
"Darimana Papa tahu kedekatanku dengan Farah?" Axcel menatap nyalah ayahnya sendiri.
Bagi pria itu Farah segalanya, bahkan ayahnya sendiri dia berani menentangnya. "Bagaimana mungkin aku berani berurusan dengan Keenan Kaviandra, selama ini aku berteman dekat dengan Farah. Bahkan aku yang menyelamatkan hidup Farah!"
"Huh," dengusan lirih terdengar dari wajah pasrah tuan Lucifer yang terduduk di kursinya. "Kamu benar-benar tersandung rumor dengan putri angkat Kaviandra."
Axcel masih berdiri di tempatnya. Tekadnya sudah bulat, dia akan memperjuangkan cintanya. Semuanya demi mendapatkan cinta Farah seutuhnya.
"Kamu tidak mengenal kengerian Keenan Kaviandra... Sekali dia tidak menyukaimu, maka jangan harap biaa lolos dari cengkramannya." Tuan Lucifer menatap serius putranya.
Ayahnya tidak tahu, bahwa Axcel sudah mengetahui bagaimana mengerikannya seorang Keenan Kaviandra. "Papa mengatakan ini apa sudah mulai menerima ancaman dari mereka?"
"That's right!"
Axcel terpaku, seketika pria itu menarik garis dengan perubahan sikap Farah akhir-akhir ini. 'Apa mungkin ada skandal besar di balik keluarga Kaviandra?'
"Just leave her..."
"Sorry Pah, I really love her..."
"Axcel Luciano!!"
Tuan Lucifer bangkit dengan dada kembang kempisnya. Deru nafasnya seperti memburu sesuatu. "Dengar Axcel, sekalipun kamu sangat mencintainya, sekalipun posisi keluarga kita juga bisa mengimbangi posisi keluarga mereka. Saat Keenan mengatakan tidak, maka dipastikan kamu tidak akan memiliki harapan!"
"Hahaha!! Mereka sungguh konyol... Farah yang berhak menentukan hidupnya. Seharusnya mereka membebaskan Farah dalam memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya!!"
Tuan Lucifer tidak berkutik dengan pernyataan putranya yang sama keras kepalanya. Axcel bergegas melangkahkan kakinya keluar dari kediaman. Dia semakin yakin harus mencari tahu tentang keluarga angkat kekasihnya.
"Aku memang selalu mencurigai keluarga itu!! Mereka terlalu mengekang Farah, apalagi Keenan Kaviandra... Apa hak dia mengatur hati adik sepupunya!!"
Axcel memacu kuda besinya menuju apartemen pribadinya. Dia sudah menyusun apa saja yang diperlukan untuk mengungkapkan kebenaran tentang kekasih hatinya.
***
Ruang istirahat KTech, 05.00 PM.
"Uughh..." Farah mengulat, dia terbangun dari istirahatnya. "Hooaam!" Farah merentangkan kedua tangannya. Tiba-tiba ada sesuatu yang membuat punggung tangannya terasa ngilu.
"Aaarrghh!!" Sontak Farah menjerit membuat Keenan yang berada di meja kerjanya menghambur memeriksa gadis kecilnya.
"Baby!!"
Terlihat wajah suram gadisnya membuat Keenan justru ingin tertawa. "Are you okay?"
"Kakak darimana? Katanya gak akan tinggalin aku!! Pembohong!!" Farah terus merutuk kesal, dia juga mengibaskan tangan membuat selang infusnya bergerak kesana kemari.
"Aku kerja sebentar, agar malam ini kita bisa pulang bersama!" Perlahan Keenan menghentikan tingkah impulsif gadisnya.
"Kapan dilepas..." Farah kembali merengek manja.
"Tenangkan dirimu dahulu!" Keenan kembali membawa perlengkapan medis yang masih berada di samping ranjang.
"Uughh... Jangan lagi menginfusku!!" Farah mengancam Keenan menunjukan jari telunjuk di wajah prianya dengan berani.
