Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 161 # Tercyduk!


__ADS_3


Kediaman Luciano.


"Maaf Tuan Besar, saya datang melaporkan situasi di KTech." Seseorang yang diyakini adalah anak buah dari kelompok Klan Naga datang menemui tuan yang memberikan mereka perintah.


Tuan Akeno berbalik badan dengan seringai setelah menatap gemerlap lampu yang menerangi kota S. "Apa Farah sudah berada di KTech?"


"Benar Tuan, mereka telah bertemu." sahut anak buahnya menunduk hormat. "KTech tengah lengah, Nona melakukan tugasnya dengan baik. Sidik jari Mr. K telah menempel di alat milik kita. Kita sudah bisa mengakses laboratorium rahasia KTech." Seringai penuh makna terlihat di wajah anak buah kakek Akeno di ikuti oleh tuan mereka yang tak kalah menyeringai lebar.


"Lalu Keano?" tanya kakek Akeno menatap penuh harap.


"Tuan Muda juga sudah menggiring seluruh anak buah Mr. K untuk tidak memperdulikan markas mereka saat ini. Jika anda ingin menghancurkan KTech, maka sekarang ini adalah waktu yang tepat." Asisten tuan Akeno menjelaskan sisa dari penjelasan anak buahnya yang baru mendapatkan informasi di lapangan.


"Ternyata Mr. K yang di takuti semua orang di Jaringan Hitam, hanya seorang pria mata keranjang yang haus akan sentuhan wanita!" ejek asisten tuan Akeno terkekeh lirih.


"Heh," Tuan Akeno duduk di kursi kebesarannya bersiap memberikan perintah lanjutan. "Itulah alasannya kita menggunakan Farah dan Keano. Dengan begitu kita akan mudah membunuhnya dengan perlahan itu jauh lebih menyenangkan dari membunuhnya langsung!" Tuan Akeno mengepulkan cerutu yang terbuat dari bahan herbal yang dia racik sendiri.


"Perintahkan seseorang membawa inti vaksin XY generasi pertama, jangan sampai salah." titah tuan Akeno mulai menunjukan keseriusan di wajahnya. "Kemudian, kalian tanamkan virus di sistem EYES milik Keenan. Semua ini cukup membuat dirinya terluka saat menjalankan misinya kelak."


"Baik Tuan Besar, kami pamit undur diri...," seru asisten dan juga anak buahnya yang lain bersiap meninggalkan ruang kerja tuannya.


Setelah kepergian beberapa orang sebelumnya, tuan Akeno menatap Axcel dengan seringai. "Bagaimana? Kau sudah puas?"


"Tidak!" pekik Axcel masih tidak terima. "Mengapa Kakek haru mendorong Farah melakukan hal ini, kek?!" Axcel bangkit dengan wajah merah padamnya.


Axcel mengetahui apa yang akan Keenan lakukan pada wanitanya, pria itu sudah berani menghamili Farah tanpa pernikahan. Hal yang sangat mungkin Keenan lakukan tentu saja meminta sebuah penyatuan kembali. Jantung Axcel seolah diremas kencang oleh kenyataan pahit itu.


"Kau sangat tahu kelemahan pria itu bukan?" elak tuan Akeno.


"Tapi mengapa harus FARAH!" Axcel memekik dengan berang. "Bagaimana jika pria brengsek itu menawannya kembali? Farah tidak akan bisa kembali padaku!!"


Tuan Akeno merasa iba jika melihat kondisi Axcel yang begitu mencintai wanita yang tidak mencintainya. "Kamu harusnya sudah mengerti," Tuan Akeno mendekat berusaha membujuk cucu kebanggaannya.


"Semua ini juga untuk kebaikan Farah."


Axcel mengepalkan tangannya erat, dia masih tidak ingin terima dengan semua rancangan kakeknya. "Farah masih membutuhkan satu kali pengobatan untuk menghilangkan efek obat XY yang masih bersarang di tubuhnya. Begitu juga Keano. Tanpa virus inti XY yang di miliki Keenan kita tidak bisa mengembangkan pengobatan lanjutan untuk mereka." Tuan Akeno kembali menjelaskan alasan utama Farah di bolehkan keluar dan menemui Keenan.


Seperti yang sudah di ketahui sebelumnya, Farah seharusnya bisa dengan mudah lepas dari virus XY karena bantuan dari hadirnya Keano di dalam tubuhnya. Hanya saja, Keenan memaksa menggunakan antisera yang dia ekstrak dari darahnya yang justru mengacaukan hormon imunitas Farah. Virus awal yang lemah bermutasi menjadi lebih kuat dan menyerang hormon di tubuh Farah, lebih khususnya kejiwaan wanita itu.


