Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 55 # Blacklist


__ADS_3

Dengan kasar anak buah Keenan menyeret dua orang tersangka tanpa ingin berbelas kasih. Semua orang kembali ribut dan mengerumuni lapangan besar mereka.


"Lihat! Ada apa itu..." Salah satu mahasiswa memekik dan ditimpali rekannya yang langsung membuat semuanya berbondong-bondong menyaksikan apa yang terjadi di kampus mereka.


Ketiga teman Farah yang sedang menuju pintu keluar berbalik menatap beberapa mahasiswa yang berlarian menuju lapangan. "Ada apa sih? Perasaan dari tadi ribut mulu!" Ceillyn menatap keheranan melihat semakin banyak orang berbondong-bondong menuju lapangan.


"Gue punya firasat buruk, Lyn! Kita liat yuk..." Meishya menahan genggaman tangan Ceillyn. Rekannya mengangguk setuju.


"Lu mau ikut gak Cel, tadi kita lihat Keenan Kaviandra ada di kampus ini!" seru Meishya menghentikan langkah kaki Axcel.


"Dah lah gak usah ajak dia, gak ada Ayangnya mana mau dengerin kita!" Ceillyn bergegas menarik tangan Meishya dan ikut membaur bersama dengan orang-orang yang mulai mengitari lapangan.


Axcel mengepalkan kedua tangannya, dia sendiri merasakan atmosfer yang tidak biasanya di kampus mereka. "Apa ini ada hubungannya denganmu, Farah!"


Arnetha tersenyum saat sudah bisa melihat sosok yang dinantikannya. Sialnya, saat ingin memanggil si pria, yang bersangkutan telah pergi begitu saja.


"Neth, kita ke lapangan juga yuk! Katanya ada tontonan bagus!" seru salah satu rekan geng Arneth membuyarkan lamunan gadis itu.


"Tontonan?"


"Iya, kuy!"


Sella segera menarik tangan Arneth dan ikut membaur menuju tengah lapangan.


Bruuuk!


Anak buah Keenan menghempas kasar kedua tersangka. Tidak disangka disana telah tersedia kursi yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dengan sigap anak buah yang lain menarik keduanya kasar dan mengikat mereka berdua di kursi masing-masing.


Keduanya sudah terlihat pasrah, sekeras apapun mereka berontak, mereka yakin mereka tidak akan pernah bisa lolos dari kengerian putra sulung Kaviandra. Keenan sudah berdiri tepat satu meter dari jarak keduanya, pria itu kembali mengambil rokoknya. Dengan sigap Sam menghidupkannya kembali. Semua orang begitu takjub pada kekuasaan Keenan yang melebihi kekuasaan presiden mereka rasanya.


"Jika kamu banyak uang, maka kuasa akan menjadi milikmu sepenuhnya!" bisik salah satu penonton pada rekannya yang disambut anggukan setuju.


Keenan menyesap dalam dan membuang kepulan asap tebal pada kedua wajah tersangka. Mereka batuk bersama, pekatnya bau tembakau yang seperti racun itu membuat kepala mereka pusing seketika. Tak berselang lama Keenan kembali mematikan rokok di salah satu kening pendosa lainnya.


"Aaarkk!"


Rintih kesakitan pelaku membuat seluruh tubuh yang mendengar merinding seketika. Beberapa orang yang memang haus akan berita dan skandal bergegas menyalakan mode kamera dan merekam kejadian menarik yang kapan lagi bisa mereka lihat secara langsung. Bahkan ada beberapa orang yang sempat berpikiran dangkal untuk menjadikan alat sebagai pertukaran uang dengan pihak KTech dalam menyebarkan aib keluarga mereka.


Keenan menyeringai, dia sungguh takjub dengan manusia-manusia tidak berguna itu. Dengan cepat Keenan mengaktifkan mode EYES di matanya, dia meretas seluruh sistem kampus dalam waktu hitungan detik saja. Tak hanya itu, dia juga mematikan seluruh jaringan internet di kawasan kampus. Tidak ada satu orang pun yang bisa mengakses internet di gadget pintar mereka. Hebatnya lagi seluruh ponsel mahasiswa yang aktif dalam mode kamera merestart sistem mereka dalam settingan pabrik atau melakukan proses reboot otomatis. Semua wajah para pelaku dengan otak kriminal pucat pasi. Menyesal memang selalu datang belakangan, mereka lupa pria di hadapan mereka saat ini adalah si jenius teknologi founder KTechnology.


