
Sementara pagi itu tanpa sepengetahuan siapapun, Kayla mulai menyelidiki sendiri tentang kehidupan Usna. Ia tidak ingin meminta bantuan siapapun karena tidak ingin diketahui oleh Mickel.
"Maafkan aku Kak Mickel, tanpa memberi tahu dirimu jika aku menyelidiki kehidupan Usna. Aku merasa ada kebohongan dengan apa yang dikatakan oleh Usna. Entah kenapa keyakinanku begitu besar tentang hal ini," gumamnya.
Kayla mengingat siapa saja saudara dari keluarga almarhum Isal yang pada waktu itu datang melayat. Ia akan menyambangi satu persatu rumah para kerabat dari almarhum Isal untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Usna.
Satu persatu Kayla mendatangi rumah para kerabat Almarhum Isal, tetapi belum mendapatkan informasi yang dia inginkan. Karena para kerabatnya sangat tidak bersahabat pada saat dimintai keterangan terkait tentang bangkrutnya perusahaan Almarhum Isal.
"Satu jam aku menyambangi rumah para kerabat Almarhum Isal tapi tidak ada yang bisa aku mintai keterangan lebih lanjut. Ada satu orang lagi, dan mungkin orang ini bisa aku mintai keterangan tentang Kecurigaanku," gumamnya.
Kayla melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tersebut, dan ia pun mendapatkan sambutan yang ramah.
"Silahkan masuk, dengan...
Sapa seorang wanita paruh baya terhadap Kayla.
"Saya Kayla, Bu. Mohon maaf jika kedatangan saya menggangu waktu ibu," ucap Kayla begitu ramah sambil mengulurkan tangannya.
"Oh Mbak Kayla, saya Minah."
Bu Minah menerima uluran tangan dari Kayla.
Mereka duduk di teras halaman untuk lebih nyaman dalam berbicara. Kayla tidak langsung mengatakan apa maksud hatinya datang. Ia memancing perkataan demi perkataan.
__ADS_1
Hingga tidak sadar Bu Minah mengatakan banyak hal tentang kehidupan almarhum Isal.
"Almarhum Isal adalah pria yang sangat baik. Tetapi sayangnya, ia memiliki istri yang berperangai sangat buruk," ucap Bu Minah tanpa sadar.
Mendengar kejujuran dari Bu Minah, Kayla semakin penasaran saja hingga ia pun memberanikan diri bertanya banyak hal pada Bu Minah," berperangai buruk bagaimana maksudnya Bu?"
Sejenak Bu Minah bercerita tentang masa lalu Almarhum Isal semasa dia berumah tangga dengan Usna. Karena kebetulan dulu Bu Minahlah yang menjadi Baby sitter Oddy. Dialah yang merawat Oddy dari bayi hingga dewasa. Hingga Oddy sudah bisa mengurus dirinya sendiri.
Bu Minah bercerita bahwasanya Uana seorang istri dan ibu yang tidak baik. Sebagai seorang istri, Usna tidak pernah mengurus suami. Ia lebih condong memikirkan dirinya sendiri. Dia sudah berfoya-foya dengan uang suaminya.
Suka sekali berlibur ke luar negeri bahkan hampir tiap Minggu. Dan suka sekali dengan barang-barang branded. Ia rela mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk membeli satu tas.
Ia rela mengeluarkan ratusan juta hanya untuk membeli baju. Dan ia juga suka sekali dengan judi on line. Ia menjual segala aset kekayaan milik almarhum Isal untuk kesenangan dirinya.
"Bahkan beberapa kali Almarhum Isal ingin menceraikan Usna. Tetapi selalu saja Usna berpura-pura taubat dan sadar dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."
"Karena Almarhum Isal memikirkan Oddy, demi Oddy, ia selalu memberikan pintu maaf pada Usna. Tetapi kembali lagi Usna berulah. Bahkan hingga Almarhum Isal sakit, sayalah yang rutin berada di rumah sakit."
