dari adik dan adik iparnya hingga ia kini benar-benar membenci Kirana.


Malam itu baik Kayla maupun Mickel benar-benar tidak bisa tidur nyenyak. Mereka benar-benar terus saja memikirkan kondisi Kirana dan Derry.


Dini hari mereka berdua melakukan sholat tahajud bersama untuk meminta petunjuk tentang keberadaan Kirana dan Derry. Dan juga untuk kondisi Kirana dan Derry supaya tetap sehat selalu.


Hingga tidak terasa pagi menjelang, bahkan mereka tidak berselera sarapan. Walaupun mereka saat ini berada di meja makan, baik Mickel dan Kayla hanya menatap makanan tersebut hingga Sandy memberi nasehat," mah-pah, makanlah walau hanya sedikit saja. Jika kalian sakit, bagaimana kita bisa mencari informasi tentang Kak Kirana dan juga Kak Derry?"


Mickel dan Kayla pun sejenak tersadar dari lamunan mereka dan pada akhirnya menuruti kemauan Sandy. Mereka makan tetapi hanya beberapa suap saja. Kayla terus saja menatap ke kursi dimana Kirana biasa duduk. Ia ingat canda tawa senyum manis Kirana. Dia juga ingat betapa barbarnya Kirana dan sikap usilnya yang tidak pernah hilang.


"Ya Allah, aku mohon padaMu. Tolong tunjukkan pada kami, dimanakah saat ini Kirana dan Derry berada. Kiranya berikan mereka kesehatan ya Allah. Aku mohon dengan sangat," doa Kayla didalam hatinya.


Hal serupa juga saat ini dilakukan oleh Mickel, ia juga sedang melamun. Teringat pada saat Kirana memukuli preman dan ia terkejut karena selama ini ia tidak mengetahui jika anak gadisnya bisa bela diri.


"Dimana saat ini kamu berada Nak, semoga kondisimu dan suamimu baik-baik saja ya. Kami sangat merindukanmu Kirana. Pulanglah demi kami. Ya Allah, berikan petunjuk pada kami tentang keberadaan anak dan menantu kami," doa Mickel didalam hatinya.


Sandy juga merasa kehilangan, karena ia biasa berdebat dengan Kirana. Sudah menjadi tradisi buat dirinya, jika dekat dengan Kirana pasti seperti anjing dan kucing atau seperti Tom dan Jerry.


"Kak, dimana kakak sih? aku rindu kita berdebat, aku rindu usil pada kakak. Ya Allah, tolong tunjukkan dimana saat ini Kak Kirana berada," doa Sandy didalam hatinya.


Setelah cukup lama berada di meja makan, dengan lamunan masing-masing. Kayla mengajak Mickel segera ke bandara untuk mengetahui informasi tentang kecelakaan pesawat yang di tumpangi oleh Kirana dan Derry.


"Mah, aku juga ikut ya," pinta Sandy.

__ADS_1


"Bukannya di kampus sedang banyak kegiatan untuk masa akhir kuliahmu? biar mamah dan papah saja," pinta KaYla.


Tetapi Sandy tidak peduli dengan urusan kuliah, ia lebih peduli dengan kondisi Kirana. Ia terus saja membujuk Kayla dan Mickel untuk mengizinkan dirinya ikut ke bandara. Hingga pada akhirnya Kayla dan Mickel luluh, mereka mengizinkan Sandy turut serta dengan catatan meminta izin dulu kepada dekan atau dosen yang ada di kampusnya.


Saat itu juga Sandy menghubungi salah satu dosen untuk meminta izin tidak berangkat kuliah. Sang dosen tersebut memberikan izin apa lagi dia juga melihat sendiri berita tentang kecelakaan pesawat terbang yang bertujuan ke negara Jepang.


