Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 100 # Mabuk Asmara


__ADS_3

Seperti biasanya, Keenan akan keluar kamar Farah lebih dulu dari si empunya. Belum saatnya kedua orang tuannya mengetahui siapa kekasih putra sulung mereka. Karen telah selesai dengan urusannya, dia kembali menuju kamar adik sepupu kesayangannya. Setengah mati Karen kepo dengan hubungan kakak dan adiknya itu.


“Tunggu!” Karen tersentak, Keenan keluar dari kamar Farah dan telah mengganti pakaiannya. “Kakak?” Karen semakin ingin meledakkan dirinya saking penasarannya.


“Kak!” Karen berniat menghentikan langkah kaki kakaknya, sialnya pria dewasa itu telah lebih dulu menghilang di balik pilar pemisah. “Hissh!!” Karen memukul angin kesal, tak berselang lama Farah keluar dari kamarnya yang sama rapinya dengan Keenan.


“Farah!” seru Karen membuat adiknya berbalik menatapnya tanpa berkedip.


“Ya?” Farah terlihat gugup, dia berusaha sebiasa mungkin.


“Jangan menghindar lagi! Barusan Kakak dikamarmu?” Karen kembali mencerca adiknya.


Farah terlihat pucat. “Itu…”


“Apa?” Karen menunggu dengan raut wajah tidak sabaran.


“Kalian ngapain masih disini?”


Nyonya Lyn menyelamatkan Farah, dia menghela nafas lega kemudian kembali menunjukkan raut wajah cengengesannya.


“Introgasi Si Degil!!” sungut Karen kesal, selalu saja niatnya diganggu oleh orang lain.


“Sudah nanti lagi, Kakakmu sudah sewot di depan… Pening pala Mama kalo dia udah kumat!”


“Cih, ngapain juga sewot orang dia juga baru keluar dari sini kan?” Karen menatap tajam adiknya.


Nyonya Lyn menatap Farah dengan tatapan yang sukar diartikan. “Sudah-sudah… Kamu panggil Erick sekarang!”


Dengan terpaksa Karen pergi, dia sengaja menghentakkan langkah kakinya kasar meninggalkan kedua wanita lainnya.


“Ayo Farah!” Nyonya Lyn menggandeng tangan anak angkatnya dengan wajah berseri. Farah membalas merangkul dengan erat. Dia sungguh bahagia bisa berada di tengah keluarga Kaviandra yang begitu menyayanginya.


“Aku semobil dengan Bibi dan Paman ya…” rengek Farah setelah berada di pelataran halaman depan kediaman.


“Eh? Biasa kamu minta sama Karen?” sahut tuan Kaviandra menatap Farah bingung.


“Tiydak, dia ada pawangnya… Di banding jadi obat nyamuk… Malas!!”


“Kamu ini…” Tuan Kaviandra mengacak rambut Farah perlahan.


Keenan menghampiri dengan senyuman bahagianya. “Kamu ikut denganku!”


Farah terpaku sejenak, dia seperti salah dengar sekarang.


“Hi ilih…” Karen menyela menggandeng Erick. “Biasa juga Farah denganku atau Mama dan Papa. Tumben Kakak perhatian dengannya? Ada something kah? Ayo ngaku?!!”


“Kamu makin kesini makin kesana!” rutuk Keenan membalas adiknya yang masih maju tak gentar meruntuhkan image-nya.


Farah menghela nafas berat, setelah ini hidupnya jelas semakin berat. Kedua kakak angkatnya selalu berselisih faham.


“Dia adikku juga!” tukas Keenan menarik tangan kanan Farah kearahnya.


“Dia adik kesayanganku, dia denganku!” Karen menarik tangan kiri Farah.


Gadis yang bak boneka itu terbelalak, sepertinya dia salah server sekarang. ‘Bagaimana bisa kedua kakak adik ini berebut diriku. Mereka memang kelainan, huhu~’

__ADS_1


Keduanya bersikukuh menginginkan Farah, sedangkan korbannya sudah merasakan sakit di kepalanya.


“Stop!!” Nyonya Lyn ikut sakit kepala dengan tingkah anak-anaknya.


“Farah bekerja di KTech menjadi asistenku bersama Sandra… Dia harus belajar bagaimana membantuku mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk dipresentasikan!!” Keenan tidak ingin menyerah, dia merasa memang kali ini dia seperti orang lain.


Farah terdiam, dia menatap Karen sendu seperti mengisyaratkan untuk melepaskannya.


