
Iman di penjara beberapa bulan, sedangkan Vina kini benar-benar sedang berusaha untuk menata hidupnya lebih baik lagi.
Beberapa Bulan Kemudian..
Kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga kecil Hendrik dan Mey. Dimana saat ini Mey sedang hamil satu bulan. Hendrik pun sudah tidak sabar lagi ingin segera ke rumah orang tuanya ingin memberi tahu kabar gembira tersebut.
Karena rasa bahagia yang tiada terkira dan karena sudah tidak sabar ingin lekas sampai ke rumah orang tuanya, Hendrik pun mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Sontak saja hal ini membuat Mey ketakutan.
"Mas, tolong pelankan laju mobilmu. Aku takut sekali mas!" tegur Mey sampai menutup matanya.
"Tenang sayang, aku kan sudah mahir dalam berkendara. Jadi kamu tidak perlu khawatir, aku sudah tidak sabar lagi ingin cepat sampai di rumah memberi kabar bahagia kita," ucapnya terus saya mengemudi dengan sangat cepat.
Pada saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, ponsel Hendrik tiba-tiba berdering. Iapun meraih ponselnya yang yang saat ini ada di dalam kantong kemejanya. karena terburu-buru ponsel tersebut jatuh ke kolong mobil.
Pada saat Hendrik ingin mencoba mengambilnya, Mey melarangnya," Mas, sebaiknya menepi dulu kalau tidak biar aku saja yang mengambilnya."
Tetapi Hendrik tidak mengindahkan nasehat dari istrinya. Sambil menyetir sambil ia sesekali merunduk mencoba meraih ponselnya. Hingga pada saat Hendrik merunduk terjadilah suatu hal yang dikhawatirkan oleh Mey.
"Awas massssss!!!!!!"
BRAKKKK....
Mobil yang dikemudikan oleh Hendrik menabrak mobil yang ada di depannya, hingga terjadi kecelakaan beruntun karena kendaraan di belakang Hendrik menabrak mobilnya.
Saat itu juga Hendrik dan Mey segera dilarikan ke rumah sakit. Juga beberapa korban kecelakaan beruntun tersebut. Kondisi Hendrik dan Mey saat ini tidak sadarkan diri.
Kabar kecelakaan ini langsung terdengar oleh Kayla dan Mickel serta kedua adik Hendrik. Mereka segera mendatangi rumah sakit dimana saat ini Hendrik dan Mey di tangani.
__ADS_1
Bahkan ada beberapa kepolisian lalu lintas yang langsung menghampiri orang tua Hendrik.
Dua polisi lalu lintas yang sempat melihat kejadian kecelakaan beruntun tersebut menjelaskan apa yang telah terjadi. Dan bahkan meminta kepada kedua orang tua Hendrik, untuk memberikan ganti rugi kepada para korban yang lain. Dimana mobil Hendrik menabrak mobil yang ada di depannya.
Kayla merasa sedih pada saat melihat kondisi Mey dan Hendrik yang belum juga sadarkan diri.
"Kak Mimi, bagaimana ini? sampai detik ini baik Mey maupun Hendrik belum juga sadarkan diri."
Mickel mencoba menenangkan hati Kayla, supaya tidak terlalu cemas dan gelisah memikirkan anak dan menantunya. Selagi mereka bercengkrama, sang dokter mengatakan suatu hal yang mengejutkan yakni kondisi Mey saat ini kritis.
Tentu saja hal ini membuat Kayla semakin panik," kak?"
"Sabar sayang, kita berdoa saja kepada Allah supaya masa kritis Mey segera lewat," hibur Mickel, walaupun di dalam dirinya juga sedang merasakan hal yang sama yang saat ini dirasakan oleh Kayla.
Mickel meminta Kirana untuk menjemput impian ibunya Mey, supaya datang ke rumah sakit. Karena pada saat terjadinya kecelakaan, mereka juga belum sempat memberi tahu ibunya Mey. Disebabkan panik dan hanya fokus dengan kondisi Mey dan Hendrik.
