Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 158 # Feelings Painted In The Sky


__ADS_3

Keenan terjatuh setelah melihat wajah Keano yang jelas terlihat seperti dirinya saat dia masih seusia Keano. Tubuhnya bergetar hebat, air matanya juga semakin deras menyeruak keluar dari sarangnya.


Bruk!


"Ka mu ma sih hi dup..." Keenan mengulurkan tangannya dengan bergetar meraih wajah putranya yang terlihat dingin dan datar.


Keano tidak menunjukan ekspresi yang berarti membuat semua orang tercengang dengan pemandangan di hadapan mereka. Terlebih Sam, wajahnya pucat tidak percaya bahwa pria kecil yang selama ini bersama mereka adalah putra tuannya.


'Keenan junior masih hidup, ini benar-benar sebuah keberuntungan! Eh tunggu─' Sam kembali menunjukan wajah pucat dengan menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal. 'Mampus akuuu─'


Pasalnya Sam sedari awal selalu memberikan asumsi negatif pada pria kecil yang membuat Keenan mendadak melemah saat bersamanya.


Dada Keenan sesak, bukan karena terluka, tetapi terlalu bahagia. Akhirnya penantian selama lima tahun lamanya, dia bisa bertemu dengan putranya. "Sa yaang!"


Keenan beranjak cepat memeluk Keano erat, saking eratnya Keano merasa terhimpit dan sesak. Keenan menyadari bunyi pernafasan berat putranya. "M-maafkan Papa..." Keenan begitu senang saat mengatakan papa benar-benar untuk putranya.


"Heh," Keano mencibir dengan wajah tidak sukanya. "Papa? Apa maksud anda Tuan..." tukas Keano nyalang di depan Keenan.


'Waiiit?!' Seluruh anak buah Keenan terbelalak, bahkan Ken dengan otak nistanya buru-buru merogoh saku celana dan menyalakan kamera dan merekam kejadian di hadapan mereka.


'Kapan lagi bisa merekam streaming drama Bos sendiri, hihi..." Ben ikut serta dengan apa yang dilakukan rekannya sekarang.


'Mayan, abis ini kalau si Bos uring-uringan punya video buat ancam balik! Hoho' Ken menatap Ben menaikan alis dan sudut bibirnya.


'Hohoho, it's the best day ever! Kita pandaaai bukaaan?' Sekuat tenaga Ben tidak mengeluarkan suara tawanya.


'Heii... Gue ikut juga lah!!' Sam buru-buru mengaktifkan mode kamera dan menekan tombol video. 'Lumayaaan bisa buat di perjual-belikan di pasar gelap, judulnya aku, putraku dan jatuhnya harga diriku. Hahaha' Sam menatap Ben dan Ken, ketiganya menahan tawa mereka di tempat sebelum Keenan menyadari apa yang tengah mereka lakukan.


Keano menatap tajam Keenan yang terpaku dengan ucapan sebelumnya. "Dengar Tuan, aku bukan putramu... Kau sudah tahu sendiri, ayahku adalah pria yang membawaku pergi saat aku tersesat di Mall. Heh, bagaimana bisa aku menjadi putramu? Kenal saja tidak!"


Seluruh anak buah Keenan begitu senang melihat drama ini, kapan lagi bos angkuh mereka ditindas oleh orang lain. Terlebih orang itu adalah putranya sendiri.


"Apa maksudmu Sayang?" Bohong jika hati Keenan tidak sakit saat Keano memandangnya penuh permusuhan. "Kau jelas putraku! Lihat wajahmu... Kau sangat mirip denganku. Terlebih─"


Keenan mengatur deru nafas dan debar jantungnya. "Terlebih Papa memiliki perasaan khusus yang hanya bisa Papa rasakan jika dekat denganmu, seolah kamu adalah bagian dari hidupku!"


Keano menyeringai angkuh. "Bagian dari hidupmu? Aku sungguh tersanjung!!"


