
Mall S, 06.00 PM.
Sam sudah menyebarkan anak buahnya atas instruksi Keenan sebelumnya. Tuannya akan berulah membawa gadis kecilnya, tentu saja mereka harus melakukan ekstra penjagaan, baik dari segala bentuk kejahatan musuh maupun dari beberapa paparazi yang haus akan berita dan skandal.
Farah terus mengembangkan senyuman bahagianya. Tangannya terlalu menempel erat dengan tubuh kakak sepupunya. Tapi, Keenan tidak mempermasalahkannya. Sejujurnya mereka sangat beruntung, diantara beberapa keluarga besar yang senang mengekspos diri mereka di publik, justru berbanding terbalik dengan keluarga besar Kaviandra. Mereka senang terlihat misterius, hal ini berguna disaat seperti sekarang. Keenan dengan bebas bisa membawa gadisnya tanpa perlu orang lain merasa curiga terhadap keduanya.
"Sebelum makan, kita ke suatu tempat dulu ya!" Farah menggerakkan tangan Keenan terus menurus dengan wajah merengek manjanya.
"Yes, Baby... Enjoy yourself!" Keenan teramat pasrah ditarik kemanapun kekasihnya inginkan.
Keenan mengulumkan senyuman saat Farah sudah membawanya menuju salah satu toko perhiasan yang cukup terkenal disana. Farah kembali menarik tangan Keenan, pria itu terus menggenggam tangan mungil kekasihnya tanpa ingin dilepaskan.
"Selamat sore Nona dan Tuan... Ada yang bisa saya bantu?" sapa ramah salah satu pelayan toko perhiasan.
"Iya, saya mau lihat cincin pasangan yang itu!!" Farah segera menunjuk salah satu perhiasan yang terpajang di etalase khusus perhiasan yang biasa dipesan untuk pernikahan.
Keenan hanya melengkungkan senyuman, akhirnya dia mengerti apa keinginan gadis kecilnya. 'Ternyata kamu juga tertarik pada kilau emas, Baby!"
"Mata anda sungguh jeli! Barang ini baru saja sampai dan hanya ada satu-satunya."
Farah semakin berbinar dengan penjelasan pegawai toko, dia sudah menerima satu set cincin pasangan kemudian dia menunjukkan pada kekasihnya. "Tadaaa..."
Keenan menunjukan senyuman tampannya, tidak hanya Farah yang terpana, melainkan seluruh pegawai wanita yang ada di toko ikut mencuri pandang pada pria yang sangat mencolok dengan kharismanya itu.
"Bagaimana menurut Sayang? Bagus bukan?" Farah masih menunjukan perhiasan yang masih berada di dalam kotaknya. "Sekarang, Sayang taruh di jariku, aku pun demikian!"
"Setelah ini kita akan mengikrarkan janji suci menua bersama sehidup selamanya. Hohoho~"
Keenan terdiam tidak bisa menyanggah ucapan gadisnya. Dia begitu patuh tanpa banyak bicara mengambil cincin yang akan dikenakan oleh gadisnya dan kemudian Keenan menggenggam tangan Farah. "Aku berjanji, kita akan hidup selamanya bersama!"
Deg!
Farah termangu, giliran dia yang kesulitan membalas ucapan Keenan. Semua pasang mata yang ada disana ikut berdebar merasakan keharuan yang tiba-tiba tercipta saat Farah dan Keenan memasuki toko mereka melakukan keromantisan sederhana seperti sekarang.
Di setiap doaku, di setiap air mataku selalu ada kamu... Di setiap kataku ku sampaikan cinta ini, cinta kita... Ku tak akan mundur, ku tak akan goyah, meyakinkan kamu mencintaiku...
Keenan sudah memasukkan cincin indah bertahtakan permata dan berlian di jari manis gadisnya. Tubuh Farah sedikit bergetar, kedua netranya telah berkaca. Selama ini, dia hanya mampu berkhayal akan prianya yang mungkin mengenakan cincin pernikahan untuknya.
"Aku harap, aku bisa selalu membahagiakanmu!" Keenan mencium punggung tangan Farah lembut. Tubuh Farah gamang dibarengi pekikan seluruh pegawai yang iri padanya.
Tuhan ku cinta dia, ku ingin bersamanya... Ku ingin habiskan nafas ini berdua dengannya. Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya... Bersama sampai akhir...
'Apa yang sedang Kakak lakukan... Apa dia sedang mempermainkan perasaanku lagi di depan semua orang?'
Sekuat tenaga Farah tidak menangis dan dia segera menyelesaikan bagiannya. "Sayang, aku sungguh berharap... Kita berada di altar pernikahan saat ini!"
"I love you, sudah delapan tahun aku mencintaimu..."
__ADS_1
Keenan tercekat, menatap pandangan sayu gadisnya membuat hatinya nyeri.
"It's you... And always you, you my love, my life, my beginning!" Farah tak kuasa bertahan akhirnya menjatuhkan air matanya.
Dengan cepat Keenan menarik tubuh Farah, dia mencium gadisnya di muka umum. Semua pegawai menutup mulut mereka tidak percaya. Mereka benar, kedua pasangan yang menjadi tontonan kali ini terasa seperti mereka sedang mengikuti acara streaming pernyataan cinta di salah satu stasiun televisi nasional.
Keenan melepaskan gadisnya, dia menatap serius dengan menyentuh wajah Farah lembut. "Love you too, so much!"
Farah tersenyum getir, dia memeluk erat prianya dan berbisik. "Aku tidak peduli meskipun Kakak menipuku, semua ini sudah cukup bagiku!"
"Kamu gadis bodoh!!" Keenan membalas cepat, mengapa disaat dia berusaha terbuka dengan perasaannya, Farah seolah tidak ingin percaya.