Keano sendiri tak ubahnya dengan keadaan ibunya, hanya saja dia masih begitu muda. Daya tahan tubuhnya begitu kuat. Hal menakjubkan lainnya, Keano memiliki golongan darah yang sama dengan Keenan. Antisera sebelumnya memiliki efek lebih baik bagi tubuh Keano. Dalam tubuh Keano sendiri sudah tidak bisa di jelaskan banyaknya racun dan obat bersatu padu hanya demi mempertahankan denyut jantungnya yang diprediksi memiliki cacat bawaan.


[ Disclaimer : Hal medis ini kesotoyan othor, kurang lebihnya mohon maaf. Cuma sebagai gambaran, virus X dan Y memang di buat sebagai obat gagal jantung tapi produk ini gagal makanya jadi virus buat senjata biologis di Pasar Gelap. Penjelasan obat ini ada di buku Skandal Hasrat Terlarang, semua tentang klan Long ya. Terus, adik Farah Lee yaitu Daniel, dia juga mengidap penyakit jantung bawaan, kan? Ya udah sih gitu aja... Hahaha ]


"Kamu mau kemana?" tanya tuan Akeno menghentikan langkah kaki Axcel.


"Tentu saja menjemput calon istriku!" tanpa menatap kakeknya Axcel berkata dingin.


"Tidak perlu, sebentar lagi Keenan akan menyerahkannya pada kita." tukas tuan Akeno menyeringai.

__ADS_1


"Maksud Kakek?" Axcel berbalik menunjukan wajah kebingungannya.


"Farah membutuhkan obatnya..."


"KAKEEEEK!!"


***


Ruang Presidir KTech.


"Aarghh... Kak!" pekik Farah berusaha menutup tubuh polosnya.


"Ugh, Baby... Lihat, ada yang tegak tapi bukan keadilan!" canda Keenan melempar pakaian terakhir yang melekat di tubuhnya.


Kini, keduanya telah sama-sama polos. Farah menelan salivanya serat. Setelah lima tahun dia lupa bagaimana bentuk pedang laras panjang kekasihnya kini dia kembali melihat membuatnya sesak nafas rasanya.


'Apa perasaanku saja atau memang senjata Kakak jauh lebih besar dan panjang? Aaarrghh Farah Lee, kau sungguh hina masih bisa memikirkan hal jorok itu!' rutuk Farah dalam batinnya.


"Kaaak, aku mohon... Kita baru saja ketemu... Ngopi dulu kek, apa kek?! Maen nyosor aja..." cibir Farah membuang wajahnya yang sudah memerah seperti tomat masak.


Keenan menyeringai, tubuhnya semakin dekat dan mencium lembut kening Farah. "Kamu pikir lima tahun adalah waktu yang sebentar?"


"Kakak kan bisa nyari cewek lain..." lirih Farah membuang wajah dan menahan diri untuk tidak mengeluarkan lenguhan saat ujung lidah Keenan menyentuh permukaan kulitnya.


Keenan berhenti sejenak, mencengkram wajah Farah tanpa menyakitinya. "Jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Oke?"


Farah menelan salivanya, tatapannya berubah sendu.


"Mmmhh..." Farah menutup kedua netranya, hatinya membuncah mendengar perkataan Keenan yang begitu tulus di telinganya.


"Aarrghh, kaak...," rintih Farah saat tangan kekar prianya mulai meremas apapun di hadapannya.


Bahkan saat ini Keenan sudah bersiap melakukan penyatuan yang sudah dia tahan selama lima tahun lamanya.


"Kamu masih memanggilku Kakak, setelah putra kita sudah sebesar itu Sayang?" Keenan membuka lebar kedua kaki Farah.


"Aargh, aku harus panggil apa?" lenguh Farah masih bisa menjawab dengan malu-malu.


"Kamu harus mulai memanggilku dengan sebutan─" Keenan menghentikan gerakan sensualnya. Dia menatap penuh rasa cinta pada wanita pujaan hatinya. "Suamiku Sayang, cintaku, sayangnya aku...,"


"Pppfftt!" Farah mengatupkan bibirnya menahan tawa yang ingin keluar saat Keenan mengucapkan kalimat yang biasanya di lontarkan Farah sebelum mereka terpisah.


Keenan melebarkan senyumannya. "Sayang, aku sungguh sangat bahagia. Aku tidak membutuhkan apapun lagi sekarang, aku hanya mau kamu dan putra kita."