__ADS_1
"Makanya jangan dikit-dikit sakit!"
"Ini salah Kakak!!"
"Iya, iya Kakak ngaku salah..."
Farah tersipu dengan perlakuan Keenan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Farah membenamkan diri dalam pelukan kekasihnya. "Ingat janji Kakak semalam?"
"Ehm... Kamu ingin melakukan apa?" Keenan mengecup kepala gadisnya lembut.
"Aku ingin ke Mall S!"
"Baiklah, kamu juga belum makan bukan?"
"Hm..."
Farah menganggukkan wajahnya dengan antusias, dia begitu senang. Kekasihnya sangat mudah menyetujui keinginannya.
Sebelum keduanya benar-benar kelaur dari KTech Farah mengabarkan kedua temannya bahwa dia pulang menunggu kakak sepupunya tentu saja. Keenan merasa sudah kembali tergoda dan meminta sebuah ciuman yang cukup liar selama sepuluh menit sebelum mereka benar-benar keluar dari kawasan KTech.
"Selamat sore Tuan dan Nona..." Sandra menunduk menyambut tuannya yang baru keluar dari ruangan mereka. Farah ikut mengembangkan senyuman. Tangannya tidak lepas dari genggaman kakak sepupunya.
Tring!
Pintu lift terbuka dan keduanya masuk ke dalam lift meninggalkan anak buah mereka yang masih setia di dalam kantor.
"Sejenak aku sangat ingin menjadi seperti Miss Sandra... Apa benar Kakak tidak tertarik dengannya? Bukankah biasanya banyak para CEO memiliki skandal dengan para sekretaris mereka?"
Omongan panjang Farah tak sedikitpun membuat Keenan ingin membalasnya. Dia justru sedang mendengus kesal dengan pemikiran sumbu pendek kkekasihnya.
Tring!
"Jika aku benar menyukainya, untuk apa aku repot membawamu kemari, hm?"
"Gabut?" Farah sempat-sempatnya menanggapi ucapan Keenan yang tidak dimengerti maknanya oleh gadis kecilnya.
"Apa kamu senang mencari tahu sesuatu yang akan melukai perasaanmu, hm?"
Keenan menekan dagu Farah membuat gadis itu kembali gelisah. "Jika tidak menyadarinya berhenti bertanya hal bodoh!"
Farah mengerucutkan bibirnya sebal, Keenan menarik dengan paksa tangannya menuju bugati hitam kesayangan kakak sepupunya itu.
Di dalam mobil Farah kembali tidak tahu diri menyalakan audio dan dia bersiap melakukan karaoke on the road seperti biasanya.
"Yeah, love is pain~ Dedicated to all my broken-hearted people, one's old a flame, just scream my name... And I'm so sick of love songs! Yeah, I hate damn love songs, memento of ours... Geojitmal..." Farah sudah bernyanyi mengikuti salah satu lagu kesukaannya.
[ Yeah, cinta itu menyakitkan. Ditujukan untuk semua orang yang patah hati. Mantan kekasih, teriakkan namaku, dan aku sangat muak dengan lagu-lagu cinta. Yeah benci lagu cinta. Kenangan tentang kita... Kebohongan... ]
Keenan menaikan sudut bibirnya, pandangannya tetap fokus menatap jalanan. Namun, sudut matanya tidak pernah abai melihat kelakuan gadis tengilnya.
Farah semakin menjadi berlagak tengah melakukan konser dengan gaya bahasanya sendiri. Terkadang Keenan mencibir, dia yang memiliki kemampuan bahasa asing lebih dari tiga tentu sangat mengerti arti dari lagu yang dibawakan Farah.
"I'm so sorry but I love you da geojitmal... Iya mollasseo ijeya arasseo~ nega piryohae!"
__ADS_1
"I'm so sorry but I love you nalkaroun mal, Hwatgime nado moreuge neol tteonabonaetjiman!"
"I'm so sorry but I love you da geojitmal.. I'm so sorry... I'm sorry! But I love you"
"I love you more more!!"
