Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 176 # Privilege


__ADS_3

Sandra menatap kepergian Daniel dengan wajah terkejutnya, wanita itu menekan dadanya kuat. "Ah, kok gue salting dibilang kayak barusan sama adiknya Nona."


Sandra menertawakan dirinya yang sudah berumur namun tergoda oleh brondong. Tahun ini Sandra berusia tepat memasuki awal kepala tiga. Sedangkan Daniel, dia baru saja memasuki usia 23 tahun. Perbedaan usia ini cukup signifikan membuat Sandra menciut untuk merasakan bahwa dia kasmaran dengan pria yang jauh lebih muda tujuh tahun dibanding dirinya.


"Kelamaan jomblo begini nih, di kasih perhatian dikit langsung kelabakan kek ikan kering kena aer... Huhu"


Di sisi lain Sam sudah membawa Daniel menuju tempat dimana dia akan bekerja di bawah Mr. Huang atau departemen teknologi. Ben sudah bersiap menyambut kedatangan adik ipar yang rasanya akan mendapatkan perlakuan khusus dari tuan mereka.


"Setelah ini, kamu akan ditemani oleh Ben. Dia yang akan mengkoordinasikan pekerjaanmu, manager section teknologi ada Mr. Huang. Semua orang disini bukan sembarang orang." Sam berujar dingin dan lantang, dia masih terbawa perasaan kesal saat Daniel mencoba mendekati Sandra sebelumnya. "Ingat, meskipun kamu adalah adik ipar Mr. K tapi jaga sikapmu!" Sam menatap tajam ke arah Daniel.


Pria kecil itu telah menelan ludah dan merasakan tubuhnya meremang mendengar gertakan asisten khusus kakak iparnya yang terasa sebelas dua belas dengan sifat atasannya.


"Noted." Daniel menjawab dengan singkat dengan tatapan tak kalah serius.


"Good! Ben, aku serahkan dia padamu sekarang." Sam bergegas pergi meninggalkan wilayah laboratorium teknologi milik KTech.


"Seperti yang Sam katakan, meski kamu adalah adik ipar Tuan Besar, tapi disini statusmu sama dan tidak akan mendapatkan keistimewaan apapun. Kamu harus menunjukan kemampuanmu sedari sekarang jika ingin Tuan tetap menggunakan jasamu." Ben menyambut anak didiknya dengan sedikit keras, rasanya Daniel ingin bernafas sejenak. Dadanya terasa sesak, dia tidak menyangka apa yang di katakan kakaknya benar, KTech adalah miniatur alam baka.


Semenjak di bawa masuk oleh Ben tidak ada keramahan atau kepedulian. Semua orang tengah sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing.


"Mr. Huang!" seru Ben membuat petinggi departemen teknologi segera mendatangi asal suara.


Meskipun secara kasat mata Mr. Huang merupakan manager di KTech tapi jabatan Ben jauh di atasnya, setara dengan General Manager, hanya tidak tetap dimana dia berada. Komposisi kekuatan struktur anak buah Keenan tentu saja kasta tertinggi setelah Mr. K ada Sam dan kedua temannya yang lain Ben dan Ken. Ben dipercayakan untuk mengurus segala hal berkenaan dengan KTech, dimulai dari proses produksi, pendistribusian dan maintenance. Sedangkan Ken, dia bagian humas dan logistik. Segala hal yang menyangkut dengan pihak luar maka Ken adalah kaki tangan Keenan untuk mengurusnya.


Oleh karenanya, semua staff KTech paling takut pada Samuel, Benny dan juga Kenny. Mereka bertiga juga diberi kepercayaan untuk merekrut bahkan mengeluarkan staff sesuka hati mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jangan ditanya berapa kisaran pendapatan mereka, jauh lebih besar dari pejabat negara tentu saja. Hanya saja Ben dan Ken memiliki hobi yang sangat menyesatkan. Mereka sangat menyukai berjudi dan bermain wanita, jadi terkadang uang yang mereka kumpulkan akan sirna jika apes mendera.


