Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 142 # Faded


__ADS_3

Setelah mendengan penuturan Tuan Akeno, Farah tidak menampik bahwa sekarang ini terjadi peperangan di dalam benaknya. Farah merasa janggal, jika benar Keano berpikir demikian maka selama ini putranya sudah pandai menyembunyikan perasaannya. Farah tidak menyukai keadaan ini. Farah merasa harus menjelaskan dengan gamblang pada putranya akan keadaan mereka yang sebenarnya.


Alasan utama Farah menerima kesepakatan dengan Axcel semata hanya demi keselamatan putra dan prianya. Karena hal itu juga sampai detik ini Farah masih memperpanjang durasi persembunyiannya.


Klan naga juga masih mengawasi progress kesembuhan Farah. Selama tiga tahun lebih Farah mengalami gejala bipolar bahkan dia sempat menjadi ODGJ (Orang Dalam Ganguan Jiwa).


Selain itu jejadian di kontainer sebelumnya cukup membuat Farah trauma. Dia juga tidak ingin kondisi mereka kembali berakhir seperti yang terjadi pada papanya yang menjadi buruan para penjahat yang menargetkan keluarganya untuk memburu nyawanya. Farah dan putranya hanya akan menjadi kelemahan terbesar si penguasa jaringan hitam itu. Farah hanya tengah memberikan waktu untuk prianya memulihkan dirinya.


"Aku tidak tahu jika Keano bisa berpikir demikian." Farah menatap sangsi pada kakek Akeno setelah cukup lama berpikir.


"Tentu saja dia tidak mau membebanimu." kekeh tuan Akeno meyakinkan. "Apa kamu tahu? Setiap kali kamu selalu menangis setiap malam, termenung sepanjang hari... Semua hal itu cukup menghantam keras kejiwaan Keano." tutur tuan Akeno mengisi gelas kosong dengan ramuan herbal yang baru saja di antarkan asistennya.


"Ingat Farah, kamu dan juga putramu adalah kelinci percobaan virus XY yang masih bertahan sampai sejauh ini." Tuan Akeno menatap tajam Farah. "Bukan berarti kalian sembuh total!"


"Jika bukan karena keangkuhan Keenan, seharusnya kamu sembuh tanpa perlu antisera XY!"


"Fokus kita mungkin bisa mengerucut hanya pada penyembuhan Keano."


DEG!!


Denyut jantung Farah seperti diperintah bekerja dua kalinya. "Aku yakin dalam keadaan kami kala itu, Kakak hanya berpikir untuk menekan virus dan menyembuhkanku."


Farah akan selalu membela apapun yang di lakukan prianya.


"Heh... Dia seolah si paling tahu dengan virus dan antiseranya!" ejek tuan Akeno masih merasa kesal pada Keenan.


Bukan tanpa alasan, pria tua itu mengetahui kenyataan bahwa KTech menolak bekerja sama dengan Lucifer Group dalam kerja sama di bidang farmasi. Dengan alasan kualifikasi Lucifer masih di tangguhkan kualitasnya!


Dengan keberadaan dan pengobatan Farah dan putranya saat ini, tuan Akeno ingin menampar kesombongan Keenan. Farah dan putranya bisa keluar dari masa krisis yang di akibatkan virus XY justru karena pengobatan dari Lucifer Group di bawah pengawasan Klan Naga.


Ya, Keenan memang tidak mengetahui reaksi alami yang di munculkan oleh seseorang yang di injeksi virus XY terkhusus pada seorang ibu hamil.


[ DISCLAIMER : BTW masalah virus dll tentang dunia medis ini kesotoyan othor aja, tidak benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Karya ini kan genre romansa fiksi urban semata ya... Jadi jangan berpikir terlalu keras akan masalah mereka, cukup othor saja wkwkwkwk ]

__ADS_1


Selama ini KTech baru menguji virus dan antiseranya pada orang normal yang tidak memiliki hormon khusus yang di keluarkan ibu hamil. Hormon itu adalah hormon estrogen dan progesteron, apabila seorang wanita mengalami kehamilan Human Chorionic Gonadotropin (hCG) akan mengalami peningkatan. Hormon yang diproduksi di plasenta ini berguna untuk menguatkan kehamilan khususnya di usia kehamilan muda. Kadarnya sendiri akan meningkat di usia kehamilan 10 hingga 12 minggu pertama.


Tuan Akeno sampai mendirikan departement khusus menguji dan menggali tentang virus XY dengan korban yang special yaitu Farah Lee...


