Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 135 # Final


__ADS_3

Keenan sudah kembali berada di kediaman besar Kaviandra. Setelah insiden kecelakaannya Keenan tidak memiliki tujuan jelas saat ini, dia hanya ingin berada di kediaman tepatnya di kamar gadisnya.


"Keenan..." sambut nyonya Lyn sendu memeluk erat putranya. "Apa sudah ada kabar dari Farah?" tanya ibunya parau.


Kesemua orang disana tidak ingin percaya bahwa Farah benar-benar menghilang dari pandangan mereka. Keenan kembali tercekat dengan pertanyaan ibunya yang selalu bertanya dan menunggu Farah di ruang tamu kediaman. Nyonya Lyn berharap seseorang akan membawakan putri kecil kesayangan mereka.


"M-Maafkan Keenan Ma..." sahut Keenan berat.


Nyonya Lyn kembali menutup mulutnya dan terisak lirih.


"Keenan bersumpah akan terus mengerahkan anak buah dan teknologi kita menemukan Farah." lirihnya menyemangati ibunya walau sejujurnya hatinya sendiri sudah sangat hancur.


Nyonya Lyn mengerti dan menganggukan kepalanya perlahan.


"Di mana Karen?" tanya Keenan menyelidik sekitar.


"Seperti yang kamu tahu, adikmu tidak mau keluar dari kamar Farah. Dia juga tidak mau makan dan berbicara apapun! Huhu..." Nyonya Lyn kembali terisak, kehilangan Farah adalah bencana besar bagi Kaviandra.


Keenan mengepalkan tangannya erat. "Suruh pelayan membawakannya ke atas... Aku yang akan membujuknya."


"Baiklah, kamu juga makan ya... Kamu harus jaga kesehatan dengan begitu kamu bisa kembali fokus membawa pulang calon istrimu."


DEEEG!!


Rasanya jantungnya di himpit dua benda keras saat ini, ini adalah kondisi terlemah Keenan. Bahkan teknologi canggih ciptaannya sendiri tidak cukup mampu membuat dirinya setangguh dulu. Keenan meninggalkan ibunya, berjalan gontai menuju salah satu tempat ternyaman untuknya setelah dia tersadar dari komanya.


Keenan menatap lekap pintu kamar Farah, beberapa panel memori kembali berterbangan memunculkan diri di benak Keenan. Sedari gadisnya masih berusia sekolah dasar sampai terakhir mereka melakukan skandal hubungan gelapnya. Keenan kembali menjatuhkan air matanya, walau tempat itu adalah tempat ternyamannya namun membuka pintu itu berada menggenggam mawar berduri, setelahnya berjalan di atas kerikil. Aroma tubuh Farah begitu pekat di dalam sana.


[ Othor lagi cengeng ini guys, baru segini aer mata dah ngabisin berapa lembar tissue... Hahaha lebay mode on// ]


[ BTW seperti biasa, othor akan bawa kalian seperti merasa di dunia drakor dengan bantuan BACKSOUND (hihi maksa banget ini yak) Bocoran aja semua lagu sendu mereka berasal dari lagu Ballad punya T-Ara. Kali ini judulnya CRY CRY Ballad Version soalnya ada yang versi jedag jedugnya juga haha ]


[ Kalau gak di iringi lagu kurang puas rasanya... Biar yang pura-pura tegar silahkan berderai hihi ]


[ Semoga ilmu menjabarkan othor mampu membuat kalian merasa larut dalam ceritanya. ]


----


Keenan membuka pintu kamar Farah dengan berat, dia kembali meneguhkan hatinya.


Ceklek...


Saebbalgan jangmicheoroem gashigateun mallo nal jjireun neo uh uh uh


Seperti mawar merah, kau menusukku dengan kata-kata seperti duri uh uh uh


Neon machi munshincheoreom ji-uryeo halsurok gipke paeyeo uh uh


Seperti tatoo, Kau mengukir lebih dalam lagi aku mencoba untuk melupakanmu uh uh


Cry Cry Can't you see the music


Bulkkotcheoreom ddeugeobke You're ma boy


Menangis... Tidak bisakah kamu mendengar lagunya


Panas seperti api, Kaulah milikku...


Hati Keenan mencelos, semua kesakitan ini sungguh membunuhnya dengan perlahan. Dia melihat adik kesayangannya terduduk di lantai, memeluk boneka kesayangan Farah dan menatap figura besar yang menunjukan betapa cantiknya Farah disana.


Keenan berjalan mendekat, dia seakan terseok mendekati adiknya. Jarak yang dekat justru membuat dia merasa bermil jauhnya. Keenan langsung menjatuhkan dirinya di samping adiknya yang masih berderai air mata.


