Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Segera Membantu


__ADS_3

Selagi dirinya terus bergumam kesal karena telpon di rijek oleh Desi, tiba-tiba ada sebuah notifikasi chat pesan masuk.


[Pah, besok pagi aku akan datang ke rumah. Usahakan papah jangan pergi kemana-mana ya?"]


Rasa hati Aris yang semula dilingkupi oleh amarah yang membara, kini amarah mereda setelah membaca chat pesan yang dikirimkan oleh Desi. Dia pun segera membalas chat pesan dari anak semata wayangnya tersebut.


[Jangan coba-coba kamu bohong pada papah ya? baiklah besok papah juga akan bicara dengan Tuan Endy.]


Pada saat Desi membaca balasan chat dari ayahnya, ia sedikit garam," pasti ayah mengira aku sudah menyerah dan pasrah serta bersedia menikah dengan Tuan Endy. Menyebalkan sekali!"


Desi pun kembali membalas chat pesan dari ayahnya.


[Tolong jangan beri tahu pada Tuan Endy, karena besok aku pulang dengan membawa uang untuk penyuntikkan dana ke perusahaan papah. Jadi aku tidak usah menikah dengan lelaki tua itu!]


Ayah Aris memicingkan alisnya pada saat ia membaca balasan chat pesan yang terakhir dari Desi," mana mungkin Desi bisa membawa pulang uang empat milyar hanya dalam waktu singkat. Dan sepertinya impossible jika ada yang bersedia meminjamkan uang sebegitu banyaknya tanpa suatu jaminan. Dengan menggunakan jaminan pun sepertinya juga tidak ada."


Terus saja Ayah Aris memikirkan kata-kata Desi. Tetapi ia juga berkata," apa salahnya aku mempercayai ucapan dari Desi. Dan seharusnya aku senang dengan kata-kata Desi dan berpositif thinking."


*******


Esok menjelang...


Desi sudah bertemu dengan Kirana dan juga orang tuanya. Saat itu juga mereka tancap gas menuju ke rumah Desi, dimana orang tuanya sudah menunggu kedatangan Desi.


Desi sengaja tidak mengatakan pada orang tuanya bahwa dirinya akan datang bersama dengan orang lain. Hingga membuat Ayah Aris terkejut pada saat dirinya melihat kedatangan Desi bersama dengan Kirana dan orang tuanya.

__ADS_1


"Desi, siapa mereka?" tanya Ayah Aris menatap heran ke arah Kirana dan orang tuanya.


"Ayah, kenapa tidak membiarkan kami duduk dulu? kami ini baru datang tapi ayah langsung menanyakan sesuatu," rajuk Desi.


Ayah Aris pun meminta maaf dan ia mempersilahkan Kirana dan orang tuanya untuk duduk. Setelah semua duduk dengan nyaman barulah Kayla yang berkata.


"Maafkan kami Tuan Aris, jika kami terlalu turut campur urusan pribadi anda. Kami sengaja datang kemari karena ada hal yang ingin kami bicarakan dengan anda mengenai dana yang dibutuhkan untuk perusahaan anda," ucap Kayla dengan sangat ramah.


Mendengar apa yang di katakan oleh Kayla, Aris memicingkan alisnya," pasti Desi yang bercerita pada anda ya Nyonya? seharusnya Desi tidak melakukan hal itu karena ini adalah suatu privasi keluarga," ucap Aris merasa tidak suka.


Tetapi Kayla menjelaskan secara detail bagaimana dirinya bisa mengetahui tentang hal itu. Dan ia juga to the points dengan niat baik untuk membantu menyuntikkan dana di perusahaan Aris.


Aris terpengarah pada saat dirinya mendengar cerita dari Kayla. Ia masih tidak percaya dan berasa seperti mimpi. Mana mungkin ada orang yang sebaik Kayla dan bahkan belum kenal sama sekali bersedia membantu menyuntikkan dana sebesar empat milyar.


