Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Akhirnya Memaafkan


__ADS_3

Tak berapa lama, sampai juga Raka di rumah sakit. Ia segera meminta tolong kepada para perawat yang sempat melintas di depannya, untuk membawa tubuh Alvin masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


"Hoek Hoek Hoek"


Salah satu perawat tidak kuat dengan bau anyir yang di keluarkan dari tubuh Alvin.


Dan beberapa perawat yang lain juga berlarian meminta izin kepada Raka untuk terlebih dahulu mengambil masker. Karena mereka juga tak kuasa menutup hidung pada saat mendekati tubuh Alvin.


Alvin bertambah sedih," Ya Allah seperti itu menjijikannya diriku ini. Hingga mengeluarkan bau seperti ini di dalam tubuhku. Aku sendiri juga tidak tahan merasakan baunya tubuhku ini. Bau anyir yang sangat menyengat. Apalagi orang lain yang ada di sekelilingku, pasti mereka juga sangat terganggu."


Mata Alvin berkaca-kaca, ia merasa dirinya sangat tidak berguna dan sangat terhina karena tubuhnya yang penuh dengan luka mengeluarkan bau anyir dan amis yang sangat tidak sedap.


Tak berapa lama para perawat yang tadi pergi, telah datang kembali dengan mengenakan masker. Bahkan masing-masing memakai masker bukan hanya satu tetapi dua. Karena bau menyengat di tubuh Alvin sangat tajam hingga harus mengenakan masker double baru bisa terbebas dari bau tersebut.


Terlebih dahulu Alvin di bawa ke ruang pemeriksaan. Dan sejenak dokter memeriksa luka gula basah yang diderita oleh Alvin dan juga penyakit lainnya yang bersarang di tubuh Alvin.


"Dok, bisa kan ya? saya menginginkan Papah di rawat inap di rumah sakit ini. Karena kebetulan di rumah tidak ada yang menjaganya. Saya sibuk dengan pekerjaan saya dan waktu itu saya sudah mempekerjakan perawat tetapi dia tidak kerasan."


Dokter tidak melarang sama sekali untuk Alvin di rawat inap di rumah sakit tersebut. Karena memang rumah sakit di gunakan untuk mengurus para orang sakit. Raka merasa lega karena dia sudah tidak terbebani dengan adanya Alvin di rawat di rumah sakit.


"Ya ampun, aku kok merasa diriku ini terbuang oleh Raka. Dia sudah tidak mau lagi merawatku. Ya aku bisa memahami karena aku ini bau anyir seperti ini. Begini amat nasib diriku ini. Aku benar-benar tersiksa dengan penyakitku ini, Ya Allah. Kenapa juga Engkau tak jua mencabut nyawaku ini?"


Terus saja Alvin berkeluh kesah, karena ia sudah putus asa dan sudah tidak ingin hidup lagi. Dia merasa hidupnya saat ini sia-sia saja, karena tak bisa beraktivitas apa pun. Dirinya hanya tergolek lemah tak berdaya di ranjang. Bagaikan seonggok mayat hidup.


*********

__ADS_1


Enam Bulan Kemudian...


Kondisi Alvin tidak semakin membaik tapi semakin memburuk. Bahkan badan kurus tinggal tulang. Kini ia sudah tidak bisa berkata sama sekali. Di hanya bisa berinteraksi dengan gerakan kepala, entah itu mengangguk atau menggeleng. Dan dengan mengedipkan matanya satu dengan gerakan mata ya lain.


"Kasihan juga papah, ia saat ini sedang merasakan siksa di dunia karena penyakitnya tak kunjung sembuh tetapi malah bertambah parah."


"Segala pengobatan sudah aku lakukan, tetapi tidak ada yang membuahkan hasil yang maksimal. Sudah menghabiskan banyak biaya, tapi zonk hasilnya."


Raka juga merasa putus asa, karena ia sudah mengeluarkan banyak uang tapi tidak membuahkan hasil yang di inginkan.


Pada saat Raka menjenguk Alvin, tiba-tiba Alvin meminta tolong pada dirinya dengan ia menulis sebuah pesan di sebuah kertas.