"Aku membawa seseorang yang akan menjadi bawahan barumu." Ben menunjukan Daniel yang sedikit pucat.


Mr. Huang sedikit mengernyit, pasalnya dia sedang tidak meminta orang tambahan di departemennya. Ben mengerti, dia segera bersiap menjelaskan.


"Dia adalah adik kandung Nyonya, tepatnya adik ipar Tuan Besar."


Mr. Huang akhirnya mengangguk mengerti, Ben juga menjelaskan sedikit sebelum dia meninggalkan Daniel pada Mr. Huang langsung.


"Meskipun dia adik ipar Tuan Besar, seperti yang kamu ketahui. Tuan tidak pernah mau mentolerir kesalahan dalam setiap pekerjaannya. Ajari dia dengan baik, maka aku pastikan Tuan akan memberikan apresiasi tambahan padamu."


"Noted."


Mr. Huang dan Daniel saling berjabat tangan, setelahnya Ben pamit dan Daniel resmi ditempatkan di departement teknologi dimana produk KTech tercipta.


***

__ADS_1


Ruang Presdir KTech.


Farah tengah kembali mengenakan pakaiannya, prianya seperti biasa akan meminta hak biologisnya setiap ada kesempatan.


"Dasar beruang!" lirih Farah sebal namun tidak pernah menolak.


Keenan terkekeh dan kembali mendudukkan wanitanya di atas meja kerja. "Sayang, resepsi seperti apa yang kamu inginkan?"


"Hmm... Untuk ukuran Raja Bisnis, tentu saja harus yang paling meriah bukan?" Farah menunduk menggoda prianya yang tengah memeluknya erat.


"Aku sih terserah padamu, apapun yang kamu inginkan, asal membuat kamu bahagia dengan semua itu, maka aku akan jauh lebih berbahagia." Keenan tersenyum hangat pada istrinya yang mulai memainkan wajah tegasnya dengan jemari lentiknya. "Apa kamu ingin mempersiapkannya sendiri atau?" Keenan berhenti menunggu reaksi langsung istrinya.


"Jujurly aku tidak paham dan tidak mengerti, aku serahkan pada ahlinya saja ya."


"Ya, kamu bisa mendiskusikannya dengan Sam dan Sandra, biar mereka yang akan menyiapkannya. Kamu tidak perlu capek dan berpikir berat."


Farah kembali menegaskan tubuhnya, menerawang ke depan. "Aku hanya memiliki sedikit permintaan."


"Apa itu Sayang?"


"Aku ingin semua bertabur dengan bunga hidup, penuh dengan bunga yang melambangkan keindahan dan kesucian. Seperti cinta kita..." Farah memang tidak pernah gagal menggoda prianya.


"Sebelumnya, jika saja Kakak tidak menemukan Keano. Aku mungkin sedang berjualan bunga di kampung halaman."


"Hahaha, absolutely!" Farah menjawab segera membuat keduanya tertawa bersama menutup diskusi mereka.


Beautiful girls, all over the world


I could be chasin', but my time would be wasted


They got nothin' on you, baby...


Sore hari menyapa, ruang departemen teknologi masih sama seperti sebelumnya. Mesin-mesin terus bergerak, hologram terus menunjukan grafiknya. Sampai tiba pintu lab terbuka membuat semua orang berdiri menghentikan aktivitasnya dan menyambut kedatangan tuan mereka yang tiba-tiba saja datang.


"Mr. Huang!" seru Keenan langsung membuat Mr. Huang mendekat tanpa perlu jeda.


"Selamat sore Tuan dan Nyonya," sambut Mr. Huang membungkukkan tubuhnya.


"Hm..." Keenan menginstruksikan tangannya dan seluruh staff mengerti. Mereka kembali ke posisi dan pekerjaan masing-masing.


"Bagaimana progress produk terbaru kita?" tanya Keenan membuka portal otorisasi dan memeriksa pekerjaan semua karyawannya.

__ADS_1


"Semua aman sesuai dengan jadwal yang sudah kita tetapkan."


"Bagus." Keenan menutup layar setelah mengetahui hasilnya. "Dimana Daniel Lee?"


