Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 47 # Tega


__ADS_3

Perasaan dosen Victor kembali dibuat tidak nyaman, sudah bisa dipastikan oleh dosen Victor, ternyata keluarga besar Farah memang ada kaitannya dengan kecelakaan yang dia alami. Ada kemungkinan bagi keluarga Farah, dia sedang mempersulit Farah. 'Aku sungguh harus berhati-hati dengan keluarga angkat Farah.'


"Cih, liat Farah mulai tebar pesona! Apa gue bilang!" Meishya menunjukan tatapan tidak suka dan memanasi Ceillyn agar ikut serta.


Axcel kembali cemburu dan langsung mendekati gadis pujaannya. "Ayang, ayo kita ke kantin!"


"Sorry, gue hari ini mau ngejer ketinggalan dan ujian perbaikan nilai gue yang bobrok tempo lalu!" Farah kembali ke mejanya dan mengeluarkan peralatan tulisnya.


"Lah?" Ceillyn mendekat dan mengabaikan Meishya yang masih tidak percaya dalam mode cemburunya.


"Kalian pikir gue bolos selama ini gara-gara apa? Gue kena hukum gegara Kakak gue tahu nilai bobrok gue! Huaaa..." Farah menunjukan tingkah dibuat-buatnya, ketiga temannya menunjukan wajah syok serentak.


"Apa?!"


Tak lama Meishya dan Ceillyn saling tatap dengan menelan ludah yang serat. Axcel berubah menjadi lebih diam dan menatap lekat kekasihnya.


"Tapi kan ujian kemaren emang semuanya nilainya anjlok gara-gara dadakan?" Meishya membuka suaranya seolah ingin memberikan pembelaan. Walaupun dia cemburu, dia masih tetap setia kawan.


"Itu kan kalian, nasib gue kan beda!" Farah mendengus dingin. "Gue pikir Kakak gak pernah mantau kuliah gue, hish!" Farah menggelengkan kepala kesal. "Dan elu Cel!" Farah menatap nyalang pria satu-satunya yang menjadi anggota di geng mereka. "Jauh-jauh dari gue, Kakak pikir gue pacaran jadi nilai gue anjlok!"


"Hah?" Axcel menunjukkan wajah annoying-nya.


"Hayo Axcel lu udah ditandai!" Olok Meishya dan Ceillyn bersamaan.


"Berarti, yang bikin dosen Victor absen jangan-jangan Kakak lu?"


Deg!


Pertanyaan Meishya sukses membuat debar jantung Farah kembali berpacu dengan cepat. Dia ingat bahwa kakaknya itu akan memberikan hukuman ringan pada dosen Victor. "J-jadi, Pak Victor juga absen? Apa kalian tahu dia kenapa?"


Semua saling tatap, sudah bisa dipastikan ini ulah kekuatan orang nomor satu di negara mereka. "Lu jauh-jauh dari gue! Gue gak ngapa-ngapain lu..." Meishya sengaja menjaga jarak setelah dia merasa asumsinya cocok.


"Hish! Pergi sana kalian..." umpat Farah sebal, tak lama terdengar suara dosen mereka yang menyuruh segera keluar agar Farah bisa melakukan ujiannya sekarang juga. Tak lama kemudian Farah sudah serius dengan ujian susulannya. Dosen Victor begitu senang, dia hanya berduaan di ruangan dengan gadis yang mengisi hatinya secara diam-diam.


Kondisi di luar ruangan Axcel tengah uring-uringan. Dia sebenarnya tidak terima Farah hanya berduaan di ruangan dengan dosen yang selalu terlihat mencurigakan di dalam pikirannya. Mereka berencana menunggu Farah, selain kepo parah, mereka juga begitu rindu sahabatnya.


"Cel!" seru seorang wanita mendekati Axcel.


"Hish!" Axcel mendengus kesal, wanita itu selalu mengganggunya semenjak dia datang menjadi murid baru di kampus.


