Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
187 # Cuplikan Season 2


__ADS_3

Kantor kepolisian sektor C, negara S.


Braaak!


"Arrrghh!!"


Derap langkah kaki seseorang semakin mendekat, dengan sorot mata yang tajam dia kembali menargetkan orang yang baru dia lempar dari ketinggian. Salah satu anggota kepolisian tengah terengah, dia merasakan seluruh tulangnya patah.


"Kalian sungguh berani memprovokasi orangku!"


Pria paruh baya menunduk dan mengapit kencang wajah anggota kepolisian yang sudah babak belur.


"Wanita ini yang lebih dulu memulainya!" pekik pria yang bringas menunjuk ke salah satu wanita muda yang dengan santai duduk memperhatikan pertikaian mereka.


"M-maafkan, kami ti-dak tahu, wanita ini menyinggung Kapak Emas!"


Di sebuah kantor cabang kepolisian setempat, terlihat tengah terjadi keributan. Pria yang terjatuh adalah anggota polisi yang dengan berani menindak salah satu anggota kelompok jahat yang terkenal di jaringan hitam. Kapak Emas adalah salah satu organisasi yang cukup disegani, bisnis ilegalnya mencakup jual beli persenjataan perang.


Braaak!


Tidak lama, beberapa orang dengan pakaian rapi berjas serba hitam mengepung ruangan dengan elegan. Si wanita menyeringai, di memperhatikan ketua kelompok Kapak Emas dengan tatapan kasihan. Semua orang yang berada di kantor kepolisian sebisa mungkin tidak menatap kelompok yang barusan datang.


Glek!


Sang ketua kelompok Kapak Emas menelan salivanya, dia menyadari bahaya tengah mengintainya.


"Jadi menurutmu, wanitaku yang memulainya?"


Suara berat seorang pria paruh baya memecah kesunyian, tidak ada yang berani menatap apalagi menyela perkataannya.


"K-au, jadi..." Ketua kelompok Kapak Emas beringsut mundur dengan tubuh yang bergetar, diikuti beberapa anak buahnya yang memiliki perasaan ketakutan yang sama.


"Ming!" seru pria yang memiliki kekuasaan jauh lebih tinggi dari kelompok Kapak Emas pada wanita yang menjadi sumber masalah.


"Tuan," Wanita itu segera bangkit dan menunduk hormat pada tuannya yang mau membantunya keluar dari masalah.


"Apa mereka menyakitimu?" tanya si tuan dengan mengangkat dagu wanita yang disinyalir bernama Ming.


"Ya, mereka menyeret aku secara paksa kemari." bual Ming sempurna dengan akting luar biasanya.


"Kau bohong! Kau yang membuat─"


Dor!


Tanpa peringatan sebelumnya, si pria menembak ketua Kapak Emas. "Aarrk, ka-mu menyinggung kami, maka jangan salahkan kami akan melawan!" Dengan berusaha keras di sisa nafasnya sang ketua mengancam kelompok musuhnya.


"Benarkah? Sebelum itu terjadi, aku pastikan nyawa kalian juga sudah tidak tertolong!"


Kraaak!


Dalam satu kali gerakan, pria itu memutus leher ketua Kapak Emas, darah memuncrat ke sekitaran, beberapa orang yang ingin memekik mereka tahan dengan sekuat tenaga agar tidak menjadi pusat perhatian. Tak lama beberapa bunyi senapan mengiring mematikan anggota kelompok yang masih tersisa. Seringai kepuasan terpetakan di wajah yang sudah dikenal sebagai ketua kelompok jaringan hitam di bawah organisasi bernama Black Swan.


"Inspektur Wang, aku tahu kamu paling mengerti keinginanku!"


Seseorang yang bernama Wang dengan jabatan inspektur kepolisian sektor C mendekat dengan keringat dingin yang sudah membanjiri tubuhnya. Bahkan tangan bergetar sulit dia kendalikan. "Anda tenang saja Tuan, semua akan rapi seperti semula!"


"Good!"


Ketua kelompok menyeringai puas, tak lama terdengar salah satu bawahannya membanting koper yang berisi uang suap yang digunakan untuk menyumpal mulut para penegak keadilan setempat. Ini sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa kepemerintahan bagai boneka di tangan mereka.



**



Kediaman Park, 07.00 AM.


Di satu sisi di salah satu kediaman keluarga besar Park yang terdiri dari Samuel Park dan istrinya Kim Sandra beserta putri semata wayang mereka Fellycia Park, kesemuanya tengah melakukan sarapan pagi seperti biasanya.


