Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 93 # Runaway


__ADS_3

Every single day, I asked you to stay… When I should've let you go. Couldn't settle down, but needed you around… Different worlds, I wanted both. Girl, I know that it weren't fair. You can shame my every step. Still ain't worse than what I'm saying in my own head…


Treng!


Bunyi lonceng pintu resto yang terbuka membuat pelayan yang bertugas menyambut tamu segera menghampiri kedatangan pengunjung baru. "Selamat siang, silahkan untuk berapa orang, Tuan?"


Denyut jantung Farah terasa diremas kencang saat ini. Kedua netranya sudah menangkap beberapa orang pria yang memakai pakaian rapi jas serba hitam seperti anak buah kakak sepupu yang dihafal Farah.


Tanpa Farah ketahui, Keenan sudah menyebar anak buahnya untuk mencari dirinya di seluruh penjuru kota S. Kali ini resto yang sedang disinggahi Farah tak luput dari pemeriksaan anak buah kekasihnya.


Wajah pucat Farah tentu membuat Axcel mengerti apa kekhawatirannya. Dengan tenang Axcel menunduk dan berbisik pada gadisnya. “Mereka anak buah Kakakmu, bukan?”


Farah hanya mampu mengangguk gelisah. Axcel bisa merasakan keringat dingin di tangan Farah. Tubuhnya bahkan sedikit bergetar, pria itu sungguh ingin memeluknya saat ini juga. “Kamu percaya padaku… Aku akan membawamu pergi dari sini!”


Farah hanya bisa menunduk agar tidak diketahui siapapun terlebih anak buah kekasihnya yang memang sedang memburunya.


“Kamu keluar lebih dulu, aku akan mengalihkan perhatian mereka!”


Farah menggeleng, dia terlalu takut. Axcel menggenggam erat kedua tangan Farah, mencoba membuat tenang gadisnya. “Believe me…”


Farah mendongak menunjukan wajahnya yang sudah basah oleh air matanya. Farah mengangguk, dia sudah tidak mungkin kembali. Dia yakin, dia harus pergi dari kehidupan Keenan sekarang atau tidak sama sekali.


Semakin cepat waktu bergulir para pria berjas hitam itu mulai mendekati meja mereka. Farah bangkit setelah aba-aba dari Axcel. Dengan santai Farah terlihat seolah menuju toilet umum. Axcel dengan cepat menyuruh pelayan datang selain membayar tagihan, Axcel membuat sedikit keributan dengan si pelayan yang sudah dikoordinasikan sebelumnya.


Apa yang dilakukan Axcel cukup berhasil menyita perhatian sekelompok pria berjas hitam yang menatap kearah mejanya. Farah bisa lolos begitu saja, jantungnya seperti berdebar ribuan kali lebih cepat. Dia sampai merasa sesak sekarang.


Axcel menaikan sudut bibirnya dan bersiap keluar saat ini juga. Sekelompok pria yang terlihat mencari Farah kembali memindai ruangan. Farah telah berhasil keluar resto dan berjalan senormal mungkin ke arah yang sudah diinstruksikan Axcel sebelumnya.


Tanpa Farah sadari, beberapa anak buah Keenan yang lain sudah memperhatikannya sedari dia keluar dari resto. “Hei tunggu!!”


Deg!


Jantung Farah seperti lepas dari tempatnya, dia tidak bisa berpikir. Farah lari sekencang yang dia bisa.


“Itu pasti Nona Muda!” pekik anak buah lainnya menyadari ketidakwajaran disana.


"Kejaar wanita itu!! Dia Nona Muda Farah!!”


Axce yang tidak sengaja berpapasan dengan anak buah Keenan membulatkan matanya. Dia ikut berlari menuju Aston Martin miliknya. “Shiiit!!”


Farah terus berlari dia tidak ingin berhenti atau sekedar membalikkan badannya. Ke semua anak buah Keenan sudah kembali pada kendaraan mereka dan bersiap mengejar Farah. Gadis itu sampai lupa harus menuju arah mana. Dia terlalu panik, sampai bunyi klakson mobil yang dikenalinya membuat wajahnya berbalik menatap kesamping. “Naik!!”


Tanpa pikir panjang lagi, gadis itu bergegas memasuki mobil yang sudah terbuka pintunya. Secepat kilat Axcel menekan pedal gasnya meninggalkan kawasan itu.


“Aaaarghh! Dia akan menangkapku sekarang!!” pekik Farah terlihat seperti orang gila. “Dia akan membunuhku!!”


"Siapa yang berani membunuhmu?!" tanya Axcel di tengah fokusnya melarikan diri dari kejaran para anak buah Keenan yang sudah menargetkan mereka.


