
Keenan melewati Farah, pria itu mencium pucuk kepala adiknya. “Kakak rindu!”
“Me too…” sahut Karen lirih.
Farah membuang nafasnya perlahan, dia tetap menundukkan wajahnya. Selama ini dia juga sering aktif jika sudah bersama. Keenan menatap Farah, dia kembali mundur dan menarik kursi duduk di sebelah kekasihnya.
Karen menatap tanpa berkedip, posisi duduk Keenan selama ini di samping ayahnya, sangat jauh dari Farah. Tapi, kali ini─
“Loh, ternyata kita kedatangan tamu?” Kedatangan tuan Kaviandra membuat perhatian ke semua anggota keluarga terpecah.
Erick refleks bangkit menunduk menyambut kedatangan kepala keluarga. “Perkenalkan Om, saya Erick Shin!”
“Ya, Saya Papa Karen… Duduk!”
Erick kembali menunduk gelisah. Dia duduk di tempatnya dengan terus berdebar tidak karuan. Dia seperti tengah berkunjung ke area zoo yang dihuni oleh harimau dan serigala, mahu mundur bisa kena cakar.
“Jadi kamu pacar putriku?”
“Benar, Om!”
Keenan tidak memperhatikan keluarganya membahas orang asing. Dia menatap Farah tanpa siapa pun menyadarinya. Tangannya menyentuh tangan Farah perlahan, Farah terbelalak menatap Keenan dan refleks menghindar. Keenan melotot menunjukkan dia kesal atas respon kekasihnya, Farah tak kalah melotot. Keduanya sibuk dengan dunia mereka. Karen berbalik dan merasa takjub melihat keakraban keduanya.
“Ehm!” Karen berdehem sejenak membuyarkan perang telepati antara Farah dan kakaknya. Keenan membenarkan posisi duduknya, begitu juga dengan gadisnya. Karen tidak percaya dan tidak ingin percaya, dia yakin keduanya terlibat skandal yang dia tidak tahu!
Hati Karen tiba-tiba gelisah, dia takut… Farah adalah adik kesayangannya, bukan rahasia umum lagi bahwa cinta dan kasih sayangnya pada Farah seperti pada saudara kandungnya sendiri.
Karen juga mengenal sikap keras Keenan, dia merasa tidak rela jika Keenan berhubungan dekat dengan Farah. Salah-salah Farah bisa jadi sasaran emosi Keenan yang tidak bisa ditebak. Tidak ada yang boleh menyakiti adiknya, sekalipun itu kakak kandungnya sendiri.
“Jangan terlalu senang, kamu disambut baik hari ini, bukan berarti kamu benar-benar diterima di Kaviandra!”
Karen kembali tersadar, kakaknya mulai rusuh ikut andil dalam masalah pribadinya. Karen tidak mengerti, bagaimana bisa kakaknya itu tidak memberikannya ruang untuk mencintai siapapun yang hatinya mau. Bukan mudah Karen menerima cinta Erick, sialnya Erick paling tahu cara membuatnya jatuh cinta.
“Keenan!” Nyonya Lyn segera membatasi kearoganan putra sulungnya.
Farah menunduk sendu, dia dan Erick apa bedanya. Mereka sama-sama sedang menunggu restu berpihak pada mereka. Keenan menyadari perubahan sikap kekasihnya. Dia diam dan kembali tidak ingin mencampuri urusan adik dan orang tuanya. Namun, sebelum itu dia berhak mengatakan apa yang sudah diketahuinya dari seorang bernama Erick Shin.
“Mama mungkin belum tahu menahu soal Erick Shin, aku dengan senang hati merangkumkan untuk kalian!” Keenan kembali berbicara serius.
“Dia adalah putra semata wayang dari keluarga Shin. Sebagaimana Papa ketahui juga, Shin Group sedang mengalami krisis ekonomi saat ini.” Keenan menatap tajam Erick. “Aku hanya sedang memastikan, jangan pernah mencoba untuk bermain-main dengan adik kesayanganku!”
Kerongkongan Erick tercekat, dia tidak bisa menyela perkataan calon kakak iparnya.
__ADS_1
“Siapa yang tidak tahu hak waris Kaviandra? Karennina mendapatkan bagian paling besar tentu saja!”
Karen mengeratkan genggaman tangannya di bawah sana.
“Kamu juga Karen!” Keenan beralih menatap adiknya. “Apa kamu pura-pura buta? Tuli?”
“Keenan…”
“Erick seorang playboy… Jangan membohongi Kakak! Aku bisa dengan mudah membuka seluruh rekaman video asusilanya!!”
“Cukup!!” Karen bangkit menghentikan kakaknya yang semakin arogan.
“Sihir apa yang kamu gunakan pada adikku, Erick Shin!!”
