
[ HOREEE UDAH AWAL MINGGU DI MINGGU TERAKHIR BULAN MEI ]
────────────────────────────
Ayo dong yang belum beri dukungan dengan bintang lima di persilahkan untuk di update :D
(Othor maksa loh wkwkwkwk)
Othor juga mau ngemis dukungan lainnya :D
Please give me some appreciate with Subscribe (FAV), click Like button, give me VOTE and Gift. Don't forget to share with me in the comment section below.
Kedai sebelah bilang, jika anda puas maka beri tahu teman untuk datang, jika anda kecewa cukup diam saja jangan menjatuhkan. Hahaha (Othor langsung kena timpuk bata)
Dukungan kalian adalah semangat othor loh, dari ratusan orang yang mampir baca, cuma puluhan yang like, segelintir yang komen, dan dua ratus saja yang fav. Letak salah othor dimanaaaa~
Astagfirullah, othor mulai gak tahu diri :D
Padahal semua kebaikan dan datangnya orang beri dukungan semua dari Allah.
Masyaallah tabarakallah...
Jujurly Othor tuh gak bisa loh posting buat iklan di medsos promosiin ini novel. Rasanya isinya kek kacang bener. Di tengah cerita terbaik para suhu novel online yang sudah makin marak eksistensinya. Lah novelku ini bagai sebutir debu rasanya malu juga mau promo. (Ini mental illness bukan ya?
Kalian yang tiba-tiba datang kesini, othor ucapkan ribuan terima kasih loh, cuma Allah yang bisa balas kebaikan kalian. Ini pencapaian luar biasa seorang kacang (othor sayang aku gak?) yang bukan lulusan literasi, modal halu, waktu dan kuota. Jadi mohon maaf jika terdapat kata, ejaan, tanda baca dan lain sebagainya yang tak sesuai. Tapi untuk cerita ini othor ada riset kecil-kecilan loh buat dasar cerita tentang teknologi, tentang dunia farmasi, dan juga tentang kehidupan yang keras tak seindah ekspektasinya. Walau semua fiktif tapi othor memikirkan korelasinya juga. Rasanya cerita mafia kalau tidak ada tindakan mafia kek jomplang banget hihi (sotoy ya aku)
Oleh karenanya, semakin kesini othor ingin mengasah dan memperdalam dunia literasi. Alhamdulillah Allah kasih jalan tunjukin dengan beberapa webinar yang cocok. Jadi mulai sekarang othor sok sibuk, udah mah cuma IRT (yang katanya tidak memiliki kerjaan) ngurus tiga buntut, dengan jadwal zoominar, jadwal deadline novel yang udah ketar ketir (bonus ilang wkwkwkwk) Othor usahakan update tepat semampunya. Niatnya akhir bulan dua novel on going othor ini timit ya... Othor rehat sejenak sekalian memperbaiki dari bab awal (semoga terhindar dari malas) TYPO ini sulit sekali di hindari :( padahal udah juling baca ulang check. Mohon di maklum ya reader tersayang aku gak?
TERIMA KASIH SEKALI....
TERIMA KASIH BUAT SEMUANYA...
TERIMA KASIH sudah mau baca awal bab yang membagongkan ini. (Menuhin kuota tulisan wkwkwk)
Please, kasih saran othor mau promosiin buku ini di medsos biar tambah rame. Tapi bagusnya bagian mana ya?hahahahahahhahahaha (gubrag!!)
Sharing yuk, kalian bisa buka Novel ini dan baca liat dari mana ya? Karena buku ini tidak mungkin muncul di Banner sistem NT/MT, dapet promosi saja tidak. Walau sudah crazy se crazynya dengan up tiap hari, bahkan udah pernah sehari tiga kali. Pernah juga sehari lima kali wkwkwkwk
Huh...