Lebih cemas lagi pada saat tubuh Mey kejang-kejang. Kayla dan Mickel yang sempat melihatnya juga turut panik.
Mickel lekas memencet tombol yang ada di atas brankar dimana saat ini Mey berbaring tak sadarkan diri dengan kondisi terpasang berbagai alat kesehatan.
Dokter dan beberapa perawat segera memberikan penanganan pada Mey. Dokter berusaha memacu jantung Mey yang semakin melemah.
Tapi takdir berkata lain, Mey meninggal saat itu juga. Di samping luka di kepalanya yang parah karena benturan hebat pada saat terjadinya kecelakaan. Mey juga alami keguguran yang mengakibatkan pendarahan hebat.
Ibu mertua Hendrik begitu terpukul, karena Mey adalah satu-satunya anak perempuannya, karena ketiga adiknya lelaki semua.
"Meyyyyyyyy.... kenapa begitu cepat kamu meninggalkan ibu dan adik-adikmu. Ini harus mengatakan apa pada adik-adikmu," ucap lirih Ibu mertua Hendrik dengan linangan air mata.
__ADS_1
Karena saat ini ketiga adiknya sedang bersekolah, hingga tidak mengetahui musibah yang telah melanda Mey.
"Meyyyy.. padahal ibu sangat senang mendengar kabar kamu sedang hamil. Kenapa malah terjadi hal setragis ini?"
Terus saja ibu mertua Hendrik menangis meratapi kematian anak sulungnya. Kayla dan Mickel merasa sangat terpukul, apalagi mengetahui bahwa pada saat ini Mey sedang hamil.
"Innalillahi wa innailaihirojiun... kenapa nasib menantu kita seperti ini? padahal seharusnya saat ini ia sedang bahagia karena sedang hamil. Kak Mimi, apa yang kelak akan kita katakan kepada Hendrik jika ia telah sadarkan diri?"
Mickel pun tidak bisa memberikan suatu saran atau pendapat. Ia saat ini juga bingung menghadapi situasi dan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Kedua adik Hendrik juga merasakan kesedihan dan kepedihan. Mereka juga tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Hendrik jika mengetahui bahwa istrinya telah meninggal dunia.
"Ya Allah kenapa semua ini harus terjadi dengan Kak Hendrik? seharusnya mereka saat ini sedang merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi akan dikaruniai buah hati," gumam Kirana yang tak sadar menitikkan airmatanya.
Hal ini juga dirasakan oleh Sandy. Ia juga merasa iba dan begitu sedih melihat pemandangan yang ada di depan matanya, di mana Hendrik masih dalam kondisi tidak sadarkan diri dan ibu mertuanya sedang menangisi kematian istrinya.
"Kehidupan di dunia ini tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi untuk hari depan seperti yang saat ini sedang aku lihat di depan mataku. Semuanya tidak akan menyangka jika Kak Hendrik akan mengalami hal tragis. Dia harus kehilangan istrinya, padahal mereka baru merasakan kebahagiaan hidup berumah tangga belum lama ini," gumam Sandy.
Orang tua Hendrik segera menyarankan untuk mengurus proses pemakaman almarhumah Mey saat itu juga. Karena tidak ada yang tahu kapan Hendrik akan segera siuman. Hal serupa juga disarankan oleh dokter, supaya pihak keluarga segera mengurus proses pemakaman almarhumah Mey.
Mickel segera menghubungi seluruh anak buahnya untuk membantu proses pemakaman almarhumah menantunya.
Beberapa Jam Kemudian...
Proses pemakaman Almarhumah Mey telah selesai dan tidak ada halangan apapun. Kini orang tua Hendrik sedang berpikir keras, apa yang akan mereka katakan jika suatu saat nanti Hendrik sadarkan diri.
Tak berselang lama...
__ADS_1
Hendrik pun sadarkan diri, ia membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya," mah-pah-Sandy-Kirana, kalian berkumpul disini? apa yang terjadi denganku, dan mana Mey?"