"hiks..." rintih Karen memeluk erat boneka adik kesayangannya, dengan begitu dia bisa menghirup lekat harum tubuh Farah berharap gadis itu benar-benar berada didekatnya.

__ADS_1


Baby can't you see that look at my eyes


Seulpeume bbajin nae dununeul bwa uh uh


Sayang tidak bisakah melihat wajah itu di mataku 


Lihatlah kedua mataku yang terjatuh dalam kesedihan uh uh


Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke


Saranghaetdeon nareul ullijima...


Lebih panas dari matahari merah, kamu yang mencintaiku, jangan buat aku menangis...


"Aku sungguh menyesal..." tutur Karen di sela isak tangisnya.


Keenan hanya mampu menemani adiknya menangis bersama.


"Semenjak aku jatuh cinta pada Erick, aku selalu mengabaikannya... Dia selalu merengek memintaku pulang atau mengajaknya pergi bersama... Dia─ Huh..Huhuu" Karen kembali terisak tak kuasa menyelesaikan kalimatnya.


"Dia adalah orang yang selalu memastikan aku bahagia... Dia akan melakukan apapun untuk membuatku tertawa bahkan jika perlu melukai dirinya, dengan bodohnya dia akan melakukannya!! Huuuhuu..."


Inilah alasan betapa keluarga Kaviandra mencintai Farah seperti bagian dari darah daging mereka walau jelas Farah hanya anak angkat. Farah tahu membalas budi, Farah tahu tempatnya, Farah sudah begitu patuh selama ini. Tidak pernah sekalipun dia mengecewakan keluarga Kaviandra selama beberapa tahun kebelakang mereka bersama.


Nan joongdokdwingeotcheoreom geuriwohago ddo geuriwohae


Neon machi gamukcheoreom ni-ane nal gadwobeoryeotnabwa uh uh


Seperti kecanduan, Aku merindukanmu dan terus merindukanmu...


Seperti penjara, kamu terus memenjarakanku di dalam dirimu.


Cry Cry Can't you see the music


Bulkkotcheoreom ddeugeobke You're ma boy


Menangis... Tidak bisakah kamu mendengar lagunya


Panas seperti api, Kaulah milikku...


"Seandainya─ Huhu Dia─ Pasti masih bersama kita huhuuu..."


"Jangan salahkan dirimu Sayang..." Sekuat tenaga Keenan menguatkan adiknya walau dia tengah sama berderai air mata dengan derasnya bahkan hatinya sungguh seperti di cengkram erat saat ini.


Karen memeluk erat kakaknya terisak pilu dalam dekapan Keenan. "Kembalikan Farah padaku... Aku akan menebus segala kesalahanku mengabaikannya selama ini... Huhu Bawa dia pulang Kaaaakk aku mohooon..."


Keenan kembali menjatuhkan air matanya pedih. "Maafkan Kakak tidak menjaganya dengan baik... Kakak berjanji akan terus berusaha mencarinya. Kamu jaga kesehatanmu okay? Makanlah sekarang... Kelak saat Farah kembali dia tidak akan sedih melihatmu seperti saat ini."


"Kakak berjanji padaku kan? Bawa dia kembali walau dia sudah menjadi abu sekalipun... Dia milik kita." Karen melonggarkan pelukannya berujar dingin dan menekan Keenan saat ini.


DEG!


"I promise..." lirih Keenan mengulas senyum tipis di wajah kusutnya.


Baby can't you see that look at my eyes


Seulpeume bbajin nae dununeul bwa uh uh


Sayang tidak bisakah melihat wajah itu di mataku 


Lihatlah kedua mataku yang terjatuh dalam kesedihan uh uh


Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke

__ADS_1


Saranghaetdeon nareul ullijima...


Lebih panas dari matahari merah, kamu yang mencintaiku, jangan buat aku menangis...


Jebal nareul ddeonagaji mara


Dora-ondan ni mal mitji anha...


Tolong jangan tinggalkan aku


Aku tidak percaya bahwa kau akan kembali


Bulkeun taeyangboda deo ddeugeobke


Saranghaetdeon nareul ullijima


Lebih panas dari matahari merah, kamu yang mencintaiku, jangan buat aku menangis...


-----


"TIDAAAAAKK!!!"


Terdengar teriakan nyonya Lyn membuat Keenan dan KAren terperanjat saat ini juga dan bangkit segera.


"Mamaaa... Ada apa?" tanya Keenan mendekat khawatir.


"INI TIDAK BENAR KAN KEENAAAN!! MEREKA SALAAAH!! HUHUHUUU..." jerit nyonya Lyn memeluk erat Karen yang merangkulnya. Karen begitu lemas, dia seolah mengerti apa yang tengah terjadi saat ini.