Deru nafas mereka semakin menderu, antara perasaan cinta yang semakin besar, mereka juga mulai kembali membakar gairah keduanya. Keenan menuntun senjatanya menuju pintu surga dunianya. Perlahan dan─


"Aarghh!" Keenan berdecak kesal pasalnya bukannya masuk malah arahnya berbelok.


Farah mengernyitkan keningnya. "Apa kemampuan Sayang menurun?" ejek Farah menahan tawanya.

__ADS_1


"Shiiitt!!" umpat Keenan kesal.


Dia kembali mencoba, kali ini berhasil masuk walau baru ujungnya saja.


"Aaarrghh Kak... Sakiiit!" pekik Farah merasa seperti saat Keenan merenggut mahkotanya.


"Fu ck Faraaah Leee!!" pekik Keenan bercucuran keringat. "Milikku yang besar atau punyamu yang sempit!" sungut Keenan kembali frustasi saat miliknya di tolak oleh pintu sangkar emasnya.


"Kenapa Kakak banyak nanya sih!" rutuk Farah merasa malu mendengar kalimat barusan. "Bisa enggak? Kalau enggak aaaarrrghhh!!"


Keenan mencoba kembali tanpa aba-aba, dia mencoba keluar dan masukan miliknya, meng-gesek permukaan pusat tubuh Farah agar mengeluarkan pelumas alaminya. Keringat Keenan sudah bercucuran, ekspektasi mulusnya sirna. Dia merasa harga dirinya runtuh saat dia tidak bisa menggagahi Farah dengan segera setelah menanti lima tahun!


"Kaaak, sakiiitt..."


"Sebentaar saja Sayaaang, uughhh... Fu ck Farah Lee... You're freaking tasty!"


Keenan mulai tidak ingin berbelas kasih, dia menghentak keras pinggulnya sampai senjatanya terbenam sepenuhnya memasuki sangkar emasnya.


"AAAAARRRRGHHH!!" Farah menjerit kencang, kuku panjangnya mencengkram punggung Keenan.


"Shhiiiitt!" Keenan terus mengutarakan kata kasarnya, dia tidak bisa mendeskripsikan kenikmatan yang dia dapatkan saat ini.


Setelah melakukan penetrasi sejenak, Keenan mulai menggerakkan pinggulnya depan dan belakan. Jeritan Farah masih mendominasi ruangan. Keenan tidak peduli, lagi pula ini bukan pertama kalinya bagi mereka melakukan penyatuan di kantor. Hanya saja, baru dia melakukan aksinya selama lima menit dia sudah ingin meledak. 'Apa-apaan ini?!!'


Dia merasa keperkasaannya merosot tajam, dia mencoba bertahan sejenak jangan sampai gelar raja ranjangnya hilang begitu saja. Namun, semakin di tahan dia semakin ingin meledak. Farah kembali mencengkram kuat tubuh Keenan saat mereka mencapai kepuasan bersama. Lolongan kenikmatan tak terelakan lagi membuat Keano yang baru sampai di lantai atas beserta Sam menghentikan langkah kaki mereka dan menajamkan indra pendengaran dengan mata terbelalak seolah akan keluar.


"Ibu!" Keano merasakan firasat buruk.


Tanpa bisa di cegah oleh Sam, Keano membuka pintu ruang presidir dengan keras dan kasar ibu.


"IBU!"


"Aaarrghh!!" jerit Farah dan Keenan bersamaan.


BRAAK!!


Keenan dan Farah terbelalak saat mendengar suara pintu terbuka kasar, seperti tengah kepergok satpol pp keduanya tidak bergeming dan bingung harus berbuat apa.


Dengan perasaan dongkol Keano segera menundukan pandangannya. "Anggap saja aku buta!!"


BRAAAKK!!


"Keanooo, tungguuu... Aaahh tidaaaak... Kak lepaaaas!" jerit Farah tidak ingin putranya berpikiran yang bukan-bukan.


"Ppfftt!" Keenan malah terkekeh senang. "Dia sendiri mengerti dan tidak menghentikan kita Sayang."


"Mengerti matamuuu!!" umpat Farah kesal. "Dia mikir apa coba nantii?!"


"Gampang, tinggal bilang kita sedang membuat adik untuknya. Dia sudah sangat cukup umur untuk mendapatkan seorang adik perempuan." Keenan menyeringai dan kembali berniat melakukan ronda kedua.

__ADS_1


---To be continued---


__ADS_2