Gadis Kecil Milik Mr. Mafia

Gadis Kecil Milik Mr. Mafia
EPS 115 # Misi Penyelamatan


__ADS_3

San Francisco International Airport.


Saat ini Keenan sudah mendarat di kawasan yang memiliki jarak tempuh lewat udara sepanjang lebih dari delapan ribu mil jauhnya. Setelah Keenan dan Sam mendapatkan injeksi antivirus dari vaksin XY keduanya mendapatkan pekerjaan dadakan dari Jaringan Hitam.


Tugas yang begitu menggiurkan dengan bayaran yang cukup fantastis. Keenan harus kembali menarik pelatuk Revolver andalannya untuk membunuh seseorang kali ini. Orang yang dituju adalah ketua organisasi pengedar obat terlarang narkotika golongan satu dan juga aktivis penyelundupan senjata terlarang yang digunakan bagi beberapa kelompok di daerah konflik.


Keenan beserta Sam telah di sambut oleh anak buahnya yang sudah lebih dulu berada disana. Dengan menegaskan jasnya, Keenan keluar jet pribadi begitu berkharisma dan aura kekejamannya sudah terasa di benak para anak buahnya.


"Apa kalian sudah melakukan semua persiapan yang aku perintahkan sebelumnya?" tanya Keenan dingin pada salah satu anak buah kepercayaan yang ditaruh di San Francisco bernama Kai.


"Sudah Tuan, kita sudah bisa memasuki sistem keamanan kediaman Tuan Alexander." sahut Kai hormat.


"Bagus, kita bergegas kesana saat ini juga! Aku tidak punya waktu lebih..."


Keenan telah memasuki limousin miliknya, semua rombongan Mr. K meninggalkan bandara menuju sebuah kediaman seseorang.


"Tuan, apa anda yakin menerima tugas ini?" tanya Sam memastikan.


Bukan perkara membunuh yang Sam pikirkan melainkan Tuan Alexander sendiri merupakan investor Leeshan atau perusahaan milik keluarga Lee.


"Aku hanya sedang mengikuti alurnya..." sahut Keenan dingin.


Pikiran Keenan kali ini tengah bercabang dimana-mana, cabang terbesar ada di negara S. Dimana dia sudah merindukan kekasih tengilnya itu. Entah mengapa saat ini perasaan rindu dalam benaknya sedikit tidak wajar bercampur rasa khawatir berlebihan menyertainya.


'Honey... Aku harap kamu baik-baik saja… Seharusnya anak buahku sudah menyebar di seluruh penjuru kota!' batin Keenan mencoba mengakses kamera pengawas di kediamannya.


"Tuan, kita sudah sampai!”


Perkataan Sam membuyarkan aktivitas Keenan yang tengah mencari gadis tengilnya, dia sedikit tidak rela dengan mendengus kasar di hadapan Sam. Sam menahan diri untuk tidak merutuk di hadapan tuannya langsung. 'Tahan Samuel, beberapa fakta mengatakan bahwa orang yang jatuh cinta sedikit gila!'



"Anda sungguh tidak sopan, memasuki kawasan ku seperti ini!"


Keenan duduk sembarang menatap tajam tuan Alex yang seluruh anak buahnya sudah di bekukkan oleh anak buah Keenan.


"Anda harus ingat satu hal, saat aku membawa identitas sebagai Mr. K, maka aku tidak perlu kesopanan untuk menyambut korbanku selanjutnya!" tukas Keenan dengan seringai mengejeknya. Tangannya sengaja mengisi peluru Revolver kesayangan di hadapan korbannya langsung.


"Hahaha, aku belajar banyak dari kesombongan Mr. K!" Tuan Alex bersandar di kursi kebesarannya. "Apa anda benar-benar akan membunuhku saat ini?" Tuan Alex merubah posisinya mendekati tubuh Keenan menautkan kedua tangannya. "Ingat, perusahaanku masih menjadi pemasok keuangan terbesar Leeshan!" Seringai miring tuan Alex membalikkan keadaan mengancam Keenan. "Jika aku mati, maka tidak akan ada kehidupan lagi di dalam perusahaan Lee Choi... Bahkan kekasih kecilmu sekalipun, dia tidak akan pernah tahu perusahaan ayahnya dulu sebesar apa!"


