
Keenan tidak bergeming dari tempatnya, Farah mengulumkan senyuman. Ternyata sekuat apapun Keenan, saat dia terpojok tentu saja terlihat jelas kelemahan pria besar itu.
“Kak…” Farah mendekat dan kembali memeluk kekasihnya. Keenan tersadar, dia tidak bisa menjawab kalimat terakhir yang dilontarkan kekasihnya. “Sayang, jangan berpikir yang terlalu berat seperti ini. Okay?”
Farah hanya menarik garis senyumannya tipis, dia tentu ada alasannya mengatakan kecemasan yang selalu menggerogoti jiwanya. “Aku tahu, aku hanya takut… Aku takut tidak bisa lagi bertemu dengan Kakak!”
“Sssttt! Jangan ngomong sembarangan… Jangan pernah berpikir aku akan meninggalkanmu!” Keenan menaruh jari telunjuk di bibir kekasihnya. “Kamu pun, jangan pernah berpikir mau meninggalkanku, Farah!”
Tiba-tiba saja Farah merasa Keenan tengah menyinggung dirinya. Gadis itu tersenyum culas, dia menatap Keenan dengan tatapan yang sukar diartikan kekasihnya sekarang. “Apapun akan aku berikan, Sayang… Sekalipun nyawaku… Kamu segalanya untukku!”
“Kutukanmu bekerja sempurna untukku… Aku sangat mencintaimu Farah Lee!!” Keenan memeluk erat gadis kecilnya. Dia merasakan perasaan tidak enak menggelayut di dalam hatinay. ‘Perasaan apa ini, aku merasa kamu akan pergi jauh… Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!’
Farah hanya merespon dengan memeluk erat kembali tubuh atletis calon suaminya. Pikirannya terbang kesana-kemari. Jiwanya ikut terhempas, terombang-ambing di lautan ketakutannya. ‘Disaat aku memutuskan ingin meninggalkanmu, dengan sekuat hati kamu menahanku… Hahaha… Kutukanku, benar-benar bekerja sempurna… Aku bahkan menyesalinya!! Huhuhu…’ batin Farah berkecamuk hebat, Keenan menyesap ceruk lehernya lekat.
“Sayang… Berjanji padaku… Apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama… Aku sungguh takut kehilanganmu sekarang!”
“Heh, aku tidak tahu jika Kakak bisa bermulut lembut seperti ini!”
“Heh, maafkan aku… Sometime, kita perlu keras pada diri sendiri, pada orang lain, hanya sekedar meneguhkan hati, bahwa yang kuatlah yang bertahan!”
Farah tersenyum getir, dia mencium bibir Keenan sekilas. “Aku sangat mencintaimu Kak… Dari dulu, hingga akhir waktu… Percayalah…” Farah meneteskan air matanya. Keenan sungguh terenyuh dengan apa yang dikatakan dan dilakukan Farah sekarang.
“Jika di banding aku, mulutmu jauh lebih manis seribu kali lipatnya!”
“Aaarrrhh, hahaha!!”
Keenan menjatuhkan tubuh gadis kecilnya di ranjang besar. Dia kembali berniat melakukan penyatuan. Beberapa beban pikiran masing-masing dari mereka mulai memudar membuat keduanya merasakan satu sama lainnya.
Lenguhan kencang Farah sudah tidak lagi mereka pedulikan, Keenan menunjukkan senyuman kebahagiaan saat melihat wajah penuh hasrat gadisnya. Di bawah kungkungan tubuhnya, gadisnya terlihat luar biasa. “I love you, my sweetie…”
***
Tidak hanya Keenan dan Farah yang sedang melakukan deep talk satu sama lain. Karen dan kedua orang tuannya ikut serta mencoba mendekati putri kecil mereka. Tuan Kaviandra dan nyonya Lyn tentu saja tidak memiliki kriteria khusus mengenai calon menantu mereka. Hanya saja, keduanya sudah mengetahui pasal masa lalu Erick serta rumor keluarga besarnya. Hal itu tentu mengganggu dan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi tetua Kaviandra, terlebih anaknya adalah seorang perempuan.
“Papa rasa, Kakakmu sudah menasehatimu lebih dulu bukan?” Tuan besar memulai percakapan serius mereka.
Karen menunduk gelisah. “Dia tidak menasehatiku, dia menghukum tanpa ingin mendengar penjelasanku terlebih dahulu!!”
Karen masih trauma dengan apa yang dilakukan Keenan pada mereka beberapa pekan yang lalu.
__ADS_1
“Itu karena dia begitu menyayangimu!” sahut tuan besar membela putra sulungnya.