Keenan melemaskan otot lehernya, pemandangan liat ini membuat seluruh orang diam termangu di tempat. "Kalian tikus busuk, sungguh berani di hadapanku!"


Keenan menggerakkan tangannya ke depan, seluruh ponsel orang-orang yang berada di lapangan bergerak sendiri dan melayang. Semua orang tidak bisa lagi menjerit saking terkejutnya, Keenan sungguh terhibur dengan ekspresi bodoh mereka yang mengatakan dirinya mahasiswa!


Traaak!


Seluruh ponsel jatuh berbarengan, Keenan merubah sorot matanya menjadi merah menyala. "Jika kalian berani memprovokasiku lagi, aku tidak segan mengantarkan kalian ke depan gerbang kematian kalian lebih cepat dari yang sudah dijadwalkan malaikat pencabut nyawa!"


Deg!


Jantung semua orang seolah lepas dari tempatnya, mereka seperti lupa caranya bernafas. Keenan terlalu mengerikan walau wajahnya terlalu tampan. Ceillyn dan Meishya bersyukur tidak mengeluarkan ponselnya, mereka juga bersyukur menjadi sahabat Farah. Mereka tidak pernah berpikir bisa melewati hari semenyeramkan ini. 'Sekarang aku paham, Farah begitu takut nilainya anjlok... Dia bahkan mendapatkan hukuman karena nilainya jelek. Apalagi sekarang!'


Meishya dan Ceillyn berpegangan erat, keduanya terlalu takut untuk melarikan diri dari sana saja tidak sanggup rasanya. Axcel menatap lekat ke arah pria yang sudah bisa bergelar Maha Kuasa bagi sebagian orang kecil. Tidak terkecuali Arneth yang mendadak berbinar tertarik pada sosok pria yang begitu tampan dan menggoda dengan sikap kejamnya. Kriteria yang sempurna sama seperti kebanyakan para CEO kejam di sebuah cerita novel romansa. 'Seandainya aku tidak bertunangan dengan Axcel, mungkin aku akan mengejarnya!'


"Kalian sungguh membuang waktu dan tenagaku!" Keenan kembali pada rencana awal dia berada di kampus. "Samuel!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Dengan cepat Sam ikut serta mengaktifkan EYES miliknya dan memunculkan hologram yang cukup jelas disaksikan oleh seluruh orang yang ada disana. Mereka menelan ludah bersama, ini dia kecanggihan yang hanya bisa dikeluarkan oleh perusahaan teknologi satu-satunya KTech. Selain kagum dengan kecanggihan yang tersuguh di netra semuanya. Refleksi layar yang jelas menampilkan tajuk berita yang sedang santer diperbincangkan orang-orang di kampus mereka.


"Kalian sudah mengerti?" Keenan berjalan dan memperhatikan satu per satu wajah-wajah orang yang semakin pucat serta berkeringat hebat. "Apa kalian tidak mengenal siapa Farah Lee, hah?!"


Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Keenan, jelas sekali mereka semua terseret dalam arus dosa menyebarkan fitnah salah satu anggota keluarga besar Kaviandra. Keenan kembali memposisikan dirinya di hadapan kedua pelaku utama yang dengan berani tanpa memikirkan konsekuensi menyebar rumor mencatut nama besar Kaviandra.


BUG!


"Aaarrkk!"


Dengan cepat Keenan memukul perut salah satu terdakwa dengan sangat keras, darah pekat menyembur dari mulut pelaku. Semua orang yang tidak sanggup melihatnya menundukan wajah dan meringis ketakutan.


"Farah Lee adalah adik kesayanganku, kami tidak menyematkan nama besar Kaviandra karena menghormati keluarga besar Lee!"


"Kalian juga tidak pernah dengar keluarga besar Lee dari Negara sebelah? Oh ya, kalian kan tidak punya otak, tidak akan pernah tahu seberapa besar pengaruh keluarga Lee disana!!"


Buuug!


Keenan kembali memukul tubuh pria barusan hingga kesadaran pelaku semakin menurun. Darah terciprat kemana-mana, emosi Keenan meluap tidak terkendali. Walau tanpa tenaga berarti, pukulannya kali ini mampu menghilangkan nyawa seseorang.