Bismillah saya berkarya saja yang bener, (typo aja belum benerin wkwkwk) sisanya biar pemilik raga ini yang aturkan... Hamba sudah pasrah Ya Allah... :D
Oh iya,
Mohon maaf ya, cerita ini emang banyak dramanya... Bahkan othor masih siapin beberapa drama musikal buat kedepannya wkwkwk (part mengsedih Axcel doang sih)
Othor tuh pengennya yang baca greget gitu... Bukan Keenan bodoh tapi kan namanya juga drama. Othor tuh kadang pas bikinnya ikut bayangin jadi reader kayak mana sih? Kayak pengennya abis baca langsung komen dan berkata kasar.JUSTRU ITU YANG OTHOR TUNGGU!! HAHAHA
Kayak.... "BANGSAT ANJIR KEENAN DIA TUH ANAK KAMU BEGO!! BUKA SIH MASKERNYA KESEL AING!!"
Siapa yang punya kata mutiara itu? Hahaha
Nah nextnya bakalan sama greget di bikin kesel, tenang cuma sebentar doang pas Farah dan Keenan saling merasakan mereka sangat dekat tapi apa boleh di kata si OTHOR lucknut belum mengijinkannya. "ANJIR KEENAN BEGO!! LU MAH GELAR AJA RAJA JARINGAN HITAM, GAK BISA NGERASAIN APA FARAH DI DEPAN MATA LO BANGSAAAAT!!" Othor yang bikin cerita othor yang bersumpah serapah hahaha (ya di banding ga ada yang komen ya komen sendiri lah ya... )
Sekian deh prologue gak pentingnya. Terima kasih masih bersabar pada othor remahan kacang ini. Selamat membaca... SARANGHAEYOoo :3
───────── Back to story
"APAAA?!" Keenan memekik dengan bola mata yang seolah akan keluar dari sarangnya. "Mama tunggu di sana, Keenan datang lima menit lagi." Keenan segera mematikan sambungan dengan ibunya.
"BATALKAN PENERBANGAN DAN SEGERA LACAK LOKASI JIMMY!"
__ADS_1
Keenan menegaskan jasnya, dia memberi perintah pada Samuel dan juga Ben. Sam saling melempar tatapan bingung dengan rekannya namun sedetik kemudian dengan lihai dia mengaktifkan GPS yang tetanam di liontin milik Jimmy.
'Sayang... Maafkan aku... Mengapa semesta selalu saja menentang aku untuk segera bertemu denganmu.' Keenan mengepalkan kedua tangannya.
"AAARRGHHH!!"
BUUUG!!
Semua orang dalam lift terpaku dengan tindakan tuannya yang menjerit dan memukul pintu lift. Keenan sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Pintu lift menjadi penyok membuatnya kesulitan saat terbuka.
'Pake acara mukul begitu segala coba, kan jadi lama..." olok Ken berwajah annoying di depan Ben.
'Lu gak usah ngada-ngada kalo sayang ama nyawa lu!' Ben menatap tajam kearah rekan kerja lucknutnya seolah tengah mentransferkan kata lewat pikirannya.
Keenan bergegas memacu kuda besinya memecah jalanan ibu kota di susul oleh team inti serta beberapa anak buah yang sudah mengekor di belakang mobilnya.
Zoo Taman Kota, 11.00 AM.
"KEANOOO!!" Farah terus memekik berharap Keano bisa mendengarnya. "Aku sudah mengira ini akan terjadi. Dia pasti sengaja─" gumam Farah menatap sekitar.
"Sayaang... Gimana?" Axcel mendekat, setelah menelusuri bagian lain berpencar dengan Farah mencari putra sambungnya.
Farah menggeleng lemah, wajahnya sudah berkaca-kaca. Lagi-lagi Axcel benar, di sana mereka hanya akan bertemu dengan masalah. "Huhuhu..." Farah mulai terisak menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Sayaaang.." Axcel segera menenangkan Farah sebelum dia kembali kambuh. "Kamu tenang ya, aku dan anak buahku akan kembali mencarinya. Kamu tahu sendiri Keano adalah penerus Klan Naga, dia bukan anak sembarangan." Axcel mencoba menenangkan wanitanya.
"Cepat menyebar, temukan putraku sekarang juga!" Axcel memberikan titah pada asisten pribadinya kemudian dia segera menutup ponselnya dengan masih memeluk Farah.
DEG!
Sudut mata Axcel menangkap sesorang yang di kenalinya. 'Keenan...'