'Oh Tuan Mudaaa aku fanboy-muuuuu~' cicit Ken dalam hatinya bersorak riang.


"Kau tidak pantas menyandang gelar Papaku!" tukas Keano menekan memporak-porandakan hati Keenan.


Bruk!


Keenan bersimpuh di hadapan putranya, meminta pengampunan di bawah kaki Keano. Debar jantung keseluruhan orang di pacu dengan cepat. Rasanya campur aduk, melihat tuan sendiri merendahkan dirinya sampai di titik ini.


"Maafkan Papa Sayang, Papa kurang berusaha mencarimu selama ini. Bukan Papa─"


"CUKUP!" Keano menghardik cepat.


Walau suaranya tidak begitu memekakkan telinga tapi cukup menusuk di jantung Keenan. Keenan mendongak menatap wajah penuh kebencian Keano padanya.


"Kamu tidak perlu lagi berusaha mencari kami Mr. K!" Keano menatap lekat ayahnya, hatinya ikut sakit menjalani kenyataan pahit ini. "Kamu sudah kehilangan kami sedari awal!" imbuhnya lirih.


Keenan menjatuhkan kembali air matanya, dia tidak mengerti bagaimana bisa putranya begitu membencinya. "Dimana Ibumu Sayang? Aku ingin bertemu dengannya..." Keenan mengalihkan perhatian dan perkataan Keano sebelumnya.

__ADS_1


"Kau tidak pantas bertemu dengannya lagi, aku sendiri tidak akan pernah mengijinkan Ibu bertemu dengan pria brengsek sepertimu!"


DEEEG!!


"Mengapa kamu begitu membenciku!" Keenan bangkit, matanya kembali merah. Perasaannya campur aduk sulit dijelaskan dengan kata.


"KARENA KAMU SELALU MEMBUAT IBU MENANGIS DAN TERLUKA!" maki Keano menjatuhkan air matanya.


"Dia sudah bersusah payah menata hatinya, dia juga sudah berbesar hati ingin mempertemukanku denganmu. Lalu apa yang kami terima?" Keano mencerca ayahnya dengan seluruh emosi yang dia pendam.


"Kau telah berbahagia dengan wanita lain dan putra lemahmu itu!" Keano berontak seolah ingin memukul ayahnya.


Keenan terpaku dengan ucapan Keano, dia tengah mencerna maksud dan makna dari kalimat yang dilontarkan Keano padanya.


"Kamu menyakiti Ibuku lagi, maka aku akan membalasnya beribu-ribu kali lipat rasa sakit yang akan kamu terima kelak!" Keano menyeringai, salah satu kemampuannya yang lain adalah memporak-porandakan emosi dan mental seseorang. "Oh iya, Ibuku akan menikah dengan Papa Kecil. Kami juga akan menyusulmu berbahagia memiliki keluarga yang utuh. Walau tidak memiliki aliran darah yang sama dalam tubuhku, kasih sayang Papa Kecil jauh lebih hebat darimu Keenan Kaviandra!!"


Perasaan Keenan bagai dihiris sembilu saat mendengar kata sarkas yang keluar dari mulut putranya. Tanpa berbelas kasih Keano benar-benar ingin membuat mental Keenan hancur sehancur-hancurnya.


"Sekarang sudah jelas bukan? Putramu adalah Jimmy Kaviandra, bukan aku!" tukas Keano menutup serangkaian sesi meluapkan seluruh emosi yang ia pendam sebelumnya.


'Demi apapun juga, video ini akan menjadi barang paling laris di pasar gelap!'


Seolah memiliki pemikiran yang sama, ketiga anak buah yang saling bersahabat itu bukannya iba pada kondisi tuannya malah semakin jadi mengolok di dalam hati mereka masing-masing. Bagi mereka, ini adalah karma yang pantas Keenan terima. Selama ini mereka selalu di tindas dan di perlakukan semena-mena. Melihat tuannya di tindas oleh putranya sendiri menjadi keberkahan dalam hidup mereka.