"Kalian membuat rumor tentangnya, itu artinya kalian menentang kami!" Keenan kembali menunjukan seringai iblisnya. "Hukuman pantas apa yang harus aku berikan padamu?"


Buuug!


Buuug!


Keenan kembali memukuli targetnya hingga babak belur, bahkan kesadarannya sudah setipis tissue. Keenan menyadarinya dan menghentikannya. Semua orang yang menyaksikan seperti menahan nafas mereka bersama. Debar jantung yang berpacu seperti berada di arena balap liar semakin membuat semua orang lemas saat ini juga.


Saking pekatnya kegelapan di area mereka beberapa wanita sudah menangis tidak tahan akan ketakutan yang mendera. Keenan kembali menjentikkan jemari tangannya, seluruh ponsel yang masih aktif berbunyi serentak. Sam menggerakkan sebuah alat transmitter di tangannya mengendalikan sistem yang tersinkronkan dengan tampilan hologram di depan, mencari data siapa saja yang ikut andil dalam menyebarkan rumor itu dari satelit pribadi milik mereka.


Tring!


Tring!


Tring!


Beberapa notifikasi ponsel berdering saling sahut menyahut, kemudian di hologram itu terpampang nama dan juga foto orang-orang yang terlibat yang mendapat notifikasi barusan, baik yang menyebarkan atau pun yang sekedar mampir meramaikan dengan hate comment mereka yang menjelekkan nama baik Farah semua tidak bisa lolos dari cengkraman Keenan.


"Heh, kampus itu untuk mendidik kalian agar menjadi manusia berguna!" Keenan kembali menyesap rokoknya yang baru dinyalakan oleh Ben. "Bukan jadi ajang menunjukan kebodohan serentak! Ppuuffh..."


"Ini peringatan bagi kalian semua!" Keenan menatap nyalang satu per satu di barisan depan. Semua orang tampak terlihat frustasi. "Ben, lakukan hal serupa pada rekannya!"


Ben menyeringai, dia melemaskan otot tangannya. Pemuda yang masih terikat bersih belum tersentuh itu sudah gemetar hebat. Giliran dia mendapatkan karmanya, sejenak dia merasa bodoh sudah menerima suap uang dari dalang di balik rumor besar Farah.


Buuug!


Buuug!


"Aaarrghh!!"


Keenan menatap satu per satu data yang sudah berhasil di export oleh Sam. "Heh, banyak sekali yang mengolok adikku ternyata! Apa kalian begitu membencinya? Why?"


"Aaarrrkk!!"

__ADS_1


Salah satu wanita di depan terhempas dan kini berada dalam cengkraman tangan Keenan. Semua orang tidak bernafas serentak saat kejadian itu begitu cepat di mata mereka. "Apa kamu iri pada adikku?"


"Aaarrkk!"


"Uuhhhkkk!!"


Keenan melepaskan salah satu wanita yang ikut menyebarkan rumor buruk Farah bahkan memberikan hate comment yang cukup sadis pada gadis kesayangan Keenan. "Aku sungguh menyesal melakukan hal sepele ini dengan tanganku sendiri! Kamu tidak pantas..."


"Kalian semua yang ada dalam list ini, tidak akan pernah bisa masuk KGroup apalagi KTech!" seru Keenan datar membiarkan si wanita merangkak menjauhinya. "Selain itu, kalian juga akan di blacklist di beberapa perusahaan luar negeri yang masih dalam naungan kerja sama dengan perusahaan kami. Kalian juga tidak akan pernah bisa meneruskan study di bawah instansi yang bekerja sama dengan kami!" Keenan menutup aksi kekejamannya hari ini. Ini belum seberapa, dia tentu tidak mungkin membunuh mereka semuanya di tempat umum seperti ini.


Sam menaruh semua nama yang tertera dalam berkas drive khusus yang sudah bernama Blacklist dia dalam sistem perusahaan baik KTech maupun KGroup. Tidak hanya itu, seluruh server kampus juga sudah ditanami drive yang berisi dengan para blacklist ini.


Tak berapa lama orang-orang dalam daftar hitam itu kembali menerima notifikasi secara langsung dan serentak tanpa menunggu lama. Hal itu merupakan pemberitahuan berupa surel elektronik pernyataan blacklist person. Mereka semua yang terlibat mulai menangis histeris dan begitu menyesal, rusak sudah masa depan mereka hanya karena termakan oleh godaan sesat ikut terprovokasi oleh berita yang tidak benar.