"Papi!" Fellycia tengah memanggil ayahnya yang sedang menyantap daging wagyu panggang buatan istrinya dengan keheningan.


"Hm, apa yang kamu inginkan?" Seolah tahu apa yang akan jadi pembahasan putrinya, Sam mendelik dengan tawa mengejeknya.


"Ish!" Felly mendengus sebal.


"Pap, aku berencana mengadakan project pencarian idol berbakat!"


"Lalu apa hubungannya dengan Papi?"


"Ehm..." Si gadis mulai gelisah, dia kembali berusaha agar apa yang diinginkannya terwujud. "Papi bantu sedikit lah keuangan SGE, project ini memerlukan dana yang tidak sedikit!" ujar Felly menggebu.


"Heh," tawa Sam terdengar kembali mengejek. "Apa kau lupa, SGE juga berdiri karena jasaku. Lalu, mana yang kamu bilang kamu akan berusaha sendiri itu, hm?"


Felly membuka mulutnya lebar, memang benar sudah setahun ini dia membuka agensi artis dunia hiburan, semua atas jasa ayahnya yang memberikan suntikan dana padanya. Semua orang meremehkan kemampuan Felly, mereka selalu mencibir bahwa tanpa nama besar Samuel, putrinya itu tidak akan bisa melakukan apapun!


"Dengar ya Papiku tercinta, menggunakan privilege dengan baik, itu juga merupakan salah satu bakat terpendamku!" elak Felly tidak ingin dianggap tidak melakukan sesuatu, pada kenyataannya memang Felly belum bisa membawa kesuksesan SGE di hadapan publik.


"Tenang Sayang, Mami tahu siapa yang bisa membantu keuanganmu. Kita akan mengajukan langsung pada perusahan terbesar disini." Sandra mengerling pada putri kesayangannya memberikan semangat.


"Aarghh Mamiiii, you know me so well! I love you 3000..." Felly bangkit dan memeluk erat ibunya.

__ADS_1


"Huh, gak enak perasaan aku!" dengus Sam memperhatikan keduanya yang tengah memancarkan cahaya kebahagiaan.


**



Kediaman Kaviandra kedua, 08.00 AM.


"Honey, sarapan pagi sudah siap!" pekik nyonya besar di kediaman.


Dia memanggil seluruh anggota keluarganya berkumpul di ruang makan keluarga. Terdengar derap langkah buru-buru dari salah seorang pelayan di kediaman. Dia tengah membawa kabar untuk tuannya.


"Maaf Nyonya, di luar ada tamu penting," ucap pelayan dengan seringai menggoda.


"Tamu penting? Siapa?" Kening nyonya besar berkerut, dia merasa tidak sedang mengundang siapapun kerumahnya.


"Ibu!"


Wanita yang barusan menunjukan kebingungan, kini tengah menunjukan raut wajah terperanjat disertai rona kebahagiaan. Tak berapa lama dari arah berlawanan, seorang gadis berlari kencang langsung menghambur memeluk tamu special mereka.


"Onichaaan!" pekik si gadis bahagia. "You back, you back!" sambungnya antusias.


"Yes, Baby... I miss you so much!"


Keduanya saling merangkul mesra, si ibu langsung menghampiri dan ikut memeluk menyambut putra sulung kebanggaannya. "Keano, akhirnya kamu tahu jalan pulang, huhu!"


"Tentulah Ibu, baru bulan kemarin aku pulang!"


Si ibu tertawa konyol, wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih sangat cantik adalah nyonya besar Kaviandra kedua. Dia adalah Farah Lee, istri dari tuan muda Keenan Kaviandra, raja bisnis atas dan bawah. Sedangkan putra sulungnya Keano Kaviandra memang tidak menetap di negara S, sesuai kesepakatan dengan Klan Naga, Keano adalah penerus mereka, selama masa kesepakatan Keano tinggal di negara J. Sedangkan, gadis kecil yang periang adalah putri kedua bernama Greicillia Kaviandra.


"Kakaaak! Kamu tega meninggalkanku di Bandara!!" sungut salah satu orang dengan membawa emosi memasuki kediaman.


"Kak Jiems!" Greic menyambut saudara sepupunya yang tak lain Jimmy Adamson.


"Hei Greic! Wow, you look so beautiful! Apa kamu sudah punya pacar─ Aaarrkkk!"


"Ampun Pamaaan!"


Baru saja Jimmy akan menggoda adik sepupunya, ayah si gadis telah datang menjewer telinganya. "Siapa yang berani mendekati putriku? Belum waktunya dia mengenal percintaan, kakaknya saja sampai sekarang jomblo tidak karuan!"