"Kami serius, Tuan Aris. Tetapi dengan satu catatan yakni setelah perusahaan anda mendapatkan suntikan dana. Kami menginginkan perusahaan anda bersedia bekerja sama dengan perusahaan dari anak sulung kami. Karena uang yang akan kami gunakan untuk menyuntikkan dana adalah uang dari anak sulung kami."


"Kebetulan perusahaan dari anak sulung kami bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan anda. Itupun jika anda bersedia dengan syarat yang kami ajukan. Dan persyaratan ini juga akan dilakukan secara tertulis dimana kami minta keuntungan dari perusahaan anda tiga puluh persen untuk mengangsur uang yang kami gunakan untuk membantu anda."


Aris sangat setuju dengan saran dari Kayla. Bahkan ia bersedia membagi keuntungan lima puluh persen untuk mengangsur uang yang empat milyar tersebut.


"Baiklah saya terima saran dari anda. Dan segera saya panggil pengacara saya untuk membuat surat perjanjian ini. Saya bahkan akan mengangsur lima puluh persen dari keuntungan perusahaan saya. Dan bila saya ingkar janji, anda bisa mengambil alih kepemilikan perusahaan saya dan memilikinya seutuhnya," ucap Aris dengan sangat antusias.


Saat itu juga Aris menelpon pengacara pribadinya untuk segera datang membuatkan surat perjanjian hitam di atas putih. Supaya dua belah pihak saling percaya dan tidak ada saling curiga.


Bahkan Kayla meminta supaya tidak ada lagi perjodohan antara Desi dan Tuan Endy. Ayah Aris bersedia, dan ia yang akan menghadapi Tuan Endy.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Pengacara pribadi keluarga Desi segera datang. Ia segera mengurus surat-surat penting yang dibutuhkan untuk perjanjian tersebut.


Perjanjian berlangsung sangat serius dan memakan waktu hampir satu jam lamanya.


"Alhamdulillah, semua sudah selesai. Sekarang tinggal anda memberi tahu nomor rekening anda, untuk mempermudah saya menstransfer uangnya Tuan Aris," pinta Kayla.


Saat itu juga Aris memberi tahu nomor rekening dirinya pada Kayla. Tanpa butuh waktu lama, Kayla menstransfer uang tersebut. Aris begitu terharu karena ia baru kali ini bertemu dengan orang sebaik Kayla.


"Nyonya Kayla dan keluarga, terima kasih atas bantuan dari kalian. Dan saya tidak akan mengecewakan kalian semua..Akan menggunakan uang dengan sebaik mungkin untuk membenahi kerugian yang terjadi di dalam perusahaanku. Aku yakin dengan dana kalian, perusahaanku justru akan berkembang pesat," ucap Aris dengan mata berkaca-kaca.


Kayla dan suami serta Kirana tidak ingin berlama-lama. Setelah semua urusan selesai. Ia pun berpamitan dengan Desi dan orang tuanya. Ia juga tidak lupa memberikan nomor ponsel Hendrik pada Aris untuk mempermudah kerja sama.


Hendrik juga sudah mengetahui akan hal ini. Tetapi ia tidak bisa turut serta karena sedang banyak pekerjaan di kantornya. Ia juga yang memberikan saran untuk memberikan nomor ponselnya pada Aris.


Seperginya keluarga Kayla, Aris memeluk Desi dengan tangis yang membuncah membuat Desi heran," ayah kenapa menangis? seharusnya ayah senang karena permasalahan ayah sudah terselesaikan bukan?"


"Ayah minta maaf karena hampir saja membuat dirimu memilih sebuah pilihan yang sangat buruk. Untung saja kamu bertemu dengan Kayla dan keluarganya yang sangat baik."


"Bahkan mereka rela meminjamkan uang begitu banyak tanpa membebani dengan bunga."


"Dengan begini ayah akan mengurungkan niat ayah menikahkan dirimu dengan Tuan Endy."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Aris, membuat lega dirinya. Karena ia sudah tidak lagi ketakutan jika akan di jodohkan oleh Aris dengan Tuan Endy.

__ADS_1


__ADS_2