"Adikku sudah begitu berbaik hati pada kalian, jika bukan kami yang turun tangan. Dia akan selalu memaafkan perbuatan busuk kalian. Apa kalian tidak pernah berpikir bagaimana rusaknya mental adikku!"


"Kalian mencelakainya, maka kalian mengundang bahaya!"


"Bagaimana jika rumor itu benar? Bukankah seharusnya Farah yang kalian adili bukan kami!"


Seluruh orang serentak menoleh ke arah asal suara. Dengan lantang dan berani Arneth menyela perkataan Keenan. "Foto itu cukup menjadi bukti kuat, gadis dalam foto itu Farah Lee!"


Keenan menyeringai menatap nyalang Arneth, gadis itu mendadak membeku. Dia tiba-tiba merasakan ada energi lain yang membuat nyalinya hilang entah kemana.


"Haha, aku senang, ada orang yang jauh lebih berani menabuh genderang perang denganku!" Keenan berjalan perlahan menuju dimana Arneth berdiri sekarang.


'Si Bodoh ini, apa yang mau dia lakukan?!' batin Axcel memperhatikan ke arah Arnetha.


"Apa keluarga Lanchester sudah mengetahui kelakuan putrinya?"


Deg!


Arneth mendadak terdiam, dalam waktu singkat Keenan sudah bisa menebak keluarganya. Bukannya takut, Arneth justru merasa besar kepala. Gadis itu berpikir Keenan tertarik pada pesonanya.


"Bagaimana jika aku buka saja disini, siapa dalang di balik rumor buruk adikku?!"


Wajah pucat pasi Arneth semakin jelas terlihat, tubuh gadis itu juga bergetar kuat. "Bukankah kamu marah, tunanganmu yang membantu adikku! Benar demikian Axcel Luciano?"


Axcel menelan ludah, namanya sudah dicatut pria mengerikan yang tak lain calon kakak ipar masa depannya. "Anda benar, semua orang disini idiot! Mereka tidak tahu kejadian sebenarnya!"


"Jika bukan karena aku, Farah mungkin sudah─"


"Enough!"


Keenan segera menyela dan memotong ucapan Axcel. Pria kecil itu terdiam patuh, dia merasakan aura Keenan jauh lebih tidak enak saat memandangnya. Keenan mengisyaratkan tangannya pada Sam, asisten khususnya itu mengerti. Dia menampilkan sebuah rekaman kamera pengawas di area toilet dan sekitarnya. Arneth sudah luruh di lantai. Dia bisa dengan jelas melihat dirinya yang mengunci toilet, setelah itu segerombolan pria datang menyergap Farah.


Keenan segera menghentikan saat Farah menjerit ketakutan. Hatinya seperti tercabik tidak terima. "Tidak ada yang tidak bisa aku ketahui di dunia ini. Tidak ada yang bisa lepas dari genggamanku saat kalian mencoba menjejal batas kesabaranku!"


"Selain idiot, kalian super dungu! Kalian mengataiku Sugar daddy Farah Lee, jika bukan aku yang menjemputnya, apa dia masih berani pulang dalam keadaan terluka?"


Keenan tidak ingin lagi berurusan dengan para idiot di hadapannya. Sam mengerti, dia mematikan akses EYES dan juga mengembalikan jaringan internet kawasan kampus. Kedua pelaku yang sudah pingsan dan babak belur diseret dengan kasar untuk mereka bawa ke rumah sakit.


Keenan mendekati Arneth, dia berbisik lirih di belakang telinga gadis yang sudah terisak. "Kali ini aku memaafkanmu, aku masih membutuhkan perusahaan ayahmu. Tapi, jika ada lain kali, tidak hanya kamu yang aku seret ke Neraka, melainkan seluruh keluarga Lanchester!"


Arnetha sungguh salah memilih musuh, dia pingsan seketika membuat Keenan terkekeh mengejek. Keenan bangkit menuju dimana Axcel masih berdiri. "Dan kamu, terima kasih membantu adikku. Jika setelah ini aku mengetahui kamu menyentuhnya. Kamu tahu sendiri akibatnya!"

__ADS_1


--- to be continue ---


__ADS_2