“Iya Sis, aku harus belajar pada ahlinya sebelum aku menjadi asistenmu!” cicit Farah menambahkan. Keenan menaikkan sudut bibirnya, dia senang Farah tahu posisinya.


“Ayo!” Keenan menghentakkan tangan Farah keras sampai tangan Karen terlepas sendirinya.


Entah mengapa Karen merasa bahwa dia sendiri yang tidak mengerti dengan kondisi keluarganya sekarang.


“Sudahlah Karen, kamu juga kan sama Erick!” Tuan Kaviandra merangkul bahu putrinya. “Jangan lagi kamu menghalangi mereka… Bukankah kamu sudah tahu, keduanya seperti terikat benang merah bukan?” Tuan Kaviandra menatap putrinya dengan senyuman lebarnya.


“Aku tahu… Aku hanya takut, pria itu kasar sekali!!” rutuk Karen tetap tidak terima. “Lagi pula, Mama bilang calon Farah dari keluarga besar Luciano?” Karen menatap ibunya penuh tanya.


“Hehe… Jika tidak seperti itu, Kakakmu tidak akan pernah bergerak… Mau sampai kapan dia menyembunyikan skandalnya… Kita hanya perlu menyelamatkan Farah…” Nyonya Lyn menyeringai membuat kedua bola mata Karen membulat sempurna.


“Jadi, maksud Mama?”


“Kami sudah curiga padanya di hari kepulangan kita dari Paris. Sikap Keenan berubah sepenuhnya pada Farah… Farah pun jauh lebih berani dari sebelumnya, sampai Papa mengetahui ada rumor yang mengatakan bahwa Keenan Kaviandra adalah Sugar Daddy Farah Lee di kampus S!”


Mulut Karen terbuka selebar-lebarnya. “Lalat noh masuk!” kelakar nyonya Lyn terkekeh dan memasuki limosin mengakhiri pembahasan mereka tentang putra sulungnya.


Di dalam mobil Karen, Erick mendekat dan merangkul kekasihnya. Jiwa keingintahuannya meronta-ronta sedari semalam. “Sayang…”


“Hm?” Karen berbalik menunjukan senyumannya.


“Huh… Pasal skandal Kakakku?” Karen bisa menebak apa yang membuat kekasihnya bertanya-tanya sekarang.


“Ehm… Jika kamu tidak mau bercerita, aku paham…”


Karen mengembangkan senyumannya, ingin rasanya dia menunjukan hal seperti ini pada kakaknya. Erick paling tahu memperlakukannya dengan baik, bahkan pria itu tidak pernah memaksakan kehendak atas dirinya.


“Sudah bukan rahasia jika Farah adalah anak angkat keluarga Kaviandra. Dia mengalami kemalangan sedari dia berusia sekolah dasar.” Keenan mulai bercerita sedikit demi sedikit.


“Tapi, tadi kamu terlihat tidak menyetujui hubungan mereka.” Erick kembali bertanya memastikan dugaannya.


“Huh, bukan tidak merestui, lebih menuju memastikan. Kamu tahu sendiri bagaimana kerasnya Keenan… Lima tahun yang lalu, aku tidak tahu bagaimana mulanya Kakak berubah memperlakukan Farah. Dia begitu dingin dan selalu mengabaikannya, Farah diam-diam menangisinya. Aku tahu, meskipun dia berusaha keras mengelak.” Karen menatap kosong kedepan. “Aku menyayangi gadis kecil itu… Gadis yang selalu berusaha membuatku tersenyum, tertawa, dan selalu ada disampingku setiap saat.”


“Lalu Kakak kembali berubah sekarang, aku takut…” Karen menghentikan ucapannya. Erick tertegun dia mengusap bahu kekasihnya lembut dan juga menyeka air matanya.


“Takut karena apa? Bukankah bagus, Kakakmu membalas cinta adikmu…”


“Kamu tidak tahu Keenan, kamu tidak tahu musuhnya, kamu tidak tahu bagaimana kerasnya dia… Aku takut, Farah tersiksa jika hidup dengannya. Aku lebih tidak ingin melihat gadisku menderita mencintai orang yang salah!”


Deg!


Erick merasa tertampar, entah bagaimana perkataan terakhir dari mulut kekasihnya cukup menghentak jantungnya. “Kita tidak berhak terlalu jauh ikut campur bukan? Kita sendiri saja sedang diambang─”


Karen berbalik menatap kekasihnya dengan sendu. Namun, bibir gadis itu melengkungkan senyumannya. “Aku tidak peduli jika mereka tetap melarangku… Selama hatiku menginginkanmu, apa kamu juga akan mengabaikanku hanya karena mereka?”