Keduanya semakin melupakan mereka sedang berada dimana. Keduanya tidak peduli, rasanya mereka hanya hidup berdua di bumi ini, yang lain sewa.
"Apa sudah selesai?" tanya Keenan mengalihkan.
"Ya, wait a minute!"
Farah berbalik badan, dia kembali menarik cincin kekasihnya. Keenan mengerutkan kening dengan kelakuan gadisnya yang tidak bisa diprediksikan. Ternyata Farah meminta mereka mengukir inisial nama depan masing-masing di bagian dalam cincin.
"Are you happy? Jadi, ini yang kamu mau?" Keenan memeluk Farah dari belakang. Keduanya tengah menunggu proses pengukiran nama mereka.
"Absolutely!" Farah mengembangkan senyuman, tak hanya itu gadis tengil itu menarik kepala Keenan dan mencium pipinya.
"Semakin kesini, kamu semakin berani!" Kekeh Keenan mencium ceruk leher gadisnya.
"Terima kasih sayangnya akuuu~" Farah kembali memeluk Keenan dengan teramat sangat bahagia.
"Maaf menunggu lama, cincinnya telah selesai!" Salah satu staf kembali menghampiri keduanya dan menyerahkan kotak perhiasan pada Farah.
Farah menerima dengan senyum yang merekah, keduanya kembali menggunakan cincin mereka. Setelah ini, orang akan semakin mengira bahwa keduanya benar-benar pasangan.
"Apa ini sudah cukup?" Keenan kembali bertanya, memastikan bahwa gadisnya sudah benar-benar puas.
"Ya!" sahut Farah segera.
"Apa kamu tidak mau perhiasan lainnya, logam mulia, atau tokonya?!"
Bukan cuma Farah yang melongo, tapi pegawai toko yang tidak sengaja mendengar percakapan keduanya ikut melongo.
"No, thanks!" Farah menolak dengan terus mengangkat tangannya keatas. Dia kembali tidak percaya, cincin pernikahan bisa bertengger di jari manisnya.
"Baiklah..." Keenan mengecup perlahan kepala Farah, kemudian pria itu mengambil sikap dengan isyarat tangannya, Sam beserta seluruh anak buah yang lain mengerti apa yang harus mereka lakukan.
Keenan dan Farah sudah keluar dari area toko dan berjalan menjauh menuju salah satu restoran favorit gadisnya. Semua pegawai langsung dalam mode kepo dan ghibah on seketika.
"Eh, lu tau gak dua orang itu siapa?" Salah satu pertanyaan yang merupakan tanda-tanda ghibah dimulai.
__ADS_1
"Ya jelas gak tahu! Gue kepo banget siapa dua orang itu... Yakin seratus persen bukan orang biasa, tapi bukan artis juga!" Salah satu wanita menjawab dengan antusias.
"Yoai, liat anak buahnya di depan itu, banyak eimss... Pejabat mana yang punya kuasa ampe gak boleh ada pelanggan lain datang?"
"Pejabat? Mana maen... Pengusaha lah pastinya..."
"Itu cewek pasti bocah bau kencur, ani-ani pasti!"
"Betul, betul, betul!"
Keduanya semakin asik mmelakukan spekulasi terhadap pelanggan sultan yang barusan membuat heboh toko mereka.
Sam dan beberapa anak buahnya sudah memasuki toko dengan mode seperti malaikat pencabut nyawa. "Keluarkan semua ponsel kalian, tidak ada yang berhak membicarakan Tuan kami!"
Kesemua orang dibuat terbelalak, suasana menjadi suram terlebih anak buah Sam sudah mulai mengambil paksa ponsel keseluruhan pegawai toko. Sam tak lupa melenyapkan rekaman CCTV di saat tuannya disana. Setelah selesai, mereka kembali membubarkan diri.
"Siapa coba yang punya kuasa seperti ini?" tanya salah satu staf yang sebelumnya sudah menggunjing Keenan dan Farah.
"Aku tahu!"
Semua pasang mata seperti bertemu hero dan spontan memekik berbarengan. "Siapa?!"
"Keenan Kaviandra!" jawab si wanita dengan wajah pucatnya.
"Seriously? Tuan Muda Keenan CEO Ktech?"
"Ya..."
Mereka mendadak bungkam, sudah bisa dipastikan mereka mengenal sifat Mr. K yang terkenal dengan dingin, angkuh dan kejamnya. Jika mereka menyayangi nyawa mereka, maka bungkam solusi terbaik!
Tanpa disadari siapapun, ternyata masih ada salah satu orang yang lolos dari pemeriksaan Sam dan anak buah mereka.
"Farah..."
Axcel mengepalkan kedua tangannya erat, jantungnya seperti diremas kencang membuatnya sesak. "Aku tidak percaya jika saja aku tidak melihatnya sendiri barusan!"
Axcel menatap video yang barusan diambil olehnya. Air matanya jatuh saat melihat dengan mata kepala sendiri, gadis yang jadi pujaan hatinya berciuman dengan pria lain. Bahkan pria itu adalah...
"Apa pria yang kamu cintai adalah kakak sepupu angkatmu sendiri, Farah Lee!!"
Axcel semakin yakin, ada skandal besar di dalam keluarga besar Kaviandra. Dia harus segera mengusutnya. "Heh, kamu sungguh menjijikkan Keenan... Mengancamku hanya karena Farah adalah gadismu?"
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu, jika aku mengetahui kamu mempermainkan gadisku!!"
Axcel terus memperhatikan siluet kedua orang yang sudah berhasil membuat dia patah hati dan sesak saat ini juga.
--- To be continue ---
__ADS_1
Credit of song : Jangan Rubah Takdirku by Andmesh.