Dia terus memeluk Farah dan menenangkannya, dia tidak ingin Farah melihat pria yang baru saja dia lihat. Begitu pula sebaliknya, dia tidak akan mengijinkan pria brengsek itu menyadari keberadaan wanitanya.
"Mama tenang saja, tidak akan ada yang berani berurusan dengan keluarga kita." Keenan melepaskan rangkulan ibunya memberikan pengertian pada ibunya. "Bagusnya mama tunggu di rumah, biar Keenan mengambil alih dari sini."
Nyonya Lyn mengangguk mengerti, dia bergegas pergi di papah oleh asisten pribadi tuan Kaviandra yang memang di tugaskan menjaga beliau.
DEG!
"Farah..." Secepat kilat Keenan berbalik menatap kearah dimana Farah tengah di peluk oleh Axcel.
Keenan memang terlalu sensitif akan keberadaan gadisnya, seolah memiliki ikatan batin yang kuat. Dengar radar alaminya seharusnya Keenan bisa menemukan Farah dalam radius dekat.
Axcel menyadarinya, keduanya tidak sedang mengenakan penyamaran mereka. Dengan cepat Axcel berinisiatif mencium bibir Farah, menekan tengkuk lehernya dengan terpaksa. Sontak Farah terkejut, dengan sekuat tenaga wanita itu berusaha melepaskan dirinya. Keenan semakin mendekat kearah keduanya. Axcel terus menyesap semakin memperdalam ciuman mereka agar wajah keduanya tidak bisa di kenali Keenan dari tempatnya.
"Cih, pasangan zaman sekarang tidak tahu aturan!" umpat Keenan kesal melihat pasangan mesum di depannya dan segera berlalu.
[ Yang ingin bersumpah serapah dipersilahkan di kolom komentar, tapi tidak dengan meninggalkan othor ya. wkwkwkwk ]
Farah mendorong dengan sekuat tenaga. "AXCEEEL!!"
PLAAAK!
Farah menampar keras bahu pria yang cukup berani bertingkah senonoh di saat mereka tengah dalam masalah. Farah juga memukuli punggung pria itu hingga Axcel merintih cukup perih atas tindakan brutal wanitanya.
"Sorry... Aku pikir kamu teramat sedih jadi──" ujar Axcel sendu.
Farah menatap nanar ke arah pria yang kini termangu tidak bergeming setelah di pukul bertubi-tubi olehnya.
"Lain kali tolong tahu kondisi dan tempat." lirih Farah mengalah, toh kelak Axcel menjadi suaminya walau dia masih setengah hati dengan keputusan itu.
__ADS_1
"Maaf Sayaang, aku juga sangat takut... Keano tidak pernah seperti ini sebelumnya, aku khawatir..." Axcel menunduk, dia memang bukan tipikal pria brengsek yang tidak tahu menjaga sikap. "Kau lihat, tidak ada yang baik jika kita tinggal di sini, bukan?" Axcel mendongak kembali meyakinkan Farah agar hatinya goyah dan bersiap membuang masa lalunya.
Raut wajah Farah berubah seketika, dia merasa bersalah pada pria di hadapannya. "Aku mengerti, setelah kita menemukan Keano kita akan langsung keluar dari sini."
Axcel menatap Farah dengan senyuman lebarnya. "Apa itu artinya kamu menerimaku Nona?"
Farah terpaku, seharusnya dia langsung berkata ya. Tapi sisi hati lainnya menolak. 'Kakak?'
Farah merasakan hal serupa dengan Keenan. Dia mengabaikan pertanyaan Axcel dan mengedarkan pandangannya. Terdengar dengusan berat dari mulut Axcel membuat Farah terkekeh lirih.
"Kamu pulang kerumah dulu ya, ada Kakek di sana." bujuk Axcel.
Semakin cepat Farah keluar dari sana maka semakin aman. Dengan kata lain Keenan tidak lagi memiliki kesempatan untuk bertemu Farah. Axcel menghubungi asistennya untuk menjemput Farah agar dirinya fokus mencari keberadaan Keano.
