Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 102 # Purpose


__ADS_3

Kantor Pusat KTech, Ruang Kendali Sistem.


“Kau sungguh lamban!” pekik salah satu pria yang tengah mengendap dan mencoba menerobos pertahanan KTech. Dia dan salah satu rekannya yang bertugas meretas sistem KTech adalah anak buah Black Shadow.


“Kau pikir?!!” rutuk rekannya membalas dengan sinis. “Kamu pikir meretas KTech semudah aku meretas Huateng!!” sambung rekan kerjanya geram, dia sendiri sudah berkeringat dingin mencoba mengendalikan algoritma yang diciptakan Keenan untuk melindungi data perusahaannya.


“Cepatlah, waktu kita terbatas!!” seru rekannya yang berperawakan tinggi, dengan tubuh tambun dan juga kepala plontosnya. Dia bernama Hyu, merupakan anak buah terbaik tuan Wei, dia juga merupakan adik dari salah satu eksekutor terbaik di kelompok BS yaitu tuan Azlan.


Rekannya yang lain berperawakan sedang dengan tubuh kurus dan kacamata tebalnya. Dia adalah Rao, hacker terbaik milik Huateng.


Access Denied!


“Shiiit!!” Rao mengumpat sarkas dan kembali menyeka keringat dinginnya.


Plaaak!


Hyu tak segan segera merespon memukul kepala rekannya. “Kau idiot!! Sudah dua kali kamu gagal meretas, ini kesempatan terakhir sebelum alarm sistem keamanan mereka berbunyi!!”


“Shut up! Jika anda tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyusahkanku!!” sungut Rao membalas tidak ingin dipojokkan begitu saja.


Access Denied!


String decode required…


Wajah Rao kembali pucat pasi, layar kecil yang merupakan pintu akses untuk mencuri data prototipe EYES KTech kembali tidak mengijinkan membuka dirinya pada orang asing.


“Kau bodoh!”


Mereka tidak lagi memperdulikan layar di hadapan mereka yang sudah menunjukkan aktivitas ilegal dari keduanya. Bunyi sirine tanda bahaya terdengar di seluruh penjuru lorong gedung KTech. Wajah terbelalak keduanya sudah terpampang jelas di layar setiap lorong dan mengirim data pada pemilik sistem.


“Shit! Cepat kabur!!” Hyu bergegas melakukan rencana melarikan diri dari sarang musuh. Nyawa mereka jelas terancam, dalam hitungan jam mungkin saja nyawa mereka melayang dengan mudah.


Dor!


Benar saja, seluruh anak buah Keenan yang berada di markas langsung berlarian dan segera menyergap musuh mereka yang berani memasuki wilayah KTech. Hyu mengotak-atik ponselnya dan mengirimkan sinyal meminta bantuan pada rekannya di luar untuk mengevakuasi mereka sekarang juga.


“Cepat, aku yakin Mr. K sudah menerima sinyal kedatangan kita!” Hyu kembali mengingatkan rekannya Rao yang sibuk menargetkan musuhnya agar mereka bisa terus mencari jalan keluar.


“Hm!” Rao mengangguk mengerti, keduanya kembali terlibat baku tembakan yang sengit.


Seorang Hyu setara dengan dua puluh pion catur milik Keenan. Kekuatannya setara dengan Ben dan Ken. Walau demikian, jumlah pion catur Keenan tentu melebihi jumlah yang biasa Keenan keluarkan saat mereka keluar dari kandangnya.


Belum lagi Keenan sudah menciptakan robot penunjang keamanan yang stand by berada di KTech.


Sedangkan, di tempat yang berbeda di aula imperium KBuilding yang masih terdenagr bising oleh pekikkan kebahagian dari seluruh pegawai yang menerima bonus tahunan mereka saat ini.


“Attention please…” Keenan kembali menyela dan membuat ruangan kembali kondusif untuk dia melanjutkan acara berikutnya. “Ada hal lain yang tidak kalah pentingnya yang ingin saya utarakan sekarang!”


Keenan menatap Farah lekat, tak hentinya pria itu terus melengkungkan senyuman terhadap adik sepupu angkatnya itu. Farah menggenggam tangan di dadanya, perasaannya gusar melihat sikap Keenan sekarang. Tidak hanya Farah, seluruh keluarga Kaviandra ikut merasa cepat saat ini.


“Heh…” Keenan sedikit terkekeh membuat seluruh orang disana menegang. Mereka yang sudah tahu cara kerja Keenan tentu tahu, jika tuannya tertawa itu artinya pria itu sedang tidak baik-baik saja.


“Kedua orang tuaku selalu mendesakku dan bertanya tentang Nyonya Keenan!”