"Sedangkan Usna terus saja bersenang-senang dengan teman sosialitanya. Tanpa memikirkan suaminya yang waktu itu sakit."
"Almarhum Isal sudah menyerah, apa lagi pada saat dirinya tahu jika ia punya penyakit komplikasi dan tidak akan bisa sembuh. Sisa harta habis untuk biaya rumah sakit, bahkan rumah juga di jual untuk biaya rumah sakit. Sampai mereka tinggal di rumah kontrakan."
"Begitulah mbak, kisah hidup Almarhum Isal. Padahal ia suami dan ayah yang sangat bertanggung jawab dan setia. Tetapi seperti itu istrinya."
__ADS_1
Kayla terperangah pada saat mendengar cerita dari Bu Minah," astaghfirullah aladzim, jadi apa yang dikatakan oleh Usna pada saya dan suami waktu di rumah sakit itu bohong?" ucap Kayla hingga membuat Bu Minah penasaran.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh Usna pada Mbak Kayla dan suami? karena kebetulan pada saat itu saya di usir oleh Usna dan dilarang lagi untuk menjaga Almarhum Isal. Hingga saya melewatkan masa-masa terakhir Almarhum Isal," tanya Bu Minah penasaran.
Kayla pun menceritakan pada Bu Minah apa yang dikatakan oleh Usna pada waktu itu.
"Astaghfirullah aladzim, itu tidak benar Mbak Kayla. Justru para saudara dan kerabat tidak melayat dan tidak menjenguk almarhum Isal pada saat di rumah sakit atau pada saat dimakamkan karena mereka semua marah pada Usna."
"Usna berbohong pada semua sanak saudara dari dirinya atau dari pihak keluarga almarhum Isal. Ia mengemis memohon meminta belas kasihan meminta bantuan dana untuk biaya rumah sakit Almarhum Isal."
"Tetapi justru uang di pakai sendiri untuk bersenang-senang mengajak para teman sosialitanya berlibur ke luar negeri dan ia yang membayar semua biayanya."
"Semua marah dan merasa tertipu dan pada saat akan di laporkan ke aparat kepolisian dengan tuduhan penipuan, Oddy melarangnya."
"Kasihan sekali Oddy, ia merelakan semua tabungan dan juga mobil serta rumah yang ia dapat dari hasil kerja kerasnya sendiri harus raib, untuk mengganti semua kerugian yang di akibatkan oleh ulah ibunya sendiri."
Kayla begitu kaget dan tidak percaya dengan perkataan Bu Minah, ada seorang istri dan ibu yang begitu kejam seperti Usna. Bahkan ada seorang anak yang begitu sayang pada ibunya walaupun ibunya sudah jahat.
"Ya Allah, kejam sekali Usna. Seharusnya para saudara atau kerabat jangan membenci Almarhum Isal, ia kan hanya korban bukan pelaku kejahatan. Masa iya, istrinya yang salah tetapi ia yang harus menanggung kesalahan dari istrinya dengan di benci hingga banyak yang tidak melayat dirinya pada saat ia meninggal dan pada saat sakit kigz tidak ada yang menjenguknya," ucap Kayla.
"Ya begitulah Mbak Kayla. Entah kenapa seperti itu, padahal saya juga sudah berusaha memberikan pengertian pada semua kerabat dan saudara, tetapi tidak ada yang mau tahu. Hanya beberapa kerabat atau saudara yang tidak bermasalah dengan Usna yang datang membesuk pada saat almarhum ada di rumah sakit. Dan pada saat almarhum dimakamkan, mereka juga datang melayat," ucap Bu Minah.
Kayla pun bertanya jika memang mereka tidak bermasalah, tetapi kenapa pada saat dirinya ingin bertanya banyak hal tidak ada yang sudi menerima dirinya bertamu.
__ADS_1
Bu Minah menjelaskan para kerabat tersebut memang tidak suka turut campur dengan urusan Almarhum Isal. Dan memang sudah menjadi watak mereka angkuh.