Erick tersentuh, wajahnya mendekat dan berbisik lirih di depan bibir kekasihnya yang menggoda. “Aku justru sangat takut kehilanganmu, Nona!”

__ADS_1


Keduanya terkekeh sejenak sebelum melepaskan gairah mereka. Supir kediaman menutup celah agar tidak melihat adegan kedewasaan yang menistakan pikirannya.


Sedangkan di dalam mobil yang ditumpangi Keenan, dia sudah mencumbu kembali gadisnya.


“Sayaaang…” rengek Farah mencoba keluar dari kungkungan prianya.


“Kamu menolakku?”


“Bagaimana dengan Karen?”


Farah mengalihkan perhatian Keenan, terlihat Sam mencuri pandang pada pasangan kurang ahlak untuknya itu.


“Memang ada apa dengannya?” Keenan kembali pada posisinya.


“Dia tidak suka… Kita…” Farah terus menjeda ucapannya membuat Keenan kesal.


“Heh, itu karena kamu yang jadi wanitaku. Dia takut aku melukaimu!!” Keenan menjawab dengan kesal.


“Pppffftt!” Farah menahan tawanya, Karen memang sepenuhnya benar.


“Senang kamu?!!” rutuk Keenan kembali dekat mengapit wajah Farah.


Farah terdiam, Keenan membuang nafas kasar. “Aku sedang membiasakan mereka menerima status kita…”


Keenan melepaskan Farah dan kembali pada posisinya. “Apa Kakak yakin? Apa Kakak benar akan mengekspos hubungan kita?”


“Ya… Apa sekarang kamu berubah pikiran?” Keenan kembali menatap tajam kekasihnya yang justru terlihat tidak menginginkan status mereka terbongkar.


“Bagaimana tanggapan publik nantinya?” Farah menunduk sendu.


“Apa peduliku!”


“Aku peduli!!”


Keenan menatap Farah lekat, Farah memainkan jemari tangannya. Keenan kembali mendengus kasar. “Dengar Farah, mereka bukan siapa-siapa? Untuk apa kamu peduli? Mereka tidak memberimu makan. Mereka juga jelas bukan orang yang akan memberikanmu kebahagiaan!!”


“Aku tahu…” Farah sudah meneteskan air matanya. Dengan cepat juga dia menyekanya agar tidak merusak tampilan. “Kak, aku tidak masalah mereka menghujatku. Aku sudah terbiasa… Tapi, apa Kakak lupa? Citramu akan rusak dengan pemberitaan seorang pebisnis sukses, ahli waris Kaviandra Group, CEO hebat satu-satunya perusahaan teknologi di Negara S, menikahi adik angkatnya yang sudah diasuhnya bertahun-tahun!”


Keenan terdiam sejenak, dia tersenyum bangga dengan pemikiran gadis kecilnya yang semakin dewasa.


“Mereka juga tidak akan setuju, pria hebat di depanku hanya beristrikan seorang Farah Lee yang biasa saja! Bahkan, aku adalah adik angkatmu!!”


“Hehe… Kamu sangat lucu Sayang…”


Farah tertegun dengan respon biasa saja kekasihnya. “Aku tahu aku lucu…”


“Hahaha!” Keenan mencubit hidung Farah. “Kamu tahu, jangan pernah menjelaskan dirimu pada siapapun… Musuhmu tidak akan mempercayai itu dan temanmu tidak membutuhkan itu!”


“Itu artinya, lakukan saja apa yang ingin kita lakukan… Kita sedang membangun masa depan dimana hanya ada kita di dalamnya. Jika kamu mempermasalahkan apa kata orang lain, apa kamu ingin kehidupan kita mengikutsertakan orang lain juga didalamnya?”


Farah menghambur memeluk kekasihnya, sejujurnya Farah hanya sedang mencari cara melarikan diri dari Keenan. “Cukup! Aku sesak mendengarnya… Aku sudah tidak punya ruang lagi untuk menaruh perasaan cintaku, karena seluruh jiwa ragaku hanya berisikan namamu!!”


Keenan mengeratkan pelukannya, dia pun sama. Mereka kembali tenggelam dalam lautan asmara. Sedangkan supir mereka tenggelam dalam penyesalan melupakan earphonenya. Sam kembali mencuri pandang pada kedua makhluk yang membuat dirinya iri sekarang. ‘Kalian cepatlah menikah, aku gemas jadinya!’


--- To be continued ---

__ADS_1


__ADS_2