“Apa kamu tidak tahu apapun tentang Keluarga Shin?” tanya tuan besar kembali tidak ingin memperlama masalah.
“Aku beberapa kali mengunjungi mereka. Mereka sangat baik padaku, mereka juga menerimaku…”
“Tentu saja, kamu tambang berlian bagi keluarga mereka!”
“Pah!!”
“Karen…”
Ketiganya saling bersahutan mempertahankan asumsi mereka.
“Dimana mata hatimu, Karen?” tanya tuan besar kembali tidak habis pikir dengan jalan pikiran putri bungsunya itu. “Kalian berdua begitu naif!” sambung tuan besar menatap nyalang putrinya.
Selama ini tuan Kaviandra dan juga istrinya tidak pernah berkata keras pada putra putri mereka. Keduanya tidak pernah berbuat ulah, bahkan keduanya justru terkesan anak ajaib yang patuh dan juga begitu jenius.
“Aku mencintainya, Pa…” lirih Karen menunduk menjatuhkan air matanya.
Nyonya Lyn begitu iba pada putrinya, dia bukan tidak ingin membela gadis kecilnya. Hanya saja, dia juga seorang ibu yang memiliki perasaan, dia tidak ingin putrinya mendapatkan pria yang salah.
“Prestasi apa yang sudah ditunjukan Erick padamu, hm?” Tuan Kaviandra mendekat menautkan kedua tangannya gelisah. “Kamu tahu, Papa dan Mama tidak semata-mata mengijinkan Keenan mengambil Farah menjadi istrinya begitu saja… Kamu sangat tahu sendiri, bagaimana Keenan menyayangi Farah selama ini. Dia terus berusaha mengimbangi rasa sayangnya pada keluarga, pada yang lain, dan dia terus mengembangkan diri menjadi pelopor pengusaha termuda disini!”
“Apa Erick bisa diandalkan seperti Kakakmu?”
“Dia baru lulus,” sanggah Karen membela kekasihnya.
“Heh… Kamu tahu sendiri, Keenan membangun KTech sedari dia masih duduk dibangku kuliahnya. Dulu KTech hanya subcon yang mengerjakan pekerjaan perusahaan besar! Lihat sekarang? Usaha kerasnya tidak pernah mengkhianati hasil akhirnya.”
“Pa… Kami bisa memulainya setelah ini!”
“Kamu memang sudah memulainya, kamu sudah mulai membangun Suho Enterprise bukan? Apa itu juga bagian dari proyek kerjasamamu dengan penerus Shin? Papa tebak, tidak!!”
Tuan Kaviandra terengah, dia begitu emosi pada keteguhan putrinya.
“Karen…” Nyonya Lyn berusaha membantu suaminya. “Mama menerima Papamu dari dia bukan apa-apa… Mama mengerti maksudmu, dan sejujurnya Papa juga mengerti akan kondisi ini. Hal yang menjadi pertimbangan kami adalah… Sifat suka bermain wanita yang membuat kami tidak menerimanya!”
“Ma… Itu masa lalunya!!”
__ADS_1
Karen tetap pada pendiriannya, toh selama Erick menjalin hubungan dengannya, pria itu tidak pernah kedapatan menduakannya.
“Heh, kamu lucu Karennina!” cibir tuan Kaviandra kembali kesal.
“Aku pastikan dia sudah berubah Pah!! Seperti yang dikatakannya, masa lalunya memang buruk… Tapi, apa dia tidak berhak atas masa depannya menjadi pribadi lebih baik lagi? Selama dia bersamaku, dia tidak pernah menduakanku!! Aku sangat mengetahuinya…”
“Cukup Karennina!!” Tuan Kaviandra memekik menunjuk putrinya kesal.
“Pa…” Nyonya Lyn berusaha menenangkan suaminya saat ini.
“Bagaimana bisa orang tua yang melahirkan serta membesarkan susah payah dengan penuh kasih sayang, rela memberikan putri mereka pada pria brengsek tak tahu diri seperti dia?”
Karen kembali menunduk menjatuhkan air mata yang semakin deras keluar dari kedua netranya. Tubuh gadis itu juga bergetar hebat dengan penuturan ayahnya. Ini pertama kalinya dia mendengar ayahnya membentak dirinya.
“Kamu baru mengenalnya satu tahun, bukan?” tuan Kaviandra kembali berbicara perlahan dengan mengontrol emosinya. “Semua orang memang bisa berubah, dari yang buruk menjadi lebih baik… Papa mengerti… Papa sendiri pernah muda, Sayang!”