__ADS_1


Deg!


Jantung Farah seolah lepas dari tempatnya, kedua matanya membulat sempurna memperhatikan Keenan yang masih tetap menatapnya tanpa menggeser pandangannya. Nyonya Lyn dan tuan besar Kaviandra seolah mengerti, mereka ikut berdebar dan mengembangkan senyuman. Sedangkan Karen, gadis itu menatap nanar melihat respon Farah yang sudah pucat.


‘Apa dia takut? Mengapa? Bukankah harusnya dia senang? Ini cita-citanya…’ batin Karen gelisah, dia seperti memiliki firasat buruk. Hanya saja, dia tidak mengerti apa yang salah saat ini.


“Sepertinya, kemampuan mencari tahu dari kalian sudah melebihi ekspektasiku!” Keenan berjalan perlahan, meninggalkan podiumnya dan mulai bersiap turun menuju dimana Farah berada. “Sudah beberapa pekan, rumor adik angkatku begitu tidak enak di dengar!”


Semua orang yang merasa pernah menyinggung hal ini sebelumnya menelan ludah mereka. Mereka juga sudah mulai menunjukan raut wajah ketakutannya.


“Saya pribadi tidak menjadi soal, karena─”


Here we are under the moonlight, I'm the one without a dry eye, 'Cause you look amazing... I'm sorry for whatever I've caused, before today I knew I felt lost, but now you're my lady...


Keenan berhenti berujar tepat saat tubuhnya sudah berada di hadapan Farah. Pria itu sedikit tercekat, dia menatap lekat gadisnya. Ada rasa tidak nyaman saat melihat respon Farah yang tidak seperti dugaannya. Gadis itu menunjukan sikap seolah tidak ingin hubungan mereka terekspos sekarang.


Tidak ada satu orang pun yang berani mengeluarkan suara. Keheningan membuat tekanan udara disana semakin menurun. “Karena, aku memang tidak lagi menganggapmu adikku… Farah Lee…”


So take my hand now, see me, 'Cause you've made me into this man. I promise I'll treasure you, girl... You're all that I've needed, completing my world...


Farah menjatuhkan air matanya, dia sudah tidak bisa lagi menahannya. Keenan menurunkan tubuhnya bersimpuh di hadapan Farah. “Rumor itu sungguh menyiksa kami… Terlebih wanita didepanku ini… Kalian sangat berani menyakiti perasaannya!!”


Farah terus mengalirkan air matanya, dia juga menunduk dan menggelengkan kepalanya perlahan. Dia berharap Keenan menghentikan semuanya.


“Farah Lee…” Keenan mengangkat wajah adiknya dan menyapu bulir bening yang membuat wajah cantik itu basah sekarang. “Kamu hanya adik angkatku… Jadi, tidak ada masalah bukan, saat ini aku benar-benar jatuh cinta padamu!”


Deg!


You... You're my love, my life, my beginning, and I'm just so stoked I got you... Girl, you are the piece I've been missing... Remembering now... All the times I've been alone, showed me the way, led me here, led me home, right through that door straight to you... You're my love, my life, my beginning... It's you...


“Farah Lee, maukah kamu menjadi Nyonya Keenan, menjadi Nyonya Kaviandra kedua? Menikahlah denganku dan kita akan hidup bahagia menua bersama!”


Tidak hanya Farah, semua orang yang ada di dalam aula merasakan perasaan yang sama. Bahkan tak jarang setengah dari yang menyaksikan sudah meneteskan air matanya termasuk nyonya Lyn juga Karen yang kini berpelukan bersama.


“Kamu bukan lagi adik angkatku, kamu adalah calon istriku. Farah Lee…”


Someone needs to come and pinch me now. I just can't believe what I have found. Standing here by me... Giving me the greatest gift you can, saying yes and now our life begin... Choosing you daily...


Keenan masih bersimpuh menatap Farah penuh cinta, gadis itu ingin sekali pingsan saat ini juga. Kesabaran Keenan yang setipis helaian tissue kembali merasa tidak senang, dia menatap tajam Farah. Gadis itu menyadarinya dan mengulumkan senyuman.


“Kak…” lirihnya lemas, dia seperti tidak mampu mengeluarkan suaranya.


“Jawab Farah… Kamu mencintaiku juga kan? Bukankah kamu ingin kita bersama selamanya?”


So take my hand now, see me, 'Cause you've made me into this man. I promise I'll treasure you, girl... You're all that I've needed, completing my world...


Tubuh Farah semakin bergetar, dia hanya mampu menganggukkan kepalanya berkali-kali. Keenan tersenyum bahagia, gegas dia memeluk erat Farah menenangkan gadisnya.