"Hahaha..." Keenan tertawa lirih membuat semua tengkuk leher orang yang ada di sana merinding. "Kau memang benar putraku!"


Prok... Prok... Prok...


Keenan bertepuk tangan dengan melebarkan senyuman di wajahnya. Keenan bahagia, putranya sudah memiliki kekejaman sejak dini.


Keenan menundukan wajahnya dan tersenyum bahagia. "Papa mengerti, wajar jika kamu marah. Kamu juga kecewa pada kinerja Papa yang buruk, teramat buruk!" Keenan kembali berjalan mendekati Keano dan bersimpuh di bawah tubuh Keano kembali. "Papa siap menerima konsekuensi hukuman yang akan kamu berikan untuk Papa kelak."


"Heh..." Keenan terkekeh sejenak. "Jimmy?" Keenan memenggal sejenak kalimatnya. "Ehm... Dia bukan putraku... Dia keponakan kecilku, putra dari Bibimu Karennina, Sayang... Hehe"


"Kamu bilang wanita lain? Who?" Keenan menatap lekat putranya. "Owh, Papa baru ingat. Wanita yang bersama Jimmy? Dia bukan wanitaku... Dia hanya pengasuh Jimmy yang selalu menemaninya di saat Jimmy menginginkannya."


"Kau cemburu Sayang?" Perasaan Keenan sungguh membuncah hebat. Apalagi saat melihat Keano membuka mulutnya lebar. Begitu pula dengan kedua bola mata yang seolah akan keluar dari sarangnya.


Keenan mengacak rambut Keano membuat pria kecil itu merona malu. Perlahan Keenan membuka tali yang mengikat pergelangan tangan putranya. "Sayang, sampai kapanpun..."


Keenan telah selesai melepaskan ikatan tali yang menyakiti tangan putranya. "Permaisuriku hanya ada Ibumu di dalam hatiku selamanya... Hanya boleh ada Farah Lee seorang." Keenan menangkup wajah mungil putranya.


Bruk!


Keenan memeluk kembali Keano dengan erat. "Dan selamanya yang boleh jadi putraku hanya bayi yang keluar dari perut permaisuriku... Hanya kamu Sayang... Papa tidak butuh apapun lagi sekarang..."


Keenan melepaskan pelukan kebahagiaannya. "So, dimana Ibumu? Papa sangat ingin bertemu dengannya."


Keano membuang muka, dia tidak mungkin mengatakan bahwa Ibunya ada di kediaman Luciano. Semua ini salahnya, dia terlibat dengan penculikan Jimmy membuat ibunya kembali terjerat benang merah dengan ayahnya.


"Kamu tidak akan bisa menemukannya." cicit Keano lirih bertahan pada egonya.


Keenan bangkit dengan senyuman jelas di wajahnya, tak lama dia mengaktifkan EYES melacak sinyal yang terpasang di peralatan milik Keano.


'Mampuuusss aku!!' batin Keano gelisah, dia harus berpikir keras keluar dari sana tanpa perlu melibatkan ibunya.

__ADS_1


"Dengar Tuan Keenan, sekeras apapun kamu melacak perangkatku kamu tidak akan menemukan apapun!" Keano menghentikan sejenak aktivitas Keenan. "Aku yakin sekarang, Kakekku sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaanku. Begitu pula Papa Kecil, dia akan kemari sebentar lagi dan KTech kebanggaanmu akan hancur!"


Sam dkk begitu takjub dengan bocah di hadapan mereka yang mulutnya pedas bagai sambal geprek level dewa. Mereka yang mendengar saja merasa tertusuk, apalagi Keenan yang merupakan orang yang tengah diolok oleh pria kecil itu.


"Oh ya?" Keenan berusaha terus berkata lembut, sopan dan ramah di hadapan putranya. "Mari kita coba!"


Tuutt!


Keano terbelalak saat hologram di hadapannya tengah menunjukan sambungan dengan kakek Akeno.