“Tidak ada satu pria yang mencap dirinya baik, menggunakan alasan berganti-ganti pasangan demi mencari yang terbaik! It’s bullshit!” Tuan besar membuat mata Karen membulat sempurna. “Apalagi Erick, dia memiliki pasangan lebih dari satu, artinya dia selingkuh? Sungguh prestasi yang patut diacungi jempol terbalik!!”
"Dengar Karennina, papa menyekolahkanmu jauh di sekolah terbaik agar kamu mendapatkan yang terbaik juga!" Tuan besar tidak ingin lagi menyakiti perasaan putrinya. “Jika kamu jatuh cinta, tolong bawa serta otakmu juga!”
“Dari kemarin kamu mempermasalahkan sikap Kakakmu yang kasar pada Farah. Kamu takut adik kesayanganmu salah memilih pasangan. Apa tidak terbalik?” Tuan besar kembali membandingkan Karen dan Keenan. “Kakakmu memang kasar, tapi… Kita semua tahu, dia sangat setia… Dia tidak pernah mempermainkan satu wanita pun… Dia langsung memilih Farah tanpa pikir panjang!”
“Erick mungkin menjadi cinta sejatimu, tapi Kamu? Apa benar menjadi cinta sejatinya? Perasaan jatuh cinta berkali-kali pada pasangannya tanpa mengetahui alasan yang pasti. Apa benar Erick memperlakukanmu demikian? Kamu baru menjalaninya setahun… Bagaimana dengan tahun berikutnya? Farah mencintai Keenan delapan tahun lamanya, Keenan juga menyayanginya selama itu juga… Kalian?”
“Kamu bukan wanita percobaan… Tidak ada satupun anak Papa yang boleh jadi ajang percobaan dalam menjalani hidupnya!”
Karen semakin terisak pilu dalam tangisnya. Nyonya Lyn mendekat dan mendekap putrinya dengan hangat. “Sayang, pernikahan itu bukan setahun dua tahun. Pernikahan adalah waktu yang akan kita habiskan seumur hidup kita bersama pasangan." Nyonya Lyn dan tuan Kaviandra terus meyakinkan putri kesayangan mereka. “Hanya akan ada dua pilihan saat kita memutuskan pasangan. Pria yang akan membahagiakan mu seutuhnya, atau menjatuhkanmu dalam kesengsaraan selamanya.”
"Karen, selingkuh adalah kebiasaan buruk, akan sulit bagi pria yang sudah terbiasa main serong dengan mencoba setia. Mungkin selama beberapa tahun dia bisa menahan dirinya. Namun, semua pernikahan akan selalu mendapatkan ujiannya. Apa kamu yakin siap dengan diuji hal yang sudah kamu maklumi sedari dini?" Tuan Kaviandra menyesap perlahan teh yang tersaji.
“Kami tidak akan memaksakan pilihanmu. Jika saja, Erick tidak memiliki pengalaman buruk dengan status playboynya. Kami hanya ingin kamu, putri kesayangan kami, mendapatkan yang terbaik!”
“Semua orang memang memiliki proses dan cobaannya masing-masing. Kamu pilih mana, kecewa tapi belum sempat tersakiti atau terluka setelah tahu salah memilih? Meski kamu mungkin bisa memaafkan dan sembuh dari lukamu. Tapi, percayalah semua akan membuatmu trauma dan hatimu tidak bisa di ajak untuk melupakannya sampai kapanpun!"
Karen semakin menangis sejadi-jadinya di depan kedua orang tuanya. Keduanya memeluk erat putri kesayangan mereka. Bagi mereka, kebahagian putra-putri mereka tentu jadi prioritas hidup keduanya. Keluarga besar Kaviandra sangat keras dalam mendidik buah hati mereka. Bukan tanpa alasan tentu saja, melainkan karena keduanya teramat sangat menyayangi mereka. Bagi tuan Kaviandra harta yang paling berharga adalah keluarganya. Dia bisa mencapai kesuksesannya seperti sekarang tentu saja karena keluarga adalah motivasi terbesarnya.
Tuan Kaviandra bekerja keras sedari dulu demi memastikan keluarganya hidup layak, aman dan juga menerima ilmu yang berkecukupan agar kelak keduanya lah yang akan bersinergi meneruskan KGroup semakin terdepan kedepannya. Jika saja salah satu diantara mereka salah jalan dan tergelincir, maka sudah dipastikan KGroup akan goyah dan usaha kerasnya selama ini bisa jadi sirna begitu saja. Dalam membangun sebuah kepercayaan butuh waktu yang sangat lama. Tapi untuk menghancurkannya hanya perlu waktu sesingkat-singkatnya. Seperti ungkapan seseorang mengatakan manusia tidak seperti Tuhan, seribu kebaikan akan hilang oleh hanya satu kesalahan.
--- To be continue ---
__ADS_1