I will never give up on you, girl... Treat you right every night. Make my move, just for you, wanna do, do this right...


You... You're my love, my life, my beginning, and I'm just so stoked I got you... Girl, you are the piece I've been missing... Remembering now... All the times I've been alone, showed me the way, led me here, led me home, right through that door straight to you... You're my love, my life, my beginning... It's you...


Prok… Prok… Prok…

__ADS_1


Tepuk tangan meriah langsung menggema membuyarkan ketegangan sebelumnya. Saat ini hampir semua orang yang hadir begitu terharu pada pasangan yang bisa dikatakan paling spektakuler tahun ini.


Tuan Kaviandra menyeka cepat sudut matanya, dia segera mendekati istri dan putrinya. Tuan besar itu bergabung memeluk anggota keluarga lainnya.


Keenan melonggarkan pelukannya, dia mengusap wajah Farah perlahan. “Aku menepati janjiku, Sayang…”


Farah masih menangis tergugu, sungguh ini diluar prediksi BMKG. Keenan mengeluarkan kotak kecil dan memperlihatkan perhiasan bertahtakan permata yang berkilau. Keenan menautkan kembali cincin lainnya di jari Farah. Keenan juga mencium lekat jemari tangan kekasih resminya. “I love you, until whenever…”


Keenan mencium lembut bibir Farah, semua orang memekik terkejut. Bahkan Karen sudah membuka mulutnya selebar mungkin.


Farah tersipu malu dengan apa yang sudah dilakukan prianya saat ini. “Terima kasih, Kak…”


“Hanya itu?” Keenan kembali dirundung kekesalan, gadisnya menunduk terkekeh perlahan.


“I love you too, Keenan. I love you to the moon and back!”


Keenan tersenyum lebar begitu tampan, barisan penggemarnya terdengar menangis histeris. Idola mereka melepas masa lajangnya.


“Selamat Keenan, ternyata dugaan kami benar!” Tuan Kaviandra membuyarkan atmosfer kemesraan kedua putra putrinya.


Keenan mengerutkan keningnya, ternyata sedari awal keluarganya sudah curiga padanya. Keenan menunduk malu mengetahuinya. Nyonya Lyn mendekat, dia memeluk erat Keenan. “Mama tahu, kalian tidak mungkin menggunakan cincin di saat bersamaan. Untuk membohongi kami, kalian memang payah, haha!!”


Farah menutup wajahnya malu dengan kedua tangannya.


“Malu ya Sis? Percuma, malaikat udah catat dosa kalian!” goda Karen kasar dan segera memeluk adik kesayangannya. “It’s your dream, right? Congratulations Bestie…”


Farah memeluk erat Karen, kakak sepupu, adik ipar, dan sahabat terbaiknya, semua ada dalam diri Karen bagi gadis kecil itu.


“Oh, Mama cukup lega… Akhirnya putra sulung kita buka gay!”


Semuanya tertawa dengan penuturan nyonya Lyn sampai Sam membuyarkan kesenangan Keenan.


“Maaf Tuan, saya menyela… Markas kita─"


Raut wajah Keenan berubah seketika, kegelapan tiba-tiba menyelimutinya. Farah menyadari perubahan kekasihnya, tidak hanya Farah melainkan seluruh anggota keluarga lainnya.


“Kenapa Keenan?” tanya nyonya Lyn gelisah.


“Tidak ada, aku ada urusan sebentar di kantor!” sahut Keenan segera mengubah raut wajahnya. “Maafkan aku, tidak menemanimu lebih lama…” Keenan mencium pelipis Farah lembut. Gadis itu semakin menundukan wajahnya malu.


“Hi ilih, mendadak romantis. Merinding rasanya!” ejek Karen menatap keduanya.


Farah kembali menunjukan sifat aslinya, dia merangkul tangan Keenan dengan cepat. “Syiriiik wle… Dengar ya, mulai sekarang kamu adalah adik iparku, hohoho~”


Keenan dan juga kedua orang tuanya menertawakan keduanya. Keenan kembali berbalik dan mencium sekilas bibir Farah. “Aku akan segera pulang…”


“Ma, kenapa aku merasa mual melihat tingkah Kakak, sepertinya dia kerasukan!” ejek Karen merangkul ibunya.


“Hahaha, benar!”


Keenan tidak lagi meladeni keluarganya, dia bergegas keluar dan meninggalkan acara. Keadaan kembali seperti semula, semua tamu menikmati jamuan makan malam dengan khidmat. Beberapa tamu penting mendekat dan memberi selamat pada Farah juga keluarga Kaviandra lainnya.


--- To be continued ---

__ADS_1


Credit of Song : It's you by Sezairi.


__ADS_2