"Mr. Akeno, kalian sungguh sangat lancang selama ini!" tutur Keenan membuka percakapan mereka saat sambungan telah di terima oleh pria tua di sebrang sana.


"Haha... Sungguh kemampuan luar biasa Mr. K dalam waktu singkat sudah bisa mengetahui keberadaan kami." sahut tuan Akeno datar.


"Aku sungguh bodoh telah luput dari salah satu Klan yang aku hormati selama ini!" tukas Keenan penuh emosi. "Di mana istriku?!"


DEG!


Di kediaman Luciano Farah yang gelisah di temani kakek Akeno menunggu kabar dari Axcel. Tak lama sambungan Keenan muncul di ponsel tuan Akeno. Dengan sengaja tuan Akeno menghidupkan loudspeaker ponselnya.


Jantung Farah berdetak tidak menentu, dia mengepalkan tangan di dadanya. Bahka sesekali menggigit ujung kukunya karena terlalu gelisah.


"Jangan menunggu sabarku habis Mr. Akeno!!" Keenan semakin mengancam pria tua yang Keenan kenal sebagai tetua Klan Naga.


Keenan akhirnya mengerti, pantas selama lima tahun ini dia tidak bisa menemukan Farah. Istrinya di sembunyikan oleh Klan besar dan salah satu Klan tertua yang disegani berbagai kalangan, termasuk keluarga besar Kaviandra.


"Apa kamu belum tahu, aku sudah menghilangkan Klan Long apa kamu ingin aku menghilangkan Klan Naga sekarang juga?!" berang Keenan emosi.


Keano menelan salivanya, dia akhirnya melihat sendiri bagaimana ayahnya bertransformasi menjadi utusan Raja Alam Baka.


"Jangan kurang ajar Keenan!" pekik tuan Akeno tidak terima.


"Aku kurang ajar? Hah!!" Keenan berkacak pinggang. "KALIAN YANG SUDAH KETERLALUAN MENYEMBUNYIKAN ISTRI DAN PUTRAKU SELAMA LIMA TAHUN!!"


Di sebrang sana Farah sudah menjatuhkan air matanya. Dia tidak menyangka Keenan masih mengejarnya. 'Bagaimana bisa? Bukankah Kakak sudah memiliki keluarga barunya. Untuk apa lagi...'


"Selama ini aku tidak pernah menyentuh wilayah kalian, bagaimana bisa kalian mengambil istri dan putraku!!"


"KAU SUNGGUH TIDAK TAHU MALU!"


Farah tersentak, dia yang tengah menunduk mendongak saat suara lantang Axcel menggelegar menyerang Keenan saat ini.


Keenan mengenal suara itu, hatinya semakin sakit. Istrinya di bawa pergi oleh pria yang tak lain tak bukan adalah putra Lucifer Group, Axcel Luciano. Pria yang selalu membuatnya cemburu buta karena Farah menaruh perhatian lebih pada pria yang di bilang istrinya melambai tetapi tidak. Pria yang pernah berusaha membawa kabur istrinya di saat Keenan ingin mengakui perasaan cintanya pada Farah.


"Kau rupanya!" Keenan mengepalkan erat kedua tangan hingga memutih.


Ingin rasanya Keano dan juga anak buah Keenan yang lain memakan buah semangka juga biji bunga matahari sekarang. Setelah drama dengan putranya, kini Keenan tengah melakukan drama dengan saingan berat cintanya.


--- To be continued ---


[ Pleaseee jangan kutuk othor... ahaha


Pengennya langsung ke intinya ketemu Farah, tapi ternyata ini sudah kelebihan kata untuk satu bab, dan gak mungkin othor skip ya. Abis bab ini sepertinya, Farah dan Keenan ketemu okaaaaay~


Jangan lupa dong kasih support othor lagi. Tunjukan Like, Comment, Vote, Gift juga jangan lupa SUBSCRIBE ya :))

__ADS_1


Saranghaeo semuanyaaaa :3 ]


__ADS_2