"Heh, Papa masih hidup?" ejek Keano menyambut kedatangan ayahnya dengan dingin.


"Hai nak, apa kamu mendoakan Papa lekas mati?" sahut Keenan pada putranya datar.


"Haish, sudah-sudah... Ayo kita sarapan lebih dulu!" Farah melerai dan merangkul tangan Keano menuju meja makan.


"Hei, kamu istriku! Harusnya kamu merangkulku!"


**


Perayaan Anniversary KGroup.



Hari ini tepat merupakan hari dimana KGroup berusia 25 tahun, mereka juga membuat perayaan dengan lebih megah dalam menyambut Keano pulang kembali ke kediaman Kaviandra.


"Di depan adalah putra Mr. K, pastikan dia meminum racunnya, setelah itu masukkan ke perangkap yang sudah kita siapkan! Beritahukan pada Ming..."


"Baik Tuan,"


A few moments later...


Bruuk!


"Ups, sorry─"


"Jalan pake mata!"


Seorang wanita muda tidak sengaja menabrak seorang pria yang jadi bintang utama. Pria itu bersikap dingin, dia juga begitu angkuh mencerca wanita yang sudah tidak sopan menumpahkan minuman di jasnya. Tanpa ingin berselisih pria itu meninggalkan wanita yang tak lain putri dari asisten khusus ayahnya.


"Hih! Sial banget gue ketemu pria gak bermoral kayak dia, masih mending gue minta maaf barusan, tau gitu gak perlu!!"


Tanpa mereka sadari bahwa minuman mereka tertukar, Felly menenggak habis wine yang ada di tangannya. Setelahnya pamit pada kedua orang tuanya untuk pulang terlebih dahulu.


"Tapi kita belum menyambut Tuan Muda Keano?" sanggah Sandra yang tak lain ibu Felly.


"Aku benar-benar tidak enak badan, Mi!"


"Ya sudah, kamu perlu Papi antar pulang?"


"Tidak perlu, akan sangat berabe jika Tuan Keenan mencari Papi, aku pulang sendiri."


"Ingat persenjataan yang Papi beri?"


"Pi, aku cuma mau pulang, bukan mau perang!" sungut Felly kesal ayahnya terlalu over protektif padanya.


Di lorong gedung Felly di hadang oleh sekelompok organisasi yang mengincar Keano. "Mau kemana kamu?!"


"Apa urusanmu!"


DEG!

__ADS_1


Tubuh Felly terasa panas, jantungnya seperti diremas kencang, dia merasa sangat haus sentuhan. 'Shiiit! Siapa yang berani meracunku!'


"Kamu hanya akan menghalangi jalanku!" pekik si pria mendekat. "Ngomong-ngomong, aku ingat kamu adalah putri Samuel Park bukan? Ini keberuntungan kami, sekali tepuk dua lalat mati!"


Felly mengernyit heran, dia dan beberapa anak buah Black Swan terlibat perkelahian sengit. Felly bukan wanita biasa, dia sudah mahir bela diri sedari kecil. Dengan teknologi yang di berikan Sam, Felly bisa dengan mudah menghabisi musuhnya.


Tanpa dia sadari, Keano tengah memperhatikan mereka dengan menaikan sudut bibirnya. Pertempuran masih berlangsung, Keano melewati mereka begitu saja tanpa ingin membantu Fellycia. Keano berjalan dingin membuka pintu lift.


"Tunggu!" pekik Felly menghentikan Keano yang buru-buru menutup pintu lift.


"Aku bilang tunggu! Apa kau tuli!!"


Felly terengah sudah berada di dalam lift bersama Keano yang berwajah muram. "Kau pikir kawasan ini milik nenek moyangmu, hah?!" cerca Felly menarik dasi Keano dan mendongak kearahnya.


Keano menegaskan rahangnya, belum ada yang kurang ajar padanya sejauh ini. "Hotel ini tentu saja milik keluargaku!" umpat Keano melepaskan tangan Felly seperti dia mengambil seekor bangkai.


DEG!


Felly kembali di serang perasaan panas diakibatkan oleh racun yang dia minum. "Heh, ngomong-ngomong, kamu sangat tampan, bagaimana jika kamu menolongku sebentar!"


Felly kembali menarik dasi dan tengkuk leher Keano dengan cepat, dia mencuri sebuah ciuman panas dari pria yang tidak dia kenal.


'Wanita sialan ini!' batin Keano merasa harga dirinya terhempas oleh ulah kelinci tidak tahu diri.