"Hihi, hayo Axcel, tunangan lo absen lagi noh!" ejek Ceillyn menggoda Axcek dengan mendorong bahunya.


"Hish, apa sih lu!" hardik Axcel berusaha untuk pergi.


"Farah udah masuk, kalau dia tahu─" Meishya ikut menggoda Axcel dan adu jotos dengan Ceillyn saat ini.

__ADS_1


Axcel menghentikan langkah kakinya, dia menatap Arnetha dengan tatapan berangnya. Arnetha melebarkan senyuman saat Axcel memperhatikannya. Gadis itu selama Farah tidak ada selalu mencoba mengganggu Axcel. Dia maju tak gentar mencari perhatian tunangannya.


"Dengar Nona Lanchaster, berhenti menggangguku atau kamu akan menanggung akibatnya!" tukas Axcel dingin dan menekan di hadapan Arneth.


Bukannya takut dengan ancaman pria yang disukainya, Arneth justru tengah berdebar saat telunjuk Axcel menekan bahunya. "Memangnya apa yang akan kamu lakukan?"


Sorot mata Arneth tak gentar justru terlihat menggoda, Axcel sempat tertegun dengan reaksi wanita di hadapannya yang di luar nalar. "Tentu saja aku akan melenyapkanmu!"


Axcel yang tidak mengetahui Farah telah selesai dengan urusannya, lebih tidak tahu lagi bahwa apa yang dia lakukan saat ini justru membuat Arneth semakin menyukainya. Axcel berbisik lirih menekan untuk mengancam tunangannya. Arneth semakin mengembangkan senyuman liciknya, dia melihat Farah telah keluar dari ruangannya.


"Aaargh!" Arneth tiba-tiba berulah, dia terjatuh di depan tubuh Axcel.


"Hey!" Axcel memekik. Namun, respon tubuhnya merengkuh tubuh Arneth.


"Cie... Cieee!"


Tiba-tiba saja keadaan mereka menjadi riuh, kedua sahabat Arneth menyoraki keduanya. Wajah Arneth bersemu merah, dia semakin menjadi menekan tangannya di dada bidang Axcel. 'Kita lihat saja Cel, kelak kamu akan menjadi milikku seutuhnya!'


"Oi Farah!" Ceillyn memekik saat menyadari salah satu temannya melewati mereka dengan gontai. "Udah selesai lu?" tanya Ceillyn menghentikan langkah kaki Farah.


"Hm!"


Deg!


Bruuuk!


"Aaawwh!"


"Hahaha!" Ceillyn dan Meishya terbahak puas saat melihat Axcel mendorong tubuh Arneth hingga tersungkur di lantai.


"Ayaaang! Kok cepet?!" Secepat kilat Axcel merubah sikapnya, dia panik dan kembali pada mode pria jadi-jadian.


Arneth dan juga kedua temannya syok dengan apa yang dia lihat sekarang. Kedua temannya sudah membantunya berdiri. Dengan wajah yang masih terlihat tidak percaya, mereka masih berada di tempatnya. Bagaimana bisa Axcel yang macho berubah seketika saat Farah disampingnya?


"Hish!" Farah kembali berjalan tidak ingin peduli pada sekitarnya, dia cukup kesal ternyata dosennya senang menarik ulur dengannya. Dia hanya diberikan waktu satu hari satu ujian, sedangkan dia butuh dua kali dan berikut extra jam tambahan mengejar materi yang sebelumnya tertinggal.


"Ayang, dengerin dulu. Semua gak seperti yang kamu lihat!" Axcel merangkul tubuh Farah dengan merengek seperti anak kecil.


"Axcel Luciano!" Farah segera menghardik pria di samping. "Gue bilang jaga jarak!"


Tak terdengar lagi perbincangan keduanya, mereka melanjutkan dengan terus berjalan meninggalkan tempat barusan. Arnetha merasa kesal, dia mengepalkan kedua tangannya erat. "Farah Lee, aku sudah mencatatnya!"