Setelah mendengar namanya di panggil, Daniel menghampiri tuan atau kakak iparnya.


"Sejujurnya, saya belum menempatkan pasti. Hari ini, saya baru mengenalkan lingkungan, ruang lingkup dan produk padanya. Saya memerlukan assessment ulang untuk mengenali potensi Daniel agar bisa ditempatkan tepat di mana seharusnya." Mr. Huang menjelaskan apa adanya dengan lugas.


Memang ini yang diinginkan Keenan sebagai jawaban. Mr. Huang sudah mengerti tabiat dan sifat Keenan, hampir selama KTech berdiri Mr. Huang paling tahu Keenan tidak suka mode penjilat. Jika buruk maka katakan buruk, jika bagus maka katakan bagus. Jangan harap ingin mengubah dan memodifikasinya jika tidak ingin mendapatkan hukuman.


"Tapi, anda tenang saja. Daniel Lee memiliki kreativitas tinggi setelah melihat beberapa goresan tangan yang dikirimkan sebelumnya sebagai presentasi kelebihan dirinya." Mr. Huang juga tak lupa memberikan penilaian tambahan pada adik ipar tuannya, dia berharap tuannya akan puas atas jawabannya.


Keenan tersenyum ke arah Daniel yang sudah sangat gugup dan berkeringat dingin. Rasanya dia ingin menyerah namun tidak! Ini mimpinya... Dia akan buktikan, keterbatasan fisik tidak akan menggoyah semangat juangnya yang tinggi.


"Bukankah hari ini sudah cukup?" Farah mengambil alih merangkul lengan suaminya manja.


"Ya, Daniel ayo kita pulang." Keenan mengulurkan tangan mengajak adiknya untuk mengikuti keduanya. Daniel hanya mampu menelan ludah, setelah ini mungkin ada beberapa staff yang berpotensi tidak menyukainya karena orang dalam.


Dan benar saja, setelah kepergian tuannya beberapa staff menggunjing termasuk Mr. Huang yang mendengar mereka.


"Bisa bahaya juga jika adik tuan berada disini, salah-salah dia juga mata-mata di sini." rutuk salah satu staff yang tidak suka dengan keberadaan Daniel.


"Hush! Pelankan suaramu!" pekik Mr. Huang. "Tanpa perlu ada Daniel, kita sudah sangat tahu mata Tuan ada dimana-mana. Jika kalian tidak membuat salah atau tidak berniat jahat maka kalian tentu akan aman. Sekarang kembali bekerja!"


Sedangkan di sisi lain Farah merangkul adiknya penuh sayang dan kebanggaan. "Bagaimana rasanya bekerja di Alam Baka?" cicit Farah asal membuat Keenan sempat menghentikan langkahnya.


"Dia bilang KTech Alam Baka?" gumam Keenan mengernyit.


"Iish, Kak, malu lah, jangan peluk aku begini. Nanti orang bakalan mikir aku ini bisa di sini karena orang dalam." rutuk Daniel melepaskan diri dari pelukan Farah.


"Hi ilih, kamu kan emang ada di sini karena orang dalam. Terus, so what?!"


Daniel mendengus sebal dengan cibiran kakaknya yang tidak pada waktu dan tempat yang tepat. Keenan tertawa sekilas.


"KTech tidak pernah ingin bermain-main dalam merekrut karyawan. Daniel memang memiliki kemampuan, selama ini biaya sekolah Daniel berasal dari beasiswa yang dikeluarkan KTech. Kedepannya, Daniel memang terikat dengan KTech." Keenan menjelaskan pada Farah, karena selama ini Farah memang tidak tahu bagaimana perjuangan Daniel.


"Dengerin tuh Kakakku yang bodoh!"


Pletaaak!


"Kamu bilang Kakak bodoh lagi aku, suruh suamiku menendangmu keluar dari sini!!" pekik Farah tidak terima.

__ADS_1


"Aaahh sakit!" rintih Daniel selalu saja setiap kakaknya emosi akan menjitak kepalanya.


--- To be continued ---


__ADS_2