“Dia akan menangkap dan membunuhku!!” Farah tidak menggubris pertanyaan sahabatnya, dia ters menerus mengulang kalimat yang membuatnya takut saat ini.


“Farah…” Axcel mengeraskan cengkraman tangan di kemudinya. “Aku akan melindungimu, kamu tenangkan dirimu. Kamu seperti itu aku tidak bisa fokus Sayang!!”


Farah berbalik menatap Axcel, gadis itu sudah membanjiri wajahnya yang sayu dengan air mata. “Kamu tidak boleh terlibat, turunkan aku di depan!”


“Apa? Tidak!!”


“Axcel!!”


“Farah, aku akan melindungimu… Aku sudah sangat sering mengatakannya padamu, aku akan mencintaimu, melindungimu, menghiburmu, semua hal yang bisa membahagiakanmu. Aku akan melakukannya, sekalipun aku terluka, atau sekalipun aku berhadapan dengan Keenan Kaviandra!!”

__ADS_1


Deg!


Jantung Farah kembali seperti diremas kencang oleh tangan besar Keenan. Farah terisak pilu menutup wajah dengan kedua tangannya.


“Kamu jangan menangis, Sayang! Kamu menangis aku…”


Dor!!


“Aaarrrghh!!” Farah menjerit keras, Axcel menatap kaca spionnya. Kelompok Keenan memang tidak pernah bisa berbelas kasih.


‘Padahal Farah ada di dalam mobil ini. Mereka tidak takut sesuatu terjadi dengan Farah… Sungguh hina sekali kamu Keenan!!’


Broom!!


Axcel semakin meningkatkan kecepatan kendaraannya. Beberapa maybach hitam pekat ikut menaikkan kecepatan mereka mengimbangi mobil yang dikendarai wanita tuannya.


***


Kantor Pusat KTech, ruang Presdir.


Keenan kembali menuju kantornya, dia bersiap menunggu kedatangan kekasih tengilnya. Sebuah pesan masuk dari anak buahnya. Mereka mengirimkan koordinat dimana Farah berada. Senyum culas Keenan menghiasi wajah merah padamnya. “Kamu melarikan diri dengan pria lain. Heh, aku sungguh tidak menduganya. Kamu memiliki keberanian seperti ini padaku, Baby!!”


Hati Keenan seperti diremas kencang oleh tangan Farah. Dia bisa melihat jelas kekasihnya bersama pria lain yang tak lain pria yang sama yang menolongnya tempo lalu. Bohong jika Keenan tidak cemburu saat ini juga. Wanitanya bersama pria lain dalam satu mobil, terlihat Axcel mencoba menenangkan kekasihnya. Aura membunuh Keenan semakin keluar dari tubuhnya. “Farah Lee, Axcel Luciano… Kalian yang memintaku membuka pintu neraka untuk kalian sekarang juga!!”


Braaak!!


Keenan membuka pintu dengan tenaga chinya. Sandra sempat tersentak, pintu itu terlempar jauh menabrak dinding pembatas.


“Tuan…” Sandra menundukan diri menghormat pada tuannya yang keluar ruangan.


Keenan sudah mengaktifkan mode pembunuh bayarannya, bahkan dia tega membuat wanitanya menjadi targetnya.


So tell me I'm a waste of love, tell me that I'm not enough… Say you hope I see the truth, that I won't find no one like you… Tell me you don't care no more… When you know I can't let go, beat my heart all black and blue, 'Cause it ain't half as bad as what I put you through… What I put you through… Put you through…


Rentetan tembakan peringatan terus dilayangkan anak buah Keenan tanpa jeda pada kendaraan yang digunakan Farah. Gadis itu semakin putus asa, dia menatap pria di sampingnya dengan perasaan campur aduk. “Cel…”


Farah menggenggam tangan Axcel, pria itu berbalik menatap sendu ke arah gadisnya.


“Kita sudahi sampai disini!”


“Tidak!” Axcel menyahu dan kembali fokus menatap kedepan.


Anak buah Keenan memang sengaja menggiring Axcel untuk melaju keluar dari jalur perkotaan dan menuju jalanan sepi di barat daya hutan S. Entah bagaimana mulanya, sebuah bugatti hitam pekat melaju dengan kencangnya.


Axcel membulatkan matanya dia tidak sempat menghindari sisi lain dan terpaksa membanting stir segera menyelamatkan nyawa gadis yang ada bersamanya. Semua maybach anak buah Keenan menghentikan mobil mereka.


Aston martin yang ditumpangi Farah dan Axcel terlihat mulai terbalik dan sedetik lagi menabrak pembatas jalan jatuh menuju jurang. Namun, Keenan sudah menghentikannya dengan teknologi dalam genggaman tangannya.