"Dengerin dulu, Ayang!" Axcel semakin takut gadisnya salah sangka padanya.


Kedua teman yang lain cekikikkan tidak ada akhlak. Meishya dan Ceillyn tidak menyangka, Axcel benar-benar merendahkan dirinya demi mendapatkan hati Farah.

__ADS_1


"Hiish, lu tuh ya!" Farah berakting seolah akan memukul pria di sampingnya yang super berisik.


"Huh! Gue gak peduli Cel... Mau dia penggemar lo, tunangan lo, pembantu lo... Gue bodo amat!" Farah sudah menahan rasa malunya selama perjalanan dari kelas menuju kantin mereka.


Axcel terdiam mendengarkan ocehan Farah yang cukup menyakitkan perasaannya. Dia mulai menghentikan tingkah absurd-nya. "Farah!"


Deg!


Tidak hanya Farah yang tersentak dengan perubahan suara pria yang barusan di buat seperti banci, kini sudah kembali maskulin seperti pria normal lainnya. Kedua temannya yang lain ikut tersentak dengan perubahan Axcel yang cukup tiba-tiba.


"Aku tahu kamu tidak peduli!" Axcel menatap tajam kedua netra Farah. "Tapi, apa kamu lupa?"


Farah menelan salivanya saat Axcel semakin mendekati tubuhnya. "Kamu tidak bisa menghindariku Farah Lee!"


"Why?" tanya Farah lirih, tubuhnya tiba-tiba lemas dan tidak bisa menghindari pria di hadapannya.


"Karena aku memiliki video kemesraan kita di Square!"


Mata Farah terbelalak, bisikan Axcel meruntuhkan semua nyalinya. Dia tidak percaya Axcel berani mengancamnya seperti ini.


"Jadi kamu merekamnya?" tanya Farah mendelik dan berkaca-kaca.


Sejujurnya Axcel tidak ingin melakukan hal ini. Hanya saja, dia sungguh tidak bisa diperlakukan seperti barusan oleh Farah. Dia tidak ingin gadisnya menyingkirkan keberadaannya. "Aku tidak merekamnya, tapi aku juga bisa meretas kamera pengawas!"


Deg!


Denyut jantung Farah semakin bertalu-talu saat Axcel bersiap memutar video mereka. "Aku benci, aku merindukan semua yang terjadi hari itu!"


"Hah!" Farah terkekeh pedih. "Dengar Axcel, lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Satu hal aku peringatkan, yang akan mendapat kerugian bukan aku!" Farah beringsut mundur perlahan dan berbalik badan segera meninggalkan pria yang sudah termangu tidak percaya jawaban dingin gadisnya.


"Farah Lee, semakin sulit didapatkan, semakin semangat mengejar!" Axcel menatap pilu kepergian gadis pujaannya.


Prookk... Prookk... Prookk!!


"Daebaaak!!" pekik Ceillyn dan Meishya bersamaan.


"Jadi selama ini kalian menyembunyikan sesuatu dari kami? Pantas you begitu tergila-gila dengan Farah!!" puji Meishya mendekati Axcel.


"Gila Cel, lu apa gak malu awalnya bertingkah menjijikan sekarang justru terasa Tuan Mudanya!" timpal Ceillyn menepuk bahu Axcel.


"Berisik!!"


Axcel menepis dan menghardik keduanya, dia bergegas pergi diikuti kedua anak buahnya yang selama ini selalu menyamar dan tidak pernah diketahui oleh orang. Mulai saat ini Axcel berniat merubah sepenuhnya jati dirinya di hadapan publik bahkan tentu saja dihadapan wanita pujaannya. Dia akan memperlihatkan siapa Axcel Luciano yang orang tidak tahu bahwa dia juga adalah cucu dari Klan Naga!


--- To be continue ---

__ADS_1


__ADS_2