Di tengah perjalanan menuju area pelataran parkir Farah kembali merasakan seolah Keenan tengah sangat dekat dengannya. "Kak? Perasaan apa ini?"
Farah berbalik kembali menatap gerbang Zoo dengan perasaan hampa, dia menjatuhkan air matanya. Ini adalah moment terakhir dia berada di negara S. 'Aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu Keenan... Semua sudah cukup untukku.'
DEG!
"Faraah!" pekik Keenan merasakan kembali rasa yang mengacaukan kinerjanya.
"Ada apa Tuan?" Sam mendekat pada tuannya yang mendadak terihat tidak normal.
'Jangan bilang halusinasinya kambuh lagi... Dia ini, akhir-akhir ini makin terlihat melemah. Huh...' batin Sam terlihat iba dengan tuannya.
"Lapor Tuan, di arah luar ada beberapa orang yang tengah pingsan. Di perkirakan sebelumnya Tuan Muda berada di sana." Ben menghampiri Keenan dan Sam setelah penelusurannya.
"Sam, bagaimana statusnya?" tanya Keenan tengah dalam kondisi hati yang bimbang saat ini.
Keenan tengah gelisah saat ini, entah apa yang salah dengannya saat ini.
Sam mengaktifkan EYES, seluruh data sudah selesai dia export. "Tuan Muda bergerak kearah utara."
"Cepat kirim pasukan mengikuti GPS Jimmy!" titah Keenan cepat.
"Tuaan... Anda mau kemana?!" Sam bingung tuannya bukannya ikut serta keluar dia justru tengah berlari kearah lain.
'Faraaah... Apa kamu ada di sini Baby?' Keenan menyelidik seluruh tempat dan mengaktifkan EYES-nya.
Keenan terus berlari menelusuri kearah dimana hatinya menuntn tubuhnya bergerak. Tak jarang dengan kasar dia menarik bahu beberapa orang yang diperkirakan memiliki ciri yang sama dengan gadisnya.
"Arrghh!" pekik seorang wanita yang di dorong kasar oleh Keenan.
"Menyingkirlah!!" umpat Keenan kasar setelah dia menyadari wanita itu bukan gadisnya.
Sam mendekat dan membantu wanita itu bangkit dari tempatnya. "Maaf Nona... Setelah ini kami akan mengirimkan hadiah sebagai kompensasi," tutur Sam ramah.
"Keenaan!!" pekik Sam menghentikan langkah kaki tuannya. "What's wrong with you?" tanya Sam tidak tahan melihat kegilaan sahabatnya.
"Dia ada di sini..." Keenan tertunduk menghapus bulir bening yang memaksa menerobos keluar.
"Keenan..." Sam mendekat dan merangkul sahabatnya. "Kita akan menemukannya sebentar lagi." bujuk Sam membesarkan hati tuannya. "Kamu harus fokus pada hal yang kita hadapi sekarang. Setelah masalah Jimmy selesai, aku yang akan pastikan tidak akan ada lagi yang menginterupsi kepergian kita lagi."
Keenan terkekeh kesal, dia mengangguk mengerti. Keduanya bersiap pergi menyusul keberadaan Ben dan yang lain yang tengah bergerak menuju tempat dimana GPS Jimmy bergerak. Tanpa disadari Keenan, sejujurnya dia telah sangat dekat dengan wanitanya. Keenan berada tepat satu garis lurus dimana mobil Farah berada. Farah telah berada di kursi belakang, dia menghirup oksigen dalam dan perlahan membuangnya.
Keenan berbalik kembali menyelidik sekitar, dia juga menyelidik ke arah maybach yang di tumpangi Farah. Tangan Sam menyadarkannya dan kembali berbalik berjalan menjauh. Farah membalikkan tubuhnya menatap ke belakang memastikan mungkin saja dia melihat keberadaan Keano. Tepat saat Farah berbalik Keenan sudah beranjak dan berjalan berlawanan arah meninggalkan Zoo.
"Huh, Keano... Jangan kecewakan Ibu... Ibu mohon..." gumam Farah perih mengusap air matanya. "Jalan Pak..."
"Baik Nona..."
__ADS_1
---To be continued---