Keenan menatap dingin dan tenang, tidak mudah terprovokasi adalah salah satu teknik mengendalikan emosi di hadapan musuh.


"Leeshan sudah tidak membutuhkan lagi pasokan bisnis ilegalnya, aku akan merombak total manajemen perusahaan. Gadisku akan menduduki kembali tahtanya tanpa perlu bekerja sama denganmu!"


"Hahahaha... Kau sungguh naif Keenan!" tawa tuan Alex pecah saat melihat Keenan ternyata tidak tahu apapun saat ini.

__ADS_1


"Kau tahu Keenan, dulu aku tidak pernah percaya jika kamu memiliki kelemahan!" Tuan Alex kembali menyandarkan tubuhnya di batas kursi. Dia memainkan cerutu di tangannya dan menghidupkannya di depan Keenan.


"Pppuufh!" Tuan Alex membuang kepulan asap tebal dari cerutu yang dihis apnya."Keenan, kamu melemah... Bahkan, aku tidak menyangka kamu benar-benar kemari dan ingin memenggal kepalaku hanya karena surat kaleng tidak berdasar itu!" Tuan Alex menjentikkan jarinya maka terlihat jelas proyektor ruangan merefleksikan sebuah selebaran yang membuat debaran jantung Keenan berpacu dengan begitu cepat mungkin lebih cepat dari 130 km/jam.


Gambar yang ditunjukan oleh tuan Alex adalah gambar kekasihnya. Wajah Farah Lee resmi menghiasi jagat jaringan hitam dimana harga nyawanya lebih mahal dari nyawa Keenan sendiri. Sam terbelalak saat melihatnya, tuan Alex menyeringai dan kembali menutup proyektornya.


"Kau tahu, aku hanya umpan agar kamu menjauh dari kekasihmu sekarang!"


Dor!


Keenan bangkit dan menyerukan anak buahnya kembali ke bandara dan segera meninggalkan SF menuju negara S setelah menembak tuan Alex dan meninggalkannya begitu saja tanpa melakukan negosiasi lebih dulu.


“Shiiitt!!” Keenan memekik penuh emosi. Seluruh anak buahnya tidak ada yang berani menyela ucapan tuannya.


Keenan tidak bisa menghubungi ponsel calon istrinya membuat kekhawatirannya semakin menjadi. “Samuel!!”


“Lacak keberadaan Farah Lee sekarang!”


"Tuan, kabar buruk..." Kai tergesa mengabarkan pada tuannya yang tengah dalam keadaan tidak baiknya.


Deg!


Jantung Keenan seperti dituntut untuk bekerja ekstra keras saat ini. Sejenak, Keenan sempat tidak tahu caranya bernafas dengan benar.


"Cuaca sedang tidak berpihak pada kita!" ungkapnya lemas.


***


Dor!!


“Aaarrhhh!” Farah terus menjerit tiap kali musuh mencoba menembaki mobilnya.


Saking takutnya konsentrasinya terpecah dan memudahkan pihak musuh memblokir jalannya.


Brak!


Bunyi tembakan yang saling sahut menyahut terdengar di telinga Farah. Gadis itu menutupi kedua telinganya dengan mata yang tertutup rapat. “Kakaaak…”


Mulutnya tidak berhenti meneriaki nama kekasihnya. Dia berharap Keenan bisa menemukan dan menyelamatkannya.


Ceklek!


“Aaarkk!”


“Tenang, Nona!” Salah satu anak buah Keenan yang bertugas menjaga kekasih hatinya membuka perlahan pintu mobil Farah. “Saya Ron, saya ditugaskan melindungi anda!”

__ADS_1


Farah melongo sesaat, dia cepat menyeka air matanya dan perlahan keluar dari mobil mereka.


Syuut!


Duaarr!


Baku tembakan sebelumnya terjadi antara pihak musuh yang ingin membawa Farah dan anak buah Keenan yang dibawa oleh Ron. Tak disangka, pihak musuh sudah kembali mengirimkan bantuan. Mereka mencoba meledakkan mobil yang menjadi tempat persembunyian Farah saat ini. Untungnya, dengan sigap Ron mengaktifkan shields miliknya. Keduanya aman sampai detik ini.