"Mah-pah, Alhamdulillah aku sudah mendapatkan izin dari dosen. Jadi kalian nggak usah khawatir. Yuk sekarang juga kita berangkat, dan sebaiknya bawa sopir saja ya mah-pah, biar kita bisa bergerak lebih bebas," saran Sandy.


Kayla dan Mickel setuju dengan saran Sandy. Sandy segera menelpon salah satu sopir pribadi keluarga mereka untuk segera memarkirkan mobil di pelataran rumah.


Pada saat mereka melangkah tergesa-gesa ke pelataran rumah, Hendrik datang seorang diri, ia lekas memarkirkan mobilnya di pelataran rumah juga. Karena kebetulan pelataran rumah luas bisa untuk memarkirkan beberapa mobil.


"Mah-pah, kenapa kalian tidak memberi tahu aku tentang apa yang telah menimpa pada Kirana? aku baru tahu dari acara televisi. Seharusnya kalian memberi tahu aku, kamu juga Sandy kenapa diam saja?" Hendrik berkata panjang lebar.


"Sudahlah, kalian nggak usah berdebat. Kami juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Sandy, karena kami benar-benar mengkhawatirkan kondisi Kirana," ucap Mickel.


"Kami nggak berdebat, pagi-mah. Hanya sedikit komplen saja," ucap Hendrik.


"Sudah-sudah, ayok kita pergi sekarang juga. Siapa tahu pagi ini ada kabar baik tentang Kirana dan Derry."


Ajak Kayla, ia terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.


"Kak Hendrio, aku ikut denganmu ya," pinta Sandy.

__ADS_1


Hendrik mengangguk, dan saat itu juga Sandy masuk ke dalam mobil Hendrik. Sementara Kayla bersama dengan Mickel di mobil satunya dengan seorang sopir pribadi.


Seperti biasa, dalam perjalanan ke bandara tidak ada satu katapun. Baik di mobil yang Kayla dan Mickel tumpangi. Maupun di mobil yang Hendrik kemudikan.


Pikiran mereka terus saja tertuju pada nasib Kirana dan Derry. Mereka harap-harap cemas dengan kondisi sepasang suami istri yang baru menikah tersebut.


Setelah sampai di bandara, seperti biasa sudah di penuhi dengan banyak orang dari keluarga korban kecelakaan pesawat.


Isak tangis tidak bisa di bendung lagi pada saat ada beberapa korban yang sudah ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Karena kebetulan dari beberapa para korban ada yang tidak bisa berenang hingga tenggelam di dasar laut. Dan ada pula yang di diteksi mempunyai riwayat penyakit yang mematikan seperti penyakit jantung.


Ada juga beberapa korban yang sampai saat ini belum juga diketemukan.


"Mah-pah, sebaiknya kalian duduk saja disini. Biar aku dan Kak Hendrik saja yang menanyakan tentang kabar Kak Kirana dan Kak Derry," pinta Sandy.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Sandy. Sebaiknya mamah dan papah menunggu saja disini, jangan kemana-mana," pinta Hendrik.


Hendrik dan Sandy berjalan berdampingan ke bagian informasi untuk mengetahui kabar tentang Kirana dan Derry.


Tat kala Hendrik dan Sandy berhasil mendapatkan informasi jika Kirana dan Derry adalah dari sekian korban yang belum berhasil ditemukan, membuat tubuh kakak san adik ini lemas.


"Bagaimana ini kak? kemarin saya mamah sampai pingsan, lantas bagaimana jika mamah tahu kalau belum ada kabar tentang Kak Kirana dan Kak Derry?" tanya Sandy bingung.


"Mau bagaimana lagi, kita harus tetap mengatakan yang sejujurnya pada Papah dan mamah. Jika kita berbohong malah tidak baik, sama saja kita telah memberikan harapan palsu pada Papah dan mamah," ucap Hendrik memberikan sebuah saran.

__ADS_1


Mereka melangkah pergi dari bagian informasi, dan segera menghampiri orang tua mereka.


__ADS_2