"Kamu ingin aku membantumu maka jangan salahkan aku!"


Sraaak!


"Aaarrrghhh!"


Keesokan harinya...


"Ugh! Kepalaku pusing rasanya..." Felly terbelalak, tubuhnya polos tanpa baju terbaring di salah satu kamar.


"Oh Shiiittt!" Felly mengedarkan pandangan, dia mendengar suara percikan air, dia berpikir itu mungkin gigolo yang beruntung mendapatkan keperawanannya. "Oh Fellycia bodoooh! Ini semua karena jamuan makan Kaviandra, aku tidak sudi lagi ikut penjamuan mereka!" gumam Felly bergegas mencari pakaiannya.


Dia melongo saat mendapatkan pakaiannya namun telah robek, tak habis akal dia menggunakan kemeja si pria yang tergeletak di sofa. "Oh iya, tinggalkan kesan baik! Thank you handsome... We're never meet again!!"


Ceklek!


Keano telah selesai membersihkan dirinya, dia mengedarkan pandangan. Tidak ada siapapun disana, wanita pembawa masalah semalam sudah menghilang dari pandangannya. Tidak begitu sulit bagi Felly meretas sistem keamanan hotel. Dia tentu kabur dengan begitu mudah tanpa diketahui Keano.


"Kemana gadis sialan itu?"


Keano tertarik dengan sesuatu diatas ranjang, dia meremas kencang tissue yang digunakan Felly sebagai kata perpisahannya.


Thank you handsome, permainanmu tidak buruk... Cukup memuaskanku, ini sedikit imbalan atas usahamu membantuku semalam. See you (cap bibir)


Sejujurnya Felly sama sekali tidak ingat apa yang terjadi semalam, bahkan dia tidak tahu siapa pria yang bersamanya itu.


"Gadis kecil! Beraninya kamu menganggap aku gi*golo!" Keano meleburkan tissue menjadi serpihan kecil, dia juga takjub dengan uang yang diberikan Felly padanya.


Felly membayar Keano dengan uang yang ada di dompetnya, semuanya senilai seribu dollar, dia tidak tahu pria yang semalam menolongnya adalah pria paling kaya disana.


***


"Atas dasar apa KTech harus bekerja sama dengan industri hiburan?!" Keenan menatap nyalang kearah keluarga besar PArk, terlebih dia menatap dingin Fellycia yang sudah membatu saat ini.


"Tapi, jika kalian memiliki nyali, silahkan ajukan pada perusahaan anakku!"


"Papa!!" Keano bangkit dengan begitu emosi. "Aku tidak mau bekerja sama dengan wanita lemah dan tidak berguna ini!"


"Salah-salah perusahaanku akan mendapatkan citra buruk!"


"Apa?! Lemah katamu?! Dengarkan aku Tuan Muda Keano!!" Felly yang mudah emosi dia ikut bangkit tidak ingin kalah dari Keano. "Aku akan buktikan──"


-------


Hallo reader tersayang aku gak?


Penasaran gak cerita season dua? Di S2 siap-siap ngakak dan tegang dalam waktu bersamaan.


Di S2 juga diselipin acara menangis bersama saat Daniel Lee terbunuh demi melindungi Sandra :')


Plot twist ya seperti biasa... wkwkwk


Di S2 pemainnya akan sangat beragam, termasuk para artis dari agensi Felly yang banyak.


Hubungan Felly dan Keano bakalan manis-manis bikin senyum2 gak jelas ama kelakuan mereka...


Jangan berharap seperti bapak emaknya, karena mereka another level haha


Disini juga adegan wikwiknya bukan pemain utama ya tapi artis yang punya skandal, Keano kesayangan othor mah anak shaleh, bahkan dia malam pertama aja gagal! hahaha


Konfliknya seperti yang sudah di bilang, skandal dunia hiburan, obat terlarang, prostitusi artis dengan cara ilegal (menggunakan obat penghilang ingatan jadi korban tidak tahu mereka sudah digagahi), perbudakan dan jual beli organ ilegal. Semua yang alamin bukan MC Utama ya, MC utama berperan sebagai heronya wkwkwk


Terinspirasi dari skandal asli ya, tapi tetap ini versi othor. Tidak sama percis seperti kejadian yang terjadi dengan artis bersangkutan. Hanya terinspirasi...


Sayangnya, othor gak tau mau rilis apa enggak.


Kecuali kalau kalian mau beri dukungan penuh ke othor... mungkin jadi bahan pertimbangan hehehe

__ADS_1


Have a nice weekend guys :)


__ADS_2