Mobil Axcel berhenti sejenak dan perlahan kembali pada posisinya. Farah dan Axcel membuka mulut dan matanya selebar yang mereka bisa.


“Magic!” pekik keduanya bersamaan, mereka bingung menjelaskan antara ketakutan atau kekaguman yang mendera mereka saat ini.


Keduanya masih dalam keadaan baik-baik saja. “Sungguh di luar Nurul!” lirih Axcel membuat Farah mengangguk setuju. “Idem!”


Keenan mengeraskan rahangnya, bisa-bisanya kedua bocah bau kencur di depan matanya itu terlihat seperti tengah melakukan stand up comedy.


“Farah Lee!” Keenan memekik memanggil wanitanya.


Keduanya kembali pada dunia nyata setelah sebelumnya mereka seperti terlempar ke bulan, dimana tidak ada gravitasi disana. Axcel segera berbalik menatap Farah. “Farah, ini lah saatnya…”

__ADS_1


“Hah?” Farah ikut berbalik menatap Axcel.


“Aku akan mengalihkan perhatiannya, kamu pindah dan ambil alih kemudi kemudian pergi secepat yang kamu bisa!”


“Tidak!!”


Jelas Farah menolak, bagaimana mungkin dia mengorbankan pria yang selalu berkorban banyak untuknya.


“Farah Lee!!”


Keenan semakin marah atas pengacuhan keduanya yang seolah mempermainkan emosinya.


“Ini kesempatanmu Farah, ikuti kata hatimu… Tenang, akan ada orang yang melindungimu setelah ini. Aku sudah mengirim sinyal sos pada anak buahku. Mereka yang akan melindungimu. Aku akan menyusulmu nanti!”


Farah menggelengkan kepalanya, air matanya kembali turun.


I know you won't forgive me, and you probably don't believe me, but this isn't easy… No, this isn't easy… I swear it's like I'm grieving, lLike a part of me is leaving, and I can't forgive me… I hope you believe me…


So tell me I'm a waste of love, tell me that I'm not enough… Say you hope I see the truth, that I won't find no one like you… Tell me you don't care no more… When you know I can't let go, beat my heart all black and blue, 'Cause it ain't half as bad as what I put you through… What I put you through… Put you through…


Hati Keenan sungguh sakit melihat pemandangan yang seolah drama romansa yang dibintangi gadisnya dan pria lain yang rela berkorban untuk kekasihnya. Sedangkan perannya tak lain seperti seorang penjahat yang berusaha memisahkan keduanya.


Dor!


Farah dan Axcel terkejut, Keenan menembakkan peluru pada kaca mobil Axcel. Beruntungnya, mobil kesayangan Axcel juga merupakan kaca anti peluru. “Kalian sungguh menentang batas kesabaranku!!”


Axcel tidak lagi berkelit dengan Farah, dia harus cepat melindungi gadisnya. Dengan berani Axcel keluar dari mobilnya.


“Aku memanggil gadisku, bukan pria yang sok jadi pahlawan!” umpat Keenan tajam.


Kraaak!


Seluruh anak buah Keenan serentak menodongkan glock mereka ke arah Axcel. Pria kecil itu menelan salivanya. ‘Bagaimana Farah bisa lolos dari sini?’


Keenan menaikan sudut bibirnya, dia menghampiri Axcel selangkah demi selangkah dengan aura pembunuh yang sudah bisa dirasakan Axcel saat ini. “Aku akui, kamu satu-satunya penerus Luciano yang berani berurusan dengan Klanku…”


“Heh, aku justru tidak percaya apa yang sudah dilakukan Klan terhormat sepertimu!”


“Diam!!”


“Heh, Farah Lee adik kesayanganmu bukan? Bagaimana bisa kalian ingin membunuhnya sekarang?”


Dor!


“Aaarghh!”


Axcel menjerit saat peluru panas menembus bahunya. Tidak ada yang melihat bagaimana kecepatan Keenan dalam mengeluarkan senjata apinya.


“Jangan ikut campur urusan orang lain!” tekan Keenan menatap tajam Axcel.


“Axceeel!!” Di dalam mobil Farah berteriak kencang meratapi nasib sahabatnya dengan berderai air mata.


Axcel tersenyum getir, dia berbalik menatap Farah. “Lari sekarang, Faraaah!!”


Deg!


Keenan terbelalak saat menyadari Farah sudah berada di kursi kemudi dan bersiap menancap pedal gasnya. Keenan tidak pernah berpikir bahwa Axcel akan dijadikan umpan mengelabui dirinya. Dia pikir penerus Luciano Group itu akan bertingkah bak pahlawan di depan mata gadisnya.


--- To be continue ---

__ADS_1


Credit of song : What I Put You Through by Conor Maynard.


__ADS_2