“Kak!!” Karen kembali menghardik ucapan Keenan.
“Kakak benar, masa laluku begitu buruk… Aku sendiri sudah mengatakannya pada Karen.” Erick mulai berani mengutarakan perasaannya. “Tapi, Kakak harus tahu… Karen harus tahu… Kalian harus tahu… Karen yang membuat aku tersadar tentang arti cinta sejati! Dia yang membuatku selalu jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama selama aku berhubungan dengannya!”
“Semua orang punya masa lalu, tapi bukankah semua orang juga punya masa depan? Masa laluku memang buruk, tapi aku bersumpah, saat ini dan selama sisa hidupku hanya akan ada Karen seorang!”
Karen menatap Erick tidak berkedip, dia mengatupkan bibirnya erat. Hatinya sungguh tersentuh saat mendengar kalimat tulus itu mengalir dari mulut kekasihnya.
“Heh, kamu mengatakan hal itu membuatku ingin tertawa!” Keenan mengejek Erick membuat Karen merengut sebal kearah kakaknya.
“Cukup! Kita akan membahas hal ini lain kali… Makan malam sudah terhidang, kita makan sekarang!” Nyonya Lyn menghentikan perdebatan. Putra sulungnya tidak akan pernah berhenti dalam mencerca lawannya, baik itu benar atau salah, tidak akan pernah ada habisnya.
“Apa kamu menyukai pria yang berbicara manis seperti dia?” Keenan menodong Farah dengan pertanyaan konyolnya.
“Hah?” Farah tercengang. "Kakak nanya aku terus aku nanya siapa?!" lirih Farah dengan wajah annoyingnya.
Karen dan kedua orang tuanya terbahak dengan penuturan Farah yang mampu membungkam Keenan saat ini juga. Mereka lupa ketegangan sebelumnya.
“Hissh!!” Keenan seolah ingin memukul Farah, gadis itu meringis bersiap memekik memanggil bala bantuan.
“Bibiii~”
“Haish, sudahlah Keenan…” ucap nyonya Lyn menghentikan aksi putra sulungnya.
“Terus aja belain dia!” rutuk Keenan kesal, aslinya dia cemburu pada Erick yang mendapatkan perhatian gadisnta. Pria itu membuat Farah menatapnya tanpa berkedip saat berkata manis sebelumnya.
“Kamu juga, apa kamu pikir kami bisa dengan mudah menerima calon istrimu?” Nyonya Lyn benar-benar menikam jantung Keenan.
__ADS_1
Farah kembali menunduk, wajahnya sudah terlihat pucat.
“Heh, aku pastikan… Kalian tidak hanya setuju, kalian akan menyayanginya sepenuh hati!”
Semuanya terpaku dengan ucapan Keenan termasuk Farah yang sudah menatapnya sendu.
“Kamu mau aku suap?” tawar Keenan di depan Farah.
“Tiydak…” Farah menjawab lirih menggeleng kepala dalam keadaan syok.
“Sejak kapan Kakak mau menyuapi Si Degil?” cerca Karen tidak percaya.
“Sepertinya sejak di Condo!” sahut nyonya Lyn kembali menyalakan sumbu kompor.
“Apa? Sejak kapan Farah di Condo?”
Ingin rasanya Farah teleportasi ke bulan saat ini juga. Kepalanya terasa berat, dia ingin pingsan namun tidak mungkin.
“Apa kalian mau aku suap juga?!” ketus Keenan membuat tuan Kaviandra terbahak.
“Farah magang di kantor Kakakmu, di banding Farah kecapean, dia mening satu rumah dengan Kakaknya.” Tuan besar menjabarkan perlahan membuat Karen membuka mulutnya tidak percaya.
“Farah Lee?!” Karen memekik tidak terima.
“Huh, mohon maaf sodara-sodara, can we skip to the good check~”
Keenan menahan tawanya, begitu pula yang lain. Karen ingin sekali mendatangi Farah untuk menoyor kepalanya. Nyonya Lyn mencegah akhirnya mereka memulai makan malam bersama.
Makan malam kali ini terasa memiliki durasi panjang bagi Farah, dia bergegas menuju kamarnya. Beruntungnya paman dan bibi kembali meneruskan pembahasan permasalahan hubungan Karen dan Erick Shin.
“Argh!” Farah menjerit saat satu tangannya di tarik kasar oleh seseorang.
“Kak!”
“Kenapa menghindariku?”
“Kak, nanti mereka tahu kita…”
“Kenapa?”
Keenan tidak sabar, dia menggendong Farah segera dan mengunci kamar Farah. Gadisnya hanya bisa pasrah saat Keenan kembali terlihat meminta hak biologisnya.
__ADS_1
--- To be continued ---