“Aaarghh!” Farah kembali menjerit, kali ini diikuti dengan kram yang terasa di bawah perutnya. Farah tersadar dia segera mencoba merilekskan dirinya. “Oh tidak, Sayangnya Ibu… Bertahanlah!” Tanpa pikir panjang Farah merogoh tas selempang yang masih tertaut di pundaknya. Dia langsung menenggak pil penguat kandungan meskipun tanpa bantuan air mineral.


Ron terpaku sejenak dengan apa yang dilakukan Farah saat ini. Bahkan denyut jantungnya semakin berpacu cepat saat melihat aliran darah mengalir dari dalam terusan nona mudanya.


“Nona!” Ron ikut gelisah melihat keadaan mereka. “Apa anda sedang hamil?”


Farah menyadari tingkahnya, dia menatap Ron dengan wajah pucat pasinya. Tak lama gadis itu mulai meneteskan air matanya.


“Oh shiiit!” Ron segera mengirimkan sinyal tanda bahaya pada seluruh anak buah Keenan bahkan dia juga sudah mengirimkannya pada Keenan sendiri.


"Nona, situasi disini sedikit sulit…" Ron berupaya untuk melakukan penyelamatan bagi nona mereka. “Saya yakin, Tuan dalam perjalanan menemukan anda saat ini.”


Ron menyerahkan salah satu alat yang bisa melindungi Farah. Alat itu adalah kejut listrik yang bisa dengan mudah melumpuhkan lawan disaat terdesak.


Saat tengah menjelaskan, keduanya terkejut saat salah satu pihak musuh yang sudah mencoba mendekat ke tempat persembunyian mereka.


"Well... Well... Well… Keluarlah Ron, kamu tidak perlu lagi bersembunyi dariku... Hadapi aku, maka kamu akan mendapatkan pengakuan sebagai anak buah terbaik Keenan. Hahaha!"


Ron mengenali suara siapa itu, suara yang tak lain dan tak bukan adalah eksekutor terbaik Mr. Wei yaitu Mr. Azlan. Salah satu kaki tangan Tuan Black yang paling di takuti musuh-musuh mereka karena kekejamannya. Kekuatannya setara dengan kekuatan Sam, kemampuannya bertarung baik secara fisik maupun menggunakan senjata lebih dari cukup, membuat Azlan menjadi sosok yang patut dijauhi siapapun yang tidak ingin bertemu malaikat pencabut nyawa dalam waktu singkat.


"Dengar Nona, di belakang mobil Rubicon itu adalah mobilku, ini kuncinya. Aku akan mengalihkan perhatian mereka anda teruslah berlari jangan pernah menoleh ke belakang. Selamatkan diri anda sekarang juga, jangan pedulikan apapun lagi!"


"T-tapi bagaimana dengan kamu?" tanya Farah mengkhawatirkan penyelamatnya saat ini.


"Anda tenang saja, sudah tugas saya menjaga anda dengan segenap jiwa dan raga."


Dor!


Satu tembakan peringatan telah dilayangkan Azlan di samping tempat persembunyian mereka. Wajah Farah meringis ketakutan, dia begitu takut tidak bisa melarikan diri dari sana dan berujung membahayakan janinnya.


“Keluar kau Ron! Bawa gadis itu ke hadapanku sekarang juga!!”


Farah menutup mulut dengan air mata yang sudah mulai membanjiri wajahnya, dia juga menggelengkan kepalanya.


"Saya akan memberikan aba-aba, di saat itu terjadi, ingat yang perlu anda lakukan hanya berlari menuju mobilku dan meninggalkan tempat ini!" pesan Ron pada Farah menguatkan gadis itu dan berusaha sebisanya melindungi nona muda mereka walau tingkat keberhasilannya mungkin satu banding seribu.


Setidaknya dia sedang mengulur waktu musuhnya. Ron hanya bisa berharap tuannya segera muncul saat ini juga. Di saat itu terjadi, dia yakin tidak akan ada satu orang pun lepas dari genggaman Mr. K, si pembunuh berdarah dingin terbaik di Asia Pasific.

__ADS_1


--- To be continued ---


__ADS_2