"Ada apa Sam?" tanya Keenan dingin menatap asisten khususnya lekat.


"Mmm... Barusan kita kedatangan dari team SAR dan kepolisian... Mereka juga menyerahkan ini─" Sam mengulurkan dokumen kehadapan Keenan. Dia juga sama tercekat dengan keadaan mereka saat ini.


Keenan menerima secarik kertas yang baru di baca nyonya Lyn dan terjatuh. Setelahnya Sam mengambilnya kembali dan mengusir beberapa orang yang bisa membuat tuannya mengamuk saat ini juga.


Keenan membaca perlahan dengan mengeratkan genggaman tangannya.


Sraaaakk!!


"Kita tidak butuh informasi ini!!" berang Keenan merobek langsung kertas pemberitahuan dari Team SAR dan kepolisian yang mengatakan Farah Lee dinyatakan meninggal dunia setelah satu bulan penuh mereka melakukan pencarian namun hasilnya nihil.


"Selama tubuh Farah belum di temukan, kami tidak akan percaya pada omong kosong ini!" Keenan berlalu dengan hati yang gamang. Ingin rasanya dia menyalurkan segala rasa yang tengah menggergoti jiwa raganya. Hanya saja dia tidak bisa...


Nyonya Lyn dan Karen terisak bersama, mereka seolah putus asa dengan keadaan mereka.


"Bagaimana kita mengatakan pada Nyonya Lee? Setelah kehilangan suaminya kini putrinya celaka di bawah pengawasan kita... Huhu..." isak pilu nyonya Lyn memeluk erat Karen.


Karen sudah tidak bisa lagi mengeluarkan kata, hatinya langsung mendendam. Dia bersumpah siapapun yang berani menyembunyikan adik kesayangannya dia akan membuat perhitungan yang setimpal.


--- To be continued ---


[ FUNFACT TIME hehe... ]


Udah pernah bilang belum ya othor? Mohon maklum otak othor teh terbelah-belah susah ingat soalnya wkwkwk


Tokoh Karennina itu lahir lebih dulu di Karya Unggulan punya Othor (Menurut othor aja sih unggul gak tau menurut reader wwkwkkw) judulnya Lets not Fall in Love, di karya ini lah Keenan dan Farah tercipta pada awalnya (but another story gak begitu nyambung cuma satu penjahat dan jalan cerita hampir sama. Bedanya di sana Farah beneran keguguran kehilangan putranya hihi) lalu berkembang seiring permintaan reader yang justru lebih ngeship kisah mereka di banding adiknya Si Karennina wkwkwkwkwk makanya di buat buku khusus tentang mereka saat ini Gadis Kecil milik Mr. Mafia.


Nah...


Yang mau di garis bawahi adalah, Si Karennina ini terjun juga di Jaringan Hitam di bawah asuhan kakaknya sendiri Keenan. Duo Kaviandra ini emang darahnya mengalir jiwa psikopat, seneng bener bunuh orang wkwkwkkw gak kakaknya gak adeknya wes podo wae.


Berkenaan dengan teknologi Microbots KTech, sebelumnya itu idenya saat menciptakan kekuatan super untuk Karennina yang sekarang othor pake buat Keenan. Jika di novel adeknya, Karennina lah yang pertama kali menciptakan alat membunuh seperti tokoh Gaara di serial Naruto. Gaara mempunyai kemampuan unik bisa mengendalikan pasir gurun. Nah si Karennina melakukan trik ATM (ini keahlian othor wkwkwk)


Seperti pemikiran kakaknya Keenan, mereka bukan ninja yang memiliki anugrah ninjutsu (Jutsu ini memanfaatkan chakra dalam tubuh, dan setiap ninjutsu tergantung dari elemen penggunanya. Dengan ninjutsu kamu akan bisa memanipulasi elemen, seperti untuk menyerang atau bertahan.) Dia juga bukan mutan yang memiliki kekuatan tersembunyi alami di dalam tubuh. Tapi mereka bisa menciptakan lewat teknologi. Ashiaap~

__ADS_1


Gaara ini bisa memanipulasi pasir menjadi senjata yang dia bisa ciptakan lewat pemikirannya. Nah, Karennina adopt ini dengan menggunakan pasir magnetik khusus yang bisa dia kendalikan lewat transmitter dengan bantuan Artificial Intelligence (AI - Kecerdasan Buatan). Dia bisa membuat apapun dengan pasir magnetik itu, bahkan dia bisa menggabungkan dengan teknik Magneto (Mengendalikan benda dengan mengandalkan daya magnetik, ini juga milik anak asuh Gaara yaitu Shinki dengan Kekkei Genkai Magnet)


Ok cukup sekian halu kita... Semoga menghibur wkwkwk


__ADS_2