"I'm so sorry but I love you nareul tteona~ Cheoncheonhi ijeojullae, naega apahal su itge!"
[ Sungguh maafkan aku, tapi aku mencintaimu, itu semua adalah kebohongan. Aku tak tahu, Tapi sekarang aku tahu bahwa aku membutuhkanmu.
Sungguh maafkan aku, tapi aku mencintaimu, dengan kemarahan. Aku mengusirmu dengan kata-kata yang tajam dan aku tak menyadarinya.
Sungguh maafkan aku, tapi aku mencintaimu, itu semua adalah kebohongan. Sungguh maafkan aku... sungguh maafkan aku, tapi aku mencintaimu... Aku mencintaimu lagi dan lagi.
Sungguh maafkan aku, tapi aku mencintaimu, akankah kamu pergi dan lupakanku perlahan, Sehingga aku bisa berada dalam kesakitan? ]
Keenan terdiam sejenak saat mendengar lantunan kalimat yang dia mengerti. Rasanya seperti menghujam jantungnya. Keduanya sudah berada di pelataran parkiran Mall S. Farah terengah namun dia cukup puas!
"Mmmphh!!"
Mata Farah terbelalak saat bibir penuh kekasihnya menyesap kuat bibir mungilnya. Farah menyeringai, dia merengkuh tubuh kekasihnya dan membalas membelit lidah keduanya.
Hasrat Keenan semakin berpacu, dia menarik kursi Farah dan memindahkan tubuh gadis mungil itu di atas pangkyan tubuhnya. "Kita coba di tempat sempit ini ya?"
"Aaarrghh, Kakak cabuuul... Ini di luar Kak, bagaimana jika ada orang yang memperhatikan!!"
Farah terus melenguh, kedua tangan Keenan memang tidak berhenti memainkan kedua bukit indah kekasihnya. Walaupun Farah menggunakan sweater panjangnya, hasrat Keenan tetap meledak-ledak.
Wajah sayu Farah terlihat ikut menikmati, Keenan semakin menyeringai. Dia terus memberikan sentuhan sensualitas agar Farah sendiri yang memintanya.
"Stop Kaaak!! Aaarrgghh..." Farah berusaha menghindar dari cumbuan kekasihnya.
"Aku sudah tidak tahan Sayang!"
"Kita lakukan di rumah saja ya Sayang... Kakak boleh melakukan apapun di rumah!"
"Deal!!"
Keenan menghentikan semua aktivitas kedua tangannya. Farah membuka mulutnya lebar, nafasnya masih memburu dengan debar jantung yang berpacu semakin kencang. "Aku dijebak!!"
"Hehe!!" Keenan terkekeh dan merapikan pakaian Farah yang sempat tersingkap setelah dia menjadi bayi besar. "Untuk mendapatkan kepuasan lebih, tentu saja harus mengecoh lawanmu!"
"What the fu-ck!!" Farah merutuk sarkas di depan wajah Keenan.
"Apa pantas seorang wanita cantik mengeluatkan kata kasar?" Keenan berbisik mengaitkan beberapa helai rambut di cuping telinganya.
Farah tersipu malu dengan sikap kekasihnya, Farah masih berada dipangkuan Keenan, kedua tengannya masih merengkuh bahu kekasihnya.
Perlahan jemari lentik Farah bergerak menyentuh wajah tampan pria di hadapannya. "I'm sorry, I love you Keenan... More and more!"
"Farah Lee..." Mata Keenan berkaca, dia kembali memagut bibir gadisnya sebelum keduanya keluar dari mobil mereka. 'I love you too... More... More... And more...'
Farah mencoba menguji kekasihnya, dia menautkan tangan di tangan Keenan. Ajaibnya Keenan tidak menolak, bahkan pria itu berbalik badan menampilkan senyuman tampan memabukkannya. 'Puja kerang ajaib!!'
__ADS_1
--- To be continue ---
Credit of song : Lies by Bigbang. Lyrics by coretanmuthi blogspot.