Farah Lee di injeksi saat dia tengah dalam masa kehamilan lebih dari empat belas minggu. Itu artinya tubuhnya tengah memproduksi hormon khusus ini dalam jumlah banyak.


Setelah mendalami karakteristik dan uji laboratorium tuan Akeno berkesimpulan bahwa bayinya yang tak lain dan tak bukan Keano sendiri merupakan obat alami kesembuhan Farah dari injeksi virus XY.


Oleh karena itu, selama kehamilan Farah yang singkat hanya selama tujuh bulan. Wanita itu tidak mengalami gejala berarti, karena semua di tahan oleh hormon estrogen dan progesteron yang melindungi tubuhnya secara alami.


Sialnya datang dari obat antisera yang di masukan paksa oleh Keenan ke dalam tubuh Farah. Injeksi vaksin itu justru mempengaruhi hormon tubuh Farah yang lainnya, itu alasannya Farah selalu mengalami pendarahan selama ini.


"Ini sudah lima tahun Kek... Dia mungkin─" Farah kembali di rundung pilu.


"Akan lebih baik seperti sekarang ini, Keluarga Kaviandra mengira aku telah mati dengan begitu aku tidak akan lagi membebani mereka."


Selama ini Farah tidak ingin tahu menahu tentang prianya. Padahal bukan hal yang sulit baginya untuk mengetahui informasi mengenai Keenan dengan kekuasaan Klan Naga yang berada di pihaknya. Hanya saja dia takut, selain akan semakin membebani hatinya dia juga mungkin tidak bisa bertahan seperti sekarang ini.


"Jadi kamu memilih pergi menghilang selamanya?!" goda tuan Akeno menyeringai penuh makna. "Berarti kamu bisa menerima Axcel menjadi suamimu?"


Tuan Akeno sedikit terperanjat mendengar jawaban Farah barusan. "Kau yakin?!"


Farah terdiam dia sudah lolos menjatuhkan air matanya. Tubuhnya bergetar hebat membuat tuan Akeno iba padanya.


"Kakek acungi seribu jempol untuk keteguhan hatimu mencintai Keenan. Pria itu sangat beruntung mendapatkan cinta tulus darimu."


Farah segera menyeka air matanya.


"Aku sendiri tidak akan merestui kamu dan Axcel jika untuk kepura-puraan. Kalian hanya akan bertingkah konyol menipu diri masing-masing. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari hidup di bawah ilusi..."


Farah menutup matanya erat, bukan salahnya jika sampai saat ini dia belum bisa menerima cinta Axcel. Semua murni karena hatinya yang benar-benar hanya bisa terpaut oleh satu cinta. Bahkan pria itu sudah memberikannya keturunan, Farah masih bisa setia pada pria dari awal sampai akhir yang selalu di cintainya. Pria beruntung itu adalah Keenan Kaviandra.


***

__ADS_1


Kediaman Kaviandra, Negara S.


"Keenan... Akhirnya kamu pulang!" sambut nyonya Lyn di ruang tamu saat melihat putranya datang di temani beberapa maid yang melayaninya.


"Ma..." Keenan merangkul tubuh ibunya.


"Papaaaa Besaaaar!!"


Terdengar pekikan suara anak kecil berusia sekitar tiga tahun yang mendekat kearahnya.


"Hai Baby!!!"


Bruuuk!!


Keenan merentangkan tangan dan memeluk erat pria kecil yang berlari menggemaskan kearahnya.


"Papaaa... Aku kangeeen!!"


"Me too!!"


Keenan mengacak rambut si pria kecil dengan senyuman terbaiknya. Dia juga mencium lekat harum si bayi besar dengan penuh kelembutan.


"Aku bosan Paaa!!" keluh pria kecil merengut di hadapan Keenan.


"Oh ya, memang Ibumu mana?" tanya Keenan menenangkan.


"Ibu sibuk bekerjaaa... Aku selalu di nomor sekiankan... Huaaaa...."


Entah benar atau sekedar akting semata tangis si pria kecil. Hal itu justru membuat gemas omanya yang tak lain nyonya Lyn bahkan Keenan sendiri.


"Ayo, kita datangi ibumu dan beri dia hukuman!!" tukas Keenan menjentikan telunjuknya perlahan di hidung pria kecilnya.


"Aku mau maen sama Papa saja, tidak perlu mengunjungi ibuuu~"

__ADS_1


---To be continued---


__ADS_2