[Raka, tolong bawa Kayla kemari dan Vina juga. Karena papah ingin meminta maaf padanya. Papah rasa umur papah tinggal sebentar lagi.]


Raka begitu terburu-buru, ia lekas melajukan mobilnya menuju ke rumah Vina terlebih dahulu. Saat dirinya sampai di rumah Vina, ia segera menjelaskan pada Vina tentang kondisi Alvin.


"Biarkan saja papahmu itu mati, tak usah kemari karena aku sama sekali tidak akan memberikan pintu maaf padanya. Biar saja ia mati dengan penyesalan yang teramat sangat. Dan mato dengan komfi kecewa karena kesalahan dan dosanya tidak termaafkan!"


Orang tuanya sama sekali tidak suka dengan sikap Vina. Baik Ayah Sugeng maupun Bu Riris berusaha memberikan sebuah nasehat pada Vina.


Hingga pada akhirnya, dengan terpaksa Vina bersedia ikut dengan Raka. Bahkan Ayah Sugeng dan Bu Riris juga ikut serta. Mereka juga tidak punya rasa dendam sedikitpun pada Alvin. Mereka juga ingin turut serta mendoakan Alvin secara langsung untuk kesembuhannya, walaupun kondisinya tidak memungkinkan untuk sembuh.


Sebelum mereka pergi ke rumah sakit, mereka turut serta menemani Raka ke rumah Kayla.


"Tante Kayla, sudah tahu kan siapa aku? aku datang kemari untuk meminta kesediaan Tante menemui Papahku.Dis sangat ingin bertemu dengan, Tante. Sepertinya dia ingin sekali mengatakan hal penting. Karena sakitnya sudah parah dan ia yang memintaku untuk mengajak Tante bertemu Papah."

__ADS_1


Sejenak Kayla terdiam, tetapi kedua mantan mertuanya juga turut membujuk Kayla. Hingga Kayla akhirnya bersedia untuk menemui Alvin, tetapi ia mengajak serta Mickel.


"Kak Mimi mau kan temani aku ya?" rengeknya hingga membuat Mickel pun tidak bisa menolak keinginan dari Kayla.


Saat itu juga Kayla dan Mickel mengikuti mobil yang di lajukan oleh Raka ke arah rumah sakit. Sepanjang perjalanan Raka dan yang lain hanya diam saja.


Berbeda dengan Kayla yang saat ini berada di mobil sendiri bersama dengan Mickel. Keisengannya pun keluar," kak Mickel, kira-kira nanti berapa persen tingkat rasa cemburunya ya? jika aku berada di hadapan, Mas Alvin?"


Kayla memainkan alisnya dengan menaik turunkannya. Hal ini membuat Mickel melirik sinis kearahnya," hem .. mulai ya? mau membuat aku cemburu ya silahkan. Kali ini tidak akan berhasil sama sekali."


Kayla pun menggoda suaminya lagi," ah masa sih?"


"Ah iya dong," jawab Mickel.


Sejenak keduanya terkekeh secara bersamaan. Hingga tidak terada mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.


Tanpa lupa mereka memakai masker sesuai dengan permintaan Raka. Semua melangkah ke ruang rawat Alvin. Tetapi hanya Vina dan Kayla yang masuk untuk menemui Alvin.


Alvin tersenyum pada saat melihat kedatangan Vina dan juga Kayla. Dengan kondisi yang sangat lemah, ia menuliskan satu kata untuk Vina dan Kayla," MAAF."


Vina pun tidak tega, ia pun mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan Alvin.


"Mas Alvin, aku sudah memaafkanmu. Aku minta maaf ya, karena sering berkata kasar padamu. Sekarang mendingan mas fokus untuk segera sehat."


Kayla juga mengatakan satu hal," Mas Alvin, aku juga sudah memaafkan mas sebelum mas meminta maaf terlebih dahulu. Jadi sekarang tak usah merasa terbebani dengan kesalahan. Dengarkan nasehat Vina, yakni fokus dengan kesembuhan."

__ADS_1


__ADS_2